Home Review Pengalaman Menggunakan ASUS ZenPower Pro

Pengalaman Menggunakan ASUS ZenPower Pro

1627
1
SHARE

Pengalaman Menggunakan ASUS ZenPower Pro – Kamu udah tau belum kalau ASUS Indonesia sudah resmi merilis model powerbank baru yaitu ZenPower Pro? Belum tau? Yaudah, karena tadi udah ku kasih tau, jadinya sekarang kamu udah tau, kan? Oke, kita skip soal tau-tau-an nya…

Jangan salah, ya, ZenPower Pro ini beda dengan ZenPower biasa yang juga sudah pernah ku buat review nya di halaman ini, baik dari segi fisik, maupun fitur. Oke, mungkin nanti aku bakal bikin bahasan khusus soal perbandingan antara keduanya di posting lain karena disini, aku pengen fokus untuk membuat bahasan soal pengalaman menggunakan ASUS ZenPower Pro.

Bocoran dikit nih, menurutku powerbank yang satu ini tuh bener-bener cocok buat kamu yang doyan traveling. Kenapa? Nanti bakal ku kasih alasannya, yaa. Sekarang, kita unboxing alias intip isi di dalam dus paket penjualannya yuk!

Unboxing

Dalam kemasan yang terlihat simple dan terlihat kecil itu, kita akan menemukan 1 buah powerbank, 1 buah kabel USB berukuran mini, beserta buku panduan singkat dan juga kartu garansi. Dari gambar diatas terlihat bahwa ZenPower Pro mengusung desain yang serupa dengan ZenPower “biasa”, terkesan simple dan elegan berkat lapisan metal (aluminium), meskipun sebenarnya ia agak sedikit lebih memanjang.

Dan ia masih membawa kabel USB yang sama, yang menurutku agak terlalu kecil. Tapi memang sepertinya ASUS sengaja menyematkan kabel USB dengan ukuran yang super kompak itu agar lebih mudah dibawa dan bebas ribet. Kan tadi di awal aku sudah bilang, kalau powerbank ini cocok buat kita yang suka traveling. Jadi kalau harus bawa kabel yang panjang kan rawan njelimet, jadinya ribet juga, kan? Toh kita masih bisa pakai kabel USB bawaan charger hape kita kalau diperlukan.

Kesan Pertama

Ukurannya yang tergolong kecil, dengan body yang memiliki sudut membulat membuatnya nyaman ketika digenggam. ASUS menyebutkan bahwa dimensi yang dimilikinya adalah 100 x 59.6 x 22 mm dengan berat 230 gram, yang menurutku sangat mungil untuk powerbank berkapasitas 10.050 mAh.

Seperti yang sudah ku sebut di awal, powerbank dari ASUS ini memiliki beberapa fitur yang menjadi andalannya. Pada gambar diatas terlihat bahwa ZenPower Pro punya satu port microUSB untuk input daya (mengisi ulang powerbank), empat buah titik yang bisa menyala, yang merupakan lampu indikator untuk menginformasikan sisa daya yang dimiliki, satu buah lampu LED flash yang berfungsi untuk membantu penerangan, sebuah tombol dan dua buah port USB untuk output.

Hah, dua? Yap, inilah yang menjadi faktor pembeda utama antara ZenPower Pro dengan ZenPower biasa. Powerbank berlapis aluminium ini diklaim mampu mengisi daya untuk 2 buah perangkat sekaligus, dan istimewanya, salah satu dari kedua port tersebut (yang letaknya persis bersebelahan dengan port microUSB) sudah mendukung fitur Qualcomm Quick Charging 2.0. Hemm, masa sih bisa Quick Charging? Daripada penasaran, mending kita langsung coba, yuk!

NOTE : Jangan lupa untuk di charge sampai penuh dulu yaa sebelum digunakan 🙂

Pengalaman Penggunaan

Cukup penasaran dengan fitur Quick Charging nya, akupun mengujinya untuk mengisi salah satu hape ku yang juga mendukung fitur tersebut, yakni ASUS Zenfone 2. Dan setelah di colok ke ZenPower Pro, ternyata….

Yap, memang benar bahwa ternyata powerbank ini sudah support Quick Charging! Asiknya, meskipun fast charging, tapi hape dan ZenPower Pro nya gak terasa panas tuh. Dengan catatan, hapenya di cas dalam keadaan standby di ruang terbuka, yaa, bukan dalam keadaan aktif bermain game atau sedang dimasukkan dalam tas. Kalau dimasukkan dalam tas yaa bakalan beda urusan, karena gak ada sirkulasi udara sehingga hape dan powerbank enggak bisa melepaskan panas dengan bebas.

Terus berapa lama charging Zenfone 2 menggunakan ZenPower Pro sampai penuh? Menurut percobaanku sih dari baterai di angka 15% hingga 100% tuh butuh waktu 2 jam lebih beberapa menit, sama seperti menggunakan charger fast charging bawaannya. Tapi perlu dicatat yaa, lama pengisian daya ini tergantung pada fitur dari gadget yang kamu pakai juga.

Di Zenfone 2, fitur fast charging cuma aktif sampai berada di kisaran 60% an (pokoknya dibawah 70% lah), dan setelahnya, hape bakal melakukan charging biasa agar suhu pada baterai tidak terlalu tinggi. Jadi lama pengisian daya ini bisa beda-beda, yaa, tergantung dari hape yang kamu gunakan. Dan mungkin, diantara kamu bakal ada yang bertanya seperti ini :

Kalo hapenya gak support fast charging tuh ngaruh gak ya sama kecepatan charging nya?

Dari yang aku coba menggunakan hape yang gak support fast charging yaitu Zenfone Selfie, efeknya sih gak terlalu ngaruh. Sebagai perbandingan, pertama kucoba untuk charge dengan port Non Quick Charging dari 13% sampai 100% itu butuh waktu 3 jam persis! Dan waktu coba uji pakai port Quick Charging, pengisian dari 7% sampai 100% butuh waktu 3 jam kurang beberapa menit. Jadi yaa efeknya ada, tapi gak terlalu berasa, entah kalo hape lain gimana. BTW, kalo kamu penasaran soal bagusan mana sih antara Zenfone 2 dan Zenfone Selfie, kamu bisa intip di halaman ini.

Coba Menggunakan 2 Port Sekaligus!

Sengaja ku gunakan dua hape ku itu dan kubiarkan dalam keadaan low battery agar aku bisa menguji keduanya untuk di charge bersamaan menggunakan ZenPower Pro. Setelah keduanya lobat, pengujian pun dimulai!

Awalnya sih agak khawatir kalau-kalau powerbank nya bakalan kepanasan. Bayangin aja, ngisi 2 hape sekaligus, yang punya kapasitas baterai lumayan gede pulak! (Masing-masing hape berkapasitas 3000 mAh). Beberapa menit awal, masih adem. Setengah jam, sejam, gak ada tanda-tanda overheat, sampai nggak sadar kalau keduanya udah penuh, karena sempat tak tinggal. Hihihi 😛

Disini memang aku lebih prefer untuk menguji soal suhu waktu kedua port nya digunakan bersamaan, dan bukan untuk menguji kecepatan charging. Dan ternyata emang sip banget dah, sesuai dengan klaim dari ASUS! Iya, menurut sumber yang ku baca, ASUS ZenPower Pro ini punya lebih kurang 11 fitur proteksi yang diantaranya :

  • Temperature Protection
  • Short Circuit Protection
  • Reset Protection
  • Input over voltage protection
  • Output over voltage protection
  • Input reserve direction protection
  • Over charge / over discharge protection
  • Output over current protection
  • Cell PTC protection
  • Adapter protection
  • JEITA protection

Terus setelah ngisi dua hape itu, ternyata lampu indikator di powerbank masih bisa nyala meskipun hanya satu titik, yang artinya masih ada sisa sedikit daya yang bisa dimanfaatkan. Yaudah, langsung aja aku coba untuk ngisi tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG punyaku yang juga sengaja ku bikin lobat. Dan sisa 1 titik di lampu indikator ZenPower Pro itu mampu mengisi daya tablet yang punya kapasitas baterai 3450 mAh itu dari 7% ke angka diatas 50%.

Akhir Kata . . .

Jadi memang, ASUS ZenPower Pro ini sangat cocok bagi kita yang sering kali beraktivitas diluar ruangan, dimana kita akan sulit untuk menemukan colokan listrik untuk mengisi ulang daya dari perangkat yang kita bawa.

Ukuran yang kecil, kapasitas besar, serta mampu mengisi 2 perangkat sekaligus, jelas merupakan aksesori wajib yang harus dibawa oleh kamu yang doyan traveling, karena kamu tak perlu repot lagu untuk membawa lebih dari satu powerbank. Belum lagi soal fitur keamanannya yang bisa membuat kamu merasa aman ketika menggunakannya untuk mengisi ulang daya dari perangkat yang kamu bawa.

Ditambah lagi, sebuah fitur tambahan kecil berupa lampu LED yang bisa dinyalakan dengan cara menekan dan tahan tombol power bakal siap menerangi jalanmu di tengah kegelapan (duh, ini kok dalem banget ya kayanya?). Yaa siapa tau kamu bisa menemukan jodoh di tengah kegelapan berkat lampu LED ini. Wkwkwkwkwkwkwk 😛

Oiya, lampu LED nya itu punya 2 tingkat kecerahan loh! Tekan tombolnya 2 kali untuk membuatnya lebih cerah, tekan lagi 2 kali untuk meredupkannya kembali. Tapi, jangan sampai kamu beli yang palsu yaa, karena sekarang ini banyak ZenPower palsu yang beredar, seperti yang bisa kamu lihat pada forum ZenTalk. Pastikan kamu membelinya di tempat yang terpercaya, yaa. Oke, mungkin itu aja sih yang bisa ku bagikan pada posting kali ini. Kalau misal ada pertanyaan, tinggalin komen aja. Semoga bermanfaat 😀

1 COMMENT

  1. min maaf OOT, Zenfone 3 ze520kl kenapa kamera fokusnya blur ya ? mau difokuskan ulang pun sama aja udh ada pembaruan sistem katanya perbaikan peforma.a kamera tapi hasilnya sama aja, solusinya gmn ya min

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here