Home Contest Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KL, Fitur Istimewa, Harga Kantong Mahasiswa

Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KL, Fitur Istimewa, Harga Kantong Mahasiswa

0
SHARE

Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KL, Fitur Istimewa, Harga Kantong Mahasiswa – Pagi itu, waktu sudah menunjukkan pukul 6.30. Seperti biasanya, aku yang belum mandi pergi untuk mampir ke warung Burjo* yang letaknya tak jauh dari kost’an untuk membeli sarapan. Tak lama kemudian, Rudi, seorang teman yang juga merupakan tetangga kost juga nampak datang ke warung yang sama.

*Burjo adalah sejenis warung yang memiliki menu utama bubur kacang ijo (disingkat: BurJo), sangat populer dan banyak tersebar di Jogja. Burjo menjadi salah satu tempat makan favorit bagi anak kost, khususnya mahasiswa.

Tak seperti biasanya ia pergi mencari sarapan sepagi ini, bahkan ia nampak sudah rapi seakan bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Akupun menyapanya untuk sekedar berbasa-basi.

Me : “Tumben jam segini udah ke burjo aja? Rapi banget pulak…”.

Rudi : “Ahahah, iya nih. Soalnya abis ini mau nyari hape”.

Me : “Haseeekk… Horang kayaaah! Perasaan bukannya baru 3 bulan lalu kamu beli hape? Sini deh, diriku siap menampung hape yang lama :3”.

Rudi : “Nah itu dia masalahnya! Aku tuh belakangan ini lagi aktif ikut komunitas gitu, jadi banyak masuk ke grup WhatsApp. Eh ternyata hapeku gak kuat dan sering lemot. Jadi yaa gak nyaman aja, dan takutnya nanti malah ketinggalan diskusi penting. Kata temen di WhatsApp sih, ini RAM nya kurang gede, makanya aku mau ganti hape aja”.

Me : “Oalah… Emang mau ganti hape apa?”

Rudi : “Ini juga sebenernya masih bingung.. Makanya, nanti anterin yok! Aku kan gak paham spek hape 😐 Pengennya yang kameranya juga oke, tapi budget cuma 2 jutaan sih, pokoknya yang dibawah 2.5 deh.. Hahahah..”

Me : *nyeruput teh anget*

Rudi : “Semalem udah browsing, katanya sekarang ini banyak yang overprice gitu, alias harganya kemahalan, gak sesuai dengan spek yang ditawarkan. Jadi makin bingung dah :|”

Percakapan pun terhenti sejenak setelah pesanan kami datang. Rudi yang tadinya mulai tenang perlahan kembali ngedumel soal hape lama miliknya, dan aku pun hanya menjadi pendengar yang baik sembari menikmati sarapanku, hingga ia bertanya:

Rudi : “Ada gak ya hape 2 jutaan layar 5 inch dan udah 4G? Kalo bisa yang speknya oke, terus yang punya fitur buat mendukung aktivitasku..”

Me : “Duh, lengkap amat kriterianya? Emang mendukung aktivitas itu dalam arti yang gimana?

Rudi : “Yaa apa kek, pokoknya fitur untuk produktivitas lah. Entah catetan, pengingat, atau yang lain. Biar gak kelupaan gitu..”

Me : *mikir sejenak* “Kalo ASUS Zenfone 2 Laser, gimana? Yang seri ZE500KL”

Rudi : “Zenfone 2 Laser? Yang kaya gimana tuh? Yang itu bukan?” *sambil menunjuk ASUS Zenfone Selfie yang sedari tadi kuletakkan diatas meja* “Coba sini liat!”.

Rudi kemudian mengambil smartphone yang kuletakkan itu, untuk melihat bentuk fisiknya.

Me : “Bukan, kalo ini kan Zenfone Selfie, yang kemarin sempat aku review itu loh. Tapi kurang lebih desainnya mirip kaya gini kok, cuman dia agak kecilan dikit. Yang ini kan 5.5 inch, kalo Zenfone 2 Laser seri ZE500KL itu 5 inch..”

Rudi nampak terkesan dengan desain dari smartphone ini. Ia membolak-balik smartphone tersebut untuk merasakan pengalaman menggenggamnya.

Rudi : “Bagus juga ya, nyaman digenggam pula..”

Me : “Iya, tapi kalo menurutku sih masih lebih nyaman menggenggam tangan mantan :’)”

Rudi : “Hahahah gagal move on nih! Eh tapi Zenfone 2 Laser itu harganya berapaan sih?”

Me : “Kalo itu sih harga resminya 2.1 jutaan.. Fiturnya gak kalah sama hape-hape mahal kok, beneran deh!”

Rudi : “Ah masa sih? Emang fiturnya apa aja?”

Me : “Banyak lah.. Mendingan langsung kita cari deh ke toko hape, nyobain demo unitnya buat ngeliat fitur-fiturnya! Gimana? Sekalian biar bisa liat fisiknya juga..”

Rudi : “Emm.. Boleh juga tuh.. Yaudah ayok deh!”

Akupun bergegas kembali ke kost untuk mandi dan bersiap setelah menghabiskan sarapanku, dan kami segera berangkat ke salah satu pusat elektronik yang ada di kota dan mencari Zenfone 2 Laser ZE500KL. Sepertinya kami datang terlalu pagi karena tempat yang kami kunjungi itu nampak masih sepi. Kedatangan kami disambut oleh mbak-mbak SPG cantik yang sedang jaga, dengan senyum manisnya yang bikin gemes.

SPG : “Selamat pagi, mau cari apa mas?”

Me : “Eng… Anu, mbak, mau cari Zenfone 2 Laser ZE500KL”

SPG : “Oh, ASUS ya? Yakin, gak mau yang lain, mas?”

Me : “Nggak, mbak. Aku ini kan tipe setia, jadi tak mudah berpaling. Jangan coba-coba merayuku mbak, jangan!”

SPG : (“-__________-)

Rudi : “Wkwkwkwkwkwkwkwk… Maklum ya mbak, temenku ini emang kurang tidur, makanya sering ngigau xD”

Mbak-mbak SPG yang nampaknya mendadak illfeel itu akhirnya hanya mendampingi kami untuk melihat-lihat demo unit dari perangkat yang kami cari tanpa berkata apa-apa lagi. Wkwkwkwkwk, maap ya mbak, becanda doank kok :P.

Me : “Naahh, ini nih, Zenfone 2 Laser yang dari tadi ku maksud!”

Rudi : “Wahh, iya ya, mirip!”

Rudi yang sedari tadi sudah sangat penasaran akhirnya mencoba demo unit tersebut.

Rudi : “Ukurannya sesuai sih, 5 inch. Tapi kira-kira kuat gak nih buat nampung grup WhatsApp yang banyak? Terus aku kan kadang juga suka chat di grup sambil buka aplikasi catatan buat nyimpen bahasan penting. Itu gimana?”

Me : “Oh, multitasking? Tenang, sini aku jelasin dulu!”

Jadi, Zenfone 2 Laser ZE500KL ini sudah dibekali dengan chipset yang mumpuni dikelasnya yakni Qualcomm Snapdragon 410 MSM8916 yang memiliki CPU Quad-core 1.2 GHz, GPU Adreno 306, serta didukung dengan RAM berkapasitas 2GB.

Nah aplikasi WhatsApp akan membutuhkan ruang lebih pada RAM jika kita mengikuti banyak grup. Semakin banyak grup aktif yang kita ikuti, maka semakin besar pula ia membutuhkan ruang pada RAM. Jadi seharusnya hal itu bukan lagi masalah yang berarti buat smartphone dari ASUS ini karena ia sudah didukung oleh kapasitas RAM yang termasuk besar di kelasnya yakni 2 GB. Bukan cuma itu, besarnya RAM juga berpengaruh untuk soal multitasking loh! Jadi kalau kapasitasnya cukup, maka kamu bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus.

Tapi, besarnya RAM bukan satu-satunya hal yang menentukan performa, karena sebenarnya yang berperan paling penting adalah prosesornya. Jadi untuk dapat melakukan proses dengan baik, perangkat harus punya prosesor yang mumpuni, apalagi ketika digunakan untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus alias multitasking.

Nah kebetulan, si Zenfone 2 Laser ZE500KL ini juga sudah dibekali dengan Qualcomm Snapdragon 410 seperti yang sudah kusebutkan tadi. Chipset ini punya 4 inti (quad-core) prosesor 64-bit yang cukup mumpuni untuk urusan multitasking. Jadi untuk urusan performa masih bisa diandalkan lah!

Rudi : “Oh gitu ya! Pantes hapeku yang lama itu sering lemot, kan RAM nya cuma 1 GB doank, kalo prosesornya gak tau deh apaan, gak hapal. Hahahah.. Ih kenapa kemarin gak ambil Zenfone 2 Laser aja ya, padahal harganya hampir sama, sedikit lebih mahal malah.. Hemm..”

Me : “Nah, makanya.. Bukan cuma milih calon istri aja yang harus ati-ati, nyari hape juga! Supaya gak dikecewain!”

Rudi : “Hahahahahah, tau deh yang gagal move on 😛 Iya, kemarin itu langsung ditawarin sama mbak SPG nya, katanya hape ini bagus gitu..”

Me : “Hihihi.. Ciyan..”

Rudi : “Terus fiturnya gimana? Tadi katanya fiturnya banyak dan bermanfaat?”

Me : “Heheheh, belum tau dia..”

Seperti yang juga dimiliki oleh perangkat bersistem operasi Android dari ASUS lainnya, Zenfone 2 Laser ZE500KL juga memiliki custom launcher yang diberi nama ZenUI. ZenUI ini menawarkan tampilan yang elegan serta memberikan beberapa pilihan kustomasi yang bisa disesuaikan dengan keinginan pengguna. Termasuk diantaranya pilihan tema untuk mengubah tampilan, font launcher, dan bahkan pengguna juga bisa memilih apakah ingin menggunakan menu 2 layer (dengan app drawer) atau 1 layer (tanpa app drawer).

Kita bahkan bisa mengunci aplikasi pilihan dengan password yang bisa kita setting, untuk menjaga privasi kita dari orang-orang kepo yang suka buka-buka hape sembarangan. Asiknya, kalau misalnya ada orang kepo yang mau mengintip isi hape kita dan salah memasukkan password sebanyak beberapa kali, smartphone ini bakal langsung mengaktifkan kamera depan dan mengambil foto wajah si orang kepo yang berusaha ngintip hape kita itu. Jadi kita bisa tau deh, siapa aja orang yang suka bongkar-bongkar hape kita! Hihihi..

Rudi : “Hahahahah keren juga tuh! Tapi… Masa cuma gitu doank sih?”

Me : “Eh, bentar dulu! Masih ada lanjutannya kok!”

Jangan salah, ZenUI bukan cuma membawa fitur untuk mendukung kustomasi tampilan serta keamanan saja, tapi launcher khas ASUS ini juga mengusung beberapa aplikasi tambahan yang jelas sangat bermanfaat buat pengguna yang bisa memaksimalkannya!

Aplikasi ZenUI

Aplikasi ZenUI ini sendiri terdiri dari beberapa kategori yang diantaranya ada kelompok aplikasi untuk mempermudah produktivitas, konektivitas (ZenLink) dan performa.

1. Produktivitas

Di kelompok ini, setidaknya ada 3 aplikasi utama, salah satunya SuperNote. SuperNote ini bisa dibilang aplikasi all in one note karena menawarkan beberapa pilihan catatan termasuk catatan dalam bentuk tulisan, coretan gambar, ataupun catatan berupa ceklis. Lalu yang kedua ada QuickMemo, sebuah apps catatan mini untuk membuat catatan kecil. Uniknya, kita bisa mengatur agar catatan yang kita buat tadi bisa ditampilkan di semua halaman secara floating, jadi kita tak perlu lagi membuka-buka apps untuk sekedar mengintip catatan kita.

Dan yang ketiga ada aplikasi Do It Later. Diantara ketiganya, aplikasi ini adalah yang paling sering ku manfaatkan. Do It Later berperan sebagai all in one task manager, yang mana kita bisa menyimpan atau atau melakukan bookmark terhadap hampir semua konten melalui aplikasi ini. Jadi semua konten yang kita bookmark tadi, bisa dengan mudah kita akses melalui aplikasi ini.

Nah, kalau misalnya kamu menemukan sesuatu yang kamu anggap penting atau menarik, tetapi kamu tidak sempat untuk membaca atau mengeceknya sekarang, kamu hanya perlu menggunakan aplikasi ini untuk melakukan bookmark pada konten tersebut, supaya nanti kamu bisa melihatnya di waktu senggang.

Rudi : “Wih, asik juga ya fiturnya! Lumayan tuh buat nyatet-nyatetin bahan buat tugas. Biasanya kan aku suka screenshot gitu kalo nemu bahan, tapi yaa kadang bingung buat nyarinya di gallery, soalnya kecampur ama screenshot yang lain..”

Me : “Nah iya! Makanya kamu bisa manfaatin aplikasi ini buat aktivitasmu. Yakin deh, ini hape bisa berguna banget, asal kamu pinter manfaatinnya. Jadi jangan bisanya cuma manfaatin temen doank.. Hahahahah..”

Rudi : “Wkwkwkwkwk.. Kamfret.. Terus yang lain masih ada lagi gak?”

Me : “Masih ada donk!”

2. Konektivitas

Nah untuk memudahkan konektivitas antar perangkat, ZenUI juga memiliki setidaknya 3 aplikasi unggulan. Pertama ada ShareLink, yang memungkinkan kita untuk bertukar data atau konten apapun baik dalam bentuk foto, video ataupun file lainnya dengan sangat cepat melalui konektivitas Wi-Fi. Bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk sesama smartphone saja, tetapi kita bisa memanfaatkannya juga untuk bertukar data antara smartphone dengan laptop. Jadi kita gak perlu lagi tuh colok-colok kabel USB ke laptop cuma untuk transfer data!

Asiknya lagi, kecepatan transfer yang dimilikinya ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan berikirim data menggunakan bluetooth. Jelas, ini bakal lebih mempersingkat waktu, khususnya ketika kita mentransfer file besar.

Yang kedua ada RemoteLink, fungsinya adalah untuk dapat menjadikan smartphone ini sebagai remote bagi laptop kita. Bukan hanya bisa dijadikan sebagai remote mouse, tapi kita juga dapat melakukan input text (sebagai keyboard) dan bahkan mengaktifkan slide show di laptop menggunakan smartphone ASUS kita. Presentasi jadi makin gampang tuh!

Terus yang ketiga ada PC Link, yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan screen mirroring, sehingga memungkinkan kita untuk melihat konten di dalam smartphone pada laptop kita. Asiknya lagi, kita juga bisa mengontrol smartphone kita dari aplikasi PC Link yang kita pasang di laptop loh, jadi kalau misalnya hape sedang di charging, kita tak perlu repot bolak-balik mengambil hape untuk melihat notifikasi karena kita bisa melakukannya di laptop kita. Asik, kan?

Rudi : “Wih, canggih.. 😮 Terus apa lagi?”

Me : “Yang terakhir ada apps yang berguna untuk menjaga performa..”

3. Performa

Aplikasi andalan di smartphone ASUS untuk menjaga performa perangkat adalah ASUS Mobile Manager. Bisa dibilang cukup lengkap, karena aplikasi ini sudah mendukung untuk melakukan berbagai hal termasuk pengaturan Power Saver, Auto-start Manager, Penggunaan Data, hingga Notifikasi dari tiap apps yang kita gunakan.

Setting auto-start yang kita lakukan pada perangkat memungkinkan untuk mencegah aplikasi agar tidak berjalan di background, sehingga dapat mempertahankan performa, sekaligus juga menghemat penggunaan daya baterai. Jadi tak perlu lagi menginstall aplikasi pihak ketiga untuk urusan ini, karena semua sudah ada dalam ASUS Mobile Manager. Plus, Zenfone 2 Laser ZE500KL juga sudah dibekali dengan aplikasi Backup, yang fungsinya untuk mencadangkan data jika terjadi sesuatu yang tak terduga, dan mengembalikan data aplikasi yang terhapus jika seandainya kita terpaksa harus melakukan factory reset.

Rudi : “Wih, lengkap banget ya berarti? Duh makin nyesel dulu gak ngambil hape ini..”

Me : “Hihihi.. Mudah termakan rayuan mbak-mbak SPG sih..”

Rudi : “Hahahah, apalah dayaku ini.. Eh tapi soal kamera gimana Pan?”

Me : “Woohhh kalo soal kamera malah lebih greget lagi, dan justru disana letak keistimewaannya!”

Rudi : “Ah masa sih?”

Kamera

Kamera belakangnya mampu menangkap gambar berukuran 13 megapixel, memiliki aperture lensa yang lebar yakni f/2.0, serta dilengkapi dengan dual LED flash untuk membantu pencahayaan ketika dalam keadaan minim cahaya. Plus, ia juga sudah dibekali dengan sensor Laser autofocus, sebuah fitur yang biasa ditemukan pada smartphone kelas tinggi. Dan PixelMaster Camera merupakan aplikasi kamera bawaan dari ASUS Zenfone 2 Laser, yang mana apps ini mengusung banyak fitur serta mampu menyesuaikan settingan otomatis pada kamera dengan baik.

Rudi : “Hemm, bentar! Laser autofocus? Apaan tuh? Jadi ada semacem lampu lampuan lasernya gitu ya?”

Me : “Bwahahahahah, ya bukan lah.. Kamu liat titik warna hitam di sebelah kamera itu? Itu sensor laser autofocusnya. Sama seperti Zenfone Selfie yang aku punya..”

Rudi : “Terus, fungsinya buat apa?”

Me : “Jadi gini…”

Sensor Laser autofocus yang dimilikinya akan membantu kamera untuk menentukan fokus, yang mana ketika kamera diaktifkan, maka ia akan “menembakkan” laser tak kasat mata yang kemudian pantulan dari laser tersebut akan diterima kembali oleh sensor untuk menentukan jarak dari objek yang ada di depannya. Sehingga, kamera akan dapat melakukan fokus dengan lebih cepat dan akurat. Jadi jangan heran jika ia bakal mampu menentukan fokus dengan sangat cepat (hanya dalam waktu 0.03 detik), yang artinya akan memudahkan kita untuk mengambil foto snapshot dengan cepat pula.

Me : “Ini nih salah satu contoh foto yang ku ambil beberapa waktu lalu. Perpaduan antara kecepatan kamera untuk menentukan fokus dan juga shutter speed super cepat bisa menghasilkan foto seperti ini *sambil nunjukin foto di hape*.”

Rudi : “Eh seriusan itu diambil pake hape ASUS?”

Me : “Yaiyalah, keren kan?”

Rudi : “Wedan! Tapi masa iya bakalan bisa sama? Itu kan pake Zenfone Selfie?”

Me : “Tenang aja, gak jauh beda kok. Soalnya kan spesifikasi kamera belakangnya identik sama Zenfone 2 Laser, sensornya sama-sama bisa nangkep ukuran 13 megapixel, aplikasi kamera bawaan juga kembar, terus fitur Laser autofocus nya pun juga sama.. Cuman bedanya, Zenfone Selfie kan layarnya lebih gede, kamera depan lebih mantab, plus dukungan performanya lebih tinggi..”

Rudi : “Oh gitu toh.. Tapi kayanya aku mending Zenfone 2 Laser ZE500KL aja deh ya, soalnya kan aku nyari yang gak terlalu gede, yang layarnya 5 inch aja. Lagian, takut budgetnya gak cukup. Hahahahah :P”

Me : “Hahahah, iya.. Tenang aja, untuk di rentang harga yang sama, Zenfone 2 Laser seri ZE500KL tuh termasuk smartphone dengan layar 5 inch terbaik kok.. Makanya aku rekomendasi’in dari awal..”

Rudi : “Iya, boleh juga kayanya.. Kameranya punya fitur yang lain lagi gak?”

Me : “Oooo jelas ada donk!”

Kita bisa memanfaatkan beberapa fitur yang ada di aplikasi kamera bawaannya, termasuk salah satu yang paling membantu adalah fitur HDR. Fitur HDR nya mampu membantu kita untuk menangkap gambar dengan area pencahayaan yang tidak merata, mengambil beberapa foto sekaligus, diproses, lalu akan menghasilkan sebuah foto dengan tingkat kecerahan yang merata.

Rudi : “Keren! Eh tapi itu fotonya di Bali ya? Kok gak ngajak-ngajak sih? *salah fokus*”

Me : “Jomblo juga butuh refreshing coy! Hahahahah.. :v”

Rudi : “Haish… :v Terus terus, kalo foto malem gimana? Ada fitur tertentu gak yang gak kalah kece?”

Me : “Hohoho, ada nih! Namanya Low Light Mode.”

Low Light mode ini bukan mode foto malam biasa loh, karena ada teknologi keren yang bisa bikin foto bisa lebih terang namun tetap dapat menggunakan ISO di angka minimal agar dapat menghasilkan foto yang minim noise. Jadi, ketika kita mengaktifkan Low Light mode, kamera akan menyatukan 4 pixel terdekat yang kemudian dijadikan 1 pixel berukuran besar agar dapat menangkap cahaya yang lebih banyak.

Rudi : “Widih, bisa gitu ya? Mantab lah teknologinya :o”

Me : “Eit, masih ada satu lagi nih fitur yang bakal bikin kesengsem para pecinta foto, yaitu manual mode!”

Yup, manual mode di Zenfone 2 Laser ZE500KL memungkinkan kita untuk melakukan setting pada kamera dengan lebih leluasa. Adapun pilihan setting pada mode manual ini adalah ISO, shutter speed, white balance, hingga setting fokus manual. Jelas, kebebasan melakukan setting tersebut dapat kita manfaatkan untuk mengambil foto yang lebih kreatif dan unik!

Rudi : “Wih gilak, kaya DSLR gitu donk ya? Asik donk!”

Me : “Woiya donk! Mau yang lebih asik lagi? Nih ku kasih tau..”

Zenfone 2 Laser juga dilengkapi dengan fitur ZenMotion, yang mana fitur ini memungkinkan kita untuk mengaktifkan aplikasi pilihan hanya dengan menggambar pola huruf tertentu ketika layar perangkat sedang mati. Misalnya, ketika kita menggambar huruf “C”, maka perangkat akan mengaktifkan kamera, tanpa harus membuka kunci layar terlebih dahulu. Kita dapat menggunakan hingga 6 pintasan (shortcut) pola huruf yakni “W” “S” “e” “C” “Z” dan “V”, yang mana kita bisa mengatur aplikasi mana saja yang bisa dibuka dengan menggunakan pola-pola pintasan tersebut.

Me : “Jadi kalo misal ada objek menarik yang langka, kamu bisa langsung ambil Zenfone 2 Laser, gambar pola huruf C di layarnya, kamera aktif, arahkan dan jepret deh! Tuh perpaduannya oke banget kan?!”

Rudi : “Hahahah, iya ya! Keren! Fitur istimewa, harga kantong mahasiswa!”

Me : “Wkwkwkwk, bisa bisa..”

Rudi : “Oia satu lagi nih, kalo kamera depan gimana? Aku kan kadang suka narsis :P”.

Me : “Tenang aja, hape ini punya kamera depan 5 megapixel kok, cukup mumpuni lah kalo buat foto narsis. Apalagi dia juga punya fitur Selfie panorama, jadi kamu bisa tuh foto selfie bareng!”

Rudi : “Sip, mantab! Jadi ambil deh!”.

Me : “Yaudah, bungkus! Mana tadi mbak-mbak SPG nya? Panggil gih..”

Rudi yang nampak terkesan pun tanpa ragu memutuskan untuk mengambil Zenfone 2 Laser sebagai pengganti smartphone lama miliknya.

Akhir kata…

Rudi adalah contoh konsumen yang menginginkan sebuah smartphone dengan fitur lengkap agar dapat membantu produktivitas, mendukung aktivitas, sekaligus juga untuk memuaskan hobi fotografi. Untunglah, mahasiswa satu ini tak perlu mengeluarkan dana yang besar karena ASUS telah menghadirkan sebuah smartphone yang mampu memenuhi semua kebutuhannya tersebut dengan banderol harga yang bersahabat, yakni Zenfone 2 Laser.

ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL nampaknya memang bisa menjadi pilihan terbaik bagi Rudi, dan mungkin juga kamu yang sedang ingin mencari smartphone dengan bentang layar 5 inch. Fiturnya yang kaya, serta harganya yang terjangkau tentu sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai pilihan utama karena kedua poin tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah ditemukan. Jadi, apakah kamu menginginkan smartphone fitur istimewa, dengan harga kantong mahasiswa? Zenfone 2 Laser aja!

Sumber gambar : Dokumentasi pribadi & ASUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here