Home Objek Wisata Fenomena Alam Gerhana Matahari Di Indonesia 2016: Langka Dan Berharga

Gerhana Matahari Di Indonesia 2016: Langka Dan Berharga

1051
0
SHARE

Gerhana Matahari Di Indonesia 2016: Langka Dan Berharga – Lokasi dimana kita bisa melihat gerhana matahari total yang diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 9 Maret 2016 nanti berada di sekitaran wilayah Palembang, Bangka Belitung, Tanjung Pandan, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk dan Ternate. Untuk lebih jelasnya, coba deh kamu intip gambar dibawah ini. Area yang dilewati oleh garis berwarna hitam adalah lokasi dimana gerhana matahari total bisa disaksikan.

Jadi, beruntunglah kamu yang tinggal di wilayah yang “dilewati” oleh gerhana matahari total, karena tidak semua orang yang tinggal di Indonesia dapat melihat langsung fenomena alam tersebut. Apalagi fenomena ini termasuk sangat langka, maka jangan heran jika ada banyak sekali orang yang ingin melihatnya secara langsung.

Nah besarnya minat masyarakat lokal dan interlokal internasional untuk menikmati fenomena ini, bisa jadi merupakan sebuah peluang yang sangat baik untuk mempromosikan Indonesia, khususnya bagi masing-masing daerah sebagai destinasi wisata alternatif yang bisa dinikmati di Indonesia. Sebesar apa sih “manfaat” yang bisa diambil?

Membuka Mata Dunia Bahwa Indonesia Itu Kaya Akan Destinasi Wisata

Seperti yang kita tau, Indonesia itu bukan hanya luas, tapi juga indah! Dan keindahannya itu tersebar hingga pelosok nusantara. Sayangnya, masih sedikit sekali calon wisatawan asing yang mengenal destinasi wisata yang berada di pelosok negri tersebut. Hal itu karena minimnya informasi mengenai lokasi yang bersangkutan, sehingga kurasa sangat wajar jika orang asing kurang mengenalnya. Ibarat kata, tak kenal maka tak sayang. Jadi supaya kamu sayang sama aku, kita kenalan dulu yuk! :))))

Nah fenomena yang sangat langka ini bisa menjadi momen yang tepat untuk lebih mengekspos keindahan Indonesia, khususnya di area yang dilewati oleh bayangan bulan, dimana gerhana matahari total dapat disaksikan secara langsung. Kenapa momen ini istimewa? Karena yaa itu tadi, ada banyak sekali calon wisatawan lokal dan mancanegara yang tertarik untuk menyaksikan gerhana matahari total, sedangkan fenomena ini hanya bisa dilihat secara langsung di tempat tertentu saja.

Sehingga, hal itu akan menarik calon wisatawan untuk mendatangi tempat-tempat yang dimaksud. Dan setelah mampir, mereka yang tadinya tidak tau akan menjadi tau atau mengenal bagaimana kerennya tempat yang mereka datangi itu, kan? Dan kalau mereka suka, bisa saja mereka akan datang lagi untuk berkunjung, atau bahkan mungkin merekomendasikan tempat tersebut kepada teman-temannya sehingga akan semakin banyak orang yang berminat untuk datang. See? Ada chain reaction disana.

Hal Yang Perlu Diperhatikan

Tapi…. Ada tapinya nih. Untuk bisa mendapatkan chain reaction seperti yang sudah ku jelaskan diatas, tentu dibutuhkan beberapa persyaratan atau strategi yang mesti dijalankan agar mendapatkan hasil yang diharapkan.

1. Infrastruktur Dan Kebersihan

Mempermudah akses untuk menuju lokasi-lokasi tertentu, jelas bakal sangat membantu bagi para wisatawan. Tujuannya sudah jelas, agar mereka yang datang berkunjung dapat dengan mudah untuk berpindah dari satu spot ke spot lainnya. Hal lain yang tak kalah penting adalah soal kebersihan.

Suatu tempat wisata akan terlihat sempurna jika kebersihannya terjaga. Dan harus diakui bahwa hal sepele ini yang biasanya sulit kita temukan di negara kita. Tempat indah, tapi jorok, kotor penuh sampah, siapa yang betah? Apalagi kalau keindahannya itu sampai dirusak karena terinjak-injak atau karena hal lain. Jelas, wisatawan bakal kapok untuk datang kesana dan malas untuk datang kembali.

BACA JUGA : Etika berkunjung ke tempat wisata

Dan ini juga perlu dicatat, bahwa masalah kebersihan ini bukan hanya tanggung jawab dari “pemerintah”, tapi tanggung jawab kita semua, sebagai tuan rumah ataupun sebagai pengunjung. Jangan cuma karena kamu merasa sudah membayar sehingga kamu merasa berhak dan bisa melakukan hal seenaknya di tempat wisata termasuk nyampah dan menginjak-injak tanaman, atau hal-hal lain yang sifatnya merusak!

2. Promosikan Daya Tarik Andalan

Melakukan promosi tujuannya adalah untuk memperkenalkan apa yang belum diketahui oleh orang asing, agar mereka tertarik untuk mengetahuinya. Nah, daya tarik dari masing-masing daerah tentu sangat beragam, mulai dari objek wisata alam yang indah, objek bangunan yang unik, atau mungkin wisata budaya dan sesuatu yang berhubungan dengan seni.

Yup, seperti yang sudah ku sebutkan tadi, tak kenal maka tak sayang. Dan dengan melakukan promosi, kita seakan dapat memberitahu pada mereka bahwa “hey, kita punya ini loh! Yakin kamu gak mau mampir kesini?”. Tanpa promosi, kita tidak akan dapat memaksimalkan potensi wisata yang ada. Nah setelah wisatawan mengenal apa yang “kita” miliki, maka mereka jadi punya alasan untuk menyukainya.

Promosi yang dilakukan bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari menggelar event, hingga memasang iklan untuk mempromosikannya. Iklan pun ada banyak jenisnya, mulai dari banner, iklan di TV, hingga iklan di website dan blog tertentu untuk menarik perhatian calon wisatawan. Apalagi kan sekarang ini hampir semua orang mampu memanfaatkan internet, dan rata-rata wisatawan lebih memilih untuk membaca artikel-artikel online di blog untuk mencari referensi, sehingga promosi macam ini bisa sangat efektif. Mau promosi di blog Mas Bocah juga bisa kok. Hihihi 😛

Namun ada baiknya pula jika yang berwenang memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung untuk tempat wisata tertentu, karena jika terlalu banyak wisatawan yang datang, maka akan sangat rawan terjadi kerusakan yang justru akan merugikan.

3. Hindari Untuk Membuat Tamu Kecewa

Nah kalau ingin para wisatawan betah, usahakan untuk menjauhkan mereka dari kekecewaan. Kekecewaan yang dimaksud bisa datang dari berbagai hal. Mulai dari tempat yang kotor dan jorok, penduduk yang kurang ramah, hingga pedagang yang terlalu agresif. Iya, siapa yang betah kalau sudah begitu?

Aku pernah beberapa kali dibuat kecewa karena ketika aku baru datang mengunjungi suatu tempat, beberapa pedagang kemudian datang menghampiri, dan memaksa (bukan menawarkan, tapi memaksa) untuk membeli barang dagangannya. Jelas, ini membuatku jadi merasa tidak nyaman dan jadi tidak bisa menikmati tempat yang ku kunjungi tersebut. Dan perilaku seperti itu secara tidak langsung telah membuatku merasa terusir dari tempat itu sehingga akupun memutuskan untuk segera pergi lagi.

Kalau sudah seperti itu gimana? Pengunjung akan merasa kapok dan malas untuk mendatangi tempat itu lagi. Yang lebih buruk? Mereka bisa saja tidak merekomendasikan tempat tersebut bagi teman-temannya. Jadi, usahakan untuk menghindari hal-hal seperti ini yaa..

Akhir Kata…

Nah jika ketiga syarat sederhana tadi sudah terpenuhi, maka aku yakin kita bisa memaksimalkan momen gerhana matahari total yang amat sangat langka ini untuk lebih memperkenalkan serta memajukan pariwisata Indonesia. Jadi, rugi banget deh kalau sampai momen ini tidak dimaksimalkan.

Sumber gambar : Lapan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here