Trip Dari Denpasar ke Surabaya Naik Bus Restu Mulya (Akhir 2020)

pengalaman naik bus restu mulya

Trip Dari Denpasar ke Surabaya Naik Bus Restu Mulya (Akhir 2020) – Sebenarnya aku adalah orang yang sangat patuh akan protokol kesehatan di masa pandemi. Anjuran untuk tidak bepergian (liburan) jika tidak terlalu penting, sudah sangat aku patuhi. Namun oleh karena aku harus pergi ke kota Metro Lampungย untuk menikah, maka dengan sangat terpaksa aku melakukan perjalanan jauh. Inipun sebenarnya sudah ditunda-tunda dari bulan-bulan sebelumnya.

Oke, skip untuk soal pernikahan, kita fokus ke cerita perjalanannya saja.

Sejak awal, aku sudah berencana untuk naik bus demi menghemat biaya. Karena barang bawaanku itu lumayan banyak dan berat. Kurang lebih 60 kiloan lah. Ya kan lumayan kalau harus masuk bagasi pesawat. Hehe ๐Ÿ˜‹.

Belum lagi soal biaya tes PCR untuk 3 orang. Karena untuk bisa terbang ke Lampung, harus transit ke Jakarta. Makanya yaudah, mending naik bus aja lah. Lagian lebih seru juga kan kalau perjalanan darat tuh.

Awalnya aku berencana naik bus Safari Dharma Raya dari Denpasar ke Jakarta, lalu dilanjutkan dengan naik bus Damri ke Metro Lampung, seperti yang kulakukan pada awal tahun 2020 lalu. Namun ternyata, PO OBL alias Safari Dharma Raya nampaknya sedang mengalami kesulitan. Pasalnya, jadwal keberangkatan yang dulunya bisa setiap hari, kini menjadi tidak menentu. Dan kebetulan, jadwal keberangkatan mereka tidak cocok dengan tanggal yang aku inginkan. Jadinya ya batal deh.

Menurut keterangan dari petugas agen bus-nya, katanya sih sebenernya bisa aja berangkatin penumpang dari sini (Denpasar) ke Jakarta setiap hari. Masalahnya, penumpang yang dari sana (Jakarta) ke sini (Denpasar) tuh nggak ada. Jadi ya kalau dipaksa berangkat, mereka bisa rugi besar.

Akupun kemudian coba mencari bus lain di agen lain yang menjual tiket bus dari semua PO. Ternyata eh ternyata, lokasi dari agen-agen itu nampak sudah terbengkalai dan tak berpenghuni. Hmm, sepertinya bukan cuma PO OBL saja yang mengalami kesulitan ๐Ÿ˜”.

Aku berusaha mencari info agar bisa berangkat. Inginnya sih mencari rute yang transitย (ganti bus)-nya cuma sekali. Aku menemukan sebuah tawaran menarik di facebook dari PO dengan inisial “SRP”. Yang katanya melayani rute direct Denpasar-Lampung. Tapi kok aku belum pernah dengar namanya ya? Waktu aku cari tau lebih jauh, ternyata bus yang dipakainya itu adalah Bus Pariwisata.

Wah, aku jadi mengurungkan niatku karena takutnya ini adalah bus nakal yang berjalan tanpa trayek/ijin resmi. Bukan menuduh ya, tapi aku hanya mencurigai. Silakan diluruskan kalau ternyata kecurigaanku ini salah.

Lagipula kalau Bus Pariwisata itu kan biasanya tempat duduknya kurang lega. Tidak seperti bus kelas Executive / Non Ekonomi. Jadi kurasa bakal nggak banget dari sisi kenyamanan. Apalagi untuk perjalanan jauh.

Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil rute Denpasar-Surabaya dengan bus Restu Mulya, lalu dilanjutkan dengan Surabaya-Metro dengan bus Rosalia Indah. Yang mana cerita perjalanan dengan bus Rosalia Indah akan aku tuliskan pada posting berikutnya.

Aku memesan tiket bus Restu Mulya Denpasar-Surabaya pada H-4, langsung di pool alias garasi mereka yang beralamat di Jl Pulau Kawe. Hal pertama yang kutanyakan pada saat membeli tiket adalah: “apakah naik bus keluar Bali perlu rapid test?”. Lalu mbak-mbak petugas agen pun menjawab, “untuk saat ini, nggak perlu”. Yang penting selalu pakai masker, katanya.

Tapi perlu kamu tau bahwa sangat mungkin peraturannya akan berubah-ubah. Jadi kalau kamu juga berencana melakukan perjalanan serupa, sebaiknya tanyakan langsung pada agen ya.

Akupun memilih tempat duduk dan membeli tiket yang harga satuannya adalah 200 ribu rupiah. Kita bisa memilih untuk berangkat dari pool, atau berangkat di Terminal Mengwi. Aku memilih berangkat dari pool karena lebih dekat.

14 Desember 2020, aku sampai di pool sekitar jam setengah 2 siang WITA (kalau tidak salah ingat). Ditemani cuaca hujan yang terus mengguyur sejak pagi. Awalnya sih panik karena ketika baru datang, aku melihat sudah ada bus yang berangkat. Karena memang kami datang agak mepet, sekitar 5 menit sebelum jadwal yang disepakati.

Apalagi pada saat aku bertanya pada petugas yang ada diluar, katanya bus yang tadi itu adalah bus yang ke Surabaya. WADUH !! Tapi kan kami belum terlambat? Kok sudah ditinggal?

Saat kami bertanya pada petugas di dalam, katanya kami akan diikutkan pada bus yang menuju ke Malang. Karena semua bus nantinya akan menunggu di Terminal Mengwi.

Tak berapa lama, bus yang dimaksud pun datang. Kami kemudian diberangkatkan menuju Terminal Mengwi setelah menaruh barang di bagasi. Dan ternyata, di terminal mengwi pun kami harus menunggu cukup lama.

pengalaman naik bus restu mulya

Perut yang lapar membuat kami memutuskan untuk membeli Pop Mie yang harganya sudah pasti lebih mahal dari normalnya. Yaitu sepuluh ribu rupiah per cup-nya. Nggak apalah, daripada laper yakan ๐Ÿ˜Œ.

Review Bus Restu Mulya Denpasar Surabaya

Bus menuju Surabaya yang kami tumpangi sepertinya menggunakan sasis & mesin Hino, dengan body Jetbus 2+, double glass, garapan Karoseri Adiputro.

naik bus dari bali ke surabaya

Jujur saja, aku kurang suka dengan kaca depan double glass seperti itu. Karena pandangan kita (penumpang) akan sangat terbatas. Jadi jalanan di depan itu nggak kelihatan. Membuat kita jadi tak bisa menikmati perjalanan. Wahai PO Bus dan perusahaan karoseri, dengarkanlah keluh kesah ini.

dari denpasar ke surabaya naik restu mulya

Interior dari bus ini cukup bersih. Dengan kursi berlapis beludru, dan space untuk kaki yang lebar layaknya bus kelas executive / non ekonomi. Sandaran kaki dan sandaran kursi juga dapat bekerja dengan normal. Lalu untuk AC nya tergolong sangat dingin. Hingga membuat embun pada kaca.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya bus pun mulai berangkat pada jam 4 sore WITA. Menerjang hujan ringan yang masih belum reda. Tak lama setelah bus bergerak, crew bus langsung membagikan snack yang isinya seperti ini.

bus restu mulya denpasar surabaya

Pada saat berangkat, penumpang bus nampak tidak banyak. Mungkin sekitar 7-8 orang saja. Namun seperti bus pada umumnya, jumlah penumpang akan bertambah ketika bus mampir ke agen-agen yang dilalui sepanjang perjalanan. Walaupun pada saat itu penumpang bus kami tidaklah terlalu penuh.

Perjalanan cukup lancar walau ada beberapa spot kemacetan yang kami lalui di kawasan Tabanan. Selebihnya, bus berjalan dengan santai dan tidak terlalu agresif untuk menyalip sana sini. Kami tiba di pelabuhan Gilimanuk pada sekitar jam 7.25 WITA, dan naik ke kapal sekitar 15 menit kemudian.

naik bus keluar bali apa perlu rapid test

Alhamdulillah, air laut nampak sangat tenang walau level airnya tergolong sangat tinggi. Hujan dan angin cukup kencang yang sedari pagi menerjang, tidak kami rasakan saat menyeberangi selat bali.

Kapal mulai bersandar sekitar jam 9 malam WITA. Dan bus baru bisa keluar kapal sekitar 16 menit kemudian. Baiklah, lanjut perjalanan!

Nggak banyak yang bisa diceritakan. Karena hari yang gelap, ditambah dengan viewing angle yang terbatas, plus kaca yang berkabut, membuatku hanya bisa melihat sopir saja di bagian depan. Yang jelas, laju dari bus masih tetap sama. Santai, cukup cepat, dan tidak terlalu agresif. Pandangan ke jalan yang sangat minim membuatku mengantuk dan memutuskan untuk tidur saja.

Saat terbangun, eh ternyata kami sudah sampai di tempat untuk istirahat dan service makan. Tepatnya di RM D. Ayu Lestari yang terletak di Kecamatan Bungatan, Situbondo, pada jam 11.46 WITA.

cerita perjalanan naik bus denpasar surabaya restu mulya

Kalau dibandingkan dengan spot cek point untuk makan yang biasa disinggahi oleh PO lainnya, rumah makan ini tergolong “kecil” dan mungkin hanya bisa menampung beberapa bus saja. Tapi masih cukup lah ya. Kapasitas tempat duduk untuk tamunya pun juga tidak terlalu banyak. Tapi sekali lagi, masih cukup untuk menampung semua pengunjung yang datang saat itu.

Tempatnya cukup nyaman, dan yang paling penting adalah kebersihannya yang terjaga. Soal makanan? Kalau menurut pendapatku secara pribadi, makanannya tergolong enak untuk sebuah rumah makan yang disinggahi bus. Menu yang disajikan pada malam itu adalah nasi dengan tempe kering, ayam goreng dan sayur sop. Ayam goreng di sini tergolong tidak alot. Untuk toilet? Juga tergolong oke. Dan tetep, bayar dua ribu.

naik bus denpasar surabaya berapa jam

Bus kembali melanjutkan perjalanan pada sekitar jam 00.15 WITA. Akupun melanjutkan tidur karena tak bisa menikmati perjalanan. Saat terbangun, bus sudah tiba di Terminal Bungurasih pada jam 03.18 WITA. Namun oleh karena kami memilih untuk turun di Jalan Makam Peneleh, maka kami harus menunggu dan melanjutkan perjalanan sebentar lagi. Kami baru sampai dan turun pada sekitar jam 3.48 WITA.

Itulah cerita perjalananku naik bus dari Denpasar ke Surabaya menggunakan PO Restu Mulya. Kalau dihitung, waktu tempuh yang dibutuhkan mulai dari Terminal Mengwi adalah sekitar kurang dari 12 jam. Waktu tempuh ini bisa bervariasi, tergantung kondisi lalu lintas yang dilalui. Secara keseluruhan, pengalaman naik bus Restu Mulya ini terbilang lancar dan aman.

Nah, untuk perjalanan ke Metro Lampung, kami lanjutkan pada hari berikutnya.