Alasan Mengapa ASUS Vivobook A416 Cocok Untuk Pelajar

Software original ASUS Vivobook A416

Alasan Mengapa ASUS Vivobook A416 Cocok Untuk Pelajar – Bulan maret tahun 2020 adalah awal mula kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan di Indonesia. Sejak itu, guru dan murid pun melakukan kegiatan sekolah di rumah masing-masing. Terhubung secara online demi menghindari tatap muka. Syukurlah, teknologi yang ada sudah cukup untuk memungkinkan kegiatan tersebut.

Akan tetapi, kegiatan belajar mengajar dengan metode ini tidak bisa langsung berjalan dengan mulus. Bahkan tak sedikit yang menganggapnya kurang efektif. Salah satu alasannya adalah karena tidak semua guru dan murid memiliki kesiapan, khususnya dari segi fasilitas pendukung. Mulai dari ketidaksiapan perangkat, kuota internet, hingga koneksi internet. Bantuan berupa kuota data dari kemdikbud memang sudah cukup meringankan salah satu problema yang ada. Namun hal itu menjadi sia-sia jika ternyata sang pelajar belum memiliki perangkat pendukung berupa smartphone atau laptop.

Orangtua murid yang belum menyiapkan budget khusus untuk membelikan perangkat bagi anaknya pun dibuat pusing. Efektifitas belajar mengajar menjadi semakin berkurang akibat materi pembelajaran yang diberikan dianggap kurang kreatif. Menimbulkan rasa bosan yang menjadi musuh besar bagi para pelajar selama masa PJJ berlangsung.

Pernyataan tersebut didapat berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur terhadap 480 pelajar SMP dan SMA, yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Dan saya sangat yakin bahwa banyak pelajar lain yang punya pendapat serupa di luaran sana. Bukan cuma di Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara di belahan dunia.

Pelajar bosan belajar online
Pelajar bosan sekolah online

Rasa bosan yang dialami oleh pelajar merupakan tantangan tersendiri bagi orangtua dan juga pengajar. Pasalnya, hal ini akan menurunkan minat belajar, sehingga membuat mereka sulit untuk mengerti. Bahkan menurut Kak Seto, dampak psikologis yang satu ini bisa menyebabkan ketidakstabilan emosi, hingga memicu hal lain yang lebih serius.

Memaksimalkan Efektifitas Belajar & Mengatasi Kebosanan

Pengajar dituntut untuk bisa menghadirkan materi yang lebih kreatif untuk menarik minat pelajar. Namun bukan berarti masalah efektifitas belajar hanya dibebankan pada sang pengajar seorang. Suasana yang kondusif, kedisiplinan pelajar, serta perangkat yang memadai juga menjadi faktor penting dalam urusan ini. Dengan harapan agar pelajar bisa berkonsentrasi dengan lebih fokus.

Banyak yang beranggapan bahwa perangkat smartphone sudah cukup untuk menunjang aktivitas belajar online. Namun menurut saya secara pribadi, akan lebih baik jika para orangtua memberikan fasilitas berupa laptop jika memungkinkan. Salah satu alasannya adalah agar dapat melihat materi dengan lebih jelas berkat layarnya yang besar.

Ada beberapa hal yang membuat aktivitas belajar online menggunakan smartphone menjadi kurang efektif. Notifikasi-notifikasi dari grup chat ataupun social media, seringnya akan menggoda penggunanya untuk mengalihkan perhatian pada saat belajar. Sehingga, fokus akan terdistraksi hingga akan membuyarkan konsentrasi. Hal ini senada dengan pernyataan Ilham Akbar Habibie selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) yang menyebutkan bahwa smartphone lebih akrab digunakan untuk hiburan, bukan untuk belajar.

Belajar menggunakan smartphone kurang efektif

Selain untuk memberikan fokus yang lebih baik saat belajar, laptop juga bisa menjadi solusi bagi sang pelajar untuk mengatasi rasa bosan. Dengan mengisi waktu di rumah untuk melakukan aktivitas berfaedah bersama laptopnya. Mengingat ada banyak sekali hobi positif yang dapat dilakukan bersama sebuah laptop. Misalnya adalah:

Ada banyak platform yang bisa digunakan untuk dapat mempublikasikan cerita. Yang paling populer adalah di platform blog seperti blogger.com, wordpress.com, ataupun platform yang lebih serius menggunakan wordpress.org (WordPress Self Host) seperti yang saya gunakan untuk mempublikasikan tulisan di blog ini.

Platform blog biasa digunakan untuk menuliskan cerita pendek, pengalaman, ulasan, pendapat, atau bahkan puisi. Di tahap yang lebih serius, sangat mungkin untuk menghasilkan uang yang datang dari iklan. Atau bisa juga menggunakan platform WattPad, yang biasa digunakan untuk mempublikasikan cerita karangan. Cukup banyak penulis novel yang berawal dari hobi menulis di WattPad.

Membuat video bukan berarti harus memiliki kemampuan akting ataupun menjadi sutradara. Ada banyak hal yang bisa dijadikan sebuah video. Salah satunya adalah untuk sarana berbagi tentang hobi yang kita miliki. Entah itu hobi memasak, makan, jalan-jalan, ataupun yang lainnya, semua bisa kita jadikan konten untuk membuat video.

Platform yang bisa digunakan untuk membagikan karya video adalah YouTube, ataupun Instagram. Di level yang lebih serius, aktivitas ini dapat menghasilkan uang yang datangnya dari iklan, ataupun endorsement.

Laptop tidak wajib memiliki fitur layar sentuh untuk dapat digunakan menggambar. Kita bisa menambahkan aksesori berupa pen tablet atau digitizer tablet untuk melakukannya. Atau, kita tetap bisa menggambar dengan memanfaatkan mouse untuk membuat gambar vector. Software yang digunakan untuk membuat vector adalah Adobe Illustrator (berlangganan), CorelDraw (berlangganan), ataupun Affinity Designer (sekali bayar). Dari ketiga software tersebut, yang paling ringan dan murah adalah Affinity Designer.

Ilustrasi vector yang menarik dapat menghasilkan uang dengan cara membuka jasa pembuatan vector, ataupun menjualnya pada situs microstock seperti shutterstock, fotolia, adobestock, dan masih banyak lagi. Kita juga dapat menjual karya kita di situs freelancer seperti fiverr.

Membuat animasi akan membutuhkan ketelatenan dan juga bakat khusus. Aktivitas ini tergolong sangat mahal karena harus menggunakan laptop dengan spesifikasi sangat tinggi untuk dapat menjalakan software-nya dengan lancar.

Peluang karir bagi seorang animator sangat luas. Mulai dari bidang periklanan, hingga pembuatan film. Mereka juga bisa mendapatkan penghasilan dari internet dengan meng-upload karyanya di platform seperti YouTube.

Selain bermanfaat sekaligus menyenangkan, aktivitas tersebut juga bisa menjadi jalan untuk meraih prestasi di luar sekolah. Tentunya harus ada dukungan dan pengawasan orangtua. Bukan berarti orangtua harus memaksakan, tapi lebih kepada mengarahkannya. Dan biarkan sang anak mengatur jadwalnya sendiri.

Prestasi pelajar di luar sekolah

Memilih Laptop Untuk Pelajar

Memilih laptop harus disesuaikan dengan preferensi penggunaannya. Apakah hanya akan digunakan untuk mengetik dan belajar online saja? Atau untuk kebutuhan lain yang lebih berat? Hal ini menjadi penting karena kriteria laptop yang diperlukan akan berbeda juga. Membingungkan? Ya begitulah :).

Begitu banyaknya tipe laptop yang beredar di pasaran dengan spesifikasi yang berbeda-beda, seringkali membuat kita bingung untuk menentukan pilihan. Kabar baiknya, sudah ada tipe laptop yang bisa menyederhanakan pilihan, yaitu ASUS Vivobook A416. Laptop ini hadir dengan range harga yang sangat luas. Mulai dari 4 jutaan hingga 10 jutaan, dengan ragam spesifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelajar dan juga ketersediaan budget. Tentu ada beberapa alasan lain mengapa laptop ini bisa dijadikan pilihan yang cocok untuk pelajar.

Kelebihan ASUS Vivobook A416

Spesifikasi ASUS Vivobook A416

ASUS Vivobook A416 merupakan sebuah laptop mainstream yang sejatinya dihadirkan untuk semua kalangan, termasuk pelajar. Hal ini terlihat dari banyaknya pilihan spesifikasi yang disediakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Varian termurah dari ASUS Vivobook A416 (seharga 4 jutaan) sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar agar dapat digunakan belajar online. Layar 14 inci yang lega, webcam camera untuk video conference call, dan juga keyboard fullsize untuk mengetik dengan nyaman.

Untuk kebutuhan yang lebih berat, terdapat varian yang menggunakan prosesor Intel Core i3 dan atau Intel Core i5 generasi ke-10. Prosesor generasi baru dari Intel tersebut memiliki performa yang sangat gesit untuk mendukung produktivitas, sekaligus lebih efisien dalam penggunaan daya dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Hal ini berkat penggunaan teknologi fabrikasi 10 nm, serta HyperThread technology yang mutakhir.

Keuntungan yang didapat dari prosesor ini adalah, kemampuan mengolah data yang lebih cepat, serta daya tahan baterai yang lebih baik. Dalam simulasi pengujian daya tahan baterai menggunakan aplikasi PC Mark 10, ASUS Vivobook A416 mampu mencapai waktu hingga 7 jam dan 56 menit. Pengujian ini menggunakan ASUS Vivobook A416 versi Intel Core i3-1005G1, RAM 4GB, serta penyimpanan SSD 512GB.

Bukti kemutakhiran dari prosesor yang digunakannya tersebut juga terlihat dari hasil benchmark untuk menguji performa CPU menggunakan aplikasi Cinebench, dan PC Mark 10 yang bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini.

cinebench asus vivobook a416 intel core i3
PCMark10 ASUS Vivobook A416 Intel Core i3

Kekuatan dari kartu grafis Intel UHD Graphics yang terintegrasi dalam chip Intel Core generasi ke-10 bukan hanya efektif untuk proses pengeditan gambar, tetapi juga sanggup untuk digunakan mengedit video. Dalam pengujian menggunakan aplikasi 3D Mark, terlihat juga bahwa ia bisa memberikan performa yang stabil.

Hasil benchmark ASUS Vivobook A416

Terdapat pula opsi varian yang dilengkapi dengan kartu grafis tambahan NVIDIA GeForce MX330 terbaru. Tambahan kartu grafis tersebut bakal sangat membantu dalam hal pengeditan video, khususnya ketika memasuki proses rendering yang biasanya sangat menguras kinerja laptop dan memakan waktu.

Perlu diketahui bahwa proses membuat video itu sangat memakan waktu. Mulai dari proses pengambilan video (footage), editing, hingga rendering. Semua proses tersebut bisa memakan waktu setengah harian kalau ingin langsung diselesaikan. Itupun kalau semua sudah dipersiapkan dengan baik.

Saya tau betul bagaimana kelancaran saat proses editing dapat berpengaruh terhadap naik turunnya mood. Kalau proses mengeditnya tersendat-sendat, maka mood untuk berkarya perlahan jadi hilang. Ujung-ujungnya, timbul rasa malas mengedit dan ditunda terus. Jadi proses pengeditan yang lancar bukan hanya mempercepat penyelesaian karya, tapi juga akan membantu menjaga mood untuk meneruskan prosesnya.

ASUS Vivobook A416 Dengan Prosesor Intel Core i3

Maka, bukanlah sebuah hal yang mengada-ada jika menyebut bahwa perpaduan antara prosesor Intel Core 10th-gen dengan grafis NVIDIA GeForce MX330 pada ASUS Vivobook A416, akan membuat produktivitas semakin meningkat. Karena segala urusan komputasi dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lancar. Pelajar pun dapat mengeksplor lebih banyak hal bersama laptop ini. Lebih leluasa dalam menuangkan kreatifitas, mewujudkan imajinasi menjadi sebuah kreasi.

Perangkat pendukung yang cepat bukanlah satu-satunya faktor yang akan meningkatkan produktivitas. Karena terkadang, akan ada beberapa keadaan yang membuat aktivitas kita menjadi terganggu hingga harus menundanya. Contohnya adalah ketika dalam keadaan dimana kondisi cahaya sekitar dirasa kurang ideal. Dalam keadaan gelap, kita akan kesulitan untuk dapat melihat huruf dan angka pada keyboard. Tentu ini akan menghambat dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan.

Untungnya, ASUS Vivobook A416 sudah dilengkapi dengan lampu led backlit pada keyboard agar tetap dapat mengetik dalam ruangan gelap. Terdapat pula fitur anti-glare untuk meminimalisir efek silau akibat pantulan cahaya yang mengarah ke layar. Walau sederhana, namun kedua fitur ini bakal jadi penentu kenyamanan saat menggunakan laptop.

Fitur anti glare dan backlit keyboard ASUS Vivobook A416

Duduk terlalu lama akan membuat badan terasa pegal-pegal. Saya sendiri terkadang akan memakai laptop sambil bersandar setengah rebahan agar tetap nyaman ketika berhadapan dengan laptop. Tak jarang pula saya akan berpindah-pindah tempat. Mencari suasana yang nyaman untuk berkonsentrasi. Maka dari itu, saya sangat menyarankan untuk memilih ASUS Vivobook A416 dengan varian yang menggunakan penyimpanan berjenis SSD. Agar lebih leluasa bergerak bersama laptop.

Alasannya sederhana saja. Penyimpanan berjenis SSD (Solid State Drive) memiliki daya tahan yang jauh lebih baik terhadap goncangan. Karena ia tak memiliki komponen fisik yang bergerak saat beroperasi. Berbeda dengan penyimpanan berjenis HDD (HardDisk Drive) yang akan lebih rentan rusak jika terkena goncangan. Karena HDD memiliki beberapa komponen bergerak, termasuk piringan (disk) yang berputar. Sehingga kita harus sangat berhati-hati jika tidak ingin komponen penting ini cepat rusak.

keunggulan ssd

Selain itu, penyimpanan berjenis SSD juga memiliki keunggulan mutlak dari segi kecepatan. Dan iya, penggunaan SSD akan sangat berpengaruh terhadap performa laptop. Seperti yang kita ketahui bersama, penyimpanan (storage) dalam sebuah laptop berperan untuk menyimpan semua file/data, termasuk file/data yang dibutuhkan oleh software untuk bisa beroperasi.

Nah, storage yang punya kecepatan tinggi akan bantu mengoptimalkan kinerja dari prosesor untuk dapat menyajikan performa yang lebih baik lagi. Khususnya ketika kita sedang menyalakan laptop (booting), melanjutkan pekerjaan dari mode sleep, membuka aplikasi, hingga lebih cepat dalam menyimpan data di laptop. Karena storage dapat dengan cepat memberikan file/data yang dibutuhkan oleh prosesor untuk membuka sebuah software. Waktu tunggu alias loading pun menjadi lebih singkat.

Jenis SSD yang digunakan oleh ASUS Vivobook A416 adalah PCIe Gen3 x2. Sebuah jenis SSD yang lebih kecil, ringan, dan jauh lebih cepat dibandingkan dengan SSD SATA. Dalam pengujian performa menggunakan aplikasi CrystalDisk Mark, penyimpanan SSD dari ASUS Vivobook A416 dengan versi Intel Core i3-1005G1 mampu mencapai kecepatan baca hingga 1705.2 MB per detik, dan kecepatan tulis (simpan data) hingga 959.7 MB per detik!

Jika ternyata masalah budget menjadi kendala hingga terpaksa memilh versi penyimpanan berjenis HDD, ASUS Vivobook A416 juga memiliki sistem proteksi khusus yang diberi nama E-A-R HDD Protection. Fitur ini berfungsi untuk meredam guncangan untuk melindungi HDD dari resiko kerusakan. E-A-R HDD Protection akan aktif melindungi HDD dari tiga sumbu ketika mendeteksi adanya guncangan atau getaran. Dengan adanya fitur ini, aktivitas belajar di rumah akan jadi lebih leluasa.

E-A-R HDD Protection ASUS Vivobook A416

Beralih ke soal konektivitas. ASUS Vivobook A416 tergolong memiliki port input/output yang lengkap untuk sebuah laptop mainstream. Mulai dari USB Type-A, Audio Combo Jack, hingga USB Type-C pun tersedia. Terdapat pula port HDMI dan juga microSD card reader yang membuatnya semakin praktis.

Yang paling menarik adalah, laptop ini juga dibekali dengan fitur eksklusif yang diberi nama Link to MyASUS. Fitur yang biasanya hanya terdapat pada laptop kelas premium seperti Zenbook, atau laptop gaming ROG ini punya berbagai fungsi istimewa yang semakin meningkatkan produktivitas. Ia dapat menghubungkan laptop ASUS Vivobook A416 dengan smartphone, tanpa harus menggunakan kabel. Nah, laptop dan smartphone yang dihubungkan melalui fitur ini, dapat saling mentransfer data satu sama lain.

Fungsi screen mirroring juga dapat diaktifkan melalui fitur tersebut. Bahkan, kita dapat melakukan setting untuk menjadikan layar smartphone sebagai layar tambahan untuk laptop. Layar tambahan tersebut akan sangat berguna untuk bermultitasking dengan lebih leluasa. Fitur ini dapat kita temukan pada aplikasi MyASUS.

Fitur Link to MyASUS Vivobook A416

Salah satu kebiasaan yang sangat sering ditemui pada pengguna laptop di Indonesia adalah menginstal software bajakan. Alias menginstal versi “gratisan” dari software/ aplikasi yang seharusnya berbayar. Harga software yang terlalu mahal adalah alasan utamanya. Padahal kita tidak tau apakah software tersebut benar-benar aman, atau malah sudah disusupi program jahat.

Program jahat yang dimaksud di sini ada bermacam-macam. Yang paling umum ditemukan adalah program untuk “mengintip” apa saja yang kita ketikkan pada keyboard. Yang tujuannya adalah untuk mengetahui dan mencuri password dari akun-akun apa saja yang kita miliki. Belum lagi soal resiko yang dapat mempengaruhi dan memperlambat kinerja laptop akibat program jahat yang terus berjalan tanpa izin dan sepengetahuan kita. Ngeri? Banget!

Untungnya, ASUS Vivobook A416 sudah dibundling dengan software Windows 10 dan juga Microsoft Office Home & Student 2019 original! Dengan ini, kita tak perlu lagi membeli lisensi Windows 10 dan juga berlangganan Microsoft Office yang harganya terbilang lumayan bikin mikir dua kali. Jadi, sejak baru dibeli, laptop ini sudah langsung siap dipakai untuk belajar online! Bebas repot, lebih hemat, sekaligus menghindarkan dari resiko akibat program jahat.

Software original ASUS Vivobook A416

Kesimpulan

Itulah beberapa alasan mengapa ASUS Vivobook A416 sangat cocok untuk para pelajar. Karena berbagai fitur yang dimilikinya akan siap untuk membantu meningkatkan produktivitas. Baik untuk urusan belajar, maupun untuk menjalankan aktivitas positif lain. Proses belajar bisa lebih efektif, rasa bosan pun bisa terhindarkan. Bobotnya yang hanya 1.6kg, ketebalan 1.99cm, serta opsi penyimanan SSD ditambah dengan perlindungan HDD akan membuat penggunanya makin leluasa untuk bergerak bersama laptopnya.

Varian dengan spesifikasi yang beragam juga memudahkan kita dalam memilih, sesuai dengan kebutuhan dan budget. Pada versi tertinggi, tersedia opsi dual-storage SSD+HDD yang akan memadukan antara kecepatan dari SSD, dengan kapasitas besar dari HDD. Atau, kita dapat melakukan upgrade SSD dan HDD yang bisa dipasang bersamaan jika diinginkan. Kapasitas RAM pada laptop ini juga bisa ditambah, dengan total 12GB. Berikut adalah harga dan spesifikasi lengkap dari ASUS Vivobook A416 di Indonesia:

Main Spec.

VivoBook 14 (A416)

CPU

Intel® Core™ i5-1035G1 Processor 1.0 GHz (6M Cache, up to 3.6 GHz)

Intel® Core™ i3-1005G1 Processor 1.2 GHz (4M Cache, up to 3.4 GHz)

Intel® Celeron N4020 Processor 1.1GHz (4M Cache, up to 2.8GHz)

Operating System

Windows 10

Memory

4GB DDR4 RAM

Storage

1TB 5400 rpm SATA HDD

256GB PCIe® Gen3 x2 SSD

512GB PCIe® Gen3 x2 SSD

1TB HDD + 256GB SSD

Display

14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) IPS Anti-Glare

14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) Anti-Glare

14.0″ (16:9) LED backlit HD (1366×768) Anti-Glare

Graphics

NVIDIA GeForce MX350 (optional)

Intel UHD Graphics 

Input/Output

1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x USB 2.0 Type-A, Micro SD card reader

Camera

VGA Web Camera

Connectivity

Wi-Fi 5 (802.11ac), Bluetooth 4.1

Audio

SonicMaster, Audio by ICEpower®, Built-in speaker, Built-in microphone

Battery

37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion

Dimension

32.54 x 21.60 x 1.99 ~ 1.99 cm

Weight

1,6 Kg

Colors

Transparent Silver, Slate Grey

Price

Rp4.799.000 (Celeron N4020 / Intel UHD Graphics / 4GB / 1TB HDD)

Rp4.899.000 (Celeron N4020 / Intel UHD Graphics / 256GB PCIe SSD)

Rp6.699.000 (Core i3 / Intel UHD Graphics / 4GB / 1TB HDD)

Rp7.099.000 (Core i3 / Intel UHD Graphics / 4GB / 512GB PCIe SSD)

Rp7.499.000 (Core i3 / GeForce MX330 / 4GB / 256GB PCIe SSD)

Rp10.099.000 (Core i5 / GeForce MX330 / 4GB / 512GB PCIe SSD)

Rp10.799.000 (Core i5 / GeForce MX330 / 4GB / 1TB HDD + 256GB PCIe SSD)

Warranty

2 tahun garansi global

Icons by: freepik.com