Jomblo Elegan Dan Bayang-Bayang Samsung Galaxy S7

Jomblo Elegan Dan Bayang-Bayang Samsung Galaxy S7

1
SHARE

Jomblo Elegan Dan Bayang-Bayang Samsung Galaxy S7 – Sabtu siang itu, cuaca cukup baik dan nampak sedikit berawan. Masih segar di ingatanku, ketika seorang teman menceritakan bagaimana indahnya tempat yang ia kunjungi sekitar dua minggu yang lalu. Ia begitu excited untuk menceritakan bagaimana perjalanan yang memakan waktu sekitar 2.5 jam dari pusat kota itu merupakan bayaran yang sangat pantas untuk melihat panorama pantai yang terletak jauh di tenggara kota Yogyakarta tersebut.

“Ada pasir putih, ada tebing nya juga, plus diselimuti nuansa hijau dari tumbuhan di sekeliling tebing. Ah, pokoknya asik banget deh buat dijelajahi!” Begitu kira-kira yang diucapkannya waktu itu. Tak lupa, ia juga menunjukkan foto-foto dari tempat yang ia maksud, dan memang sangat mencerminkan apa yang ia ucapkan sebelumnya. “Ah, aku ingin kesana!” Kataku.

Kebetulan, sepertinya memang aku butuh sedikit “piknik” untuk menyegarkan kembali pikiran yang mulai jenuh akibat banyaknya tugas dan beberapa urusan pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Sebenarnya, aku sudah merencanakan untuk berangkat kesana sejak minggu lalu, namun bayang-bayang deadline yang terus menghantui membuatku harus mengurungkan niat.

Tepat pukul 1 siang, aku memutuskan untuk berangkat kesana lebih awal dengan harapan masih ada cukup banyak waktu sebelum hari mulai gelap, sehingga aku bisa menikmati tempat itu lebih lama. Aku hanya membekali diri dengan membawa salah satu smartphone andalanku, karena kupikir akan sedikit merepotkan jika aku harus menjelajah dengan membawa kamera yang cukup berat, apalagi aku belum tau persis medan yang harus ditempuh itu seperti apa.

80 kilometer perjam dengan mengendarai sepeda motor, berbekal petunjuk dari Google Map, aku pun menuju ke pantai yang masuk dalam wilayah Gunung Kidul itu seorang diri. Dan ya, tempat itu memang indah! Aku terpukau melihat panorama yang begitu mengesankan, sama persis seperti apa yang diceritakan oleh temanku. Dan aku lihat, ada beberapa pengunjung yang nampak sedang bermain surfing, karena memang ombaknya cukup bagus. Tak tahan rasanya untuk tidak mengabadikan pemandangan disana dengan smartphone yang ku bawa.

Aku terus berjalan menyusuri tempat yang mempesona itu, sambil sesekali mengambil foto. Ya, terlalu mempesona, hingga aku tak menyadari bahwa awan mendung datang dengan perlahan dan tiba-tiba menurunkan hujan yang cukup deras. “Duh, kok hujan sih?” Ucapku, sambil kemudian berlari kecil menuju ke arah gazebo yang letaknya cukup jauh dari tempatku berdiri. Hujan semakin deras, aku yang berteduh bersama beberapa pengunjung lain hanya bisa diam memandanginya.

Aku yang berencana untuk menuliskan soal tempat ini di salah satu blog milikku pun tak bisa melakukan apa-apa selain hanya duduk memandangi hujan, karena smartphone yang seharusnya ku gunakan untuk menuliskan draft, harus ku matikan karena takut terjadi masalah setelah terkena air hujan tadi.

“Ah, seandainya aku menggunakan Samsung Galaxy S7…..”

Ya, tiba-tiba aku teringat tentang video launching Samsung Galaxy S7 pada event Galaxy Unpacked 2016 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol. Smartphone itu… Benar-benar menggoda. Yang aku tau, smartphone flagship terbaru dari Samsung itu memiliki body metal berlapis kaca dari Corning Gorilla Glass di sisi depan dan belakangnya.

“Tak hanya indah, ia pun juga memiliki kemampuan tahan debu dan air. Dan mungkin, sekarang aku masih bisa memanfaatkannya untuk membuat draft tulisan meski tadi sudah terkena hujan” Pikirku dalam hati. Setidaknya, aku tak perlu khawatir apakah ia akan terkena air atau tidak, khususnya ketika aku sedang “berpetualang”.

Aku juga membayangkan bagaimana mudahnya ber-multitasking dengan perangkat tersebut, karena memang spesifikasi dari Samsung Galaxy S7 sangat mendukung untuk urusan itu. “Prosesor Exynos 8890 Octa-core yang super kencang, dan juga dukungan RAM 4 GB, berpindah dari satu apps ke apps yang lain tentu bukanlah masalah baginya. Membuka browser untuk menuliskan draft di blog, memilih gambar di gallery, mengedit foto dan kembali ke browser untuk meng-upload foto. Urusan nge-blog pasti jadi semakin mudah dengan smartphone itu…”.

Tak terasa hujan pun sudah mulai reda, lamunanku terpecah setelah melihat pengunjung lain mulai meninggalkan tempat kami berteduh untuk kembali menjelajahi pantai. Aku masih belum berani menyalakan smartphone ku yang tadi sempat terpapar hujan. Padahal, langit sore nampak begitu indah setelah awan mendung pergi. “Ah, sayang, aku tak bisa mengabadikan momen ini..”.

Meskipun aku masih bisa berjalan-jalan untuk menikmati panorama yang indah, namun tetap saja, kurang lengkap rasanya jika aku tak mengambil gambar, karena memang aku cukup menggemari aktivitas fotografi. Apalagi nantinya aku akan membutuhkan gambar-gambar yang ku ambil sebagai bahan pelengkap posting di blog milikku, tentu kejadian ini sangat ku sayangkan.

Hari mulai gelap, akupun memutuskan untuk mampir sejenak untuk duduk di alun-alun selatan Jogja yang sudah disulap menjadi tempat lesehan. Seperti biasa, menikmati malam minggu sendiri, di tengah keramaian, sambil ditemani hangatnya wedang ronde, semangkuk bakso dan suasana Jogja yang romantis. Biasanya disini, di tempat yang gelap ini, aku mengumpulkan inspirasi untuk menuliskan draft postingan blog menggunakan smartphone ku. Tapi, hari ini nampaknya sedikit berbeda. Aku hanya bisa menikmati suasana sambil sesekali memandangi smartphone yang ku letakkan di sebelah mangkuk wedang ronde. Ya, aku masih belum berani untuk menyalakannya kembali.

“Yah, gelap nih fotonya, background nya gak keliatan!” Celetuk ibu-ibu di meja sebelah yang sepertinya salah satu wisatawan domestik itu sukses menarik perhatianku dan membuatku sedikit tersenyum. “Hemm, seandainya ibu itu pakai Samsung Galaxy S7..”. Ya, lagi-lagi aku teringat pada smartphone andalan Samsung itu. Yang aku tau, Samsung Galaxy S7 merupakan smartphone yang memiliki aperture kamera terbesar saat ini, yakni f/1.7.

Semakin besar bukaan lensa (aperture) pada kamera, akan memungkinkan semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor, sehingga gambar pun akan nampak lebih terang di tempat minim cahaya. Apalagi sensor kameranya juga memiliki ukuran pixel yang lebih besar, yang artinya akan mampu menangkap cahaya lebih banyak.

Memang, cukup jarang orang yang melakukan aktivitas fotografi di malam hari. Tetapi momen berharga sering kali tak mengenal waktu, bukan? Dan terkadang, momen yang seharusnya menjadi sebuah kenangan manis, terjadi ketika hari sudah gelap.

Aku semakin terbayang soal Samsung Galaxy S7, soal bagaimana teknologi dual-pixel yang juga diusung oleh kameranya itu mampu memberikan performa fokus yang sangat cepat, seperti yang pernah ku lihat pada video review singkat dari salah satu situs gadget ternama.

Kameranya menggunakan 100% pixel pada sensornya untuk digunakan sebagai pendeteksi fokus, jadi jangan heran jika ia mampu memberikan fokus secepat itu. Bukan main memang, mengingat teknologi ini sebelumnya hanya digunakan pada kamera DSLR, yang mana smartphone pada umumnya hanya menggunakan kurang dari 5% dari total pixel yang dimiliki sensornya sebagai pendeteksi fokus. “Mengambil foto snapshot pasti akan lebih mudah dan cepat jika aku menggunakannya”.

Belum lagi fitur manual mode, yang memungkinkan kita untuk melakukan setting kamera, mulai dari ISO, shutter speed, white balance, atau bahkan manual fokus. Sangat memungkinkan untuk mengambil foto dengan lebih kreatif. Plus, kameranya juga telah dilengkapi dengan fitur OIS (Optical Image Stabilization) untuk mengurangi resiko blur pada foto akibat getaran tangan. “Ya, fitur kameranya itu pastinya akan dapat memuaskan hasratku di bidang fotografi, tanpa harus membawa kamera yang berat”.

Entah berapa lama aku duduk disini, menikmati bakso dengan perlahan sambil mengamati sekeliling, berharap ada inspirasi untuk menulis yang datang menghampiri. Terhitung, sudah dua musisi jalanan yang datang bergantian menghampiriku. Ku tekan tombol power dari smartphone yang sedari tadi kuletakkan begitu saja, dengan maksud untuk menyalakan layar agar dapat melihat jam. “Ah iya, aku lupa! Sedari tadi kan sudah ku nonaktifkan!”.

Sambil menatap kearah nya, aku kembali teringat “Kalau saja hape itu adalah Samsung Galaxy S7, pasti aku tak perlu repot menyentuhnya hanya untuk melihat jam, berkat fitur Always On Display nya”. Sering kali memang aku menyalakan layar hanya untuk melihat waktu, atau mengecek notifikasi apa yang masuk. Agak merepotkan, khususnya ketika kedua tangan sedang “aktif”, seperti misalnya saat sedang makan.

You know lah, terkadang orang Indonesia suka makan langsung dari tangan, sehingga membuatnya menjadi kotor dan berminyak. Kita pasti tak rela perangkat kita ternodai oleh tangan yang sudah terkontaminasi oleh sambal, bukan? Maka jelas, meski terlihat sederhana, namun fitur ini cukup bermanfaat.

Tak perlu khawatir akan cepat kehabisan baterai, karena layar Quad HD Super AMOLED yang dimilikinya hanya akan menyalakan pixel yang menunjukkan waktu dan notifikasi saja. Ia juga cukup pintar karena fitur ini akan dimatikan secara otomatis ketika perangkat dimasukkan ke dalam tas/saku, ataupun diletakkan dalam keadaan terbalik. Lagipula, kapasitas baterai 3000 mAh pada Samsung Galaxy S7 atau 3600 mAh pada Samsung Galaxy S7 Edge rasanya sudah lebih dari cukup untuk keseharian.

Apalagi ia juga punya fitur fast charging, mengisi baterai hingga penuh hanya butuh waktu 90 menit saja, tak perlu lagi menunggu terlalu lama untuk mengajaknya berpetualang! “Tentunya aku juga tak perlu repot memasukkan kode lagi, hanya untuk membuka kunci layar. Kan sudah ada sensor sidik jari! Semuanya jadi terasa lebih mudah, dan lebih aman dari tangan jahil yang suka mengintip smartphone. Hihihi..”.

Semakin larut rasanya lamunan yang mengantarku untuk menghabiskan wedang ronde yang sudah dingin itu. Ku putuskan untuk beranjak dan berjalan-jalan sejenak, berharap dapat meninggalkan pikiran soal perangkat yang resmi dirilis pada 22 Februari lalu itu.

Gemerlap lampu odong-odong sukses menarik minat para wisatawan untuk coba menaikinya, sementara di sisi lain, tak sedikit dari mereka yang asyik berfoto selfie di tengah gelapnya alun-alun selatan Jogja. “Foto selfie nya pasti gelap, tak seperti Samsung Galaxy S7 yang punya selfie flash di layarnya. Hihihi..” Ujar ku dalam hati sambil tersenyum.

Sial! Malam ini pikiranku benar-benar diracuni oleh bayang-bayang Samsung Galaxy S7! Fitur-fiturnya terlalu istimewa untuk dilupakan. Dan bahkan mungkin dengan melihat desainnya saja, orang-orang pasti akan langsung jatuh hati padanya, seperti yang juga terjadi padaku. “Ah, cukup! Lebih baik aku pulang saja!”.

Ramainya jalanan di malam minggu itu cukup untuk membuatku sejenak melupakannya, dan aku pun membersihkan diri setibanya di kontrakan, sebuah rumah kontrakan yang sepi, yang hanya aku sendiri saja yang menghuninya. Ya, aku, jomblo elegan, yang sedang menantikan dia yang masih melanjutkan pendidikannya sebelum bisa menjadi pasangan hidup dan menemaniku disini. Sementara itu, hanya gadget-gadget ku sajalah yang selama ini menghibur ditengah kesepianku, yang sesekali ku gunakan untuk bermain games untuk mengisi waktu luang, termasuk malam ini.

Aku bermain game dengan smartphone ku yang lain, karena ternyata mataku tak cukup lelah untuk tidur lelap. Notifikasi dari grup WhatsApp memang cukup mengganggu, namun tak membuatku berhenti untuk menikmati asyiknya bermain games, hingga tiba-tiba……

“Duh, pake acara kepencet segala!”

Jariku yang sedang mengontrol steering wheel untuk berbelok pada game Real Racing 3 tak sengaja mengenai tombol back yang berada di dekatnya, walhasil permainan pun terhenti sejenak. Dan bisa ditebak, aku pun harus kehilangan momen untuk mengontrol mobil pada game tersebut, membuatnya keluar lintasan. Benar-benar menyebalkan!

“Kalau saja smartphone yang ku gunakan ini adalah Samsung Galaxy S7, pasti tak akan seperti ini!” Dan sekali lagi, aku kembali teringat pada smartphone karya raksasa elektronik asal Korea Selatan itu, yang tentu bukan tanpa alasan.

Aku teringat pada fitur Game Tools yang dimilikinya, sebuah fitur yang memiliki beberapa fungsi untuk mendukung kenyamanan ketika bermain game. Mulai dari fungsi untuk menonaktifkan notifikasi ketika bermain game, Mengunci (Lock) tombol back dan recent (menonaktifkannya sementara), hingga bahkan ada pula fungsi untuk merekam permainan kita.

Diluar itu semua, kekuatan CPU, GPU dan kapasitas RAM yang diusungnya tentu bakal menyajikan performa game yang menjanjikan. Sebuah smartphone idaman para gamers, kurasa.

“Baiklah, aku menyerah!” Sungguh, segala fitur yang dimilikinya membuatku tak tahan untuk terus memikirkannya. “Sepertinya memang aku harus segera meminangmu, Samsung Galaxy S7! Ya, segera!”.

Dalam tulisan ini, aku hanya menuliskan beberapa fiturnya saja, dan jika kamu penasaran untuk tau lebih lanjut, kamu bisa berkunjung ke halaman ini.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY