Bagaimana Kita Harus Menanggapi Atau Menghadapi Orang Sombong?

Bagaimana Kita Harus Menanggapi Atau Menghadapi Orang Sombong?

10473
0
SHARE

Bagaimana Kita Harus Menanggapi Atau Menghadapi Orang Sombong? – Sombong adalah salah satu sifat yang paling dibenci oleh banyak orang. Meski demikian terkadang orang yang membenci sikap ini justru memiliki tingkat kesombongan yang tinggi. Yaa maklum aja, manusia terkadang tidak mampu menahan egonya dalam arti ia menganggap dirinya sendiri adalah prioritas utama, yang paling “tinggi” dan yang paling parah adalah mereka yang menganggap dirinya paling benar sehingga mereka tidak bisa menyadari kesalahan pada dirinya sendiri.

Contoh sederhana yang akan kugunakan untuk menggambarkan kesombongan ini adalah pamer. Disadari atau tidak budaya pamer ini sudah mendarah daging di tiap individu, hanya saja kadarnya yang berbeda. Ada yang sekedar memamerkan wajahnya yang cantik atau tampan di social media, hingga memamerkan segala aktivitas atau hal apapun yang dimilikinya kepada publik agar dirinya dianggap hebat, kaya atau apapun yang intinya tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan pujian dari orang lain.

Memang tidak selamanya pamer itu buruk karena dengan menunjukkan apa yang kita punya bisa saja (bisa saja loh ya) akan memotivasi orang lain untuk dapat berusaha agar dapat memiliki hal yang sama. Tapi bukan berarti kita boleh memamerkan segala kelebihan atau kemewahan yang kita punya karena tidak semua orang akan menanggapinya secara positif sehingga tidak jarang hal itu justru akan menimbulkan perasaan iri. Jika sudah begitu si tukang pamer bukannya mendapat pujian tetapi malah akan mendapatkan banyak cibiran karena mungkin memang caranya “berbagi” itu dipandang kurang tepat atau berlebihan.

Eits tapi ingat, iri hati itu juga tidak baik loh! Kenapa? Karena dengan kita iri, berarti kita juga menunjukkan bahwa kita ini sombong. Loh kok bisa? Padahal yang sombong kan dia, bukan aku?! Hehe, oke dibaca baik-baik yaa.. Jadi gini..

Apa sih yang kalian pikirkan ketika kalian iri melihat orang lain yang sombong? Sebagian dari kamu pasti pernah berucap seperti ini dalam hati ketika melihat ada orang yang sombong/pamer :

“Halah baru punya mobil aja sombong, padahal juga kredit kan? Gue juga bisa beli yang lebih mahal!” “Halah pipi kaya bakpao aja sok cantik, pake foto monyong monyong segala lagi. Cakepan juga gue!” “Halah punya motor dibeliin bapaknya aja bangga! Bapakku juga bisa beliin kalo aku minta!”

Pemikiran seperti diatas menunjukkan bahwa kamu bahkan lebih sombong daripada orang yang pamer itu. Kenapa? Karena kamu sudah menyombongkan sesuatu yang bahkan kamu gak punya. Iya gak? Coba kamu baca lagi kutipan pemikiran diatas baik-baik. Jadi? Yaa berarti kalo kita iri kita sama buruknya dengan orang yang kita anggap sombong itu. Terus aku kudhu piye?

Nah silahkan lanjut menyimak tulisan (ketikan sih ya) ini karena disini aku bakal berbagi tips untuk kalian para pembaca untuk menghadapi orang sombong dan menanggapinya secara positif agar tidak timbul rasa iri.

1. Biarkan dia senang

Kadang orang gak bermaksud untuk pamer apalagi menyombongkan diri ketika ia “mengumumkan” apa yang dia punya atau apa yang sedang ia lakukan. Kadang itu hanya ungkapan kegembiraannya atas sesuatu yang ia miliki atau dapatkan dan ingin semua orang tau bahwa ia sedang bahagia. Meski kadang caranya berbagi dianggap kurang tepat dan agak sedikit berlebihan.

Jadi apa salahnya kita membiarkan dia senang? Toh kita gak perlu mengeluarkan uang untuk itu kan? Toh kita juga gak dirugikan dengan hal yang ia pamerkan, yakan? Dengan begini kamu sudah cukup baik kok 🙂

2. Gausah diperhatikan

Kalo memang dia terlalu sombong atas apa yang dia punya dan terlalu lebay untuk memamerkannya sehingga membuat kamu risih atau bahkan mual-mual, hal sederhana yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengabaikannya saja. Gak perlu diperhatiin, pura-pura gak liat. Itu akan jauh lebih baik daripada kamu harus ngedumel karena iri dan komat-kamit dalam hati.

3. Jadikan motivasi tambahan

Tahap ini bukanlah suatu hal yang bisa dianggap sederhana lagi karena tidak semua orang mampu melakukannya. Emang bisa kesombongan orang lain dijadikan sebagai sebuah motivasi? Ya jelas bisa donk!

Yang perlu kamu lakukan adalah dengan melihat sisi positif dari kesombongannya itu. Lah tadi katanya sombong itu gak baik, gimana sih? Oke oke, sabar. Kamu baca dulu baik-baik ya manis. Coba kamu lihat apa yang dipamerkan oleh “orang itu”. Sekarang apa itu membuatmu iri? Iya? Kalo iya, sekarang convert perasaan iri itu jadi sebuah motivasi untuk kamu.

Gimana caranya? Misal kamu lihat dia memamerkan kekayaannya, terus kamu iri sama kekayaannya itu. Sekarang karena kamu iri dan kamu pengen seperti dia, ya kamu harusnya berusaha untuk bisa seperti dia dan bukan cuma sombong di bacot doank. Semua orang juga bisa ngebacot, tapi cuma orang hebat yang bisa membuktikan bacotannya. Buktikan kalo kamu juga bisa seperti dia dan kamu gak pantes untuk koar-koar sebelum kamu bisa membuktikannya! Maaf ya rada kasar dikit, biar lebih nendang :p

“Duh di orang pamer mulu ya? Eh tapi kayanya enak juga ya jadi seperti dia, bisa ini, bisa itu, punya ini, punya itu. Ah aku juga pengen ah, pokoknya aku gaboleh ketinggalan!”

See? Ini cuma soal mind set aja. Intinya selama kamu memandangnya negatif, maka kamu gak akan mendapatkan pelajaran apa-apa. Sebaliknya jika kamu melihatnya dengan segala kerendahan hatimu, maka kamu bakal bisa lihat sisi positifnya dan memetik satu pelajaran dalam hal ini motivasi baru. Silahkan dicerna biar lebih paham 🙂

4. Jadikan bahan instrospeksi diri

Terlalu sulit untuk meng-convert nya menjadi sebuah motivasi? Kamu bisa coba menjadikannya sebagai bahan instrospeksi diri. Berkaca atas kesalahannya, lihat sisi negatifnya dan HINDARI untuk melakukan hal yang sama. Simple kan?

“Ih si anu ini belagu banget deh, baru punya mobil hasil ngerengek minta ama bapaknya aja gayanya bukan main. Hemm tapi yauda sih, biarin aja. Yang penting aku gaboleh kaya gitu juga! Soalnya kalo aku juga bersikap begitu pasti orang lain juga bakalan mencibirku.”

Intinya kamu gak perlu tuh mencibir orang yang kamu anggap si tukang pamer karena selain itu bukanlah hal yang baik, itu juga cuma bakal buang-buang waktu dan energimu aja alias gak bermanfaat. Inget, masih ada banyak hal lain yang lebih penting untuk dibicarakan daripada harus mencibir!

Jadi di satu sisi, si tukang pamer ini memang menjengkelkan. Tapi di sisi lain ada suatu pelajaran atau bahkan manfaat yang bisa kita petik meskipun dia bukanlah tanaman herbal. Dengan catatan kita harus mampu melihatnya dari kacamata positif, dan itu membutuhkan sebuah kerendahan hati. Dan meskipun dia bisa bermanfaat bagi orang lain bukan berarti aku juga menyarankan kamu untuk jadi orang sombong loh ya, karena orang sombong itu banyak yang gak suka. Emang kamu mau dijauhi orang-orang disekitarmu karena kamu sombong? Nggak kan?

BACA JUGA : Kenapa orang lain membenci kita?

Yang gak sombong aja ada yang mencibir, apalagi yang sombong? Yakan? Intinya, daripada kamu sibuk nge-judge kesalahan orang lain mendingan kamu jadikan kesalahan itu sebagai pelajaran untukmu sendiri. Sekali lagi, tulisan ini perlu dicerna biar kita bener-bener paham. Dan semoga bisa bermanfaat 🙂

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY