Pengalaman Terbang Bersama Pesawat Garuda Indonesia

Pengalaman Terbang Bersama Pesawat Garuda Indonesia

2506
0
SHARE

Pengalaman Terbang Bersama Pesawat Garuda Indonesia – Pertama kali naik pesawat Garuda Indonesia itu sekitar tahun 2012 kalau gak salah, dengan tujuan penerbangan Denpasar – Jakarta, dan sejak itu barulah aku bisa memaklumi kenapa banderol harga tiket yang ditawarkannya agak diatas rata-rata.

Oh, pantesan harganya agak mahal. Ternyata begini toh service nya…

Yup, Garuda Indonesia memang terkenal dengan harga tiketnya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan maskapai lokal lainnya di kelas ekonomi, sehingga sebagian calon penumpang agaknya berpikir 2x untuk memilih maskapai yang satu ini. Mungkin sebagian dari mereka akan berpikir seperti ini:

“Apa sih istimewanya Garuda Indonesia? Kok harga tiketnya sampe mahal begitu?”

Pengalaman naik garuda indonesiaDan harus diakui bahwa sebelumnya akupun berpikir demikian. Hihihi 😀 Ternyata memang ada cukup banyak orang yang penasaran akan hal itu, namun karena enggan untuk bertanya, maka rasa penasaran itu pun hanya di simpan saja. Nah untuk menjawab rasa penasaran dari para calon penumpang, di posting kali ini aku ingin membuat sebuah review alias berbagi pengalaman setelah beberapa kali terbang bersama maskapai Garuda Indonesia. Yuk langsung di simak!

Ketepatan Waktu

Hal pertama yang dipertimbangkan sebelum memilih maskapai penerbangan adalah soal ketepatan waktu dari penerbangannya. Saat pertama kali dulu, memang tidak ada keterlambatan yang terjadi sehingga keberangkatan dan kedatangan bisa sesuai jadwal. Tapi waktu itu aku berpikir “ah mungkin kebetulan aja lagi on time, baru juga pertama kali. Coba kita liat di penerbangan selanjutnya nanti!”

Dan ternyata memang setelah beberapa kali aku menggunakan service dari Garuda Indonesia, maskapai ini lebih sering tepat waktu. Yap, sering, yang artinya ia juga tak luput dari kata delay alias keterlambatan atau penundaan. Tapi, dari yang ku perhatikan sih keterlambatan yang terjadi lebih sering ke masalah non teknis seperti misalnya hambatan cuaca atau terlalu padatnya lalu lintas udara di Bandara yang bersangkutan.

2 hal itu pernah terjadi berturut-turut saat aku terbang dari Yogyakarta ke Jakarta (bolak balik), yang juga pernah ku tuliskan sebelumnya pada posting berjudul Penerbangan yang penuh drama. Boleh donk ya aku cerita sedikit soal kejadian tersebut. Yang paling aku ingat, saat itu kami terbang dari Jakarta dan sudah sampai di Yogyakarta, namun karena padatnya lalu lintas udara di Bandara Adi Sucipto (karena ada kegiatan militer), maka pesawat belum bisa mendarat sehingga harus berputar-putar terlebih dahulu diatas langit Jogja. Asik ya, keliling kota naik pesawat! Hihihi 😛

Cukup lama kami terbang diatas langit Jogja, ternyata kemudian ada badai yang datang sehingga tak memungkinkan untuk mendarat. Dan ya, kami masih harus menunggu lagi. Belum juga mendapat kepastian untuk mendarat, akhirnya pilot menerbangkan pesawat menuju Bandara Juanda, Surabaya untuk “transit” karena bahan bakar sudah menipis. Yang membuat kami jauh dari rasa kecewa adalah, ternyata pihak Garuda memperbolehkan kami untuk mengambil hidangan yang tersedia (yang sepertinya bukan disiapkan untuk kami) di ruang tunggu, karena memang kami semua sudah dalam keadaan lapar.

Iya, artinya mereka masih mau untuk memberikan sedikit kompensasi atas sesuatu yang sebenarnya bukan kesalahan mereka. Ini jelas merupakan sebuah nilai lebih untuk mereka, karena mau mengerti keadaan konsumen sekaligus juga menjaga reputasi mereka.

Di lain kasus, beberapa pesawat yang akan ku tumpangi pernah mengalami penundaan penerbangan karena terjadi masalah pada pesawat. Tetapi yang membuatku terkesan adalah, kami para penumpang tak perlu menunggu terlalu lama untuk itu, dan jika diperlukan, mereka biasanya akan menghadirkan pesawat pengganti yang bisa disediakan dalam waktu tak sampai 1 jam (bahkan mungkin tak sampai 30 menit). Penanganan masalah yang baik itu jelas sangat berarti bagi penumpang, karena dapat menghindarkan penumpang untuk menunggu penerbangan tanpa kejelasan.

Cabin

Satu lagi keistimewaan dari Garuda Indonesia adalah ruang duduk di kabin yang lega, khususnya pada ruang untuk kaki. Perjalanan pun akan terasa semakin nyaman karena kaki bisa lebih leluasa untuk bergerak. Sebagian pesawat (di kelas ekonomi) bahkan menyediakan fitur hiburan di tiap tempat duduk berupa layar agar penumpang dapat memainkan beberapa media yang tersimpan disana. Sayang, aku belum pernah sekalipun mencoba fitur hiburan ini karena lebih suka melihat pemandangan diluar jendela.

Sebagian pesawat lain hanya dibekali dengan beberapa panel layar di bagian atas agar dapat menyaksikan video hiburan yang diputar oleh crew.

Staff / Pramugari

Aku suka sekali dengan penampilan dari pramugari di maskapai Garuda Indonesia. Bukan cuma ramah, penampilannya yang sopan dengan pakaian yang mencerminkan budaya Indonesia juga membuat mereka nampak mempesona #haish. Untuk staff mereka yang lain, sepertinya juga sudah cukup baik untuk melayani pelanggan.

Lainnya

Garuda Indonesia juga menawarkan service dengan menyediakan makanan di setiap penerbangan, yang maka makanan tersebut biasanya akan dibagikan setelah terbang selama kurang lebih 60 menit. Sedangkan jika kita mengambil rute penerbangan yang membutuhkan waktu tempuh yang singkat, crew akan memberikan snack berupa roti dan kawan-kawannya.

Asiknya, jika kita terbang saat bulan Ramadhan (yang mengharuskan umat muslim untuk berpuasa), makanan yang disediakan itu boleh dibawa pulang loh! Entah apakah hal itu hanya berlaku di bulan Ramadhan saja atau tidak.

Akhir kata…

Aku rasa, service yang diberikan oleh Garuda Indonesia sudah sangat sesuai dengan harga yang dibanderol. Bahkan, kurasa service itu sudah melampaui harapan. Bukan hanya soal kabin yang lapang, disediakannya makanan, atau pramugarinya yang cantik saja, tetapi juga lebih kepada bagaimana mereka memberikan service yang baik untuk menangani masalah yang ada sekaligus juga untuk menjaga reputasi mereka sendiri.

Khususnya soal waktu, yang mana mereka dapat meminimalisir waktu penundaan penerbangan, dan ini jelas sangat baik bagi mereka yang pergi untuk urusan bisnis. Namun rasanya hal ini juga tak kalah penting bagi mereka yang bepergian untuk urusan traveling, karena jika terjadi keterlambatan tentu akan mengurangi jatah waktu untuk traveling dan bisa merusak mood kita, bukan?

BACA JUGA : Etika berkunjung ke tempat wisata

Dan berdasarkan pengalamanku yang pernah terbang bersama hampir semua maskapai lokal, menurutku Garuda Indonesia adalah yang terbaik dari semuanya, meskipun agaknya harga tiket yang ditawarkan memang sedikit lebih memberatkan anggaran. Tapi percaya deh, masih mending harus bayar lebih daripada harus kehilangan waktu berharga untuk traveling karena delay (apalagi hingga 4 jam tanpa kejelasan) hanya karena kurang baiknya penanganan terhadap masalah. Itu tuh beneran bikin sakit hati banget deh! (hihihi maaf ya, curhat dikit 😛 ) Oke, kurasa cukup sekian dulu bahasan kali ini. Semoga bisa bermanfaat yaa 😀

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY