Home Random / Opini Etika Berkunjung Ke Tempat Wisata Versi MasBocah

Etika Berkunjung Ke Tempat Wisata Versi MasBocah

3218
3
SHARE

Etika Berkunjung Ke Tempat Wisata Versi MasBocah – Belakangan ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku. Bukan soal bayang-bayang mantan atau senyuman manis dari gebetan, tapi soal fenomena pecinta alam abal-abal yang makin hari makin banyak dan mengkhawatirkan.

Mengkhawatirkan gimana sih? Itu loh, kamu tau kan baru-baru ini netizen dihebohkan oleh postingan dari Hesti Sundari yang meng-upload foto narsis nya. Masalahnya sih bukan penampakan yang ada di fotonya, tapi captionnya itu loh, yang sepertinya diketik dengan jari ketika otaknya sedang diletakkan di dekat jamban. Apa, kamu gak tau? Nih aku kasih potonya :

Sumber gambar : Pertamax 7

Bukannya gimana-gimana, tapi yaa sakit hati aja gitu bacanya. Oke, kita kembali ke topik. Sebenernya mbak itu bukan yang pertama, apalagi satu-satunya orang yang merusak alam, tapi masih ada banyak sekali anak-anak alay yang melakukan hal tersebut hanya supaya postingannya banyak yang nge-like.

Iya, tujuan mereka mengunjungi tempat indah itu bukan karena mereka “pecinta alam” atau bukan juga untuk menikmati alam, tapi tujuan utamanya adalah untuk membuat mereka makin eksis di socmed berkat foto yang mereka pamerkan. Nggak salah sih memang, sah-sah aja kok kamu mau foto dimana juga itu nggak ada yang ngelarang. Mau foto berenang di lava pijar kek, atau foto pas lagi dikunyah buaya, itu sah-sah aja.

Yang salah adalah cara kalian memperlakukan alam! Kalian pasti demen kan kalo liat pemandangan yang asri, bersih, dan indah, iya kan? Tapi kenapa kalian merusaknya? Kenapa kalian menginjak-injaknya? Kenapa kalian membiarkannya hancur karena ulah kalian sendiri? Seharusnya, kalo kalian memang pecinta alam, kalian akan menjaga tempat itu seperti apa adanya tanpa merusaknya. Tindakan yang merusak itu termasuk memetik, menginjak, atau bahkan membuang sampah di tempat itu.

Menanggapi soal kerusakan yang terjadi, ada seseorang yang sangat bijak menanggapi hal ini. Beliau ini sepertinya sudah sangat berpengalaman soal hal rusak-merusak hingga menganggap kerusakan adalah hal yang biasa. Orang bijak itu adalah Ervan Bambang, dan berikut adalah kata-kata bijaknya:

Sumber gambar : Pertamax 7 juga

Iya sih, mungkin memang tempat itu indah hingga mengundang banyak pengunjung. Tapi, hey, kalo para pengunjung yang datang itu PUNYA KESADARAN untuk tidak menginjak bunga, seharusnya kerusakan bisa dihindari donk ya? Dan seperti yang aku sebut diatas, kalo memang niatnya untuk menikmati alam, yaa kalian pasti bakal menikmatinya aja, gak perlu foto-foto juga gapapa kan? Kalaupun mau foto, di pinggirannya aja bisa kan? ITU KALO NIATNYA BENERAN MENIKMATI ALAM LOH YA. Nyatanya, yang dateng kesana kebanyakan cuma orang narsis yang haus like dan eksistensi di jagad maya.

  • B : Kerusakan itu sudah biasa, tak perlu dibuat saling hujat. Itu sudah konsekuensi dari banyaknya pengunjung #BambangQuotes
  • A : Eh mas, BTW itu adeknya cakep deh
  • B : Adek yang mana? Itu cewe gue!
  • A : Amasa sih? Yakin mas, udah diakui? Bukan kakak adek Zone?
  • B : Kampret! Kenapa emangnya hah?!
  • A : Anu mas, adeknya, eh, cewe nya cakep ya, sini boleh aku tikung gak? Mau tak jamah rame-rame..
  • B : Kurang ajar lu! Itu cewe gue, jangan dirusak!
  • A : Tadi katanya “Kerusakan itu sudah biasa”, tapi kok masnya protes cewe nya mau tak rusak?
  • B : Yakan ini cewe gue!
  • A : Yaa itu kan sudah konsekuensi karena dia cakep, jadi banyak yang minat. Sesuai dengan kata-kata bijak yang mas posting..
  • B : Ya nggak bisa gitu, enak aja mau dirusak!
  • A : Berarti kata-kata sok bijak mas tadi itu bener, atau salah?

Kira-kira seperti itulah gambaran betapa pendeknya pemikiran untuk melontarkan kata-kata bijak tadi. Mereka yang masih labil memang cenderung seperti itu, selalu saja mencari pembenaran atas kesalahannya, yang artinya dia berusaha lari dari tanggung jawab. Hih, ati-ati loh buat yang lagi deket ama dia, bunga aja diinjek-injek, apalagi harga diri kamu? #eh

Hehe, sorry, yang terakhir itu gak serius yaa, cuma ungkapan kejengkelanku aja. Dan ada satu lagi pembelaan dari anak labil tentang masalah bunga tersebut. Janji deh, ini yang terakhir sebelum aku masuk ke poin utama! Nih skrinsotnya :

Mbak-mbak yang punya nick name Riany Putri Chaisar ini merasa kita (khususnya buat yang punya bunga) gak berhak buat marah karena dia udah bayar 5000 rupiah. Jadi dengan membayarkan uang (yang nominalnya tidak banyak) itu kamu merasa bebas untuk ngelakuin apa aja termasuk nginjek-nginjek bunga, gitu? Sini deh neng, berarti boleh donk yaa aku injek-injek harga dirimu, kan nanti aku bayar. Apa, mau marah? Yaa kamu gak berhak donk! *jengkel sumpah*.

Bingung memilih jalan untuk dilewati? Emang harus banget ya bela-belain ke tengah sampe harus nginjek-injek gitu? Mau foto? Dari pinggiran gabisa ya mbak? Hadeeehhh.. Bentar, meredakan emosi dulu yaa.. Fffiiiiuuuuhhhh

Jadi gini loh mbak-mbak dan mas-mas sekalian yang butuh pencerahan, kita harusnya mikir lagi, kita mau mengunjungi tempat wisata itu buat apa sih? Refreshing, atau cuma buat eksis di socmed doank? Entah apa tujuanmu, itu sah-sah aja sih. Tapi tolong, tau etika lah yaa. Kalo memang kamu kagum sama tempat yang kamu kunjungi, seharusnya kamu ikut menjaganya, bukan ikut merusaknya. Caranya gimana? Tenang, kamu gaperlu pake seragam satpam kok buat ngejagainnya.

Yang harus kamu lakukan yaa itu tadi, cukup nggak ikut-ikutan merusaknya. Hal-hal yang bersifat merusak itu seperti mencorat-coret, memetik, menginjak (sesuatu yang ringkih, seperti tumbuhan) atau bahkan mungkin membuang sampah sembarangan.

Kamu boleh aja kok mendaki gunung 20.000 mdpl dengan membawa kertas yang diisi tulisan gombal terus difoto, asal kamu nggak menjadikan gunung sebagai tempat sampah. Pikir lagi deh, emangnya seneng gitu kamu ngeliat gunung penuh sampah? Pasti kamu bakal males kan buat mengunjunginya? Yaa makanya jangan nyampah disana! Sesimpel itu kok.

Sama kasusnya kek taman bunga tadi. Kamu pasti males kan kalo ngeliat taman bunga yang udah pada layu dan remuk karena diinjek-injek? Apa yang mau di liat coba? Ya makanya jangan ikutan merusak! Mau foto? Aku rasa di pinggir pun juga bisa, iya kan? Tolong, tanamkan mind set seperti itu di otakmu (itupun kalo kamu punya), supaya kamu bisa lebih bijak ketika mengunjungi suatu tempat. Jangan sampe kamu ngerusak alam cuma demi eksistensi di socmed. Hey, itu gak ada gunanya!

Kamu cuma akan mendapatkan like / love / pujian, udah itu doank, gak ada lagi! Kalo tempatnya bagus, dan terjaga, pasti kamu bakal seneng kan dateng ke tempat yang sama berkali-kali? Iya, aku yakin itu. Dan kalau semuanya sudah rusak, kamu mau refreshing dimana lagi, coba? Pikirkan soal itu.

Kalau kamu benar-benar mencintai alam, maka kamu akan mengerti bagaimana jengkelnya diriku kepada kamu-kamu yang seenaknya menganggap bahwa kerusakan itu adalah hal yang biasa. Sekarang coba kamu bayangin :

Kamu punya anak cewek, kamu sayangi dia dan kamu rawat dia mulai dari dia masih ingusan hingga sekarang tumbuh dewasa dengan cantiknya. Lalu kemudian ia dengan bejatnya “dirusak” oleh laki-laki tak bertanggung jawab. Gimana perasaanmu?

Sakit kan ngeliat apa yang kamu sayangi kemudian dengan seenaknya dirusak oleh orang? Makanya, sekali lagi, tolong jangan dirusak! Dan buat kamu yang mungkin menemukan tempat yang bagus dan jarang dikunjungi, silahkan aja posting fotonya di social media, tetapi tolong JANGAN SEBARKAN DIMANA LOKASINYA. Aku takut bila nantinya tempat itu akan menjadi korban akibat kecantikannya sendiri. – Masbocah

3 COMMENTS

  1. Aunque algunos mecates los hacen con fibras de maguey, el material que noalnmmerte se utiliza para elaborarlos viene de una planta llamada henequen que es una planta parecida a una plamera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here