Home Contest Ini Alasan Kenapa Laptop ASUS ROG GX800 Cocok Buat Sultan!

Ini Alasan Kenapa Laptop ASUS ROG GX800 Cocok Buat Sultan!

1652
16
SHARE

Ini Alasan Kenapa Laptop ASUS ROG GX800 Cocok Buat Sultan! – Yang namanya Sultan, kalau beli apa-apa tuh biasanya yaa bakal milih yang spesifikasinya paling tinggi. Waktu milih komputer jinjing misalnya, laptop dengan prosesor Intel Core i7-7820HK pasti bakal jadi incaran utama. Kenapa harus pakai seri itu?

Ya jelas dong, karena Central Processing Unit dari Intel itu merupakan prosesor untuk laptop dengan kelas paling tinggi dan yang paling cepat untuk saat ini. Buat kamu yang belum tau, Intel Core i7-7820HK merupakan CPU generasi ke-7 (yang dirilis pada Q1 2017) yang dirancang dengan teknologi terkini. Berbeda dengan seri pendahulunya, chip prosesor yang satu ini sudah menggunakan proses fabrikasi 14nm yang tak hanya membuatnya lebih kencang, namun juga lebih efisien dalam penggunaan daya.

Hal ini karena proses fabrikasi yang lebih kecil tersebut memungkinkan Intel untuk mendesain chip semiconductor miliknya itu agar dapat meminimalisir terbuangnya energi secara percuma, sehingga daya yang dibutuhkan pun jadi lebih sedikit. Selain itu, chip dari Intel ini juga sudah mendukung teknologi Hyper Threading yang membuatnya bahkan lebih kencang lagi.

Teknologi Hyper Threading dari Intel ini membuat sistem operasi seakan-akan mendeteksi adanya 2 buah core (inti) prosesor pada tiap-tiap core yang dimiliki. Sehingga, 4 buah core prosesor pada chip Intel Core i7 akan dideteksi oleh sistem sebagai 8 buah core. Keuntungannya? Masing-masing core prosesor akan dapat “dipaksa” untuk menjalankan lebih dari satu thread atau perintah, sehingga menghasilkan kinerja yang lebih efisien dan cepat dalam satu waktu, seperti yang bisa kamu lihat pada gambar ilustrasi dibawah ini.

Nah dengan demikian, prosesor akan dapat memproses dan menyelesaikan lebih banyak perintah dalam satu waktu. BTW, kamu juga perlu tau nih kalau sebenarnya Intel Core i7 sendiri punya varian yang berbeda-beda, dimana pada seri 7820HK yang lagi kita bahas sekarang ini adalah chip untuk laptop dengan varian yang paling tinggi. Makanya seperti yang aku bilang tadi, bahwa laptop dengan chip ini pasti bakal jadi incaran utama bagi para Sultan!

Secara default, prosesor ini merupakan chip dengan performa tinggi dengan clockspeed 3.8 GHz, karena memang kode huruf “H” dibelakang angka “7820” mengisyaratkan bahwa chip ini merupakan varian High Performance. Sementara huruf “K” yang terletak paling belakang mengisyaratkan bahwa chip ini adalah versi unlocked, yang artinya, clockspeed atau kecepatan dari chip ini masih bisa ditingkatkan agar performanya lebih tinggi lagi.

Dan salah satu laptop yang mengusung chip paling powerful dari Intel ini adalah ASUS ROG GX800, yang bisa dikatakan sebagai laptop paling gila untuk saat ini.

Ah, emang segila apa sih? Nggak usah lebay deh, Mas~

Ehehe, keliatan banget, pasti kamu ketinggalan update soal laptop! Nggak usah disebut fiturnya dulu deh, aku kasih tau harganya, pasti kamu udah shock duluan.

Emang berapa harganya? Paling juga 20 atau 30 juta. Itu sih, tetanggaku juga punya, Mas~

Wahahah, belum tau dia! Laptop ini tuh khusus buat Sultan, harganya pun nggak main-main. Banderol resminya adalah Rp 95.499.000!

Itu duit semua? Salah ketik kali tuh, nol nya kebanyakan…

Nggak, aku nggak salah ketik kok. Iya, harganya emang bener 95 jutaan! Kamu pasti nggak habis pikir, emang laptop harga segitu bedanya apa dengan laptop biasa lainnya? Gitu kan? Iya, awalnya aku juga berpikir seperti itu. Tapi bener deh, harga yang dibanderolnya itu sangat beralasan mengingat fitur yang diusungnya pun amat sangat jauh berbeda dengan laptop pada umumnya.

Seperti yang kita tau, seri ROG alias Republic of Gamers adalah varian produk ASUS yang ditujukan khusus untuk urusan gaming, karena memang kebutuhan untuk gaming sendiri memerlukan mesin (komputer / laptop) yang amat powerful untuk memberikan pengalaman bermain yang baik.

Keistimewaan ASUS ROG GX800ASUS ROG GX800 ini adalah generasi penerus dari GX700 yang merupakan laptop pertama di dunia yang menggunakan teknologi pendingin cair. Secara fisik sih keduanya memang terlihat serupa karena sama-sama mengusung desain khas laptop seri ROG.

Namun pada seri yang terbaru ini, terdapat peningkatan yang cukup signifikan baik dari segi performa maupun beberapa hal lainnya termasuk juga dimensinya. Kalau kamu adalah seorang gamer, pasti kamu paham bahwa memiliki sebuah GPU yang powerful adalah hal yang wajib bagi sebuah laptop gaming. Karena selain CPU, peran GPU (Graphic Processing Unit) juga amat penting untuk mendukung urusan pengolahan gambar agar nampak lebih detail serta animasi atau pergerakan gambar yang dihasilkan dapat berjalan dengan mulus.

Dan disini, ASUS membekali ROG GX800 dengan GPU 2 way NVIDIA GeForce GTX 1080 SLI. Tau apa artinya? Yap, itu berarti, laptop ini tak hanya membawa satu, tapi dua buah chip GPU sekaligus!

NVIDIA GeForce GTX 1080 sendiri merupakan kartu grafis kelas atas yang biasa dipasang pada desktop. Dan dengan memadukan 2 GPU tipe ini sekaligus, jelas bakal menghasilkan performa yang…. Ah, nggak kebayang deh 😀

FYI, masing-masing kartu grafis dengan tipe yang digunakannya tersebut mempunyai 2560 CUDA Cores dengan Base Clock 1607 MHz dan dapat di boost hingga 1733 MHz. Sementara VRAM yang dibawa oleh GPU ini adalah 8 GB GDDR5X dengan jalur memory bus selebar 256 bit berkecepatan 10 Gbps!

Tunggu dulu, urusan performa belum selesai dibahas inih! 😀 Nggak cuma berbekal CPU dan dobel GPU powerful aja, tapi ROG GX800 juga membawa kapasitas RAM super lega sebesar 64 GB DDR4 2800 MHz!

Ebuset, RAM segede itu buat apaan?

Buat kamu yang doyan multitasking seperti aku, kamu pasti bakal ngerasain manfaat dari kapasitas RAM yang segede gaban itu. Contoh sederhana aja deh, coba kalo misalnya kamu lagi edit video di Adobe Premiere Pro, sambil bikin printilan pendukung di Adobe Photoshop atau Illustrator, ditambah lagi harus utak-atik suara di Adobe Audition, plus, harus buka beberapa tab browser buat nonton video tutorial, dan kamu ngejalanin semua itu dengan laptop yang pakai RAM 8GB. Pasti mulai berasa lemotnya. Apalagi kalau misal kamu harus edit banyak track video / audio di sequence mu, makin makin aja deh 😀

Lagian, semakin hari, ukuran file dari program atau game yang akan membebani RAM tuh semakin hari semakin besar. Sehingga nggak cuma menjamin kelancaran multitasking, tapi dia juga bakal siap digunakan untuk jangka panjang!

Iya juga ya, masa laptop segitu mahal cuma dipake buat jangka pendek doang? 😀

Hehe, yakan? Bahkan untuk urusan penyimpanan aja, ROG GX800 ini juga memakai Solid State Drive alias SSD M.2 PCIE X4 NVMe RAID0 yang diklaim memiliki kecepatan baca/tulis paling cepat untuk abad ini. Tak hanya satu, tapi tiga buah sekaligus yang masing-masing berkapasitas 512 GB, dengan total penyimpanan menjadi 1.5 TB. Kecepatan membaca atau menyimpan data yang baik, jelas sangat mempengaruhi kecepatan loading, sehingga waktu yang digunakan untuk menunggu pun jadi makin singkat 😀

Keren sih, tapi kalau cuma dipasangin spesifikasi tinggi doang bukannya laptop lain juga bisa, Mas?

Hoho, ya nggak segampang itu dong! Coba kamu pikir lagi, kenapa sih kok produsen laptop tuh seakan enggan untuk menjejali produk laptopnya dengan spesifikasi paling tinggi seperti yang dilakukan oleh ASUS pada ROG GX800 nya ini? Karena memang, hal itu nggak mungkin dilakukan pada laptop standar! Nah, disinilah peran docking watercooling milik ROG GX800 menjadi amat penting!

Emang, buat apa pakai watercooling segala, Mas?

Chip CPU dan GPU dengan performa monster seperti yang dibawa oleh ASUS ROG GX800 ini akan menghasilkan panas yang amat sangat, apalagi jika digunakan dalam mode performa penuh. Temperatur tinggi inilah yang tak mampu diredam oleh laptop standar, sehingga produsen laptop akan berpikir ulang untuk menyematkan chip dengan performa tinggi pada laptopnya.

Kalaupun dipaksakan, sistem akan secara otomatis menurunkan performa secara drastis untuk mendinginkan dan mencegah terjadinya panas berlebih yang bisa mengakibatkan kerusakan pada berbagai komponen di dalamnya. Sehingga, chip tangguh yang dibawa tersebut hanya bisa dinikmati sesaat, seperti kata-kata mantan yang cuma manis di awal. Eits, dilarang baper ya 😛

Sistem watercooling tersebut dapat meredam panas yang dihasilkan oleh CPU dan dua GPU yang diusung oleh laptop khusus Sultan ini. Dan bahkan, hal ini memungkinkan kita untuk mendongkrak kekuatan (overclocking) CPU dan GPU agar dapat menghasilkan performa yang bahkan lebih tinggi lagi.

Melalui aplikasi ASUS Gaming Center, kita dapat dengan mudah melakukan overclocking CPU hingga 4.3 GHz dengan mengubah dari mode Standard ke mode Extreme. Batas aman pada laptop ini juga masih memungkinkan untuk melakukan overclocking CPU hingga 4.6 GHz.

Seperti yang bisa kamu lihat pada gallery screenshot diatas, nampak jelas bahwa ASUS memberikan kemudahan kontrol bagi para penggunanya melalui aplikasi tersebut. Tak hanya untuk urusan overclocking, tapi kita juga bisa memonitor suhu pada laptop kita, plus mengatur berbagai hal lain termasuk macro key, hingga efek lampu dari laptop tersebut.

Sebenarnya, meski laptop ini tak menggunakan aksesoris andalan yang dipasangkan pada bagian belakangnya itu, ASUS mengklaim bahwa laptop ini juga sudah mampu mengeluarkan hingga 90 persen kekuatannya, dengan catatan, ia mesti dihubungkan dengan charger yang akan memberikan suplai daya sebesar 330W.

Iya, hal itu memang memungkinkan karena laptop ini juga sudah mempunyai sistem pembuangan panas bawaan yang sangat baik untuk ukuran laptop, dimana dua buah kipas yang tersemat didalamnya akan membuang panas ke bagian belakang.

Namun tentu saja, agar temperatur dapat lebih terjaga, sangat disarankan bagi pengguna untuk menghubungkannya dengan docking watercooling. Berbeda dengan seri pendahulunya yang hanya memerlukan 1 buah power supply 330W, saat kita ingin mendongkrak performanya ke mode extreme & menggunakan docking watercooling, GX800 harus dihubungkan dengan 2 buah power supply 330W yang masing-masing ditancapkan pada laptop dan juga docking nya.

Hal ini disebabkan karena GX800 membawa dua buah GPU NVIDIA GeForce GTX1080 sekaligus, sementara pada seri GX700 hanya membawa satu buah GPU NVIDIA GeForce GTX980. Sehingga jelas, seri GX800 membutuhkan suplai daya yang lebih besar.

Emang gimana sih cara kerja dari sistem pendinginan cairnya ini, Mas?

Jadi, ketika dihubungkan, docking akan memompa cairan dari dalam tangki penampungan untuk dialirkan menuju CPU dan GPU 1, lalu mengalir juga ke arah GPU 2 sebelum akhirnya cairan yang sudah naik temperaturnya tersebut kembali dialirkan ke arah docking untuk didinginkan dalam radiator, dikembalikan ke tangki, sebelum kemudian dialirkan kembali ke arah laptop. Untuk lebih gampangnya, silakan simak gambar animasi dibawah ini.

Kabarnya, radiator watercooling pada docking nya ini dibuat dengan proses manufaktur yang sama dengan sistem pendingin yang ada pada sebuah mobil agar dapat memberikan pendinginan yang maksimal.

Sekarang saatnya ngebahas soal seberapa hebat sih kemampuan dari laptop ini? Langsung cek aja yuk hasil benchmark nya dibawah ini! Pengujian dilakukan dengan dua mode berbeda yakni Standard dan Extreme untuk melihat perbedaannya. Klik gambarnya untuk memperbesar.

Masih perlu pembuktian lain? Oke, sekarang kita uji dengan beberapa judul game yuk! Berikut adalah beberapa screenshot hasil pengujiannya saat menggunakan mode extreme, lengkap dengan screenshot soal pengaturan tampilan grafis dari masing-masing game!

Ohiya hampir aja lupa! Laptop ini punya layar seluas 18.4 inch berjenis IPS dan punya resolusi UHD alias 4K (3840 x 2160 pixel) dengan refresh rate 60 Hz yang juga sudah menggunakan teknologi G-SYNC.

Dan seperti yang bisa kita lihat pada gambar screenshot diatas, saat digunakan dengan resolusi penuh (4K) serta detail grafik yang di set di batas yang tinggi, laptop ini mampu melibas game-game tersebut dengan sangat lancar. Hal ini terlihat dari hasil benchmark yang menunjukkan bahwa rata-rata, laptop ini mampu menjalankan game dengan frame rate yang tinggi.

Artinya, game yang dimainkan dengan laptop ini terbukti dapat berjalan dengan amat mulus, dimana semakin tinggi frame rate (dalam satuan frame per second / fps), maka tampilan animasi / gerakan pada game akan nampak semakin halus.

Kamu perlu tau bahwa layar beresolusi UHD memiliki jauh lebih banyak jumlah pixel dibandingkan layar HD atau bahkan Full HD. Itu berarti, gambar yang ditampilkan pada layar akan semakin tajam dan tentu lebih sedap dipandang mata. Namun karena banyaknya jumlah pixel yang ditampilkan, maka laptop akan membutuhkan GPU dengan performa yang sangat tinggi untuk dapat menghasilkan grafis yang mulus, seperti yang sudah bisa dirasakan pada ROG GX800. Dari sini saja sudah terlihat kan, bahwa memang kemampuan laptop ini berada jauh diatas rata-rata.

Pengguna tak perlu khawatir soal perbedaan refresh rate pada layar dengan kemampuan mengolah grafik dari GPU yang bisa menghasilkan frame rate yang bervariasi dimana terkadang hal ini menimbulkan efek berupa stuttering ataupun tearing, karena, seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa notebook ini sudah dilengkapi dengan teknologi G-SYNC.

Teknologi ini bakal meminimalisir efek-efek tersebut dengan melakukan sinkronisasi antara refresh rate layar dengan frame rate hasil pengolahan GPU, sehingga output gambar yang dihasilkan akan tetap “kompak” dan tetap utuh alias tidak terpecah-pecah seperti contoh gambar dibawah ini.

Yang bikin makin betah, layarnya yang lebar ini juga sudah mendukung fitur ASUS Splendid, yang mana didalamnya terdapat berbagai pilihan mode layar mulai dari mode normal, mode Vivid (tampilan warna lebih “wah”), hingga mode Eye Care yang berfungsi untuk mengurangi emisi cahaya biru pada layar.

Gunanya adalah agar mata tidak cepat lelah ketika harus menatap layar dalam waktu lama, sebuah hal yang biasa dilakukan oleh seorang gamer. Apalagi kalau gamer itu kan biasanya suka main di area gelap-gelapan ya, jadi teknologi ini jelas bakal bikin pemain makin betah untuk berlama-lama di depan layar.

Terdapat pula pilihan mode manual, dimana kita dapat mengatur temperatur warna pada layar sesuai dengan keinginan kita. Panel layar yang juga sudah menggunakan teknologi IPS dengan lapisan anti-glare membuatnya semakin nyaman untuk digunakan karena ia memiliki sudut pandang yang luas, dalam arti, meski kita melihat layar pada sudut tertentu (tidak segaris lurus dengan layar), tampilan yang dapat dilihat masih tetap nampak jelas.

Keuntungannya adalah, pengguna jadi tak perlu repot untuk sering-sering mengatur sudut layar agar dapat melihat tampilan gambar dengan optimal.

Berdasarkan info yang aku baca, GX800 kabarnya juga dapat dihubungkan dengan sebuah monitor beresolusi 8K (60 Hz) atau dua buah monitor beresolusi 4K (60 Hz) loh! Gimana kalau untuk VR? Seri pendahulunya aja udah bisa, apalagi yang ini! Very Ready ini mah! 😀

Udahlah, untuk soal performa mah, ROG GX800 ini bener-bener #GaAdaMatinya! *Eh, salah hashtag deng 😛 * Tapi terkadang, gangguan saat bermain game bisa saja datang diluar masalah performa dari perangkat itu sendiri, ibarat hadirnya orang ketiga dari sebuah hubungan gitu. Hihihi 😛 Dalam hal ini yang paling sering adalah masalah koneksi internet.

Adalah ASUS GameFirst III, fitur yang juga sudah disiapkan oleh ASUS untuk para Sultan pemilik laptop ini sebagai salah satu solusi untuk meminimalisir menurunnya experience saat bermain game akibat koneksi yang harus terbagi untuk hal lain.

Dengan fitur ini, laptop akan lebih memberikan prioritas penggunaan bandwidth internet untuk kebutuhan game. Sehingga, meskipun di saat yang sama kita juga sedang mendownload file, kecepatan koneksi untuk game yang sedang kita mainkan takkan terganggu.

Ibarat sebuah hubungan, gebetannya sih emang banyak, tapi percayalah, sebagian besar hatinya diisi oleh namamu kok #Eaak 😛

Sebuah aksesori berupa eksternal antenna juga bisa kita manfaatkan untuk memperkuat tangkapan sinyal Wi-Fi jika ternyata jangkauannya tak cukup kuat untuk sampai di ruangan kita. Tenang, untuk menggunakan external antenna ini kita nggak perlu pakai satupun dari 3 buah port USB 3.0 ataupun 2 buah port USB Type-C yang tersedia, karena, terdapat sebuah konektor khusus untuk aksesori tersebut. Untuk lebih jelasnya, intip aja deh kelengkapan port input dan output nya dibawah ini!

Lengkap? Banget! USB 3.1 Type-C nya itu sudah mendukung teknologi Thunderbolt 3.0 loh, sebuah teknologi yang memungkinkan kecepatan transfer data super tinggi hingga 40 Gbps! Melalui kedua port ini pula-lah yang memungkinkan GX800 untuk dihubungkan ke monitor eksternal hingga resolusi 8K, seperti yang sudah disebutkan diatas.

Oh, yang disamping itu saringan udara? Kirain speaker~

Hehe, bukan.. Kalo speakernya mah ada 2 biji didepan, tepatnya dibawah area palmrest, sama 2 biji lagi dibagian bawah bezel layar, yang mana masing-masing punya kekuatan 2W yang berfungsi sebagai Tweeter Speaker (untuk menghasilkan suara dengan frekuensi lebih tinggi) dan Squawker Speaker (untuk menghasilkan suara dengan frekuensi lebih rendah) yang ketika dipadukan, keempatnya bakal memberikan efek suara yang lebih realistis. Tuh, greget ora? Laptop buat Sultan gitu loh!

Masih ada satu hal yang bikin ASUS ROG GX800 jadi makin greget. Yap, apalagi kalau bukan soal keyboard nya! Berbeda dengan laptop ASUS ROG lainnya, seri GX800 ini adalah laptop pertama dari ASUS yang menggunakan keyboard mechanical, dan ASUS memberinya nama MechTAG (singkatan dari Mechanical Tactile Advanced Gaming) keyboard.

Emang, apa bedanya dengan keyboard laptop lainnya, Mas?

Yaa jelas beda dong! Coba sendiri deh, pasti kamu bakal ngerasain bedanya! Singkatnya, mechanical keyboard ini merupakan keyboard yang memiliki spring atau per seperti pada contoh ilustrasi disamping. Dengan demikian, jari kita akan merasakan sensasi yang berbeda di saat tiap kali kita menekan tuts keyboard nya. Yaps, ini adalah soal kenyamanan, yang mana dalam urusan ini, hanya jemari mu lah yang bisa menjelaskannya.

Mechanical keyboard sendiri sebenarnya juga masih memiliki banyak varian dengan karakteristik yang berbeda-beda pula. Dan pada keyboard ini, ASUS menyebutkan bahwa keyboardnya dirancang agar memiliki feel yang mirip dengan MX Brown Switch (seperti pada gambar animasi), namun di desain lebih tipis untuk membuat dimensi keyboard jadi tidak terlalu tebal.

Hemm, emang segitunya kah pengaruh mechanical keyboard terhadap kenyamanan pemakaian?

Hehehe, kalo nggak percaya, mending dicoba sendiri deh! Dan kalo udah terbiasa, jangan kaget kalau misalnya jarimu bakal ngerasa ogah buat balik lagi pakai keyboard “biasa”.

Terus, kira-kira ada keuntungan tertentu lainnya nggak, yang jadi pembeda antara mechanical keyboard dengan keyboard biasa?

Konon, mechanical keyboard itu 5 kali lebih awet dibandingkan keyboard biasa. Jadi kalau misal tombol keyboard biasa hanya mampu menerima 10 juta kali “klik”, keyboard mechanical mampu menahan lebih dari 50 juta kali “klik”. Pernah nemunin tuts keyboard yang nggak mau nonjol keatas lagi? Atau mungkin tuts keyboard yang jadi sulit ditekan gara-gara keseringan dipake? Nah, masalah yang seperti itu bakal amat sangat jarang ditemukan pada mechanical keyboard!

Plus, karena kenyamanan dari keyboard ini juga dapat mengurangi resiko sakit pada pangkal telapak tangan akibat terlalu sering mengetik. Lagian, ini kan buat Sultan, jadi yaa hal kecil termasuk soal keyboard ini juga mesti dibuat senyaman mungkin dong! Yakan?!

Kesimpulan

Jadi, gimana? Nggak salah dong kalau memang laptop ini ditujukan untuk Sultan? Yaps, bukan cuma soal harganya yang memang cuma Sultan yang bisa beli, tapi, segala keunggulannya yang mustahil bisa dilakukan oleh laptop biasa pun juga bisa jadi alasan tersendiri untuk meminangnya.

Performa tinggi yang biasa ditemukan pada sebuah desktop, dikemas cantik oleh ASUS dalam wujud ROG GX800 ini. Bahkan beberapa fitur termasuk pendingin cair serta keyboard yang dioptimalkan pun juga turut dibawa serta. Oiya, dalam paket penjualannya, ASUS juga menyertakan sebuah Mouse Gaming ROG Gladius sebagai pelengkap yang bisa di set sensitifitasnya hingga 6400 DPI.

Greget banget ya, cocok lah ini buat Sultan! Tapi Mas, masa iya laptop dengan performa setinggi itu cuma buat game doang? Terus, kenapa nggak milih pakai desktop aja?

Nah, ini pertanyaan bagus! Kalau kamu seorang gamer, pasti paham betul betapa performa tinggi amat sangat penting untuk dapat menjalankan game dengan baik, yang secara tidak langsung juga akan menjadi senjata tambahan bagi gamer untuk memenangkan pertandingan. Plus, nggak lupa juga soal kenyamanan supaya makin betah berlama-lama di depan layar, yang mana semuanya itu sudah dimiliki oleh GX800.

Tapi, ada kalanya, Sultan juga mesti cari duit dong? Dan pastinya, laptop ini pun juga siap menjadi partner untuk menjalankan apps berat non game untuk membantu pekerjaan. Beberapa profesi yang berkaitan dengan kreatifitas seperti Videographer atau beberapa profesi lainnya sering kali membutuhkan laptop berperforma tinggi untuk dapat menjalankan aplikasi yang dibutuhkan.

Dan seberapa penting sih peran performa dalam membantu pekerjaan? Sekarang coba kita ambil contoh kecil. Misal kita baru aja menyelesaikan editan video yang total durasinya sejam, resolusi tinggi, frame rate tinggi. Kalau kamu pakai laptop dengan performa tinggi seperti GX800, jelas, proses rendering bakal lebih cepet diselesaikan. Semakin cepat proses rendering selesai, maka semakin banyak pula sisa waktu yang bisa kita manfaatkan untuk bermain game lagi atau sekedar bersantai, keluyuran nyari angin segar.

FYI, buat rendering video durasi 8 menitan aja (30fps, Full HD) bisa makan waktu sekitar 50 menit hingga 1 jam kalau menggunakan laptop biasa.

Yakan? Dan kenapa harus laptop? Karena yang namanya Sultan, kadang tuh mesti pergi jauh keluar kota untuk urusan kerjaan. Ya masa kita harus nenteng PC kemana-mana? Kan nggak mungkin? Makanya si ROG GX800 ini bisa banget jadi solusi karena performanya sudah setara desktop, namun dalam wujud laptop. Tenang, ASUS juga sudah menyediakan ransel dan koper dalam paket penjualannya kok, jadi akan siap untuk dibawa kemana-mana 😀

Oh, iya juga ya. Nggak kepikiran. Hehehe~

Sekarang udah kebayang, kan? So, buat kamu yang penasaran sama spesifikasi lengkapnya, bisa langsung lihat specs sheet nya dibawah yaa!

Semoga bermanfaat!

SOURCEImage Credit: ASUS, Pungky Prayitno
SHARE

Blogger lugu yang kadang punya rasa penasaran tinggi | Founder techijau.com & hayuklah.com | Main IG di @masbocah kadang main twitter juga di @PanduDryad

16 COMMENTS

  1. Republic of gamers, Duuhhh, aku terpesona banget baca review nya. Gimana kalau sampai milikin nih laptop? Huuaaaaaaaaa.. Bahagia aku, langsung bisa move on dari mantan juga pastinya :3
    Aku mau, Mas. Mauu!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here