31 Mei 2014: Mulai Dari Nol (Lagi)

31 Mei 2014: Mulai Dari Nol (Lagi)

400
0
SHARE

Sabtu pagi yang cukup cerah, kicauan burung sambut hangatnya sinar mentari. Tapi sayangnya aku cukup malas untuk bangun di pagi ini dan bahkan aku bangun lebih siang dari biasanya, sekitar pukul 7.15 dan walhasil akupun melewatkan shalat subuh (lagi). Memang belakangan ini aku merasa diriku ini sangat malas sekali, dan bahkan hampir tidak ada aktivitas “berarti” yang aku lakukan. Aku sering kali menghabiskan waktuku untuk bermain game dan mengabaikan semua rencana yang sudah aku susun sebelumnya seperti misalnya update blog, dan membangun toko online baruku.

Yup, mood ku memang tidak cukup baik untuk itu semua terutama ketika aku masih menempati kamar yang teramat panas di salah satu kos-kosan yang berada di kota Yogyakarta sehingga ketika matahari mulai meninggi akupun bergegas meninggalkan kamar itu dan tidak melakukan hal yang berguna bagi diriku sendiri. Untuk itu akupun memutuskan untuk pindah di kamar yang baru saja selesai dibangun, dan berjanji pada diriku sendiri untuk membuang rasa malas dan kembali “bekerja” dengan giat.

Tapi nampaknya rasa malas belum juga kunjung meninggalkan diriku setelah beberapa hari aku menempati kamar yang sejuk ini. Pagi ini aku dibangunkan oleh sinar mentari pagi yang menembus jendela dan aku bergegas untuk menyalakan laptop untuk mengecek keadaan blog utama yang kumiliki. Sayangnya seketika itu juga aku tau bahwa hal yang paling ku takutkan akhirnya terjadi juga. Salah satu blog yang selama ini menjadi andalanku akhirnya ditumbangkan oleh eyang gugel.

Kaget, dan sempat tidak percaya tapi aku tau ini kenyataan. Blog yang satu ini sudah lama aku bangun, dengan penuh pengorbanan. Aku tidak ingin bersikap berlebihan, tapi memang banyak sekali hal yang aku korbankan ketika membangun blog yang merupakan sumber pendapatan utamaku saat ini. Dan blog ini juga yang membuat aku bisa berpetualang ke Yogyakarta saat ini.

Could this be the end? Is this the end of my adventure?

Memang, sebelumnya aku sudah memperkirakan hal ini akan terjadi dan aku sudah membuat rencana untuk membangun project “backup”, untuk jaga-jaga jika hal ini benar-benar terjadi. Tapi rencana tinggallah rencana karena rasa malas mencegahku untuk merealisasikannya.

Kupikir inilah yang disebut dengan roda kehidupan, dimana ia akan menggilas ketidakmampuan (seperti pada syair lagu God Bless: Roda Kehidupan). Yups, aku tidak mampu mengatasi rasa malasku. Aku tidak mampu menggerakkan diriku sendiri untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan kini roda itu telah menggilasku melalui sumber penghasilanku (blog ku). Dan kini, tanggal 31 Mei 2014 aku harus memulai semuanya dari nol lagi. Tidak ada pilihan untuk menyerah karena aku masih punya mimpi yang harus aku gapai.

Aku punya dua buah pilihan yaitu BANGKIT atau MATI. Dan tentu saja aku memilih untuk bangkit! Namun dibalik “musibah” ini aku masih melihat sebuah sisi positif. Hidupku tidak akan berkembang jika aku tidak mengalami musibah ini karena aku akan terus menjadi pemalas yang tidak mau bergerak kemana mana untuk membangun hidupku sendiri. Semoga posting ini bisa menjadi contoh agar pemirsa tidak mengalami hal yang sama.

Hentikanlah rasa malasmu sebelum malas menghentikan nafasmu

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY