Home Objek Wisata Nature Plawangan Jogja, Back To Nature

Plawangan Jogja, Back To Nature

673
0
SHARE

Plawangan Jogja, Back To Nature – Sebelum nulis aku pengen nyanyi dulu ah..

So many days have passed since i proclaimed my independence, my mission, my aim, and my vision. So secure content to live each day just like the last i was sure i knew that this was not for me, and i wanted so much more. Far beyond what i could see..

Itu sepotong syair yang ku ambil (dan sedikit ku ubah) dari lagunya Dream Theater yang judulnya Octavarium. Potongan syair itu ku ambil karena ku anggap cocok untuk menggambarkan kegalauanku saat ini. Tapi bukan galau karena ke-jomblo-an ku ya, BUKAN! Ini lebih ke hidupku. Iya, sekarang ini udah lama banget sejak aku “memproklamasikan” bahwa aku akan mengambil jalan hidupku sendiri dan memutuskan untuk pergi jauh dari keluarga agar bisa hidup lebih mandiri dan menjalankan misi-misi yang sudah ku buat sendiri sebelumnya.

Tapi apa? Aku malah terlena dengan kebebasan, terjebak dalam keadaan yang seharusnya bisa ku hindari dari awal, dan akhirnya sekarang semua berantakan. Memang, tidak ada yang harus disalahkan kecuali diriku sendiri. Dan sekarang aku berniat untuk memperbaiki semua, memulai semuanya dari awal lagi. Tapi pikiranku rasanya terlalu jenuh dengan hal-hal yang seharusnya tidak aku pikirkan.

Minggu pagi itu, aku pengen banget menenangkan diri. Dan aku putuskan untuk pergi ke Kaliurang untuk “berjalan-jalan” ke puncak bukit Plawangan bersama dengan seorang temanku. Sebelumnya memang aku pernah pergi kesana dan ku tuliskan di blog ku yang lain. Memang pemandangannya gak terlalu istimewa, tapi yang ku sukai adalah proses untuk menuju kesana dimana aku bisa menemukan suasana yang tenang, jauh dari hingar-bingar dan tentu saja aku jadi bisa melihat alam lebih dekat. I love nature! ❤

Biasanya pengunjung lain akan menyerah dan berbalik arah untuk kembali setelah melalui separuh jalan, tapi sepertinya hari ini sedikit berbeda. Aku justru menemukan beberapa rombongan yang berjalan perlahan di depanku ketika sudah hampir mencapai puncak.

Singkat cerita, tidak lama kemudian kami sampai juga di puncaknya. Yay! Tapi sayang, cuaca tidak terlalu cerah sehingga pemandangan di sekelilingnya tidak terlalu nampak. Bahkan gunung merapi yang berada di sebelahnya pun tidak terlihat karena tertutup kabut. Beberapa rombongan lain mulai menyusul kami di puncak dan.. Hujan menyambut kedatangan mereka. Puncak bukit itu terasa sempit untuk kami, apalagi hampir tidak ada tempat untuk berteduh kecuali di bawah solar panel yang ada disana.

Eh ada yang sadar kamera tuh. Hihi

Namun hujan itu tidak berlangsung lama dan kami pun bisa bergerak lebih bebas setelahnya. Tentu saja kesempatan itu tidak di sia-siakan, mereka yang tadinya sibuk mencari tempat teduh sekarang justru sibuk berpose untuk foto bersama. Bahkan ada satu orang sebut saja namanya Panji (bukan nama samaran) yang berpose sedikit ekstrim.

Ini namanya mas Panji, jangan ditiru!

Oke posenya sih gak ekstrim, tapi posisi dia berdiri itu yang ekstrim. Dia berdiri diatas pohon yang tumbuh dibawah, dan dibawahnya itu jurang. Kalo jatoh apa gak langsung nancep tuh? Duh, jangan ditiru ya pemirsah!

Memang aku jadi gak bisa duduk diam dan menenangkan diri karena ada terlalu banyak orang disana. Tapi setidaknya sekarang pikiranku sudah sedikit lebih tenang, lebih segar untuk bisa berpikir lagi agar aku bisa memutuskan untuk memilih “jalanku” selanjutnya. Akhirnya aku dan temanku pun memutuskan untuk kembali menuruni bukit itu karena semakin banyak orang berdatangan.

Aku sedikit kecewa dengan misi back to nature kali ini karena aku menemukan banyak sekali sampah yang mengganggu pemandangan. Memang masih sedikit, tapi kalau dibiarkan dan diteruskan pasti akan semakin banyak dan akan semakin mengganggu kan?

Duuuh sampahnya itu loh, kok pada males ya buat jaga kebersihan? 🙁

Setelah menuruni bukit itu akhirnya aku menemukan sebuah tempat untuk menenangkan diri. Disana aku tidak hanya diam, aku berpikir tentang apa yang harus aku lakukan kedepannya. Aku tidak boleh terpuruk seperti sekarang dalam jangka waktu lama, aku harus segera bertindak untuk melakukan perubahan terhadap hidupku! Dan aku sadar bahwa hidup yang ku jalani sekarang ini bukanlah yang seharusnya. This was not for me!

Aku harus melakukan perubahan, aku harus menata semuanya dari awal lagi dan aku harus menjauhi semua hal yang menimbulkan efek negatif bagi diriku, sifatku, dan hidupku meski itu artinya aku harus menjauhi temanku sendiri. Ya, aku harus kembali ke jalan yang seharusnya! Aku lebih baik punya sedikit teman yang mau mengajakku ke jalan lurus ketimbang memiliki banyak teman yang justru akan menjerumuskanku. Dan semoga saja aku diberi kelancaran untuk melakukan semua itu. – Masbocah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here