Home Daily Life Apakah Kerja Itu Harus Jadi Karyawan?

Apakah Kerja Itu Harus Jadi Karyawan?

1691
0
SHARE

Apakah Kerja Itu Harus Jadi Karyawan? – Waktu aku kecil aku pernah berpikiran kalau seandainya besar nanti aku mau bekerja di suatu perusahaan, terus dapet gaji, terus beli kebutuhan ini itu, terus nikah deh dan tinggal di rumah sederhana. #Eh kecil-kecil kok mikirnya udah nikah aja ya? Hahaha ya biarin, lha wong namanya juga khayalan 😛 . Entahlah apakah anak lain juga pernah berpikiran seperti itu, tapi yang jelas aku yakin sebagian besar anak pasti berpikiran kalau kerja itu harus ikut di suatu perusahaan tertentu.

Tapi ternyata hal itu gak cuma berlaku buat anak kecil aja loh, ternyata masih banyak orang yang umurnya udah dewasa yang masih juga berpikiran seperti itu. Ya kalau aku sih maklum aja karena emang rata-rata orang Indonesia itu kan bekerja sebagai karyawan, atau mentok-mentoknya ya petani. Aku pernah kerja di suatu perusahaan finance, dan kala itu aku cuma jadi karyawan outsourcing aja ( <- Itu bener gak ya penulisannya? Ah bodo amat 😛 ). Terus setelah beberapa bulan ada seorang temenku yang diangkat sebagai karyawan tetap, dan aku liat dia bangga banget dan kegirangan gitu.

Aku pun tanya ke salah satu temenku, apa sih enaknya jadi karyawan tetap? Dia bilang tunjangannya lebih banyak, dapet gaji tetap blablablabla. Ohh pantesan ya dia girang banget, tapi seketika itu aku jadi teringat pada salah satu karyawan yang ngakunya udah 20 tahun lebih mengabdi buat perusahaan itu dan ternyata dia masih jadi bawahan orang lain di usianya yang harus menjelang pensiun. Dan saat itu akupun berpikir:

Kok bangga ya jadi karyawan tetap? Terus selama usia produktifnya mau tetap jadi karyawan gitu?

Karyawan tetapDan saat itulah pikiranku mulai terbuka. Aku mulai melihat ternyata ada banyak sekali jenis pekerjaan di dunia ini, dan gak semuanya melulu harus jadi karyawan! Nggak lama akupun mulai mempersiapkan diri untuk mengundurkan diri dari perusahaan itu, mencari pekerjaan lain yang bisa aku manage sendiri.

“Aku mau kerja keras untuk membangun usahaku sendiri, bukan untuk membesarkan usaha orang lain!” begitulah yang aku pikirkan saat itu. Singkat cerita aku sudah keluar dan mulai mencoba berbagai usaha mulai dari jadi makelar, hingga sekarang menjadi blogger dengan bermodalkan notebook ku. Tapi beberapa orang justru memandangku sebagai pengangguran dan menyuruhku untuk “bekerja”, seperti om ku misalnya yang pernah bilang gini:

“Lha mbok ya cari kerja sana, biar nggak ndik omaaaah ae terus” (cari kerja sana, biar gak dirumaaaah aja terus).

Lhah dikira aku ini ndak kerja? Jelas-jelas aku udah menghasilkan! Terus ada lagi temen yang nyuruh aku buat ngelakuin hal yang sama, yaitu cari kerjaan. Padahal aku udah jelasin ke mereka semua kalau aku ini udah kerja, sebagai blogger! Tapi mereka tetep kekeh ama pendiriannya. Adeehh emang kalau ngomong ama orang primitif yang wawasannya sempit itu susah ya?

Hellaw?! Ini udah jamannya hape pake layar colek ya! Masih mikir kerja itu sama dengan harus jadi karyawan? Mending balik lagi deh ke jaman waktu hape masih segede sendal!

Karena berbagai tekanan itu akhirnya aku gak nahan dan memutuskan untuk kabur ke jogja biar aku bisa konsentrasi dengan pekerjaanku saat ini. Disini (jogja) pun aku mulai bisa melihat peluang-peluang lain yang berpotensi untuk aku garap dan saat ini aku juga sedang mempersiapkan untuk eksekusinya (masih tahap ngumpulin modal). Dan ini juga membuktikan bahwa kerja itu gak melulu harus jadi karyawan, karena kita bisa jadi bos. Bos untuk diri kita sendiri, dengan segala tanggung jawab dan resiko yang juga harus kita tanggung sendiri.

Tapi aku juga mau ngingetin nih buat para pemirsah, kalau misalnya kamu gak punya jiwa kepemimpinan seperti halnya dirikuh #uhuk *sombongnya*, mending yaa tetep jadi karyawan aja. Soalnya kalau kita gak disiplin dan gak pintar mengatur (bahasa linggis nya me “manage”) segala hal yang berhubungan dengan usaha kita, yang ada malah usahanya bakal hancur total.

Lagian gak ada usaha yang langsung menghasilkan hal yang besar dalam waktu singkat, jadi kita perlu belajar dan sabar juga. Ibarat bayi, gak ada bayi yang langsung bisa lari keluyuran kecuali bayi nya ayam! Semua butuh proses, mulai dari merangkak, berdiri, jalan, dan kadang jatuh, terus jalan lagi, baru deh bisa lari. Jadi, kamu mau jadi karyawan atau jadi bos?

SHARE

Blogger lugu yang kadang punya rasa penasaran tinggi | Founder techijau.com & hayuklah.com | Main IG di @masbocah kadang main twitter juga di @PanduDryad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here