Home Daily Life Tips Menghadapi Cobaan Dan Beban Hidup

Tips Menghadapi Cobaan Dan Beban Hidup

17831
3
SHARE

Tips Menghadapi Cobaan dan Beban Hidup – Pernah gak sih kamu merasa bahwa kamu adalah orang paling malang sedunia? Orang yang paling tersiksa sedunia? Atau mungkin kamu ngerasa bahwa Tuhan membenci kamu karena kamu selalu diberi cobaan yang bertubi-tubi dalam hidupmu? Kalo aku sih dulu pernah ngerasa seperti itu, karena dulu bahkan hingga sekarang aku sering mendapatkan cobaan hidup yang cukup membuatku depresi dan stress.

Nggak gampang memang melalui semua cobaan itu, tapi untungnya sekarang ini cobaan yang menghampiri udah terasa lebih ringan karena mungkin aku udah terbiasa kali ya. Well, aku yakin semua orang pastilah pernah dihadapkan dengan yang namanya cobaan, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Sebagian dari mereka cukup tangguh buat menghadapi cobaan kelas berat, tapi sebagian lain terlalu lemah untuk menghadapi cobaan yang sebenernya gak berat-berat amat, hingga membuat mereka merasa bahwa mereka adalah orang paling tersiksa sedunia.

Hehe, maaf nih ya, bukan bermaksud merendahkan, tapi biar jadi “tendangan” buat kalian biar gak kebanyakan ngeluh. Karena kalian harus tau, bahwa mungkin diluar sana ada banyak sekali orang yang dihadapkan dengan cobaan yang jauh lebih berat dari yang kalian alami sekarang, tapi mereka memilih untuk tetap tidak mengeluh.

Sebenernya, gimana sih caranya supaya kita bisa kuat menghadapi cobaan dan beban hidup? Menurut pendapatku, sebenernya ini cuma masalah mind set aja kok. Hayoo pada tau gak artinya mind set? Mind set itu adalah “set pikiran”, jadi artinya yaa gimana kita setting pikiran kita sendiri. Contohnya nih, kamu baru diputusin pacar kamu, pasti sebagian besar bakal sedih atau galau donk? Nah mind set disini adalah gimana kamu bisa setting pikiran kamu biar gak sedih.

“Ah biarin aja putus sama dia, toh dia tukang selingkuh. Jadi buat apa sedih?”

Nah itu tadi adalah contoh mind set yang bagus, dimana kamu mensetting hal positif di pikiran kamu tentang hal yang terjadi pada dirimu (putus sama pacar). Masih belum ngerti? Nanti aku bakal bikin pembahasan khusus deh buat hal ini. Nah untuk sekarang kita kembali ke topik dulu yaa.

Tips menghadapi cobaan dalam hidupKamu percaya gak sih kalo sebenernya sebuah cobaan itu justru baik buat kita? Coba kamu perhatiin, banyak orang hebat yang dulunya itu hidupnya penuh tantangan, penuh cobaan. Dan bahkan sebagian dari mereka harus berjuang setengah mati hanya untuk bisa bertahan hidup. Hasilnya? Mereka bisa jadi orang tangguh yang sanggup menghadapi tantangan sehingga mampu jadi orang yang dipandang hebat sekarang ini. Dan semua itu karena mereka berusaha keras untuk tetap tegar ketika menghadapi cobaan.

Cobaan hidup adalah untuk menguji “kualitas”

Gimana sih cara agar kita bisa kuat menghadapi cobaan hidup? Ya kamu ubah mind set kamu. Sebuah cobaan sering kali dianggap sebagai sebuah musibah kan? Nah kata “musibah” itu yang harus kamu ganti. Kenapa? Menurutku kata musibah itu terkesan terlalu negatif sehingga membuat kita merasa jatuh. Akan lebih baik kalo kita ganti sebagai kata “ujian”. Seperti yang aku sebutkan diatas, pada dasarnya sebuah cobaan dijatuhkan pada kita tentu ada tujuannya. Coba kita analogikan atau kita lakukan perumpamaan tentang cobaan ini. Kamu dianalogikan sebagai sebuah smartphone. Sebelum dipasarkan atau dijual, pastilah sang pencipta menginginkan “produk” yang dibuatnya itu berkualitas baik. Semakin baik kualitasnya, semakin “mahal” pula harganya.

BACA JUGA : Kenapa ujian datang bertubi-tubi dalam hidupmu

Dan untuk mendapatkan smartphone kualitas terbaik itu pastinya akan dilakukan serangkaian percobaan. Iya kan? Produk itu bakal dibanting, ditendang, direndam atau apa saja untuk menguji kualitasnya. Nah seperti itulah kira-kira kita saat sedang menghadapi cobaan. Jadi disini mind set kita adalah :

Kita mendapatkan cobaan bukan karena Tuhan membenci kita, tetapi karena ingin melihat seberapa kuat kita bertahan dari cobaan itu. Semakin kuat kamu bertahan, maka semakin baik “kualitas” diri kamu.

Jadi dalam menghadapi cobaan kita harus ikhlas jika kita ingin cobaan itu bisa bermanfaat untuk menjadikan diri kita memiliki “kualitas” yang lebih baik. Siapa sih yang gak mau sama “barang” berkualitas baik? Itu poin yang pertama.

Hadapi cobaan, bukan lari darinya karena cobaan hidup adalah “Ujian naik kelas”

Kamu pasti tau sekolahan donk? Di sekolah itu ada tingkatan-tingkatan yang dibedakan menjadi kelas-kelas tertentu. Semakin tinggi kelas yang kita duduki, maka pelajaran yang kita dapatkan akan semakin sulit dan kompleks (rumit). Nah disini kita analogikan kehidupan kita sebagai kehidupan di sekolah. Misalnya kamu masih kelas 1 SD. Ketika akan naik ke kelas 2 SD, pastinya kamu bakal diberikan “ujian” dulu bukan? Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah kamu layak untuk naik kelas. Dan jika kamu lulus dalam ujian tersebut, maka kamu layak dan berhak untuk ke tingkatan selanjutnya. Dan seperti yang sudah aku sebutkan diatas, semakin tinggi tingkatan maka akan semakin berat pula ujiannya.

Disini mind set kita adalah :

Ujian atau cobaan hidup itu, adalah sebuah “proses” agar kita menjadi lebih baik lagi. Kalau kamu bisa melaluinya dengan baik dan yang paling penting adalah JUJUR, maka kamu layak naik ke tingkat berikutnya dengan kualitas yang baik.

Kenapa kata JUJUR aku tekankan? Karena orang bisa aja lulus dengan berlaku tidak jujur atau curang dalam melalui ujian, misalnya dengan mencontek, membeli kunci jawaban dan lain sebagainya. Kalo kata orang yang sering melakukan itu sih “yang penting lulus”. Padahal, kelulusan dengan cara seperti itu tidak memberikan manfaat apa-apa buat kita. Coba kamu lihat mereka yang tidak jujur, apakah mereka bisa melalui “ujian” di sekolah dengan baik jika mereka tidak bisa menyontek? Apakah mereka bisa menyelesaikan soal dengan benar jika mereka tidak bisa membeli kunci jawaban? Tentu saja tidak.

Nah maksud dari berlaku tidak jujur dalam menghadapi ujian ini adalah lari dari kenyataan. Orang yang sudah terbiasa lari dari kenyataan (dalam contoh diatas adalah mencontek atau berbuat curang) untuk melewati sebuah ujian akan semakin dibuat pusing dan galau dengan cobaan (ujian) yang akan datang berikutnya. Karena seperti yang sudah aku katakan, semakin tinggi tingkatanmu, maka akan semakin sulit ujian yang harus dihadapi. Tapi, jika kamu sudah terbiasa menghadapi ujian dengan jujur, maka ujian berikutnya akan terasa mudah karena kamu sudah tau bagaimana cara untul melewatinya dengan benar. Jadi, hadapilah cobaan kita dengan benar dan jujur agar cobaan di masa mendatang tidak terasa terlalu berat. Itu poin yang kedua.

Cobaan adalah untuk memperingatkan kita

Pernah gak kamu merasa kehilangan akan sesuatu yang berharga di hidupmu? Pacar diambil orang misalnya. Eit, itu juga termasuk cobaan loh. Atau mungkin kamu merasa terlalu banyak orang yang tidak menyukai kamu, sehingga kamu kesulitan menemukan teman dalam hidup? Kamu tau apa sebabnya kita diberikan cobaan yang demikian? Tujuannya tidak lain adalah untuk mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang salah dalam diri kita, tapi apa? Sekali lagi mind set berperan penting agar kita menyadari hal ini. Nih aku kasih sedikit contohnya.

BACA JUGA : Bagaimana menghadapi orang yang membenci kita

Setiap sebab pasti ada akibat, seperti itulah hukumnya. Misalnya pacar kita diambil orang, ya biarin aja #eh. Hihi, iya, kita pake contoh itu aja yaa. Misalnya pacar kita direbut orang, itu tanda bahwa ada yang tidak beres dari kita. Misalnya? Ya pasti ada yang dipertimbangkan ama si dia donk sebelum memutuskan untuk meninggalkan kita. Entah sikap kita yang kurang baik, emosian, atau mungkin karena wajah kita kurang tampan atau cantik? Waaahhh itu tuh, kalo dianya ninggalin kita cuma gara-gara masalah tampang doank ya berarti dia juga bukan pasangan yang baik, jadi biarin aja :P.

Jadi intinya disini adalah:

Kita diberi cobaan untuk memperingatkan kita agar memperbaiki kesalahan dalam diri kita, untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.

Kalau misalnya kita tidak diberi cobaan seperti itu, belum tentu kan kita bakal sadar apa aja kesalahan kita? Maka dari itu cobaan juga merupakan hal penting dalam hidup kita.

BACA JUGA : Pacar kamu direbut orang?

Jadi setiap cobaan itu pasti ada tujuannya, dan aku rasa ketiga poin diatas udah cukup untuk pembahasan kali ini. Dan inget, mungkin kamu perlu untuk mencerna tulisan ini supaya kamu mengerti apa yang aku maksudkan. Nah mungkin itu aja yang bisa aku tulis di posting ini. Semoga bisa membuka pikiran pemirsa sekalian agar lebih berani, jujur dan ikhlas dalam menghadapi cobaan yaa 😀

Salam – Masbocah

3 COMMENTS

  1. Banyak sekali masalah yang menimpa hidup saya, satu masalah selesai datang lagi masalah yang lain.rasanya saya ingin bunuh diri saja tapi saya tahu bahwa itu hal yang salah dan jika saya melakukannya banyak lagi resiko yang akan saya terima. Saya mohon berikan tipsnya, good bless u

  2. Jujur , saya kira hanya sedikit atau bahkan kadang saya merasa kok hanya yang selalu/sering mendapat ujian hidup yang sangat berat, ternyata banyak ya :”) jujur saya terkadang juga sampai terlintas tidak kuat lagi menghadapi ini dan merasa kalau saya pergi dari dunia ini adalah jalan keluar. Tapi saya ingat Allah kok. Berhayal/berfikir mati hanya sebatas pikiran2 melayang saja di otak saya. Kemudian saya lebih mendekatkan diri lagi kpd Allah dan saya pun merasa tenang dan ujian saya lama2 hilang juga.
    Tetapi saat ini saya sedang mendapat musibah yang sangat sangat sangat tidak dapat saya bayangkan,sebelumnya. Ini seperti bom atom yang tiba2 meledak di bawah kasur kamar tidur saya. Ini seperti hal yang sangat tidak saya mau dan ekspektasi kan. Hiks . Saya sangat stress. Apa yang harus saya lakukan ? :”( saya sangat pusinggg :”(

  3. Sabar dan ikhlas bro dlm ngehadapin ujian ,seberat apapun dan sebesar apapun. Sy dulu ampe berdarah darah,kerja di hasut & di dzolimi temen sendiri, sehingga sy kehilangan pekerjaan & py hutang byk ,bwt beli beras,susu anak, beli yg murah meriah pun sy gak bisa, “uang 500 rupiah pun sy gak punya”. Bathin sy tiap hr menangis jikalau anak sy minta jajan, sy hy bisa mencium anak sy dan berkata “sbr ya wahai anaku ,ayah besok klo ayh ada uang psti ayah beliin ya de” ??? Maklum hutang diwarung udh menumpuk ,sewa kontrakan pun udh menunggak. Hingga sy dpt pekerjaan sales ,bukanya sy ada perubahan malahan tetp aja ,hidup susah ,sy gak ada biaya buat ongkos krja ,setiap hr sy berjalan kaki ,smp sy merasakan lelah,letih juga lesu. Rekan satu keejaan udh msk wkt nya mkn siang, sy hy numpang minum air putih nya aja. Pdhl dr pagi pun sy gak sarapan, sy beralibi masih kenyang.sy cuman minum air putih segelas .bwt sy yg penting anak istri mkn, hingga suatu saat hampir sy berputus asa ,astaghfirulloh…..sy sampe bilang ke istri sy “mana bukti Alloh Swt tidak akan memberikan ujian dan cobaan diatas batas kemampuan ummat nya”??? isteri sy hy menjawab “sabar dan ikhlas dlm ngehadapin cobaan dan ujian dr Alloh Swt. Dari situ sy cuman bisa pasrah kpd Alloh Swt ,hamba ikhlas n sbr hadapin ujian yg Engkau berikan Ya Alloh.
    Hingga suatu saat orderan sy sdkt demi sdkt mulai ada, dlm ht dan benak sy ,sy niat kan semoga dlm th ini Alloh Ksh hamba usaha sendiri. Dan sy pun resign ,py modal sdkt sy kembangkan jualan nasi uduk. ALHAMDULILLAH hutang2 hamba LUNAS semuanya,hamba sekarang udh py warung nasi uduk 5 tempat,ternak kambing,rumah dan mobil toyota sienta.
    Yakin lah Alloh Swt Maha Pengasih,mendengar,melihat & Maha Penyayang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here