Home Random Untuk Kamu

Untuk Kamu

489
0
SHARE

Syair “Untuk Kamu”

Untuk kamu yang ku kagumi dalam diam
Bukan fisikmu yang ku banggakan
Lembut tutur katamu membuat mata terbuka
Menyita perhatian yang selama ini tak tau kemana

Untuk kamu yang ku kagumi dalam diam
Pertemuan kita mungkin tidaklah lama
Namun hadirmu slalu buatku terpana
Hingga ku tak mampu mengucap banyak kata

Untuk kamu yang ku cintai dalam diam
Aku sadar bahwa aku bukan apa-apa
Jarak kita bagaikan perbedaan kasta
Terlalu istimewa untuk aku yang hina

Untuk kamu yang ku cintai dalam diam
Kamu adalah hal mustahil yang selalu ku semogakan
Tak peduli apa kata orang
Kau kan tetap ku perjuangkan

Untuk kamu yang namanya selalu kusebut dalam doa
Kamu bukanlah alasan mengapa aku berhijrah
Kamu bukan alasanku ingin perbaiki diri dari semua dosa
Tapi sosokmu dihadirkan Allah untuk menambahkan bara

Untuk kamu yang tak ingin ku lewatkan
Ku tak ingin memberimu janji setia
Karena semua orang bisa melakukannya
Ku hanya ingin berjuang tuk memberimu bukti nyata

Untuk kamu yang tak ingin ku lewatkan
Kuingin kau jadi penyempurna hidupku
Mengingatkan ketika aku kehilangan arahku
Di jalan Allah yang sedang ku tuju

Untuk kamu yang sedang ku perjuangkan
Terimakasih telah memberiku sebuah harapan
Harapan untuk menemukan
Sesosok gadis yang selalu ku dambakan

Untuk kamu yang sedang ku perjuangkan
Dan jika nanti kita tak bisa bersama
Aku kan tetap berdiri meski tak bisa memendam kecewa
Setidaknya kau tlah memberiku motivasi yang tak ternilai harganya

Masbocah

—-* *—-

Oke, aku gak tau apakah ini termasuk puisi, syair atau apa karena memang aku kurang paham dan aku bukan anak sastra. Yakali, aku kan anaknya emak dan bapakku 😐

Sumpah aku gak percaya bisa bikin karya kek begini soalnya emang aku gak hobi bikin beginian, apalagi aku bukan tipe cowo romantis yang doyan umbar gombalan. Parahnya lagi disitu ada kata yang hampir gak pernah aku tulis dalam setiap karyaku (dan gak pernah aku ucap sembarangan) karena menurutku terlalu “sakral” untuk diucapkan, kata itu ada 5 huruf dimana huruf depannya adalah “C” dan huruf belakangnya “A”.

Kata-kata diatas terlintas begitu aja di kepalaku (oke lebih tepatnya si -aku yang satunya lagi yang ada di kepalaku- yang membisikkannya) dan karena menurutku bagus dan sesuai dengan keadaanku sekarang, makanya langsung aku catet aja deh sambil tiduran nungguin Isya’.

Iya, ini memang menggambarkan keadaan dan perasaanku saat ini yang lagi demen ama seseorang tapi aku diem-diem aja karena emang aku gak ada niat buat ngajakin dia pacaran, tapi pengen langsung aku ajak nikah aja. Lagian kita emang gak saling kenal sih (aku tau dia, tapi dia gak tau aku #Ngenes) makanya aku diem dan cuma berani mengagumi dari kejauhan. Yahh untuk selanjutnya silahkan di artikan sendiri deh menurut pandangan masing-masing. Aku mo tidur dulu soalnya besok harus berjuang lagi. Hihi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here