Home Daily Life Saat Kita Harus Melepaskan Orang Yang Kita Sayangi

Saat Kita Harus Melepaskan Orang Yang Kita Sayangi

26988
14
SHARE

Saat Kita Harus Melepaskan Orang Yang Kita Sayangi – Kalau kita udah sayang, pasti rasanya itu kita gak bakal mau melepaskannya atau ingin mempertahankannya sekuat tenaga. Apalagi kalau soal pacar atau pasangan, atau mungkin gebetan. Beragam kata gombal kita lontarkan entah itu di status pesbuk, twitter, ataupun PM di BBM, berharap si dia yang kita maksud akan membaca dan mau mengerti dan membalas gombalan ungkapan perasaan kita.

Biar bagaimanapun aku takkan melepasmu, karena aku sayang kamu *preeeeeettt*

Aku kan bertahan disini, meski kamu tak lagi mencintaiku *prrreeeeeeeeetttttt*

Tidakkah kamu melihat ketulusan ini? Aku kan tetap menunggumu hingga kau menyadarinya *preeeeett*

Duh plis deh, kutipan-kutipan yang sifatnya membodohi kaya gitu mending dihindari aja lah. Itu sifatnya ngerusak mental! Kalo masih sesama manusia mending jangan terlalu berharap deh, yang realistis aja ya biar gak kecewa. Iya sih memang berharap itu manusiawi, apalagi berharap pada orang yang kita sayang. Tapi gak pake lebay (berlebihan) kaya gitu bisa kan? Nanti yang sakit kamu sendiri loh, bener deh.

Kalau memang dia baik ya pertahankan, tapi kalau nggak baik ya lepaskan.

Ini yang biasanya sulit dilakukan oleh mereka terhadap orang yang mereka sayangi. Kita dibutakan oleh perasaan kita sendiri hingga gak bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk. Padahal kita tau kalau orang itu harus dilepaskan, tapi perasaan ini seakan mencegah kita untuk melakukannya. Nah kalau kamu juga merasakan hal yang demikian, coba kamu tenangkan diri dulu agar kamu bisa berpikir jernih lalu simak kata-kata dibawah ini:

Jika dia sering membuatmu merasa tenang, merasa bahagia, maka dia adalah orang yang pantas untukmu. Tetapi jika dia lebih sering membuatmu bersedih atau menangis, maka dia pantas untuk ditinggalkan.

Mempertahankan sesuatu yang selalu membuatmu bersedih hanya akan menyiksa dirimu sendiri. Terimalah kenyataan, bahwa kita memang harus melepaskannya meskipun kita menyayangi dia. Jangan takut untuk jomblo karena jomblo juga menyenangkan kok (BACA: Haruskah seorang jomblo bersedih?). Relakan dia, dan yakinlah bahwa kamu akan menemukan orang lain yang lebih pantas buat kamu.

Karena kalau kamu masih mempertahankan dia yang tidak baik untukmu, maka kamu sudah mencegah orang lain yang lebih baik untuk mendekatimu. Kamu hanya membuang waktumu, dan kamu sudah membuang kesempatan untuk menemukan orang yang lebih baik.

Tapi mas, aku kan sayang *mewek lagi*

Tuhkan masih aja ngeyel. Gini deh. Kamu mau terus hidup dalam kesedihan? Kamu gak ngiri sama orang yang bisa hidup tenang dengan pacarnya? Oke, berantem, cemburu, atau sakit hati memang wajar dalam satu hubungan, tapi apa kamu mau berantem, cemburu ama sakit hatinya itu tiap hari? Kalo kamu jawab “MAU”, berarti kamu harus sekolah lagi biar pinter.

BACA JUGA : Harus putus atau lanjut?

Kita itu hidup cuma sebentar, masa iya kamu mau menghabiskan umurmu cuma buat galau dan bersedih? Dan aku yakin sebenernya kamu sudah tau bahwa orang yang sering membuatmu sedih harus segera kamu lepaskan, hanya saja kamu sendiri menyangkalnya karena alasan “terlanjur sayang”. Plis, berhenti berpura-pura! Kalau kamu sering dibuat sedih, artinya kamu tuh gak bahagia dan gak akan bisa bahagia! Kalaupun bahagia paling sehari dua hari doank kan?

Kutipan hidupTerkadang kita harus melepaskan apa yang kita sayangi jika itu tidak baik untuk kita. Mungkin kamu akan merasa sedih setelah kehilangannya, itu manusiawi. Tapi yakinlah kesedihan karena melepasnya hanya sementara. Aku sendiri waktu itu butuh se-nggaknya satu tahun untuk bisa move-on alias menghilangkan (meninggalkan) kesedihan karena kehilangan orang yang kusayang. Lama memang, tapi sekarang aku hepi-hepi aja dan siap untuk memilih mereka yang PANTAS untuk jadi pasanganku.

Bertahan di masa lalu tidak akan pernah bisa membuat hidupmu maju, apalagi jika masa lalu itu menyakitkan. Terima kenyataan bahwa kamu harus melepas orang yang kamu sayangi demi kebaikanmu sendiri. Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, khususnya bahagia dengan pasangannya.

Maka jika saat ini kamu tidak menemukan kebahagiaan pada pasanganmu, tinggalkan dia! Jangan buang waktu dan habiskan umurmu bersama orang yang salah. Beranilah, maka kamu akan bisa melakukannya. Gunakan logika untuk melawan perasaanmu (jika ternyata perasaanmu salah). Dan jangan menjatuhkan mentalmu dengan kata-kata atau kutipan-kutipan yang sifatnya membodohkan seperti contoh diatas. Semoga kamu bisa mengambil sesuatu dari apa yang aku tulis di posting ini.

SHARE

Blogger lugu yang kadang punya rasa penasaran tinggi | Founder techijau.com & hayuklah.com | Main IG di @masbocah kadang main twitter juga di @PanduDryad

14 COMMENTS

  1. ha ha….. nice article… kl di baca jadi malu sendiri…. butuh keberanian untuk meninggal kan orang yg di sayangi……….. berani loncat dari tower 50 meter..? kl merasa berani baru bisa ninggalin orang di sayangi meski dia nyebelin…. but nice

  2. Makasih mass atas artikelnya membuat saya mau ngambil keputusan,,dan juga membuat saya keluar dari rasa luka,dan beban yg begitu berat selama ini

  3. Semoga saya kuat menjalani mas,, berusaha menerima, ditahan sakitnya sampai bosan dan akirnya terbiasa,, semoga saya bisa!! Nice artikel tyvm

  4. Melepaskan org yang menghianati kita dgn berselingkuh itu emg menyakitkan. Tapi setelah baca artikel ini, beban itu mulai berkurang.. Mksh artikelnya 🙂

  5. aku mau tanya dong mas katanya lelaki itu kan berhak memilih, naah ini ada cowo nah dia itu udah siap nikah tapi dia itu lagi ikhtiarlah yaa cari calon istri (yang dia deketi banyak lohh) tapi dia itu gak kasih komitment ke salah satu cewe dengan alasan dia masih membandingkan mana yang terbaik. tapi masalahnya salah satu cewe itu aku. Dan aku lebih baik melepas atau bagaimana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here