Pengalaman Menggunakan ASUS Zenfone Selfie

Pengalaman Menggunakan ASUS Zenfone Selfie

10032
16
SHARE

Pengalaman Menggunakan ASUS Zenfone Selfie – Dua minggu sudah aku mencicipi ASUS Zenfone Selfie, dan merupakan sebuah tantangan ketika seorang yang “not a selfie addict” sepertiku mencoba untuk melakukan review terhadap smartphone spesialis selfie.

Memang, aku ini terbilang kurang berbakat untuk mengambil foto diri sendiri menggunakan kamera depan ponsel, sehingga sangat jarang sekali aku mau melakukannya. Terus ini gimana donk? Kan smartphone 5.5 inch yang aku cicipi ini punya keistimewaan di kamera depan, masa gak dipake? Iya sih, itu juga sempat membuatku sedikit galau hingga akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan cara lain untuk menguji kamera depannya. Seperti apa? Nanti yaa, kalo sekarang mending kita mulai dari unboxing dulu yuk!

Unboxing, paket penjualan

Adapter charger, kabel USB, kartu garansi dan kartu petunjuk singkat, adalah isi dari paket penjualan dari ASUS Zenfone Selfie, selain perangkat itu sendiri tentunya. Nggak kaget kalo ternyata di dalem box nya itu aku tidak menemukan earphone, karena memang sekarang-sekarang ini udah jarang vendor smartphone yang memasukkan aksesori tersebut dalam paket penjualan, khususnya untuk perangkat dibawah harga 5 juta.

Toh tanpa earphone juga hapenya bisa beroperasi dengan normal, kan? Kalaupun ingin punya earphone nya, kita bisa beli earphone original dari ASUS (ZenEar) kok, nggak mahal, cuma 140 ribuan aja.

BACA JUGA : Review ASUS ZenEar

Fisik, kesan pertama

Terasa ringan untuk ukuran smartphone 5.5 inch, dan sisi belakang yang melengkung membuatnya nyaman digenggam meskipun nggak senyaman genggaman tangan mantan. Agak aneh ketika memandangi bagian depan dari hape ini, karena disana nggak ada logo brand ASUS yang biasa disematkan di bagian atas layar. Yup, logo itu harus digusur oleh kamera depan yang nampak besar dan diletakkan di sisi tengah, bagian atas layar.

Sisi belakang sepintas mirip Zenfone 2 karena memang keduanya masih ada hubungan saudara, meskipun kita akan menemukan beberapa perbedaan seperti tidak adanya logo “Intel inside”, serta dual tone LED flash yang diletakkan di bagian samping kamera yang juga disejajarkan dengan sebuah titik hitam yang merupakan sensor Laser autofocus.

BACA JUGA : Pengalaman menggunakan ASUS Zenfone 2

Kebetulan, Zenfone Selfie yang aku pegang ini punya motif hairline (bergaris halus, menyerupai logam) sehingga terkesan mewah dan semakin mirip dengan Zenfone 2. Eh tapi ada juga pilihan back case dengan warna yang lucu-lucu loh, cocok deh buat kamu yang girlie. “Girlie” ya, bukan “geli”.

Peletakan tombol-tombol yang dipusatkan di bagian tengah mungkin akan membuat pengguna yang belum terbiasa akan merasa aneh, apalagi dengan peletakan tombol power yang berada di bagian atas. Agak sulit untuk dijangkau dengan satu tangan, mengingat ukuran layarnya yang cukup besar, sehingga membuatnya terasa kurang nyaman. Untungnya, ASUS sudah menyematkan fitur ZenMotion yang memungkinkan kita untuk mematikan dan menyalakan layar hanya dengan mengetuk (menyentuh) layar sebanyak 2 kali, sehingga kita tidak perlu sering-sering menggunakan tombol power.

Peletakan tombol volume yang berada di bagian belakang ini pun akan terasa aneh bagi mereka yang belum terbiasa. Yup, ini cuma soal kebiasaan kok, lama-lama juga nyaman. Malahan, tombol yang letaknya di belakang ini bakal memudahkan kita untuk mengatur volume ketika kita meletakkannya dengan layar menghadap kebawah, jadi kita hanya perlu menekan tombolnya tanpa harus repot memeganginya.

Performa & UI

Smartphone yang layarnya dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 4 ini mengusung tampilan khas ASUS yakni ZenUI. Enak dipandang, dan kaya fitur, tapi sayangnya lumayan banyak bloatware nya juga.

Di dukung dengan chipset Qualcomm Snapdragon 615 Octa-core (Quad-core 1.5 GHz untuk mode performa tinggi + Quad-core 1.0 GHz untuk penggunaan ringan agar lebih hemat baterai) 64-bit, RAM 3 GB, dan berjalan dengan Android v5.0 Lollipop, jelas si cantik ini bukan cuma asik buat dipakai foto aja, tapi juga untuk keseharian pun oke!

Meskipun gak se-lancar pakai Zenfone 2, tapi menurutku performanya udah lebih dari cukup kalau untuk sekedar bersocial media. Proses data dan buka apps lumayan oke, pindah dari satu apps ke apps lain (multitasking) juga bukan masalah besar. Panas? Ah nggak juga, soalnya kan aku gak nyimpen fotonya mantan di hape ini #eh

Ehehe, nggak nggak, yang ini seriusan. Panas sih nggak, cuman agak anget aja kalo dipake jalanin beberapa apps sekaligus. Buka browser berat macem Firefox juga masih oke, meskipun bakal berasa agak kurang lancar ketika sudah membuka lebih dari 4 tab. Tapi aku rasa itu wajar lah yaa. Sepertinya memang smartphone ini bukan cuma ditujukan untuk urusan hiburan (social media) aja, tapi ASUS juga mencoba untuk mempertahankan performa agar tetap baik ketika digunakan untuk melakukan proses yang berat.

Iya sih, maklum aja, biasanya kan orang kalo abis foto pasti di edit-edit dulu sebelum di posting di socmed. Nah pasti bakal sangat menyebalkan kalau ternyata proses pengeditannya itu ternyata harus tersendat gara-gara jeroan yang kurang paten. Jadi smartphone ini udah komplit banget lah ya, dipakai ambil foto oke, dipake ngedit pun gak masalah.

Bukan cuma urusan edit foto aja sih, dukungan chipset & kapasitas RAM nya juga memungkinkan banget kok untuk dimanfaatkan dalam urusan yang lain, misal untuk produktivitas. Apalagi ZenUI yang diusung Zenfone Selfie juga punya banyak fitur produktivitas seperti misalnya SuperNote, QuickMemo dan Do it later untuk pengingat, ataupun PC Link, Share Link dan Remote Link untuk konektivitas. Jadi makin komplit sudah.

Asiknya lagi, hape ini juga punya beberapa fitur yang bisa kita manfaatkan untuk menjaga performa seperti misalnya ASUS Mobile Manager. Jadi disini, kita bisa mengatur berbagai hal seperti virus scanner, power management (battery saver) dan bahkan Auto-start manager. Auto-start manager itu bisa kita manfaatkan untuk mengelola aplikasi apa aja yang boleh melakukan “auto start”, sehingga kita bisa menjaga performa agar tetap optimal meskipun menginstall banyak apps sekaligus. Asal pengaturannya bener yaa!

Kamera

Salah satu yang jadi perhatian utamaku adalah soal fitur Laser autofocus yang dimiliki oleh perangkat ini. Sempat nyoba di event ASUS ZenFestival, dan memang fitur ini bermanfaat banget buat pengambilan gambar yang cepat. Dan ku rasa fitur ini bakal mendukung banget buat aku yang suka ambil foto candid alias sembunyi-sembunyi. Hihihi 😛

Tapi menurutku fitur ini harusnya bisa lebih baik lagi. Jadi kecepatan fokusnya memang sangat terasa berbeda ketika kita mengarahkan kamera ke objek utama dan menempatkannya di bagian tengah layar. Dan ketika kita menggunakan fitur touch autofocus untuk menentukan fokus ke sudut lain yang tampil di layar, menurutku kecepatan fokusnya tidak terlalu istimewa meskipun memang masih lumayan cepat.

Atau mungkin fitur ini cuma optimal untuk menentukan objek foto yang berada tegak lurus dengan sensor? Entahlah. Yang pasti fitur ini bukan sekedar gimmick dan memang berfungsi. Sudah di tes juga kok sama beberapa perangkat lain yang gak pake fitur ini.

Tampilan warna juga oke, hampir sesuai dengan keadaan aslinya. Fitur HDR juga oke. Liat aja perbandingannya, yang atas tanpa HDR, yang bawah dengan HDR.

Ada fitur manual mode nya pulak! Iya, jadi kita bebas melakukan pengaturan dasar seperti ISO di angka 50 – 800, shutter speed di kecepatan 1/1000 – 32 detik, white balance, dan juga fokus secara manual. Jelas, ini bakal mendukung kreatifitas bagi kamu yang doyan bereksperimen dengan kamera.

Terus kamera depannya gimana? Nahh ini yang jadi tantangan, seperti yang aku sebut di awal tadi. Karena aku gak suka foto diri sendiri alias selfie, maka aku minta bantuan beberapa orang untuk melakukannya menggunakan si Zenfone Selfie ini sekaligus juga meminta pendapat mereka soal hasil foto dari kamera depan smartphone ini.

“Wiiihh jernih sekali” kata mas-mas yang fotonya aku pajang diatas. Iya, sayang banget pagi itu aku tidak menemukan mbak-mbak yang bisa dijadikan sasaran untuk mencoba kamera depan smartphone ini. Tapi setelah pindah ke lain hati tempat akhirnya aku menemukan mangsa yang tepat. Langsung 3 sekaligus pulak! Ehehe.. Ehe.. He..

Awalnya mbak-mbak yang ditengah itu malu-malu untuk ikut dimasukkan dalam frame foto, tapi akhirnya ia mau untuk berfoto selfie bersama setelah terjadi pemaksaan. Eh, tapi bukan aku loh yang maksa, bener deh.. Itu tuh, yang baju ijo tuh yang maksa. Cakep ya? Awas jangan naksir, soalnya mereka udah ada yang punya. Iya, punya bapaknya :v

Secara default, perangkat akan mengaktifkan fitur beautification ketika kita mengaktifkan kamera depan. Fitur ini berfungsi untuk mendandani wajah kita secara digital sehingga bisa nampak lebih halus dan juga lebih cerah. Ada juga beberapa fitur lain yang bisa kamu coba disini.

Dari beberapa contoh foto yang ku ambil, ternyata memang kamera depan ini punya sudut pandang yang lebih luas dibandingkan dengan kamera belakangnya. Jadi semakin banyak objek yang muat dalam satu frame foto. Masih kurang luas? Kita masih bisa pake fitur selfie panorama kok. Asiknya lagi, kamera depan ini juga punya mode manual loh! Tuh, kurang apa coba?

Untuk sample foto lain bisa kamu intip di blog ku yang ini yaa, atau kamu bisa cek Instagram ku @masbocah dengan hashtag #MasbocahZenSelfie

Baterai

Cukup terkesan sama daya tahan baterai dari smartphone ini. Dengan pemakaian normal, bisa bertahan dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam kurang dikit. Pemakaian normalnya gimana? Grup Line aktif, sesekali membuka facebook lite untuk membalas komentar, membalas mention twitter & Instagram, membalas email dari pembaca dan yang terakhir browsing nonstop dengan data seluler kira-kira satu jam lebih untuk menghabiskan baterai di malam hari, dengan koneksi Wi-Fi dan data seluler yang digunakan secara bergantian.

Cukup awet menurutku, meskipun ia “hanya” mengusung baterai berkapasitas 3000 mAh. Screen on time? Sampai 5 setengah jam tjoy!

Mungkin ini disebabkan oleh penggunaan CPU Octa-core dari Snapdragon 615 yang ku sebutkan diatas, yang mana ia akan menggunakan CPU dengan clockspeed lebih rendah ketika melakukan proses ringan untuk menghemat daya baterai.

Lain-lain

Untuk smartphone kelas menengah, Zenfone Selfie bisa dibilang masuk kategori istimewa. Layar IPS beresolusi Full HD (1920 x 1080 pixel) mungkin sudah biasa ditemukan pada perangkat kelas menengah yang lain, atau mungkin penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 615 juga merupakan “standar” dari perangkat kelas menengah.

Tapi kapasitas RAM yang besar (3 GB), kamera depan resolusi besar (13 megapixel) plus kaya fitur, serta kamera belakang yang juga kaya fitur & dilengkapi dengan Laser autofocus tentu bukanlah hal yang bisa disebut biasa. Belum lagi beberapa fitur tambahan seperti misalnya ZenMotion, yang memungkinkan kita untuk mengaktifkan apps tertentu dengan menggambar pola tertentu pada saat layar sedang mati, yang semakin menambah keistimewaannya. Aku sendiri sering menggunakan fitur ini untuk mengaktifkan kamera dengan cepat, dengan cara menggambar pola huruf “C” pada saat layar sedang mati.

Yang semakin membuatnya menarik adalah dukungan software dari ASUS yang bisa dibilang cukup agresif. Yup, ASUS sangat rajin melakukan update pada apps ZenUI yang diusungnya. Bukan cuma untuk menghilangkan bug yang ada, tapi juga untuk melakukan penambahan berbagai fitur baru yang bisa kita nikmati.

Akhir kata

Jadi menurutku, Zenfone Selfie ini adalah sebuah paket komplit dari ASUS dengan segala “keseimbangannya”, kaya fitur, tapi banderol harganya nggak terlalu wow (harga resmi 2,8 jt untuk ROM 16 GB & 3 jt untuk ROM 32 GB). Buat foto-foto, oke! Buat selfie, oke! Buat multitasking, iyes! Soal harga pun gak terlalu nguras isi ATM. Kalo kamu mau tau ulasan yang lebih lengkap soal smartphone ini, aku udah bikin artikel khusus yang dibagi menjadi 5 bagian di blog ku yang satu lagi. Penasaran?

Langsung intip di halaman Review ASUS Zenfone Selfie yaa! Atau kalo misal kamu punya beberapa pertanyaan kecil, kamu bisa intip halaman Index tanya jawab soal Zenfone Selfie yang juga sudah aku buat di blog sebelah. Punya pendapat lain atau ada pertanyaan mungkin? Gak usah sungkan buat komentar 🙂 – Masbocah

16 COMMENTS

  1. Mau nanya saya pakai asus zenfone selfie tapi saya coba pakai kameranya kurang performa kaya nggak jernih atau bersemut.. itu kenapa ya? Mohon pemberitahuannya.
    Terimakasih

    • Itu fotonya di tempat minim cahaya (dalam ruangan / malem hari) atau diluar ruangan? Kalo dalem ruangan, rasanya wajar, Kak. Soalnya kamera bakal naikin ISO, dan itu adalah penyebab “banyak semutnya” (noise). Tapi foto di area terang (luar ruangan, ada matahari), berarti yaa itu lensa kameranya kotor atau kegores. Efeknya lumayan ganggu juga itu

  2. laser auto fokus terpisah dari kamera utama. bgmn bila rusak? kamera menjadi tidak ada auto fokusnya? mohon pencerahannya. thank’s

    • NB : konon terlalu banyak aplikasi bawaan, hampir memakan setengah memory internalnya dan tdk bisa di uninstall. benarkah? dan sering lag juga, benarkah? thank’s

      • Hahahah, itu yang bilang siapa Kak? 😀
        Belum pernah coba pegang hapenya dia pasti 😀

        Aku udah setaun pake, dan gejala lag segala macem tuh jarang. Kalopun misal agar rewel (yang semua hape pasti ada masanya rewel), tinggal hapus cache dan semua kembali normal. Kalo soal apps bawaan, ah nggak se-serem itu juga kok. Hapeku udah install berbagai apps, tapi memory baru kepake sekitar 5 GB’an. Jadi masih aman bangeeettt

    • Tenang aja, laser autofokus nya itu adalah sistem fokus utama. Kalopun nggak memungkinkan, dia masih bisa pake fokus dengan metode “tradisional” yaitu pake contrast detection, seperti hape pada umumnya. Tapi yaa fokusnya jadi nggak secepat normalnya. Jadi aman lah 🙂

  3. sya mau beli asus selfi hasil kamera dpan gimana kalau mlam hari bnyak noeis’nya gx tros msalah battry gmana kw data sller aktif tros than brapa jam…

  4. Mau minta pencerahan nih min. Quw baru ja beli baru ni hp. Kok pas touchscreen’nya d.tahan layarnya getar ya. Itu normal atau gx.? Thanks..

  5. Mau tanya dong kenapa ya kalo buat main instagram pasti lemot lama2 geraknya sulit trs sering instagram telah berhenti… tapi kalo urusan download dll lancar baik2 aja…
    Apa ada mode hemat ya di asus selfie ini?

  6. mas mau nanya dong kamera depan saya klo pke flash akhir2 ini koq malah error sekali jepret foto malah gak ke simpen pas kembali ke kamera lagi malah macet gak bisa selfie2an, kira2 kenapa yah mas musti gimana ?

  7. Baru beli selfie akhir thn 2016 tp sayang setelah dicoba pertama kali ada beberapa zenmotion yg tidak berfungsi pdahal sudah di ON kan semuanya 😁 itu knp ya kira2 mas bocah?

LEAVE A REPLY