Home Cerita Perjalanan 3 Hari Ngebolang Di Bali Bersama “Bebeb Yang Tertunda”

3 Hari Ngebolang Di Bali Bersama “Bebeb Yang Tertunda”

7175
8

Hari Berikutnya…

Di tanggal 27 Agustus 2016 ini sebenarnya kami juga sudah berencana untuk berangkat pagi, karena tempat tujuan kami yaitu Pura Ulun Danu Beratan terbilang cukup jauh. Tapi, lagi-lagi drama kesiangan terulang kembali. Bukan karena telat bangun, tapi ada hal lain.

Pertama, Bli Agus sedikit mengubah jadwal awal dan mengajak kami untuk membeli oleh-oleh Pie Susu yang tempatnya tak jauh dari lokasi penginapan. Kedua, si Bebeb minta dianterin beli gembok buat kopernya, karena kemaren dia lupa kodenya sehingga harus ngebobol kopernya sendiri (HADUH BEEEB, SEGITUNYA KAMU MAH ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜ฉ). Dan ketiga, karena porsi sarapan nasi kuningnya tadi terlalu banyak, walhasil aku pun jadi mules dan perjalanan harus tertunda. HAHAHAHAHAH ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Semua udah aman? Oke, sekarang kita mulai perjalanan! Perjalanan yang agak panjang itu cukup melelahkan, apalagi kecepatan kita cuma di kisaran 60-70km/jam, walhasil perjalanan pun terasa lama.

Mendaki gunung, lewati lembah. Sungai mengalir indah ke samudera. Bersama teman bertualang!

Eh itu lagunya Ninja Hatori deng. Hayoo siapa yang baca itu sambil nyanyi? Berati kita seumuran tuh. HAHAHAHAH ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

Di sepanjang perjalanan, si Bebeb nampak antusias untuk melihat beberapa Pura yang kami lewati, dan cukup banyak tanya-tanya. Yaa aku sih jawab-jawab aja, entah bener apa nggak ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Bokong udah pegel ketika kami sampai di tujuan, dan tak berlama-lama, kamipun bergegas untuk membeli tiket dan masuk ke objek wisata. Ternyata, banyakan turis bule daripada turis lokalnya!

foto_masbocah_kelelahanSet dah, baru juga dateng, masih muka pegel, udah diajakin selfie aja ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Karena lokasinya yang berada di dataran tinggi, walhasil suhu udaranya pun masih terasa sejuk-sejuk adem meskipun sinar mentari tak malu untuk menampakkan dirinya. Dan saat memasuki area pinggir danau, sudah terlihat beberapa om-omย yang sedang mencari nafkah dengan menawarkan jasa, dan tak disangka dua cewek ini ternyata tertarik untuk menggunakan jasa mereka itu.

HAH? JASA APAAN? ๐Ÿ˜จ๐Ÿ˜จ

Hus, jangan mikir yang aneh-aneh dulu! ๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’ Maksudnya tuh jasa foto langsung jadi gitu. Emang yaa, disana tuh tempatnya agak sempit dan rame untuk bisa berfoto di depan Pura, yang menjadi objek utama dari tempat tersebut. Oiya, Pura di pinggir danau ini tuh adalah wujud asli dari gambar Pura seperti yang bisa kamu lihat pada uang pecahan lima puluh ribuan.

Dan ternyata kalau pake jasanya mereka ini, orang-orang jadi auto-minggir alias bakal menyingkir dengan sendirinya. Jadi yaa bisa dapet posisi yang bagus deh. Yeay!

pura_ulun_danu_beratanEka Marlinda sedang berpose di depan Pura Ulun Danu Beratan

Dua gadis yang sudah tak lagi remaja ini pun bisa berfoto sepuasnya disana! Mereka bahkan juga dengan pedenya bikin video-video’an disana..

eka_dan_icha_di_pura_ulun_danu_beratanEntah itu mereka ngebahas apaan di video nya..

Eh ternyata masih ada sedikit waktu nih! Jadilah kita eksplor tempat itu sedikit lebih jauh, sambil foto-foto ala-ala gitu. Ala-kadarnya, maksudnyaย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

santai_di_pinggir_danauDua model sedang berpose di pinggir danau..

Oke, time’s up! Saatnya pergi ke destinasi berikutnya! Hemm, kok cuma bentar doang sih? Iya, soalnya lokasi berikutnya yang mau kita kunjungi tuh lokasinya berada di area Ubud, tepatnya di Museum Antonio Blanco. Set dah, itu jauh banget broooh! Jadi ya di tengah sempitnya waktu liburan mereka berdua ini, kita harus pinter-pinter atur jadwal.

Tapi…..

Di tengah perjalanan menuju ke Ubud, ternyata ada satu insiden kecil yang sedikit menghambat perjalanan kami. Shock absorber (per) bagian belakang dari motor yang digunakan Bli Agus untuk membonceng Eka mendadak patah ketika melalui jalan yang cukup bergelombang. Mana itu patahnya pas di tengah area terpencil pulak! Panik? Ya jelas!

Udah kepikiran aja kalo ini kita bakal seharian disini. Hahahahah. Aku dan Bebeb kemudian jalan duluan untuk mencari bengkel terdekat, sedangkan Bli Agus dan Eka menyusul sambil jalan pelan-pelan. Setelah bertanya-tanya pada warga setempat, akhirnya aku menemukan bengkel di dekat sana, dan akupun memberitahu lokasinya pada Bli Agus. Bengkelnya sih kecil, dan aku nggak yakin kalo mereka bisa menyelesaikan masalah itu dengan cepat.

Sementara Bli Agus berjalan ke bengkel dengan motornya seorang diri, aku bersama dengan dua cewek ini menunggu di depan warung milik warga setempat. Cukup lama kami menunggu proses perbaikannya, sampai-sampai si Bebeb bosan dan main video call-an sama cem-ceman‘nya disana.

Nggak, aku nggak cemburu kok!ย ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Satu jam lebih berlalu, akhirnya kami bisa kembali melanjutkan perjalanan meskipun sudah melenceng jauh dari jadwal. Dan rasa was-was belum hilang karena saat melanjutkan perjalanan, langit nampak cukup gelap dan sedikit turun hujan. Mana waktu itu nggak bawa mantel pulak. Udah kepikiran aja, ini kalo anak orang sampe masuk angin gegara keujanan, bisa dimarahin aku ama bapaknya!

Tapi syukurlah, hujannya hanya turun sedikit yang mungkin memang tujuannya hanya untuk menyejukkan kembali hatiku yang sempat panas gegara si Bebeb video-call’an tadi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Karena sudah kesiangan, kami pun memutuskan untuk mendahulukan jadwal untuk makan di Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku yang juga berlokasi di area Ubud.

nasi_ayam_kedewatan_ibu_mangku_ubudNggak heran kalau tempat ini cukup terkenal, karena memang makanannya sangat pas untuk selera orang Indonesiaย serta harganya tergolong terjangkau mengingat lokasinya yang berada di area Ubud yang cukup ramai dikunjungi oleh turis mancanegara.

Oiya, tempat ini juga menjajakan menu semacem eskrim gitu deh, dan Eka tertarik untuk mencicipinya. Tapi ternyata, ia kesulitan untuk memotong bagian dari eskrim tersebut, “es nya masih dingin, eh, masih beku” katanya.

Yaiyalah, Ka.. Namanya juga es, ya pasti bekuย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

“Coba dijemur dulu, biar (es nya) anget”, sahutku. Dan nggak tau kenapa mereka pada ngakak setelah denger aku bilang begitu. Mungkin, mereka lelah. Wkwkwkwkwkwkwk..ย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Dan setelah makan, kami berempat sempat berdiskusi, kira-kira gimana untuk jadwal selanjutnya? Karena sudah pasti ada yang harus dilewatkan mengingat jadwal kita sudah melenceng jauh.

Kemudian berdasarkan hasil dari bisik-bisik ku dengan Bebeb, akhirnya Bebeb (yang sepertinya dengan berat hati) mengalah dan memutuskan untuk melewatkan jadwal ke Museum Antonio Blanco yang sebelumnya ingin ia kunjungi. Hemm..ย ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Jadilah, kami jauh-jauh ke Ubud itu cuma numpang makan doang, lalu melanjutkan perjalanan ke Pura Taman Ayun. Sesampainya disana, aku melihat ekspresinya Bebeb menampakkan perpaduan antara lelah dan kecewa, dan nampak tak terlalu bersemangat. Duh, jadi ngerasa bersalah. Maafin aku ya, Bebย ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

pura_taman_ayun_mengwi_baliTuh liat, senyumnya beda. Meskipun tetep ca………… Ah udah, jangan dilanjutinย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Tapi setelah diajak cerita-cerita dikit saat perjalanan menuju ke Tanah Lot, baru deh mood nya kembali baik.ย Bahkan saat baru tiba di Tanah Lot, doi sempat belanja untuk oleh-oleh buat adeknya, dengan dibantu oleh Eka sebagai negosiator. Iya, katanya sih si Bebeb nggak jago nawar gitu. Dih, calon emak-emak masa gabisa nawar? Gimana nanti kalo belanja di pasar?

Etapi gapapa deng, aku juga nggak tegaan kalo nawar khususnya di pasar. Kasian juga kan kalo jatah buat keuntungannya kita “rampas” untuk mendapatkan harga semurah-murahnya? Sedangkan di sisi lain, terkadang kita juga sering berbangga diri pas belanja sesuatu yang mahal di tempat-tempatย tertentu yang nggak ada fitur tawar-menawarnya. Eh, ini kok malah bahas soal pasar sih ya? Dah ah lanjut ke topik!ย ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ

selfie_di_tanah_lot_bareng_masbocahNggak lupa donk yaa, aktivitas poto-poto nggak boleh terlewatkan! Sayang, waktu itu airnya sedang agak sedikit naik, jadi kita nggak bisa mampir ke batuan koral yang ada disana itu.

eka_marlinda_icha_di_tanah_lot_baliItu loh, yang dibelakang itu..

Jadilah kami cuma njelimet di situ-situ aja. Etapi bentar, Bli Agus mengingatkan kami bahwa di area dekat situ ada “Ular suci” yang tinggal di bawah batuan koral raksasa yang dibawahnya ada lubangnya.

Eka nampak tertarikย dan cukup penasaran untuk melihat ular yang dijaga oleh dua orang “petugas” itu, dan kemudian disusul oleh Bebeb yang sedikit takut-takut untuk melihatnya juga. Aku sih nunggu diluar aja sama Bli Agus.

Entah gimana ceritanya, saat keluar dari koral itu, ada seorang om-om yang nampak ngobrol sok akrab dengan Bebeb. Akusih ngeliatin sejenak aja sambil duduk di batuan dekat sana. Kupikir ada urusan apaa gitu, sampe si om ini minta nomer hapenya doi. Dan Bebeb juga nggak ngasih kode apa kek gitu biar aku nyamperin buat misahinnya, jadi yaa aku anggep everything is okay.

Tapi ternyata setelahย aku tanya “ngapain dia nanya nomer hape segala?”, doi ngejawab

Yaa tadi dia nanya “tinggalnya dimana?”, aku jawab aja di Bandung. Terus dia bilang “oh boleh deh nanti kalo saya ke Bandung, saya kontak”, terus dia minta nomer hape..

*Deg* Duh Beb, masa sih gak tau itu arahnya kemana? Dah, itumah om-om kesepian yang haus belaian! Jadilah doi ku nasehatin sambil geleng-geleng. Hadeeeehhhh… Yaudah gapapa, tunggu disini dulu aja sampe si om itu jauh sekalian sitirahat bentar.

pantai_pura_tanah_lot_baliDan poto-potonya juga nggak lupa donk! Hahahahah… Etapi bentar, setelah aku cek poto-potonya, ternyata sedari tadi tuh ada mas-mas yang diem-diem perhatiin kita, tepatnya mas-mas yang ada dibelakangnya Bebeb itu. Kurang jelas ya? Nih, aku zoom biar jelas..

jomblo_nyantaiMas, ngapain diem disitu sendirian sambil liatin kita? Mas jomblo ya? Hahahahahahah… SAMA!ย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Cukup lama kita di tempat tadi, sampe lupa kalo rencananya kita mau liat sunset dari atas! Walaaahhh! Ah gegara si om itu sih!

suasana_tanah_lot_baliKita pun kemudian berjalan naik untuk menuju tempat yang dimaksud, tapi apa daya, ternyata udah terlambat! Matahari udah nggak keliatan lagiย ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Kami yang kecewa pun memutuskan untuk pulang…

sweet_moment_tanah_lot_baliSeharusnya tuh, kita nunggu dan duduk santai disini biar romantis! BTW, ini fotonya diambil di hari yang berbeda, waktu lagi ngetes kameranya ASUS Zenfone 3.

Dan kampretnya, di jalan menuju parkiran, eh kita ketemu ama om-om kesepian itu tadi. Doi nyapa si Bebeb gitu yang kebetulan jalan di depan. Dan pas aku ngeliat, langsung aja ku samber tangannya si Bebeb, dan ku geret buat ngejauhin dia dari om itu.

Kecurigaanku terhadap om itu mulai terbukti setelah kami mampir buat makan, dimana om itu ternyata sempat miskol dan SMS. Bahkan saat malam hingga Bebeb kembali ke habitat nya, si om itu terus aja berusaha ngontak si Bebeb dengan berbasa-basi, bahkan sampai nge-whatsapp segala. Nahloh, kan?

Makanya jangan sembarangan kalo ngasih nomer hape! Aku aja kalo nggak penting banget, enggan rasanya ngasih nomer hape. Soalnya itu termasuk data pribadi! Kalopun perlu kontak, kadang cuma aku kasih ID Line atau BBM aja. Jadi kalo aneh-aneh, tinggal delete contact!

Saat kami sedang makan, Bebeb mengajakku untuk kembali ke Erlangga untuk mencarikan sedikit oleh-oleh lagi karena yang kemarin itu dirasa kurang. Tapi kali ini, kami cuma berdua aja karena kalo ngajak Bli Agus, nggak enak lah, takut ngerepotin. Udah lelah dia pasti, apalagi motornya sempet error.

Kebetulan juga, saat itu pas hari sabtu, jadi yaa sekalian malem mingguan gitu lah. Hihihihi ๐Ÿ˜› Yaa meskipun malem mingguannya cuma nganterin belanja doang, tapi nggak apa laahh, biar pernah aja aku malmingan bareng doi. Lagian, sebelum-sebelumnya aku sama sekali nggak pernah malem mingguan berdua doank ama cewek. Jadi, berbanggalah kamu, Beb. Njir, ketauan banget ya jones nya?ย HAHAHAHAHAHAHย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Dan Akhirnya, Mereka Pun Pulang…

Jam setengah enamย pagi, aku dan Bli Agus sudah menjemput merekaย di penginapannya. Dan kami pun mulai berangkat pukul 6 pagi menuju bandara. Entah kenapa, pagi itu terasa dingin, tak seperti beberapa hari sebelumnya.ย Ah, aku selalu benci perpisahan!

Nggak, kita nggak pake peluk-pelukan kok pas di bandara, apalagi cipika-cipiki. Sebenernya yaa pengen sih, tapi aku sadar diri kok :’) … Iya, aku sadar kalo aku…

Belum mandi…

adek_pulang_dulu_ya_bangBeb, ini udah di bandara, Beb. Kamu gamau peluk aku, gitu? #Ngarepย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Dan setelah berpisah, kami pun kembali ke jalan kami masing-masing, menghadapi realita hidup, lengkap dengan manis getirnya. Yah, itulah sepenggal cerita jalan-jalanku dengan “Bebeb yang tertunda”. Kenapa tertunda? Yaa karena emang kami belumย pernah jadianย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Jadi, pelajaran apa yang kamu petik dari tulisan kali ini? Aku yakin pasti nggak ada!ย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

8 COMMENTS

    • Yaelah, mana sempet beb ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Tapi yauda sih, ntar diulang lagi aja moment nya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here