Home Daily Life Kehilangan Sahabat, Seorang Teman Yang Sesungguhnya

Kehilangan Sahabat, Seorang Teman Yang Sesungguhnya

36154
32

Kehilangan Sahabat, Seorang Teman Yang Sesungguhnya – Memiliki seorang sahabat adalah impian bagi semua orang, setidaknya, begitulah yang seringkali ku dengar dari mereka. Berbeda dengan teman biasa, seorang sahabat adalah dia yang benar-benar istimewa, yang sering kali keistimewaannya itu tak kita sadari hingga kita tak pernah tau mana yang benar-benar seorang sahabat, dan mana yang hanya seorang penjilat.

Beruntunglah kamu yang berhasil menyadari dan menemukan siapa sahabat sejatimu, karena tak semua orang bisa menemukan sahabat dalam hidupnya meski hanya satu orang saja. Ciri seorang sahabat bukanlah dia yang selalu berada bersama kita kapan saja, karena terkadang, mereka yang selalu hadir dimanapun kita berada hanyalah seorang yang ingin memanfaatkanmu saja. Sahabat juga bukanlah dia yang selalu membenarkan apa yang kamu lakukan dan katakan, karena justru sahabat adalah ia yang tak sungkan untuk menyampaikan pendapatnya meski itu tak sejalan dengan apa yang kamu inginkan.

Sahabat adalah ia yang mampu membuat kita merasa nyaman, dan merasa tak sungkan untuk mengekspresikan diri kita, hingga melakukan hal-hal yang konyol. Kita dan sahabat mungkin tak selalu kompak, namun kita sama-sama saling mencoba untuk mengimbangi satu sama lain. Dan sahabat adalah seorang teman terakhir yang masih sudi berada di sebelahmu saat yang lain meninggalkanmu karena kamu sudah tak punya apa-apa lagi.

Kehilangan Seorang Sabahat

Sering kali, apa yang membuat sahabat pergi adalah karena sikap egois yang ada dalam diri kita. Kadang memang ia tak sepaham denganmu, tak jarang ia sangat cerewet untuk menasehatimu. Kamu mungkin akan merasa jengkel, dan risih saat ia bersikap demikian. Tapi percayalah, ia bersikap demikian karena ia peduli padamu. Terkadang pula kita tak memikirkan perasaannya yang mungkin sudah lelah dengan sikap kita.

Hingga nanti tiba saat dimana sikapnya mulai berubah, dan perlahan mulai meninggalkanmu. Ya, ketika seorang teman yang sebelumnya cerewet mendadak mulai diam, itu adalah pertanda bahwa kamu akan kehilangan seorang sahabat, kehilangan seorang teman yang sesungguhnya, kehilangan orang yang peduli dengan hidupmu.

—————————- * * —————————-

Aku pernah mempunyai seorang sahabat, beberapa tahun lalu. Entah bagaimana kami bisa sangat akrab saat itu, padahal perkenalan kami baru beberapa hari sebelumnya. Kami berbagi tentang berbagai hal, cerita, dan kami hampir selalu bersama dalam semua keadaan, melakukan hal-hal jahil, dan beberapa kenakalan lainnya.

Ya, kami sudah melalui masa-masa senang dan sulit bersama, tak hanya dalam hal permainan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dia memang agak sedikit egois, dan aku sering kali menjadi korban ke-egoisannya. Kami beberapa kali berselisih paham karena hal itu, namun kemudian kami selalu kembali akur. Hingga, datang diantara kami seorang “teman” baru.

Awalnya kami dapat menerima kehadiran dari teman baru ini, dan kamipun jadi sering bermain bersama. Namun nampaknya, teman baru ini punya maksud lain, dan ia nampak berusaha menjauhkanku dengan sahabatku. Memang, sahabatku ini bisa dibilang merupakan anak dari orang berada, meski ia tak menunjukkannya pada orang banyak. Jadi kurasa sangat wajar jika ada orang yang punya maksud lain untuk mendekatinya.

Ia nampak berhasil mendikte sahabatku, membuatnya berubah sikap, dan belakangan baru ku ketahui bahwa teman baru ini berkata pada sahabatku bahwa aku menyukai teman wanitanya. Untunglah, sahabatku tak terlalu mempercayainya dan menanyakannya langsung padaku. Dan tentu saja dia lebih percaya padaku karena selama ini akulah orang yang selalu memberikan jalan tengah ketika ia dan teman wanitanya sedang tak akur.

Namun orang ketiga ini nampaknya tak menyerah begitu saja. Entah apalagi yang dikatakannya pada sahabatku, hingga ia mulai benar-benar berubah sikap. Dan hari itu, ia nampak marah padaku tanpa sebab yang jelas. Dan selanjutnya, mereka lebih sering bersikap seolah aku ini bukan teman mereka.

Cukup..!! Aku sudah tak tahan dengan sikapnya, dan memutuskan untuk pergi, meninggalkan sahabatku dengan “teman” barunya. Aku baru tau bahwa ternyata temannya ini hanyalah seorang penjilat yang ingin memanfaatkan sahabatku, atau sekarang bisa ku sebut sebagai mantan sahabat karena aku tak mau peduli lagi. Dia nampak senang bersama teman barunya, dan sepertinya temannya itu merasa sudah menang karena beberapa kali ia nampak meledekku, dibelakang mantan sahabatku.

Apakah aku bersedih dengan keadaan itu? Awalnya, iya. Tapi kemudian aku sadar, mungkin memang ini yang terbaik buatku. Toh dengan ini, aku jadi tak perlu lagi menghadapi keegoisannya yang sering membuatku lelah. Seiring berjalannya waktu, akupun menemukan teman baru, beberapa teman baru lebih tepatnya. Tidak kaya, tapi aku tau mereka semua tulus. Beberapa bulan berlalu, aku dan teman-teman baruku semakin akrab, dan aku sudah benar-benar tak mempedulikan mantan sahabatku. Jika dijadikan sebuah video, mungkin ceritanya akan mirip seperti ini :

Tapi sayang, akhir cerita kami tak seindah video berdurasi 6 menit diatas. Keadaan sudah tak sama lagi ketika ia mencoba memperbaiki semuanya.

Pagi itu, ia datang menghampiriku untuk bertanya soal kabar dan teman-teman baruku. Akupun bertanya balik, kemana temanmu yang itu? Setelah sekian lama, ia baru menyadari bahwa temannya itu tak lebih dari seorang penjilat, yang tak pernah tulus untuk menjadi seorang teman. Namun sepertinya semua sudah terlambat.

Aku tak ingin meninggalkan sahabat-sahabat baruku untuk dia yang pernah “membuang”ku begitu saja. Dan semua yang sudah rusak takkan bisa kembali seperti semula. Bukan, bukan karena dendam, aku hanya merasa pertemanan kami sekarang lebih seperti berteman dengan orang asing. Ia pun sepertinya merasakan hal yang sama, dan perlahan akhirnya mencari jalannya sendiri.

Dan terakhir kali aku melihatnya, ia nampak masih tak memiliki sahabat baru yang menemani hari-harinya, hingga kemudian ia benar-benar menghilang entah kemana.

—————————- * * —————————-

Maka, janganlah kamu menyia-nyiakan orang yang peduli tentang hidupmu. Janganlah kamu salah mengartikan bahwa ia yang menentangmu adalah musuhmu, dan ia yang selalu mendukungmu adalah temanmu. Tidak, itu tidak sepenuhnya benar.

Sulit memang untuk melihat apakah seorang teman bisa disebut sebagai sahabat, atau tidak. Tapi setidaknya, cobalah untuk bersikap baik kepada semua orang, jadilah sahabat bagi semua temanmu, agar kamu tak menyakiti hati siapapun yang bisa jadi salah satunya adalah sahabatmu. Dan jika kamu merasa sudah menemukannya, maka jagalah sahabatmu hingga kau tak mampu lagi membuka matamu #tsahhhh.

32 COMMENTS

  1. Aku kehilangan sahabat terbaik dalam hidupku dan kini ia pergi entah kemana dan aku berharap bisa berjumpa lagi denganya walau hanya sekejap.

  2. Aku menyesal telah menyiayiakan sahabatku , setiap hari dia slalu menghampiriku untuk bermain tapi aku bersikap acuh padanya , entah kenapa aku slalu kesal saat didekatnya. Sekarang tdk seperti hari hari biasanya dia tdk lagi menghampirku dan dia mulai bersikap dingin dan menjahuiku.setelah aku kehilangan dia aku baru menyadari bahwa betapa berharganya dirinya dan dialah sahabatku . namun semua tdk seperti dulu lagi ketika dia menjauh dariku . aku ingin memperbaiki semuanya tp ternyata smua sudah terlambat dia tdk bisa menerimaku lagi . jika dia membaca ceritaku ini aku hnya ingin dia bahwa dia adalah shabat terindah yg diberikan tuhab kepadaku

  3. Sama kaya kisah saya mirip
    Saya baru saja kehilangan sahabat cewek
    Bisa di bilang temen rasa pacar gitu
    Kemana mana slu berdua

    Hingga suatu saat hubungan kami merenggang cuma karna omongan yg sepele dan hadirnya seseorang ..awalnya biasa aja dan hingga suatu saat seseorang itu ternyata ingin memiliki sahabat saya bisa di bilang modus
    Mulaylah saya timbul curiga biasanya sahabat saya main kerumah telfon dan sms saya ..tapi jarang ada kabar .hingga malam itu saya melihat sahabat saya naik motor sama seseorang itu .seseorang itu ialah sebenarnya temen saya sendiri dan sahabat saya pun sms mengajak saya buat kumpul tapi saya bilang lain waktu aja karna saya ga mau kalaw ada seseorang itu
    Dan ahirnya cekcok di sosmed saling sindir
    Saya coba minta maaf tapi di abaykan hingga saat ini kami berpisah

    Ketemu pun kaya orang asing

  4. Kl sy sepele, sahabat sy meninggalkan sy krn dia terlalu asyik dgn jabatan dan pujian dari koleganya.tp ya gtu sy ga tega bila dia kesusahan di tempat kerja, gpp menolong orang hrs ikhlas kn? Ga minta imbalan, dibalik itu sy jg merasa sedih

  5. Ngomong soal kehilangan sahabat, aku baru aja kehilangan sahabat kecil ku.. aku umur 28 thn, akan menikah.. umur sahabatku 21 thn.. gadis yang manja tapi aku sayang.. kayak adik kecil.. Hubungan kami sangat akrab bahkan kelewat batas.. terlalu dekat..bahkan gak ada rahasia lg.. hubungan renggang ketika dia nya dah memiliki pasangan dan para banyak fans tentunya.. saya jg mendekati hari pernikahan.. perhatian demi perhatian terabaikan.. persahabatan kami bisa dibilang salah.. walau banyak sisi positifnya tapi ada tetap ada kesalahan(terlalu dekat).. suatu ketika ada kesalah pahaman hanya karena emosi saya yang berlebihan.. dia nya egois , saya nya emosi.. tp saya mencoba meminta maaf dgn setulus hati.. tp dia tetap acuh dan meminta saya pergi.. tetap mengusir saya dgn wajah yang muak dengan saya.. saya memang temperamental.. dia nya egois.. akhir2 nya saya sering mengalah dan tertekan.. berusaha menuruti apa kemauan nya.. tp saya seakan tidak ada harga diri.. saya terus mengalah karena saya yg lebih dewasa.. dia bagaikan adik kecil saya.. apapun itu cara persahabatan kami salah.. saya menyayanginya sepenuh hati.. tp cara kami salah.. saya cuma berharap waktu yang bisa sembuhkan keadaan ini.. hingga kami bertemu kembali dgn keadaan yg lbh baik dan tentunya persahabatan yg benar dan di ridho i Allah.. karena hingga saat ini , saya di campakan saya dilupakan.. tp saya sbg kakak dan sahabatnya saya masih menyayanginya walau dgn byk kekurangannya..

  6. Sahabatku meninggalkanku tanpa memberi alasan kepadaku….. sdh sering kutanyakan alasannya… tp dia tdk mnjawab…. smoga dia sadar bahwa aku ini memang sgt peduli kepadanya

    • hehe sama ya. kalo sahabatku gatau kenapa permasalahannya, langsung ninggalin begitu aja dan lebih asik sam tmen sebangkunya, di tanya2kenapa ya jawabnya ga jelas. ketemu aja kya yg ga kenal.

  7. Haah skrng gw lagi ngalamin ,gw bener bener kehilangan sahabat gw 3 minggu yang lalu,dan dia juga bikang sama gw kalau dia bakalan ngelupain gw,gw harus apa yaa??πŸ˜”

  8. Haii teman2 shabat sekarang udah ga peduli lagi ama aku.
    Aku Sedang sakit Dia tidak peduli sama sekali. Apa kah itu pertanda bahwa aku bakalan kehilangan dia. . Dia Acuh tak acuh terhadap diriku

  9. mirip seperti apa yang ku alami kali ini sahabatku meninggalkanku karena ada orang yang ingin menghancurkan persahabatan kita jadi sekarang dia hidup dengan jlnnya sendiri.tapi aku tidak bisa sihh memaafkannya tpi dia tidak akn bisa kembali kepadaku lagi…

  10. Aku baru ditinggalin sama temen aku. Aku sahabatan bertiga, terus kesalahan aku yaitu aku gak bisa buat main atau keluar malam. Lalu satu orang marah sama aku sampe sekarang. Chat aku gak dibales samaa dia tapi tadi dia update status dan jalan jalan sama temen aku yg satunya lagi. Istilahnya aku udah gak dianggap sama mereka dan sampai mereka beli jaket couplean. Terima kasih tulisannya yang sudah membuat aku ingin membuat lembaran baru.

    • Yang kakak lakuin itu bukan sebuah kesalahan, malah justru menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Gak perlu sedih, diluaran sana masih banyak orang yang lebih layak dijadikan temen πŸ™‚

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here