Home Random Komunitas Blogger Milenial, Memangnya Beneran Ada?

Komunitas Blogger Milenial, Memangnya Beneran Ada?

948
13

Aku nggak inget apakah saat itu masih sore atau sudah malam. Yang jelas saat itu aku sedang asik riset keyword untuk beberapa blog ku. Nggak biasanya aku ngupingin suara tivi tetangga yang terdengar sayup-sayup dari dalam kamarku.

Tapi telingaku mendadak autofokus ketika mendengar kata “blogger millennial” disebut oleh presenter itu.

“Hah, blogger? Demo? Tumben ..”

Ya aneh aja, blogger kok demo? Masuk tipi pulak? Baru kali ini aku denger. Tapi yaudalah, waktu itu sih aku cuekin aja. Mending lanjut riset keyword sambil nyemilin roti bakar gosong yang sudah kumasak sendiri tadi. Eh, kebetulan rotinya sempat aku foto dong, beneran gosong.

Roti bakar gosong
Roti bakar gosong isi qeju

Esok paginya, ternyata ada beberapa teman blogger yang membicarakan, atau lebih tepatnya mempertanyakan soal aksi itu, lengkap dengan komunitas beserta dia yang disebut-sebut sebagai ketua komunitas blogger milenial yaitu Rifaiz S Lamahoda.

Ya heran aja, sebagai ketua dari sebuah komunitas blogger, masa nggak ada satupun blogger yang kenal? Nama komunitasnya pun asing. Apalagi komunitas itu menggelar aksinya di Jakarta. Hmm, kita jadi bertanya-tanya dong.

Siapa ketua komunitas blogger milenialEmang sih, di Indonesia tuh ada banyak banget komunitas blogger. Tapi ya setauku, kita-kita tuh ya saling kenal meski beda komunitas. Walaupun nggak semuanya, tapi dari lingkaran pertemanan satu ke lingkaran pertemanan yang lain, pasti ada yang kenal. Ngerti kan maksudku? Yaudah iya’in aja biar cepet.

Dari sini sih aku masih positif thinking lah ya. Mungkin emang doi ini blogger yang belum dikenal. TAPI KALO BELUM DIKENAL KOK BISA JADI KETUA KOMUNITAS BLOGGER? Yaudah tetep positif thinking aja, mungkin juga komunitasnya masih baru dan anggotanya juga blogger-blogger baru.

Salut juga sih dengan kekompakan komunitas ini. Masih baru, tapi bisa kompak buat menggelar aksi demo, panas-panasan, lengkap dengan kaos seragam, spanduk, beserta aksesoris boneka unicorn yang lucu-lucu.

ketua komunitas blogger milenialSementara kita-kita mah umumnya tuh suka ngumpul di tempat yang adem, ber-ac. Dan boro-boro mau bikin seragam sama spanduk dengan biaya sendiri, lha wong kalo mau gathering aja kadang kita nyari sponsor kok. Wekawekaweka..

Oiya btw, aksi demo #SaveUnicorn ini sih katanya sebagai bentuk kekecewaan karena salah satu capres dianggap nggak ngerti soal Unicorn “yang online-online itu”.

Balik lagi ke topik.

Oleh karena masih positif thinking dan masih penasaran, akhirnya kita para blogger pun komen di akun Instagram dan Facebooknya, buat ngajak kenalan sambil nanya link blog nya apa. Iya, kita anak blogger mah pada ramah-ramah kok. Eh lah kok ternyata semua komentar kita itu dihapusin, plus akun kita pada di blokir pulak. Wah kacau …

Blog ketua komunitas blogger millennialAlamat blog komunitas blogger milenialIni bikin kita makin curiga dong. Dan bener aja, setelah kita cari tau. Ternyata eh ternyata, mas-mas nya ini emang sudah beberapa kali tampil di tipi sebagai “koordinator aksi” tertentu.

Blogger demo soal unicornWah wah wah, kita jadi makin meragu dong ya. Jadi masnya ini ketua komunitas blogger milenial, atau koordinator aksi umat islam revolusioner? Atau besok mau jadi ketua apalagi? Koordinator apalagi?

Dari sini blogger mulai gerah dong ya. Yakali bawa-bawa nama blogger buat aksi yang bau-bau politik. Gara-gara ini, makin rame dong yang nyinyirin ..

Komunitas blogger milenial hoaxNah yang bikin aku gemes dan memutuskan buat bikin tulisan ini adalah status dari pak ketua ini, yang bunyinya adalah :

Fitnah komunitas blogger milenialWait, what? Siluman berjubah agama? Hujatan dan cacian? Wah inimah udah menjurus ke fitnah …

Dari apa yang aku pantau (iya, aku diem-diem mantau komen di IG nya pakai akunku yang belum kena blokir sama dia), komentar yang masuk di IG nya itu rata-rata CUMA BUAT NANYAIN ALAMAT BLOG NYA KOK. Itupun komen-komennya pada dihapusin, dan yang komentar langsung di blokir. Nih, sebagian yang sempat ku screenshot sebelum dihapus.

Komentar netizen soal komunitas blogger milenialTuh, hujatan darimana? Cacian darimana? Wong komennya lucu-lucu gitu kok. Dan komen lain yang sudah dihapus olehnya pun rata-rata nggak jauh beda.

Terus, siluman berjubah agama? Coba pak, tunjukin yang mana?! Lha wong sejauh pantauanku, yang sliweran di IG sama FB nya pak ketua ini tuh ya blogger yang penasaran sama blog nya beliau. Gak ada satupun yang bawa-bawa agama.

Kalo boleh meng-counter nih, bukannya situ ya yang pake “jubah agama”? ..

Tega kamu masGemesin deh pokoknya. Emang sih, menjelang sore di hari aku menulis tulisan ini, para blogger mulai main kasar. Tapi ya perlu diperhatikan lagi, bahwa cacian dan makian itu baru muncul SEHARI SETELAH si pak ketua nulis status itu. Ya mungkin saking gemesnya kali ya.

Blogger demoKomunitas blogger fiktifYang aku nggak habis pikir, kok bisa-bisanya pak ketua bersikap seolah-olah jadi “korban cacian dan makian”? Pake fitnah segala pulak. Sandiwara apa yang kau mainkan, Pak? Siapa yang berusaha kamu bohongi dengan kabar (status) hoax itu?

Akhir kata, aku nggak bermaksud pengen membully atau menyudutkan dirimu, Pak ketua. Tapi aku cuman pengen kamu sadar. Yang kamu lakukan itu tuh nggak lain adalah sebuah kebohongan, membohongi rakyat Indonesia. Dengan bersuara SEOLAH-OLAH dari kelompok masyarakat tertentu, sementara kelompok itu sendiri sejatinya nggak pernah ada.

Mungkin kamu udah berhasil ngibulin mereka yang awam dan kelewat polos. Tapi kita yang paham ini gemes jadinya. Makin gemes ketika mencium aroma-aroma politik didalamnya.

Statement ini mewakili diriku sendiri dan bukan mewakili temen-temen blogger lain (karena aku yakin beberapa dari mereka pasti punya pendapat lain). Aku merasa apa yang sudah kamu lakuin saat ini DAN SEBELUM-SEBELUMNYA itu berpotensi membentur-benturkan dan bikin masyarakat jadi terpecah belah, Pak.

Tidakkah kamu cinta sama negeri ini, Pak? Aku yakin masyarakat udah lelah untuk saling curiga, saling caci maki, saling blokir di social media. Nggak perlu lah kamu memperkeruh pertikaian ini.

Sudah tau luka didalam dadaku, sengaja kau siram dengan air garam. (Biasa aja dong bacanya, gausah sambil nyanyi.)

Cukuplah yang kemaren aja, semoga kedepannya Pak ketua bisa sadar. Kami merindu damai yang hilang, Pak ketua.

13 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here