Home Guest Post Harga Tanah Melonjak, Berikut Tips Membeli Tanah di Bandung

Harga Tanah Melonjak, Berikut Tips Membeli Tanah di Bandung

340
0
harga tanah
(Photo: iStock)

Sudah menjadi rahasia umum, bahwasannya harga tanah di Indonesia kian hari semakin meningkat.

Di beberapa wilayah, khususnya di kota-kota besar, harga tanah tidak lagi terjangkau dan dapat dibeli oleh masyarakat kalangan bawah.

Masifnya pembangunan infrastruktur di suatu wilayah memang sangat mempengaruhi harga tanah di wilayah tersebut.

Pasalnya, semakin baik perkembangan suatu wilayah, maka semakin tinggi pula minat masyarakat untuk membeli tanah di daerah itu.

Seperti halnya seperti kota-kota besar lain di Indonesia, Bandung juga mengalami hal tersebut.

Menarik memang, apabila kita berbicara soal Bandung. Segudang rencana infrastruktur di Kota Kembang ini juga menjadi daya tarik tersendiri untuk seseorang menginvestasikan uangnya untuk sebidang lahan di Bandung.

Pesatnya pembangunan infrastruktur di ini membuat harga tanah di sana melonjak pesat. Selain itu, tingginya permintaan akan lahan hunian di kota ini juga turut mempengaruhi naiknya harga tanah di Kota Bandung.

Apakah Anda salah satu yang berminat untuk membeli tanah di Kota Bandung?

Ada baiknya Anda membaca terlebih dahulu tulisan saya kali ini, sebagai referensi dan informasi tambahan sebelum Anda memutuskan untuk membeli sebidang tanah di Bandung.

Harga tanah di Bandung melonjak

Harga tanah di Bandung melonjak
(Photo: iStock)

Seperti yang telah saya sebutkan di awal, harga tanah di kawasan Bandung memang mengalami kenaikan dan terus menunjukkan tren yang positif.

Hal tersebut berpengaruh dari banyaknya rencana pembangunan infrastruktur yang terdapat di kota ini.

Menurut data yang berhasil saya himpun, harga properti di kawasan Bandung pada tahun 2016 melonjak naik setelah pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dimulai.

Rata-rata kenaikan harga lahan di Bandung meningkat sekitar 2,4 persen setiap kuartal dengan harga median Rp 9,5 Juta permeter persegi.

Kenaikan harga tanah di Bandung tidak hanya didorong oleh pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung saja, namun juga didorong oleh adanya rencana pembangunan infrastruktur lain di wilayah tersebut.

Contohnya seperti rencana pembangunan Bandung Urban Mobility Project yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung, yang salah satunya termasuk membangun Light Rail Transit (LRT) Metro Kapsul.

Pembangunan dari LRT sendiri telah dilakukan sejak setahu kemarin. Nantinya, LTR akan membentang sepanjang enam kilometer dari Stasiun Kereta Bandung di Kebonjati, menuju ke Pasar Baru, Dalem Kaum dan Tegalega.

Belum lagi rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), yang akan membentang sepanjang lebih dari 27 kilometer dari Pasteur hingga Ujung Berung.

Tentu saja, proyek ini juga akan menambah melonjaknya harga tanah di Kota Bandung.

Bagi Anda yang berminat membeli lahan di kota ini, sesungguhnya Anda harus bersiap, pasalnya peminat properti di kawasan Bandung bukan hanya mereka yang berasal dari Jawa Barat saja, namun juga masyarakat di luar kawasan tersebut.

Tidak heran memang, jika Bandung dinobatkan menjadi salah satu dari 10 lokasi favorit para pencari properti di Indonesia.

Cara menghitung harga tanah

Cara menghitung harga tanah
(Photo: iStock)

Setelah mengetahui gambaran harga tanah di kota Bandung, apakah Anda berniat untuk tetap membeli tanah di kota tersebut?

Jika iya, saya akan memberitahu Anda, bagaimana cara menghitung harga tanah yang hendak Anda beli, agar Anda tidak tertipu dan membeli tanah dengan harga yang lebih mahal dari harga pasaran.

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung kisaran harga sebidang tanah, namun kali ini kita akan menghitung menggunakan acuan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Sebagai contoh, tanah yang akan Anda beli sebut saja seluas 500 Meter persegi. Setelah mengetahui luas tanah, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui kisaran harga tanah tersebut.

Lakukan survei di lingkungan sekitar dengan mencari informasi ke pihak kelurahan atau bank terkait harga pasaran di wilayah itu.

Jika tidak, Anda juga dapat mengetahui kisaran harga tanah berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ada pada struk pembayaran PBB.

Setelah mendapatkan semua informasi tersebut, kemudian kalikan luas tanah dengan harga permeter persegi sesuai standar NJOP atau harga pasaran daerah di mana lahan itu berada.

Untuk lebih mudahnya, saya akan memberikan simulasi sederhana untuk Anda:

Misalkan, harga tanah berkisar Rp 1.000.000, maka harga tanah tersebut adalah Rp 1.000.000 x 550 m² = Rp 550 juta.

Namun perlu diingat, perhitungan ini hanya dapat digunakan sebagai pebanding, karena harga pasar biasanya jauh lebih tinggi dari NJOP.

Tips membeli tanah

Setelah mengetahui bagaimana cara menghitung kisaran harga tanah yang akan Anda beli, saatnya Anda memperhatikan beberapa tips dalam membeli tanah.

Penasaran apa saja? Mari sama-sama kita lihat daftarnya.

1. Cek legalitas tanah

Cek legalitas tanah
(Photo: iStock)

Dalam membeli sebuah tanah, perlu kita ketahui bahwa tanah yang akan dibeli harus dipastikan tidak sedang dalam sengketa.

Misalnya, tanah tersebut masih dalam tanggungan dari pihak tertentu, atau sedang dalam penyitaan pihak bank atau penjamin tanah sebelumnya.

Selain itu, kita juga perlu memeriksa kondisi atau keadaan tanah dengan survei secara langsung, apakah sesuai dengan sertifikat tanah atau tidak.

Kita perlu mencocokan keadaan fisik tanah, misalnya ukuran luas tanah dan letak tanah, apakah sudah sesuai dengan yang tertera di dalam sertifikat apa tidak.

Sebab, saat ini banyak kejahatan atau sengketa yang bisa terjadi dalam hal jual beli tanah dengan proses seperti demikian.

Lebih baik lagi jika Anda dan penjual mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Lembaga ini akan mengecek keaslian sertifikat berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.

Melalui pengecekan ini, Anda juga dapat mengetahui secara terperinci status tanah tersebut, apakah sedang dijaminkan atau tidak, dan dalam sengketa atau tidak.

2. Cek kondisinya tanah

Cek kondisinya tanah
(Photo: iStock)

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, pentingnya melakukan survei secara langsung ke lokasi dimana tanah itu dijual untuk mengetahui kondisi dari tanah tersebut secara real.

Perhatikan kontur dan jenis tanahnya, apakah mumpuni untuk nantinya didirikan sebuah bangunan apa tidak.

Sedikit masukan untuk Anda, ada baiknya membeli tanah yang posisinya tidak miring, karena sulit untuk mendirikan sebuah bangunan dan rawan terjadi longsor atau tanah bergeser.

Faktor lain yang perlu dicermati adalah air. Cek apakah debit air di area tersebut mudah untuk digali atau tidak, agar memudahkan Anda dalam memasang saluran air apabila Anda ingin membangun rumah.

Lokasi juga turut dipertimbangkan, usahakan membeli tanah di lokasi strategis, dan didukung oleh infrastruktur yang memadai, agar prospek investasi tanah tersebut semakin baik ke depannya.

3. Membuat Akta Jual Beli (AJB)

Membuat Akta Jual Beli
(Photo: iStock)

AJB merupakan perjanjian jual-beli sebagai salah satu bukti pengalihan hak atas tanah sebagai akibat dari jual-beli.

Untuk memastikan keabsahan AJB, penandatanganan perjanjian ini harus dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), dengan menyertakan beberapa persyaratan.

Untuk penjual diantaranya; sertifikat tanah asli, KTP penjual suami/istri, dan jika penjual suami/istri meninggal, maka perlu membawa serta akta kematian. Selanjutnya, bukti PBB 10 tahun terakhir, surat persetujuan suami/istri, serta Kartu Keluarga (KK).

Untuk pihak pembeli cukup simpel, Anda cukup membawa KTP dan KK sebagai persyaratannya.

4. Pakai jasa notaris PPAT

Pakai jasa notaris PPAT
(Photo: iStock)

Bila Anda ingin proses jual-beli dapat berjalan aman dan sesuai prosedur, ada baiknya Anda menyewa jasa notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam membantu proses jual-beli tersebut.

Hal ini bertujuan aga dari pihak PPAT dapat mengecek kondisi sertifikat dengan tanah apakah sesuai serta tidak ditemukannya permasalahan pada sertifikat sebagai surat hak milik sebelum proses jual-beli.

Jika sertifikat tidak bermasalah atau aman, maka proses jual beli dapat dilanjutkan.

5. Membawa berkas ke BPN

Membawa berkas ke BPN
(Photo: iStock)

Setelah proses penandatangan AJB selesai, tahap terakhir yang harus Anda lakukan adalah menyerahkan berkasnya AJB ke BPN.

Penyerahan berkas ini juga turut menyertakan surat permohonan balik nama dengan tanda tangan pembeli, sertifikat hak atas tanah, KTP penjual dan pembeli, bukti lunas PPh, serta bukti lunas Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Setelah pemberian berkas, petugas akan membuatkan surat tanda bukti penerimaan proses balik nama. Selanjutnya, nama penjual dalam buku tanah dan sertifikat akan dicoret dengan tanda tangan dari kepala kantor pertanahan, dan sah lah Anda sebagai pemilik baru dari tanah tersebut.

Itu tadi beberapa informasi yang dapat saya berikan terkait harga tanah dan tips membeli tanah yang dapat Anda terapkan ketika Anda ingin membeli sebidang tanah.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai harga tanah, lokasi tanah yang dijual, serta info-info menarik lainnya seputar tanah dan properti, Anda dapat mengunjungi situs properti 99.co/id sebagai referensi terpercaya mengenai properti di Indonesia.

Selamat membeli!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here