#PojokWBIdol : Tentang Sila Ke 4

#PojokWBIdol : Tentang Sila Ke 4

541
0
SHARE

#PojokWBIdol : Tentang Sila Ke 4“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Aku yakin, banyak anak-anak SD hingga SMA yang hafal bunyi dari sila ke 4 dari Pancasila ini karena memang selalu dibacakan pada waktu upacara bendera di senin pagi. Tapi, apa mereka paham maksudnya? Apa kamu yang baca juga paham? Kalo nggak paham, berarti kita sama! Wkwkwkwkwkwk :v

Ini kok tiba-tiba bahas soal Sila ke 4 segala sih? Iya, minggu ini kami para peserta Pojok WB Idol ditantang untuk membuat tulisan dengan tema Pancasila, dan kampretnya, aku dapet giliran untuk menulis soal sila ke 4 yang sebenernya aku gak paham sama sekali.

Kalau kamu bertanya padaku soal bagaimana implementasi atau pelaksanaan sila ke 4 ini dalam kehidupan kita, khususnya di Indonesia, pastinya aku bakal berdiam untuk berpikir dan mencernanya sejenak sebelum aku memberikan jawaban sok tau-ku pada kalian. Kalau aku coba jabarkan secara singkat, pada sila ke 4 tersebut terdapat kata “kerakyatan” dan kata “dipimpin” yang menurutku ini berarti hubungan antara para pemimpin dengan rakyatnya, dimana setiap keputusan dari para pemimpin haruslah melalui proses musyawarah demi mendapatkan keputusan yang paling bijaksana, dalam arti dengan mempertimbangkan kehendak (saran dan kritik) dari rakyat serta harus sesuai dengan keperluan atau kepentingan rakyat yang juga harus disesuaikan dengan kondisi negara kita.

Tapi. . . .

Apa menurutmu hal yang aku sebut diatas itu sudah dijalankan dengan baik oleh pemimpin kita? Aku rasa sih belum yaa. Masih banyak melencengnya dan rata-rata pemimpin kita itu sering khilaf sehingga gak jarang menyalahgunakan kekuasaannya. Oke, mungkin aku gak bisa sebutin contohnya satu per satu karena memang harus ada bukti yang valid dan itu sulit banget buat dicari. Lagipula pasti penjelasannya bakal ribet, panjang lebar dan.. dan.. ah pokoknya males banget lah buat nulisnya. Kalian yang sudah makan asam garam plus cabe sama terasi pasti juga sudah paham tanpa harus aku jelaskan secara panjang lebar.

Memang, yang namanya jadi pemimpin itu gak gampang lah yaa. Yang bikin gak gampang itu bukan cuma soal tanggung jawab, tapi juga soal bagaimana mereka mengemban amanah (pesan, kepercayaan) dari rakyat. Aku yakin, intinya sila ke 4 ini sendiri sebenernya adalah pesan untuk para pemimpin agar tetap lebih mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia.

Disadari atau nggak, peranan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia itu memang sangat penting, khususnya untuk sila ke 4 yang sedang aku bahas ini. Bayangin aja kalau misalnya di masa mendatang makin banyak pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan partai politik, lebih mengutamakan kepentingan oknum-oknum tertentu yang kemudian membuka peluang-peluang untuk berlaku tidak jujur supaya mendapatkan “uang jajan tambahan”, mau jadi apa negara ini?

Pernah denger istilah “Maling-maling kecil dihakimi, maling-maling besar dilindungi”? Itu bukan sekedar syair lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak punk, tetapi juga gambaran nyata soal ketidakmampuan para “pemimpin” untuk bersikap bijaksana dan adil. Oke, cukup sampai disini kritikan sok tau dari aku. Selanjutnya aku pengen memberikan sedikit pesan sok tau kepada para pejabat, calon pejabat, atau siapa aja yang berminat untuk jadi pejabat (pemimpin).

Plis ya pak, buk, om, dan tante, kalo memang niatnya pengen tambah kaya, jadi pedagang juga bisa kaya kok. Malah hasilnya halal! Kalian bisa tidur nyenyak tanpa perlu mikirin untuk membuat kebohongan-kebohongan untuk menutupi kesalahan-kesalahan yang sudah kalian buat. Dan sekali lagi, gak perlu coba-coba jadi pemimpin kami kalo niatnya cuma pengen nambah kekayaan. Rakyat Indonesia itu banyak loh, semakin banyak yang kalian dzalimi apa gak semakin besar kesempatan kalian untuk memenangkan tiket liburan ke neraka secara cuma-cuma?

Dan untuk kalian yang berminat untuk jadi calon pemimpin di masa mendatang, tolong yaa, kalian pegang teguh kepercayaan atau amanah rakyat untuk kalian. Jadilah pemimpin yang tegas, dan beranilah untuk menolak sesuatu yang kalian anggap dapat mencederai kepercayaan rakyat terhadap kalian. Pancasila itu bukan sekedar kata-kata mutiara yang bisa di copas untuk jadi status di FB atau twitter, tapi itu benar-benar sebuah pesan untuk kalian, para pemimpin. Semoga tulisan sok tau yang bertemakan sila ke 4 ini bisa menjadi bahan renungan buat kita semua.

Tulisan ini dibuat untuk tantangan Pojok WB Idol

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY