Pengalaman Menggunakan Tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG

Pengalaman Menggunakan Tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG

8302
2
SHARE

Pengalaman Menggunakan Tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG – Coba kamu sebutin satu hal yang paling asik di taun baru selain punya pacar baru? Gejet baru! Yess, itu jawabanku! Aku yakin kamu juga pasti setuju, kan? Iya’in aja udah, biar aku seneng! Hahahahah..! :p

Sejak akhir tahun 2015 kemarin, aku udah nyicipin salah satu tablet terbaru dari ASUS, dan yup, udah bisa ditebak, itu artinya di posting kali ini aku bakal ngebahas review dari tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG yang sudah aku icip-icip selama kurang lebih 2 mingguan. Siapa tau bisa jadi referensi atau bahan pertimbangan buat kamu yang lagi nyari tablet baru di awal tahun 2016 ini. Disini aku bakal ngebahas poin-poin soal kelebihan dan kekurangannya, plus fitur apa aja yang dimilikinya. Gak usah panjang lebar lagi kali yaa, mending kita langsung bongkar kotaknya yuk!

Paket penjualan

Apa aja sih yang ada di dalam dus Zenpad 7.0? Seperti yang bisa dilihat dari foto diatas, di dalam paket penjualan dari tablet dengan bentang layar 7.0 inch ini terdapat kepala charger, kabel USB, kartu garansi, buku petunjuk singkat dan tentu saja tablet itu sendiri. Yup, kita tidak akan menemukan headset atau earphone di dalamnya.

Kalau kamu berencana untuk membeli aksesoris tambahan, ASUS juga udah menyediakannya kok. Yang asik adalah, dukungan aksesoris untuk tablet ini bisa dibilang unik sekaligus bermanfaat loh! Bukan cuma aksesoris berupa earphone aja, tapi ASUS secara khusus bikin beberapa aksesoris seperti Power Case yang merupakan casing dengan baterai tambahan sehingga menambah waktu standby, atau Audio Cover yang merupakan cover sleeve (cover berbentuk dompet) yang bukan hanya befungsi untuk melindungi perangkat, tapi juga membawa speaker tambahan.

Kebetulan, punyaku ini sudah satu paket dengan Audio Cover (paket ASUS Zenpad Theater), tapi disini aku cuma bakal ngebahas tabletnya aja yaa, karena untuk review soal aksesorisnya itu bakal aku tulis secara terpisah. Penasaran? Mampir gih ke halaman Review Audio Cover ASUS Zenpad 7.0!

Fisik & Desain

Dari segi fisik, kita bisa lihat ada beberapa perbedaan dibandingkan tablet ASUS generasi sebelumnya (Fonepad), yang mana Zenpad ini terlihat lebih “kotak” meskipun perbedaan dimensi antara keduanya ini gak jauh beda. Tapi kurasa dari sisi desain ada banyak sekali perombakan yang dilakukan oleh raksasa komputer asal Taiwan ini terhadap tablet andalan barunya.

Ketika layar sedang dinyalakan, terlihat ada semacam border tipis berwarna hitam di sekeliling layar, dan itu membuatnya terlihat lebih… Bukan cantik, tapi manis! Border chrome di bagian terluar bezelnya pun menambah kesan manis yang dimilikinya. Tapi biarpun manis, jangan sampe dipacarin ya mblo! Tapi kalo dipinang (dari tokonya) baru boleh! Eh betewe itu wallpaper nya aku foto sendiri loh, pake Zenfone Selfie. Baca reviewnya di sini yaa!

Beralih ke bagian belakang. Sebelumnya aku mau kasih tau dulu, itu back case sebenernya warna gold, tapi karena pengaruh warna ruangan jadi keliatan kebiruan gitu. Hihi, lain kali belajar pencahayaan lagi deh!

Dari case belakangnya ini barulah terlihat sangat jelas perbedaan desainnya dengan generasi tablet sebelumnya. Case belakang yang bisa dicopot/diganti tersebut memiliki tekstur kasar menyerupai kulit. Selain membuatnya nampak elegan, tekstur tersebut juga membuatnya nyaman di genggam serta memberikan grip yang lebih baik untuk menghindari selip ketika memeganginya. Terdapat logo ASUS di bagian tengah, tulisan ASUS ZenPad di bagian bawah serta logo Intel inside di bagian pojok kanan.

Penempatan tombol yang berada di sebelah kanan cukup nyaman dan mudah dijangkau, tapi aku rasa penempatan tombol pada seri Fonepad masih lebih nyaman dibandingkan dengan Zenpad, khususnya untuk versi ukuran layar 7.0 inch. Oke, kita beralih ke sisi layar yuk!

Layar

Menurutku, panel layar yang diusungnya ini adalah salah satu bagian terbaik yang dimiliki oleh ASUS Zenpad 7.0. Yup, nggak heran sih, karena memang ASUS memang merancang tablet ini untuk urusan hiburan sehingga komponen yang berhubungan dengan urusan multimedia lebih dikedepankan.

Layar IPS berlapis Corning Gorilla Glass dengan resolusi HD (1280 x 800 pixel) yang diusungnya ini memiliki peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan layar dari tablet ASUS generasi sebelumnya. Ia mampu menampilkan gambar dengan viewing angle yang lebih baik, cerah serta gambar yang ditampilkan pun lebih kaya warna. Beneran keren banget!

Gak percaya? Coba aja kamu buka satu gambar yang sama di tablet ini dengan perangkat lain di kisaran harga yang sama dan bandingkan sendiri. Jadi memang tablet ini punya fitur yang diberi nama VisualMaster, yang mana ia merupakan teknologi penyempurna tampilan dari ASUS untuk mengoptimalkan tampilan saturasi, kontras, kecerahan, serta detail sehingga layarnya mampu menampilkan gambar dengan lebih baik. Semacem BRAVIA Engine di perangkat Sony gitu.

Kita juga bisa mengatur temperatur warna menggunakan fitur Splendid agar sesuai dengan keinginan kita, atau kita juga bisa mengaktifkan fitur Blue Light Filter (reading mode) yang akan mengurangi radiasi cahaya biru dari layarnya, sehingga mata kita jadi tidak mudah lelah ketika kita memandang ke arah layar dalam waktu lama. Ah, seandainya si mantan punya fitur ini di matanya, pasti aku takkan lelah untuk memandangi matanya #duh :’D #Abaikan ya gaes, ABAIKAN!

Sound

Speaker bawaan yang berada di bagian atas layarnya ini mampu mengeluarkan suara yang cukup nyaring dan jelas. Hemm tapi kayanya hampir semua perangkat bisa kek gitu juga deh ya, terus istimewanya dimana? Istimewanya tuh ada di bagian software pemrosesan audio nya. Jadi si Zenpad ini mengusung teknologi DTS-HD Premium Sound dan sekaligus juga sebagai tablet pertama di dunia yang mengusung teknologi tersebut!

Emang sih, perbedaannya gak bakal berasa kalau kita cuma mengandalkan speaker bawaannya, tapi kalau kamu coba colok pakai headphone, baru deh berasa perbedaannya! Keluaran suaranya jadi lebih gurih gurih gimanaa gitu, karena ada efek surround sound nya (surround sound = seperti efek suara yang mengelilingi kita). Efek surround nya ini juga berasa waktu kita pake aksesoris Audio cover loh!

Belum lagi kita bisa mengatur sendiri equalizer saat kita menggunakan headphone. Nah diatas itu adalah settingan equalizer terbaik di Zenpad versi Masbocah untuk mendengarkan musik progresive rock macem Dream Theater. Boleh kok kamu cobain juga di Zenpad mu nanti! (-2, 2, -2, 3, 5). Sayangnya, tiap kali kita menutup aplikasi musik, settingan yang sudah kita buat tersebut akan kembali ke awal sehingga kita harus mengaturnya kembali nanti. Tapi sepertinya ini hanya masalah software, dan semoga pada update system berikutnya masalah ini bisa diperbaiki ๐Ÿ˜€

Kamera

Oke aku tau, ini adalah sebuah tablet, dan hanya sedikit orang yang mau berfoto menggunakan tablet karena ukurannya yang sepertinya kurang proporsional untuk digunakan mengambil foto sehingga orang lebih memilih untuk menggunakan smartphone. Lagian hasil fotonya pun sepertinya sudah jelas lebih bagus di smartphone, Tapi…..

Kalo misalnya kita terpaksa banget harus foto pake tablet, perangkat yang satu ini masih bisa diandalkan kok! Hasil fotonya dari kamera beresolusi 5 megapixel nya pun gak mengecewakan kalo menurutku, khususnya di area yang memiliki pencahayaan yang baik seperti misalnya saat diluar ruangan. Tapi kalau misal hasil fotonya dilihat langsung di layar tablet itu sendiri, kelihatannya tuh agak sedikit over saturasi gitu (warnanya agak sedikit terlalu nge-jreng) meskipun sebenernya nggak terlalu. Mungkin karena efek teknologi layar yang ku sebut tadi itu kali yaa. Iya, mungkin..

Dan ternyata, ketika digunakan di dalam ruangan, warna yang dihasilkan jadi lebih mendekati aslinya. Kameranya pun cukup cerdas untuk mempertahankan ISO di angka terendah, sehingga mampu menangkap warna yang lebih baik.

Jelas, aperture besar (f/2.0) pada lensa kameranya sangat membantu untuk urusan ini, sehingga kamera bisa mempertahankan ISO di angka terendah meskipun kita harus mengambil foto di area yang memiliki pencahayaan yang kurang maksimal. Foto pun jadi minim noise! ๐Ÿ˜€

BACA JUGA : Apa itu noise?

Fitur pada kameranya sih bisa dibilang standar aja, lengkap tapi yaa gak ada fitur bisa dibilang istimewa.

Fitur seperti HDR, Low light, dan Depth of Field sudah disematkan disini. Bahkan ia juga sudah dibekali dengan fitur GIF Animation, Slow motion dan juga Time Lapse. Cukup lengkap untuk fitur kamera dari sebuah perangkat tablet!

Performa

Untuk tablet di kisaran harga 2.3 jutaan, aku rasa performanya ini sudah cukup mumpuni untuk urusan produktifitas, meskipun ada keterbatasan-keterbatasan tertentu yang harus di maklumi mengingat fitur lain yang diusungnya sudah termasuk sangat lengkap. Soal multitasking, tablet ini sudah cukup tangguh berkat prosesor Intel Atom x3-C3230 Quad-core 900 MHz 64-bit, plus dukungan RAM 2 GB nya.

Cuman sayang, sistem operasi Android Lollipop yang diusungnya masih menggunakan versi 32-bit, sehingga kita belum bisa merasakan performa optimal dari tablet ini. Dan terkadang aplikasi yang sengaja di minimize akan menutup secara otomatis jika kita terlalu lama membiarkannya berjalan di background, sehingga terkadang kita harus memulai aplikasi dari awal lagi.

Semoga saja pada update system berikutnya, masalah ini bisa teratasi. Tapi bisa juga hal itu memang disengaja untuk menghindari turunnya performa perangkat, karena kalau terlalu banyak apps yang jalan di background kan bisa bikin lemot. Dan perlu aku ingatkan bahwa tablet ini lebih ditujukan untuk urusan hiburan/multimedia, sehingga tidak disarankan untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa grafis yang tinggi di tablet ini.

Fitur bawaan

Nah, kalo ngomongin soal fitur, ada banyak banget hal yang dimiliki oleh tablet besutan ASUS ini. Mulai dari soal tampilan, dimana kita bisa memilih berbagai jenis kostumasi tampilan (tema) yang bukan hanya akan mengubah tampilannya aja, tapi kita juga bisa memilih scroll animation, ukuran icon, gaya folder, penguncian aplikasi, dan masih banyak lagi settingan preferensi lainnya.

Selanjutnya soal produktifitas! Seperti perangkat ASUS lain yang juga mengusung ZenUI, Zenpad 7.0 juga mengusung beberapa aplikasi bawaan yang sangat mendukung untuk urusan produktifitas, misalnya saja fitur SuperNote.

Disini kita bisa membuat sebuah catatan dengan berbagai pilihan template termasuk memo, diary, dan juga catatan berbentuk pengingat. Atau kita juga bisa membuat catatan seperti pada gambar diatas, yang mana kita bebas untuk melakukan input dengan keyboard, tulisan tangan, atau coretan-coretan langsung di layar.

Bukan cuma itu, fitur SuperNote juga memungkinkan kita untuk memasukkan file gambar, foto, audio, atau bahkan video di dalamnya. Berbagai pilihan brush dan warna pun juga disediakan disini. Asik banget nih buat corat-coret! Asal jangan dipake buat menggoreskan cerita kenangan bersama mantan aja yaa, nanti kamu jadi baper :p

Ada juga QuickMemo sebagai salah satu fitur catatan sederhana. Bedanya dengan SuperNote, QuickMemo lebih ditujukan untuk membuat catatan kecil (memo). Istimewanya adalah, catatan ini bisa kita set untuk tampil di semua halaman secara floating seperti pada gambar dibawah ini. Kita juga bisa me-minimize nya dengan menggesernya ke arah tepian layar.

Terus yang paling sering jadi andalanku adalah aplikasi Do It Later. Jadi fitur ini tuh bukan cuma untuk mencatat aja, tapi juga sebagai organizer untuk menyimpan segala sesuatu yang kita anggap penting dan menarik dari aplikasi lain agar bisa kita cek di lain waktu. Nahloh, bingung ya? Jelasin secara lengkapnya sih rada panjang, jadi mending kamu cek tulisan di blog ku yang satu lagi ya, judulnya Fungsi aplikasi Do It Later serta cara menggunakannya.

Selain fitur untuk produktifitas, ada juga fitur-fitur pengolahan gambar seperti MiniMovie yang fungsinya adalah untuk membuat video slideshow dari foto-foto yang kita pilih, lengkap dengan backsound nya. Yakin deh, ini keren banget dan kamu mesti coba. Dan buat kamu yang cewek pasti bakal demen sama fitur ini

Bahkan di aplikasi Galery bawaan tabletnya pun sudah ada fitur edit foto, meskipun cuma pengeditan sederhana aja sih seperti crop, rotate, filter, dan yang paling asik adalah kita bisa mengubah komposisi warna Red Green Blue pada gambar (apa sih namanya?) plus menambakhan doodle atau coretan abstrak pada gambar.

Daya tahan baterai

Salah satu hal yang paling penting dari sebuah gadget pastinya adalah daya tahan baterainya donk. Nah kalau menurutku, daya tahan baterai dari ASUS Zenpad 7.0 Z370CG ini tidaklah terlalu istimewa. Kalau dibandingkan dengan tablet generasi sebelumnya, Zenpad masih kalah irit untuk urusan baterai.

Screen on time nya berada di kisaran 3 jam untuk penggunaan normal (social media dan browsing selama beberapa jam). Dan kalau kamu adalah pengguna kelas berat, aku sarankan untuk membeli aksesoris tambahan seperti Power case atau mungkin powerbank.

BACA JUGA : Pengalaman menggunakan ZenPower, Powerbank dari ASUS

Akhir kata

Untuk kelas tablet di kisaran harga yang sama, ASUS Zenpad 7.0 tentu saja punya kelebihan dan kekurangan. Kekurangannya adalah dari sisi daya tahan baterai yang masih kalah dibandingkan dengan tablet pendahulunya. Lalu untuk performa multitasking sih oke, responnya pun cepet, tapi untuk performa grafis rasanya masih kurang mantab meskipun ia masih mampu menjalankan game-game yang tidak terlalu berat seperti Zombie Fallout dengan sangat lancar.

Yaa maklum aja, karena memang ASUS lebih mengedepankan fitur hiburan berupa multimedia daripada untuk urusan gaming pada tablet yang satu ini. Wajar sih yaa, di kisaran harga segini memang agak sulit untuk menemukan tablet dengan performa grafis yang mumpuni. Tapi percaya deh, kecepatan respon yang diberikannya gak mengecewakan kok. Mau yang grafiknya lebih oke? Coba intip Zenpad 8.0 deh, speknya lebih tinggi tuh.

BACA JUGA : Sekilas Tentangย ASUS Zenpad 8.0 Z380KL

Berita baiknya, dua kekurangan kecilnya tersebut terbayarkan oleh berbagai kelebihan yang diusungnya. Pertama, desain yang ciamik, kedua, layar dengan tampilan superior, ketiga, fitur yang kaya, keempat, kamera yang oke untuk kelas tablet, kelima, software audio yang oke punya, dan keenam adalah dukungan aksesoris yang bukan cuma untuk menambah gaya, tapi juga mengusung fitur-fitur tambahan (Power case & Audio cover).

Nah dari semua poin yang sudah ku sebutkan diatas, bisa disimpulkan bahwa tablet ASUS Zenpad 7.0 bukan ditujukan untuk kamu yang gemar bermain game berat (meski ia masih sangat mampu menjalankan game-game standar) tetapi lebih ditujukan untuk urusan produktivitas, multimedia serta kebutuhan sehari-hari lainnya. Untuk toko online? Sanggup banget kok! Fiiuuuh pegel juga ya ternyata bikin tulisan sepanjang ini. Okedeh, sekian dulu review kali ini, semoga bisa jadi bahan pertimbangan buat kamu. Ada pertanyaan? Corat-coret komen dibawah gak bayar kok ๐Ÿ˜€

2 COMMENTS

  1. Sy baru beli uda bermasalah. Playstoreny gak bisa di download. You tube ny pun gk bs. Loadingny lelet x pun.. Kecewa, deh ma asus. Produk gagal ky ny

LEAVE A REPLY