Traveling Terasa Membosankan? Mungkin Ada Yang Salah Dengan Ini

Traveling Terasa Membosankan? Mungkin Ada Yang Salah Dengan Ini

989
0
SHARE

Traveling Terasa Membosankan? Mungkin Ada Yang Salah Dengan Ini – Musim liburan sudah tiba, akupun memutuskan untuk menghentikan aktivitasku selama beberapa hari demi mengisi waktu libur, dengan harapan agar pikiranku dapat kembali fresh karena telah menyempatkan diri untuk bersenang-senang. Kebetulan, beberapa saudara dan teman punya agenda untuk mengisi liburan dengan mengunjungi berbagai tempat wisata, dan tentu saja aku yang seorang jalan-jalan lover ini tertarik untuk ikut.

Sayangnya, aku merasa liburan kali ini sungguh sia-sia belaka karena tidak sesuai dengan harapan sehingga sukses menghancurkan mood liburanku, dan akupun memutuskan untuk mengakhirinya lebih awal. Padahal kami mengunjungi tempat yang sebenarnya cukup bagus untuk dijelajahi, namun karena satu dan lain hal, aku merasa acara jalan-jalan yang aku lakukan terasa sangat membosankan dan sama sekali tidak berkesan.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku merasakan hal ini (kebosanan) ketika melakukan traveling, karena sebelumnya pun aku pernah beberapa kali mengalaminya hingga kemudian aku dapat menyimpulkan sesuatu dari pengalamanku tersebut. Nah, bagi kamu yang juga merasa liburan atau acara traveling mu terasa membosankan, kurang greget atau tidak berkesan, hal-hal yang aku sebutkan dibawah ini bisa jadi merupakan penyebab utamanya :

1. Niat

Yang pertama dari semua tentu saja adalah niat. Kamu mengunjungi tempat wisata itu untuk apa sih? Untuk jalan-jalan menikmati keindahan alam, atau sekedar berfoto selfie di tempat itu untuk mendapatkan banyak like di social media?

BACA JUGA : Pengalaman menggunakan ASUS Zenfone Selfie

Mereka yang niatnya bukan untuk menikmati alam biasanya lebih cepat merasa bosan dengan tempat tertentu. Seperti misalnya mereka yang mengunjungi suatu tempat hanya untuk berfoto agar mendapatkan banyak like. Setelah selesai foto narsis… Yaudah, gitu aja.. Biasanya bakalan langsung pulang atau pindah ke tempat lain karena alasan untuk kesana sudah terpenuhi.

Aku sangat yakin mereka tidak benar-benar bisa menikmati kunjungan mereka karena mereka lebih sibuk berpose untuk foto daripada menikmati tempat yang mereka kunjungi. Tapi, sebenernya gak salah sih foto-foto di tempat wisata, yang salah yaa itu tadi, niatnya. Aku pun sering berfoto di tempat wisata, meskipun lebih sering dalam foto tersebut aku tidak mengambil gambar diriku sendiri, tetapi untuk mengabadikan keindahan yang aku lihat.

Dan biasanya, aku lebih sibuk untuk memperhatikan sekeliling untuk menikmati tempat yang aku kunjungi, sehingga aku tidak mudah bosan ketika mengunjungi suatu tempat wisata. Dan buat kamu yang sudah terlanjur demam selfie, gak masalah kalo kamu mengunjungi suatu tempat dan berfoto selfie disana. Tapi alangkah baiknya jika kamu meluangkan waktu lebih lama untuk memperhatikan sekeliling, agar kunjunganmu terasa lebih berkesan. Coba deh!

Oia hampir lupa, kamu juga mesti tau etika yaa ketika kamu pergi berkunjung ke suatu tempat. Jangan sampai hanya karena ingin mendapatkan foto yang bagus, kamu sampai harus menginjak-injak tanaman sehingga membuatnya rusak. Itu sama sekali gak keren!

2. Males Gerak

Niatnya sih udah bener, untuk menikmati alam. Tapi kalo kamu males gerak, yaa sama aja, acara jalan-jalanmu bakal terasa membosankan! Sama seperti orang yang pengen kurus, tapi males olahraga, udah gitu nyemilnya gak kira-kira pulak! Hadeehh.. Etapi ini bukan lagi bahas soal diet sih yaa, hehehe. Yaudah, kita kembali ke topik.

Selama kamu males gerak, kamu gak akan menemukan sesuatu yang baru dan istimewa dari tempat yang kamu kunjungi. Karena biasanya, kita mesti memperhatikan hal-hal kecil yang terdapat di sekeliling untuk dapat menikmati aktivitas jalan-jalan. Apalagi kalau tempat yang dikunjungi itu lumayan luas, ya bakal rugi banget lah kalo kamu kesana cuma buat duduk di satu spot dan makan, terus pulang. Serunya di bagian mana coba?

3. Partner

Yang ini juga bakal mempengaruhi tingkat keseruan dari acara jalan-jalan yang kita lakukan. Niat kita udah oke, jiwa nge-bolang pun punya, tapi kalo kamu bawa partner / temen yang males gerak dan tukang ngeluh…. Yakin deh, perjalanan bukan cuma bakal membosankan aja, tapi bisa-bisa malah menimbulkan kekesalan tersendiri! Iya, aku pernah mengalaminya beberapa kali.

Partner yang gak punya jiwa ngebolang bukanlah travel mate yang baik kalo menurutku. Apalagi kalo ditambah dia itu males gerak dan tukang ngeluh, sudah jelas dia harus di coret dari daftar calon travel mate untuk perjalananmu berikutnya. Diajak kesini, gak mau, diajak kesitu, gak mau, baru dateng, udah minta pulang. Terus gunanya pergi jalan-jalan tuh buat apa? Kadang ada juga yang gak mau diajak untuk eksplor satu tempat lebih jauh atau untuk sekedar memperhatikan sekeliling lebih lama. Maunya cepet-cepetan aja, yang penting udah mampir.

Padahal yang cepet-cepet itu kan gak enak ya, jadinya gak brasa! Apalagi untuk urusan “refreshing”. Maksudnya yaa jadi gak berkesan atau gak seru gitu. So, kalo kita pengen acara liburan dan jalan-jalan terasa berkesan dan menyenangkan, kita mesti selektif untuk memilih partner atau travel mate.

4. Planning Kurang Baik

Nah yang terakhir ini juga gak kalah pentingnya. Emang sih, suatu perjalanan yang kurang terencana dengan baik tuh kadang malah bikin perjalanan jadi lebih seru. Seperti misalnya aku yang sering nyasar waktu ngebolang sendirian dengan tujuan yang tak jelas. Aku jadi bisa menemukan banyak hal-hal yang baru, atau bahkan menemukan tempat yang baru.

Tapi sering juga planning yang kurang baik bisa menghancurkan mood kita. Misalnya kurang akuratnya informasi yang kita terima dari tempat yang ingin kita kunjungi. Aku pernah mengalami hal seperti ini:

Aku berencana untuk mengunjungi satu tempat bersama seorang teman, ia berkata bahwa perjalanan menuju kesana tidaklah jauh dan hanya butuh waktu sekitar 1 jam saja. Nyatanya? Hahahah, satu jam dari mana? Lha wong udah gaspol dengan kecepatan rata-rata 80 – 95 km per jam aja ternyata butuh waktu hampir 3 jam! Aku yang berencana mampir kesana sambil menikmati sunset pun harus kecewa karena ternyata setelah sampai, matahari sudah hampir tak nampak.

Aku yang terlanjur kecewa pun langsung bergegas kembali kerumah karena merasa telah melakukan perjalanan yang sia-sia. Hahahah, ngeselin sumpah! Dari sana aku baru sadar kalau ternyata perencanaan yang baik juga perlu ketika kita ingin traveling. Jangan sampai kita melakukan perjalanan jauh yang sia-sia seperti yang pernah aku alami tadi.

Sediakan waktu yang lebih, agar kita bisa merasa lebih tenang untuk menikmati sekeliling tanpa merasa seolah dijekar waktu, yang nantinya akan membuat kita ragu untuk melakukan eksplorasi lebih jauh dari tempat yang kita kunjungi. Dan kalau saranku sih, akan lebih baik jika dalam sehari kita mengunjungi tidak lebih dari 3 tempat (aku biasanya maksimal 2 tempat dalam sehari), karena waktu akan banyak terbuang di perjalanan.

Nah itulah beberapa hal yang bisa menyebabkan traveling terasa membosankan versi Mas Bocah. Dan aku ingin mengingatkan bagi kamu yang berniat untuk mengunjungi tempat wisata, DIMANAPUN untuk tetap menjaga tempat tersebut dan jangan sampai merusaknya. Jangan sampai tempat yang tadinya indah menjadi rusak karena ulah segelintir orang yang meninjak-injak tanaman, mencoret-coret atau membuang sampah sembarangan.

BACA JUGA : Etika berkunjung ke tempat wisata

Jadi, kamu pernah mengalami yang mana aja nih?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY