Blog Lama, Domain Baru. Selamat Datang, Techijau!

Blog Lama, Domain Baru. Selamat Datang, Techijau!

571
0
SHARE

Blog Lama, Domain Baru. Selamat Datang, Techijau! – Sudah cukup lama sebenarnya aku ingin memindahkan blog tekno milikku ke wordpress self host, setelah sekian lama “numpang” di google host (blogger.com) dengan segala cerita pahit dan manisnya. Yap, keinginan itu muncul setelah blog ku yang dulunya bernama Dunia Gadget 558 (duniagadget558.blogspot.com) itu mendadak merajai page one Google untuk bahasan soal gadget.

Dan efeknya, pengunjung yang datang pun membumbung tinggi. Jelas, ada kekhawatiran disana. “Gimana kalau misalnya blog ini dihapus oleh Google?” Pikirku. Bukan tanpa alasan, banyak mastah-mastah blogger yang mengalami hal seperti itu, blog nya dihapus oleh Google setelah pengunjung melesat tinggi. Dan memang, banyak sekali yang menyarankan bahwa kalau sekiranya pengunjung per harinya sudah mencapai angka 10.000 keatas, maka sebaiknya segera pindah ke self host untuk menghindari resiko tersebut.

Jelas, “warning” itu juga berlaku untuk blog tekno kesayanganku itu, karena ia sudah mencapai beberapa kali lipat dari angka 10.000 visitor per day. Tapi, ada keraguan waktu itu. Yang aku tau, sebelum bisa pindah ke WordPress, kita mesti ganti dari subdomain blogspot ke domain TLD. Sedangkan dari yang aku lihat (berdasarkan pengakuan beberapa blogger), katanya akan ada efek penurunan visitor selama beberapa lama sebelum bisa kembali seperti semula.

Nah, isu soal efek penurunan visitor itulah yang nembuat diriku galau. Padahal waktu itu aku sudah menyiapkan domain TLD (duniagadget558.com) untuk dipasangkan disana. Visitor semakin banyak, aku pun semakin ragu untuk memasangkan domain tersebut, hingga sebuah hal yang menjadi mimpi buruk bagi setiap blogger datang menghampirinya.

3 bulan lamanya, aku tak sempat mengurus blog tersebut, karena satu dan lain hal yang tak ingin ku ceritakan disini (tapi aku udah bikin postingannya kok, sebelumnya). Dan pagi itu, statistik blog membuatku shock bukan main. Pageview yang biasanya mencapai angka puluhan ribu, kini hanya di kisaran 500 saja per harinya. Iya, blog itu akhirnya kena deindex, yang artinya ia sudah hilang dari hasil pencarian di Google. Dari situ, barulah aku menyesal dengan teramat sangat. Semuanya sudah terlambat….

Sang legenda telah mati….

Legenda? Hahahahah. Iya, mungkin aku agak berlebihan, tapi aku menganggapnya demikian, karena ia benar-benar penguasa Google pada waktu itu. Bahkan sering kali ia mampu bersaing di Google dengan web-web berita yang punya nama besar. Tapi, itu semua kini tinggal kenangan.

Sempat membuat blog pengganti, tapi, masih ada perasaan tak rela untuk meninggalkannya begitu saja. Gagal move on? IYA! Blog itu punya banyak sekali pengalaman, cerita dan kami sudah melalui masa-masa pahit dan manis. Aku memulainya sejak masih sangat awam soal dunia blogging. Bahkan untuk mengganti template pun aku tak bisa. Dan setelah putus dari mantan yang terakhir, barulah semangat untuk membangunnya kian berkobar. Aku mulai belajar, dan belajar lagi. Mulai dari memperbaiki tulisan, belajar mengganti dan mengedit template, hingga belajar untuk sedikit mengerti soal SEO.

Tapi aku juga masih ingat, bagaimana masa kejayaannya itu membuatku menjadi seorang blogger yang sombong, yang merasa lebih tau soal (hampir) segalanya, hingga membuatku tak mau belajar dan tak mau mendengarkan pendapat blogger-blogger lain yang tak punya “reputasi” besar. Dan aku rasa, kehancuran ini mengajarkanku banyak hal. Aku jadi lebih menghormati mereka (blogger) tanpa memandang apakah mereka punya reputasi besar, atau tidak. Karena aku tau, kita semua punya potensi yang sama, untuk menjadi besar.

Aku jadi haus akan ilmu, aku mau belajar dan menyerap ilmu dari siapapun, meski ilmunya itu mungkin dianggap sepele bagi orang lain. Dan, ya, ternyata ada banyak sekali ilmu yang ku dapat, yang sebelumnya tak pernah ku ketahui karena aku merasa sudah pintar.

Setahun lebih sejak jatuhnya blog itu, akhirnya aku memutuskan untuk membangkitkannya kembali dengan memasangkan domain TLD yang sudah ku beli sebelumnya. Sedikit demi sedikit, blog itu mulai kembali bangkit, namun belum bisa kembali seperti masa jayanya. Agak sedih melihat perkembangannya setelah hampir setahun, visitor hanya mentok di angka 5000an (dengan pageview 7000an) per hari, jumlah yang bahkan tak sampai 1/4 dari rata-rata total visitor di masa jayanya.

Dan keinginan untuk hijrah ke WordPress pun kembali muncul, karena takut kejadian yang sama akan terulang kembali. Dan terpikir pula untuk mengganti nama dan domain dari blog tersebut, karena berdasarkan keterangan dari teman-temanku, nama dan domain itu agak sulit diingat bagi orang awam, sehingga tak baik untuk branding.

Hemm, nama apa ya yang cocok?

Setelah beberapa hari mikirin mantan nama, akhirnya aku memutuskan untuk memilih “Techijau”. Hemm, kenapa Techijau? Dan kenapa harus “hijau”? Simple aja sih sebenernya. Jadi gini loh sodara-sodara sebangsa tanah dan sebangsa air. Blog ini kan ngebahas soal teknologi, jadi aku sematkan nama “Tech” untuk domainnya. Sedangkan untuk “hijau” sendiri, yaa karena diriku pengagum alam, dan sesuatu yang berhubungan dengan alam itu identik dengan hijau.

Menurutku, kata “Tech” dan “hijau” kalau dijadikan sebuah nama, rasanya juga cocok. Simple, dan mudah di ingat. Dan disini, aku secara resmi mengumumkan bahwa Dunia Gadget 558 (duniagadget558.com) telah resmi berganti nama dan domain menjadi Techijau (techijau.com). Blog lama, domain baru, dengan semangat yang baru pula!

The legend reborn

Dan aku juga melakukan perombakan yang cukup besar khususnya dari segi tampilan (yaiyalah, tampilan di blogspot sama wordpress kan beda jauuh). Aku harap, dengan domain baru serta rumah baru untuk blog lama ini bisa membangkitkan semangatku untuk kembali meraih masa jaya dari blog ini. Mohon dukungannya ya, gaes! 😀

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY