Home Otomotif Tips Aman Berkendara Motor Ala MasBocah (Part 1)

Tips Aman Berkendara Motor Ala MasBocah (Part 1)

1827
0
SHARE

Tips Aman Berkendara Motor Ala MasBocah – Jalanan adalah tempat dimana semua orang merasa dirinya paling benar. Iya apa nggak? Udah gak usah ngeles deh. Diantara kalian, pasti ada yang pernah ngedumel waktu melihat ulah pengendara lain. Misalnya, saat kalian lagi santai dan jalan pelan-pelan, kalian bakal sewot waktu ngeliat orang lain melaju dengan kencangnya sambil berkata dalam hati : “Mbok ya pelan sedikit!”.

Atau saat kalian lagi terburu-buru dan harus ngebut, kalian juga pasti bakal sewot kalo ngeliat ada pengendara lain yang menurutmu jalan terlalu pelan sambil berkata : “Mbok ya cepetan dikit!”. Hayoo, yakan yakan? Hihihi, aku juga pernah begitu kok.

Nah disadari atau tidak, sikap kita yang seperti itu justru akan menimbulkan bahaya bagi kita sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Apalagi, jika ternyata kita tidak paham soal poin-poin penting untuk berkendara dengan aman, yang pastinya akan amat sangat beresiko bukan cuma untuk kamu saja, tapi juga pengguna jalan lain. Nah karena saat ini kurasa semakin banyak saja pengguna jalan yang ngawur dan tak tau aturan, pada posting ini Mas Bocah ingin memberikan beberapa tips aman bagi para pengguna sepeda motor pada khususnya, serta seluruh kaum pengguna jalan pada umumnya agar dapat menghindari kecelakaan.

Dan khususnya untuk emak-emak yang sering mengendarai sepeda motor, diriku juga akan membuat bahasan khusus yang mesti diperhatikan ketika berkendara pada posting selanjutnya. Oke, kita mulai aja yuk! Disimak baik-baik yaa!

NOTE : Gunakan imajinasimu agar kamu bisa mengerti tentang apa yang kujelaskan disini

1. Mengalah Jika Diperlukan

Salah satu hal yang paling sulit untuk ditemukan di jalan adalah rasa kebersamaan sebagai sesama pengguna jalan, dimana para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor seakan terlalu egois untuk sekedar mengalah. Plis deh, aku aja yang suka kebut-kebutan begini masih mau mengalah kok.

Contoh yang paling sering ku temukan adalah ketika di persimpangan jalan tanpa traffic light (lampu merah), dimana seakan-akan pengendara bermotor saling berlomba untuk saling mendahului meskipun keadaannya nggak memungkinkan. Yang dari arah sana lagi lewat, eh yang dari sini main serobot. Udah gitu nggak bisa lewat pulak, walhasil jadinya macet! Iya, salah satu biang kemacetan yang ada di negara kita ini bukan aja karena jumlah kendaraan yang banyak, tapi juga karena ke-egois-an pengguna jalannya sendiri.

Pernah sekali, aku terjebak di kemacetan yang amat sangat di sebuah persimpangan. Dan waktu itu sudah giliranku untuk menunggu di ujung persimpangan untuk memberikan ruang bagi pengendara dari arah lain. Tapi tiba-tiba, ada seorang om-om yang seenak jidatnya nyerobot dari belakang, untuk berada di depanku. Dan posisinya itu kemudian menghalangi mobil yang akan lewat. Walhasil lalu lintas pun benar-benar berhenti karena dia. Akhirnya motornya pun harus diangkat untuk memberikan jalan bagi mobil itu. NGEREPOTIN BANGET KAN? Untung aja dia nggak dihajar masa waktu itu. Masih mending kalo “cuma” bikin macet. Lah kalo sampe senggolan sama pengguna jalan lain? Emang enak? Dapet masalah, iya!

2. Selalu Perhatikan Sekeliling

Terkadang, jalanan yang terlihat kosong pun bisa berbahaya jika tiba-tiba ada sesuatu atau objek yang tiba-tiba berubah arah. Perhatikan gambar dibawah ini.

Pada ilustrasi diatas, terlihat jalanan yang kosong dengan hanya ada seorang pengendara sepeda di depan kita, dan juga seorang emak-emak yang berjalan dari arah berlawanan. Nah biarpun awalnya kita melihat keduanya berjalan lurus “sesuai jalur”, kita perlu mewaspadai kedua objek tersebut karena berpotensi untuk berubah arah. Iya, bisa saja pengendara sepeda yang mengira jalanan sedang kosong itu tiba-tiba menyebrang tanpa menengok ke belakang, atau mungkin emak-emak di depan kita tiba-tiba mengambil manuver untuk memotong jalan dan menyebrang tanpa memperhatikan kecepatan kita, sehingga kita mesti mewaspadai dan memperhatikan kedua objek berbahaya ini hingga kita melewatinya. Begitupun seterusnya selama kita berada di jalanan.

Kedua objek ini memang sengaja ku pilih karena memang yang paling sering membuat manuver kejutan di jalanan. Aku pernah mengalami kejadian, dimana waktu itu aku baru saja berbelok di persimpangan, melakukan akselarasi dan tak memperhatikan pengendara sepeda yang ada di depanku (berjalan satu arah). Tiba-tiba, bocah gadis itu menyebrang dengan santainya tanpa melihat kebelakang, sedangkan aku dan motorku sudah sangat dekat dibelakangnya. Untung saja aku berhasil berhenti tepat waktu dan hanya “menyenggol” bocah itu di tengah jalan. Setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk lebih memperhatikan objek apapun yang berpotensi untuk melakukan manuver dadakan dan tak hanya berfokus ke depan saja.

3. Mau Bermanuver? Lihat Spionmu!

Sebagai pengendara yang suka ngebut, aku tau betul bahwa senggolan yang terjadi diantara pengguna jalan bisa berakibat fatal. Maka, aku selalu memperhatikan keadaan di sekelilingku bahkan hingga ke arah belakang khususnya ketika aku sedang ingin bermanuver. Karena aku paham, kita bukan satu-satunya pengguna jalan dan bukan juga satu-satunya orang yang sedang ngebut. Jadi biar bagaimanapun, melihat spion untuk melihat keadaan dibelakang sebelum berbelok adalah hal yang sangat penting.

Pada ilustrasi diatas terlihat bahwa akibat yang ditimbulkan jika kita tak memperhatikan keadaan di belakang akan sangat fatal ketika kita akan melakukan manuver, seperti misalnya saat ingin menyalip sebuah mobil. Jika kita tak melihat bahwa ada orang lain yang sedang melaju kencang dibelakang kita, lalu kita seenak jidat mengambil manuver untuk masuk ke jalurnya (menyalip mobil), maka kemungkinan terjadinya tabrakan akan semakin besar. Jadi, manfaatkan spion pada motormu ya! Jangan malah diarahkan ke wajah buat ngaca di tengah jalan!

4. Menembus Kemacetan Mobil? Jangan Gaspol!

Hal ini juga beberapa kali pernah aku temukan. Ketika sedang ada barisan mobil yang terjebak macet, terkadang pengendara motor dengan lincahnya gaspol di bagian sisi jalan untuk menembus kemacetan. Nah padahal, keadaan bisa sangat membahayakan jika ternyata ada pengendara lain yang sedang ingin memotong jalur untuk mencari jalan, seperti pada gambar dibawah ini.

Beberapa kali aku melihat kejadian tepat di depan mataku, dimana kedua pengendara motor yang tak waspada seperti ilustrasi diatas akhirnya bertabrakan dan ribut sendiri untuk saling menyalahkan. Pernah juga aku melihat sekali, yang ditabrak adalah pejalan kaki. Jadi dalam keadaan seperti diatas, kita mesti bisa membatasi kecepatan ya gaes! Dan sekali lagi, ingat aturan nomor 2 untuk memperhatikan sekelilingmu!

5. Mau Ambil Jalur Menyilang Di Tengah Kemacetan? Berhenti Sejenak

Nah kalau keadaannya terbalik, dimana yang ingin memotong jalan adalah kamu, maka kamu wajib berhenti dan melihat di kanan-kiri sebelum masuk ke jalur yang bisa bebas dilewati itu. Untuk menghindari kecelakaan yang kusebutkan diatas.

6. Mau Menyebrang? Perhatikan Kecepatan Kendaraan Yang Melintas

Seperti yang sudah kusebut diatas, terkadang ada pengendara yang melakukan manuver tanpa memperhatikan kecepatan dari kendaraan lain yang melintas. Dan dengan perhitungan yang salah, kecelakaan bisa sangat mungkin terjadi. Maka sebaiknya, sebelum menyebrang jalan, perhatikan dulu kecepatan kendaraan yang melintas dari kedua arah.

Iya, kadang kita melihat kendaraan di depan kita yang berjalan dari arah berlawanan masih jauh, padahal ia sedang melaju kencang. Belum lagi kalau tiba-tiba ada kendaraan lain yang sedang ingin menyalip seperti pada ilustrasi diatas, walhasil tabrakan pun sangat mungkin terjadi. Saat masuk ke jalur sebrang pun kita masih belum aman, jika kita tak memperhatikan kecepatan dari kendaraan lainnya lagi. Maka, aku lebih suka dan lebih menyarankan untuk menyebranglah hanya ketika keadaan benar-benar memungkinkan. Menunggu sedikit lebih lama nggak masalah, yang penting selamet coy! Lalu, hindarilah untuk menyebrang jika ternyata kendaraan didepanmu adalah mobil (seperti pada gambar diatas), karena terkadang di belakangnya ada kendaraan lain yang siap untuk menyalip dan tak terlihat karena tertutup body mobil.

7. Hindari Menyebrang Dekat Tikungan

Menyebrang dekat tikungan bisa sangat berbahaya, karena kendaraan lain yang sedang melaju takkan menyadari keberadaan kita karena pandangannya terhalangi oleh tikungan yang ada, biasanya kita sebut sebagai “BLIND SPOT” atau “titik buta”, dimana kita tak mampu melihat objek apa yang ada didepan pada sudut tertentu karena terhalang oleh objek, seperti yang juga biasa di alami di tikungan.

Kendaraan lain yang baru keluar tikungan akan sulit untuk menghindari kamu yang sedang menyeberang terutama jika ia sedang melaju kencang, karena sebelumnya kamu tak terlihat olehnya. Hal yang sama juga berlaku bagi kamu yang ingin menepikan kendaraan agar mobil atau kendaraanmu tak ditabrak ketika sedang berhenti. Jadi kalau mau nyebrang atau menghentikan kendaraan, sebaiknya ambil beberapa puluh meter setelah atau sebelum tikungan ya gaes!

8. Sulit Nyebrang? Ikuti Arus!

Kalo ternyata keadaan lalu lintas terlalu padat untuk menyebrang secara langsung, maka kamu bisa coba untuk mengikuti arus terlebih dahulu, ikuti kecepatan kendaraan lain, lalu perlahan mengambil jalur kanan untuk bersiap menyebrang. Dan jangan lupa aturan untuk memperhatikan spionmu yaa!

Cara ini cukup efektif untuk mempercepat proses menyebrang jalan sekaligus mengurangi resiko kecelakaan, meskipun yaa mesti sedikit buang bensin sih.

9. Area Terlarang Untuk Menyalip

Ada saat dimana kita merasa kendaraan di depan terlalu lambat, sehingga harus disalip. Tapi, kita tak boleh sembarangan karena tak semua tempat itu aman untuk menyalip! Area terlarang untuk menyalip (dengan cara mengambil alih jalur untuk kendaraan dari awah berlawanan) adalah di dekat dan saat tikungan, serta di area tanjakan dan turunan. Kedua area ini amat sangat rentan terjadi kecelakaan karena adanya titik buta atau blind spot seperti yang sudah kusebutkan diatas.

Apalagi di area tanjakan dan turunan, laju kendaraan akan lebih sulit untuk dikendalikan, plus kita tak bisa melihat kendaraan yang ada di atas atau bawah kita seperti yang terlihat pada ilustrasi diatas, dimana garis berwarna hijau dan kuning adalah sudut atau area yang dapat kita lihat. Bayangkan kalau kamu sedang menanjak dan kamu menyalip, lalu tiba-tiba muncul kendaraan dari atas yang sebelumnya tak terlihat? Walhasil kecelakaan fatal takkan bisa dihindari. Iya, FATAL! Seperti video dibawah ini contohnya (slow motion). Perhatikan juga “blind spot” nya yaa! :

Pengendara mobil nampak memaksa untuk menyalip di tanjakan meski terlihat ada beberapa pengendara motor disana (perhatikan motor di depan yang mengerem dan menepi), sementara kendaraan lain yang tadinya tak melihat ada mobil yang sedang menyalip (karena blind spot) terkaget, mengerem mendadak, dan akhirnya terjatuh dan ditabrak oleh mobil yang menyalip. Itu masih untung yaa “cuma” motor yang ditabrak. Kalo mobil atau bus apa nggak remuk?

Hal yang sama juga berlaku di tikungan, dimana ketika sama-sama tidak melihat kendaraan yang berlawanan arah satu sama lain, maka jika ada salah satu yang keluar dari jalur yang semestinya, akibatnya bisa sama fatalnya seperti pada video diatas.

Dan sekali lagi, untuk menghindari kejadian seperti itu, kembalilah ke aturan nomor 1.

10. Kuasai Kendaraan Sebelum Gaspol

Ini juga sering kali aku temukan pada mereka yang ugal-ugalan. Ugal-ugalan dengan kebut-kebutan itu beda loh yaa. Banyak sekali pengendara yang kurang menguasai kendaraannya tapi sudah berani gaspol. Walhasil, manuver-manuver yang dilakukannya pun terkesan dipaksakan sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya. Dan jelas, ini juga sangat beresiko untuk menimbulkan kecelakaan karena kita tak mampu mengontrol kendaraan dengan baik!

Aku pernah mengalami kecelakaan karena si temanku yang mengendarai motor ternyata tak menguasai motor tersebut. Saat itu jalanan basah dan ia gaspol karena memang kami sudah terlambat untuk ke sekolah. Ia melihat mobil di depannya, dan ia pun mengerem untuk mengurangi kecepatan. Tapi apa yang terjadi? Rem dari motor itu ternyata sangat “pakem” atau terlalu “menggigit”, sehingga motor oleng karena ban mengunci, dan akupun terpental.

Jadi, menguasai kendaraan amat sangat penting sebelum memutuskan untuk gaspol! Menguasai disini bukan soal kontrol untuk belok saja, tapi kita juga mesti menguasai atau terbiasa dengan settingan rem pada motor, dan atau ban yang digunakan, sehingga kita bisa melakukan manuver dengan perkiraan yang tepat.

11. Waspadai Emak-Emak!

Emak-emak bermotor adalah salah satu objek yang paling berbahaya di jalanan. Karena sering kali, emak-emak bermotor ternyata tidak memahami aturan lalu lintas, dan bahkan tidak memahami motornya sendiri. Salah memberikan sinyal lampu sein, berjalan pelan-pelan di tengah jalan, dan bahkan juga tidak memperhatikan pengguna jalan lain dengan melakukan manuver-manuver mendadak.

Iya, emak-emak bisa berpindah haluan seketika tanpa ada tanda-tanda yang jelas dan tanpa memperhatikan keadaan di sekelilingnya, seperti yang sudah kusebutkan pada poin nomor 2. Walhasil, itu akan membahayakan bagi pengguna jalan lainnya! Jadi kalo ketemu emak-emak di jalan, mesti waspada banget ya gaes!

Okedeh, rasanya udah terlalu panjang dan takutnya malah nanti tampilan blog nya jadi error. Untuk tips selanjutnya, aku bakal bikin bahasan lanjutan dari artikel ini, yang nggak kalah penting khususnya buat emak-emak. Jadi, stay tuned di blog Mas Bocah yaa. Semoga bermanfaat! 😀

Sumber video & Foto : Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here