Home Contest Kenapa Orang Kreatif Butuh Laptop Intel 2in1?

Kenapa Orang Kreatif Butuh Laptop Intel 2in1?

458
10
SHARE

Lagi asik-asik ngurusin toko online, eh tau-tau ide tulisan untuk ngeblog mendadak muncul. Udah gitu waktu postingan di blog lagi digarap, muncul lagi ide lain buat konsep video. Kadang juga pernah tuh, waktu lagi dalam perjalanan, mendadak dapet inspirasi soal konsep campaign untuk calon produk baru.

Pernah mengalami hal serupa? Yaah maklum lah, namanya juga ide. Datengnya kapan, kita nggak pernah tau. Mending kek ya kalau semua ide yang mengalir itu bisa kita ingat-ingat terus. Nah sementara kalau aku nih, ide yang muncul itu biasanya perlahan bakal terlupakan seiring dengan datangnya ide-ide lain, sehingga mesti “ditangkap” dan dicatat.

Belum lagi kalau misal harus mengejar yang namanya deadline, pasti bakal makin cepet terlupakan deh itu ide kalau nggak langsung dicatat!

Aku sendiri punya sebuah kebiasaan, yaitu selalu mencatat ide atau konsep apapun yang berhubungan dengan pekerjaanku dalam sebuah buku ataupun secarik kertas, agar aku bisa menerapkannya nanti. Cukup efektif, memang. Tapi, masalahnya . . .

Aku seringkali harus kesulitan dalam menemukan catatan yang sedang kubutuhkan, karena sudah tercampur dengan banyak sekali draft konsep lain didalamnya, sehingga aku harus mengecek tiap halaman buku yang tentu akan memakan waktu.

Belum lagi kalau misal ada perubahan rencana, mengharuskanku untuk mencoret-coret konsep lama dan menuliskan konsep baru setelahnya, yang terkadang membuat catatan kurang rapi, tak enak dipandang, atau bahkan jadi makin kacau karena kertas lebih banyak diisi oleh coretan.

Awalnya kupikir, tak ada cara lain yang lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional yang masih kuterapkan dalam urusan mencatat. Hingga kemudian, kehadiranku dalam sebuah event peluncuran laptop terbaru beberapa waktu lalu, membuatku tertarik untuk ingin menggunakan metode yang lebih modern.

Ya, saat dipresentasikan dan dihadirkan keatas panggung, aku langsung menaruh perhatian lebih pada ASUS Zenbook Flip S yang saat itu merupakan salah satu laptop yang resmi dirilis.

Tentu bukan tanpa alasan, karena kurasa laptop 2in1 tersebut bakal sangat cocok untuk bantu meningkatkan produktivitasku dalam berbagai skenario kesibukan yang aku jalani. Laptop inipun kemudian menjadi target utamaku saat kami memasuki area uji pakai, karena rasa penasaranku yang cukup tinggi.

“Oh, jadi ini ya ASUS Zenbook Flip S yang barusan dirilis? Hemm, menarik juga . . .”

Saking asiknya saat mencoba, aku sampai lupa waktu hingga area tersebut sudah nampak lengang saat aku menyadarinya, ditinggalkan oleh para tamu undangan lain yang bersiap untuk mengikuti sesi selanjutnya. Hahahah, ya maklum, aku begitu excited untuk mencari tau fitur-fitur yang dimiliki oleh perangkat ini.

“Yaelah begini amat, Mas. Emang apa bagusnya sih laptop itu?”

“Nah ini, pertanyaan bagus!”

Kalau dilihat sepintas sih, laptop ini memang nampak seperti layaknya laptop pada umumnya ya. Tapi kalau kamu coba untuk mengenalnya lebih dekat, aku yakin kamu pasti akan setuju bahwa inilah perangkat yang dibutuhkan oleh para insan kreatif! Berikut adalah beberapa alasannya:

“Check it out!”

“WADOOH, itu kenapa kok laptopnya dipotek segala sih?!”

“Eh nggak, ternyata emang bisa dilipat! Asik banget ya, udah kaya buku beneran aja . . .”

Itulah hal pertama dari ASUS Zenbook Flip S yang menarik perhatianku, hingga membuatku penasaran untuk mencari tau untuk mengenalinya lebih lanjut.

Saat pertama kali memegangnya secara langsung, aku dibuat takjub dengan bobotnya yang teramat ringan untuk sebuah laptop 13.3 inch, yang ternyata hanya sekitar 1.1kg saja!

Aku sudah langsung bisa membayangkan bagaimana jika ASUS Zenbook Flip S menggantikan peran laptopku yang punya bobot lebih dari 2 kilogram itu. Tentu aku tak lagi mencari alasan untuk meninggalkannya dirumah.

Belum lagi soal dimensi fisiknya yang mungil berkat bezelnya yang tipis. Plus, ketebalannya yang hanya 1.09cm membuatnya semakin mudah untuk diselipkan kedalam ransel.

“Bawa laptop enteng mah bebas, mau kemana aja hayuklah pokoknya . . .”

Jujur saja, aku selalu dilema dan berpikir dua kali untuk membawa laptop saat aku harus “bertugas”, baik untuk menghadiri event, maupun untuk berbagai urusan lainnya.

Yang ada di benakku adalah, apakah laptop yang kubawa itu nantinya bisa benar-benar efektif pemanfaatannya? Atau apakah aku bisa mengoperasikannya dengan nyaman di lokasi yang belum tentu menyediakan tempat untuk meletakkan laptop?

Tentu akan beda ceritanya jika aku menggunakan ASUS Zenbook Flip S karena fleksibilitas dalam pengoperasiannya.

Layarnya yang bisa dilipat 180 derajat, serta interface yang mendukung respon sentuhan pada layar (touch screen) membuatnya sangat memungkinkan untuk dioperasikan tanpa harus meletakkannya pada bidang datar.

Jangan remehkan bentuk fisiknya yang tipis itu, karena ternyata, laptop convertible ini menggunakan prosesor Intel Core i7-7500U yang didukung dengan RAM LPDDR3 berkapasitas 16GB!

“Hah, serius Mas?”

“Yaiyalah! Masa bercanda sih?”

Siapa sih yang tak kenal dengan Intel? Pembuat chip komputer legendaris ini memang sudah sangat dikenal karena mampu memberikan performa tinggi pada perangkat komputasi.

Penggunaan chip Intel Core-i series pada ASUS Zenbook Flip S juga merupakan salah satu faktor penentu sekaligus menjadi poin pertimbangan penting untuk memilih laptop ini. Karena, chip Intel akan dapat memaksimalkan fungsi dari laptop 2in1 itu sendiri.

“Memangnya, apa sih yang membuat chip Intel segitu istimewanya, Mas?”

“Yaelah, masa kamu nggak tau sih?”

“Yaudah, sini aku jelaskan dulu . . .”

Semua orang mungkin sudah tau kalau chip Intel itu kencang. Tapi tak semua orang tau bahwa dibalik itu, mereka punya teknologi mutakhir yang dapat memaksimalkan fungsi dari sebuah laptop, seperti yang sudah aku singgung sebelumnya.

Salah satu fitur yang menjadi andalannya adalah teknologi hyper-threading. Teknologi ini akan memaksimalkan penggunaan resource dari tiap inti prosesor, sehingga dapat menjalankan lebih dari satu thread sekaligus dalam satu waktu yang sama. Efeknya? Perintah yang diberikan akan dapat diproses dan diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat.

“Waduh, Mas… Bisa pake bahasa yang lebih sederhana gak? Aku nggak ngerti nih . . .”

“Hehehe, maaf… Abis, terlalu bersemangat sih… Oke, gini aja deh . . .”

Gampangnya, teknologi ini tuh mirip seperti aku yang bisa dibilang suka bermultitasking, selalu berpikir soal bagaimana caranya supaya aku bisa menyelesaikan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu yang sama.

Misalnya saat sedang berkunjung ke tempat wisata untuk mengisi konten di blog ku yang bertemakan traveling. Biasanya dalam satu trip tersebut, aku juga akan membawa serta gadget keluaran baru untuk mengambil sample foto dari kameranya yang nanti juga bakal kutuliskan reviewnya pada blogku yang bertema teknologi.

Sehingga, waktu yang kudedikasikan bisa dioptimalkan untuk menghasilkan lebih banyak karya. Karena aku sadar, aku nggak punya banyak waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaanku itu. It’s all about efficiency!

“Kalau bisa selesaikan 2 project sekaligus, kenapa nggak? Yakan?!”

Tak berhenti sampai disitu, dukungan chip Intel pada notebook convertible tertipis didunia tersebut juga bakal memungkinkan kita untuk mengoperasikannya tanpa harus menunggu lama, berkat teknologi Instant-On.

Jadi kalau misalnya kita dalam sedang dalam perjalanan menggunakan kereta atau mobil, lalu mendadak dapat ide yang mesti dicatat, laptop akan langsung bisa dioperasikan hanya dalam waktu 2 detik (bahkan kadang kurang dari itu) setelah kita membukanya (dari keadaan sleep).

Nggak perlu ribet ngetik password segala, karena laptop intel 2in1 ini juga sudah dilengkapi dengan pemindai sidik jari (fingerprint scanner) yang bakal dapat mempercepat proses membuka kunci.

Sehingga, kita bisa langsung menggambar skema konsep atau ide yang kita dapatkan tadi pada layar ASUS Zenbook Flip S dengan menggunakan ASUS Pen Stylus.

“Itulah kenapa peran chip Intel di laptop ini menjadi sangat penting!”

“Jadi, perpaduan antara dimensi fisiknya yang mungil dengan chip pintar dari Intel akan menjadikannya laptop ultra portable sekaligus powerful, sehingga amat sangat mendukung untuk urusan produktivitas!”

“Canggih juga ya!”

Aku yakin, ada banyak sekali dari para kreator yang punya masalah “ide mendadak macet”. Yaps, kalian pasti tau kalau ide itu seringkali tak bisa dipaksakan, dan terkadang baru akan muncul jika ada pemicunya.

Di saat-saat seperti ini, biasanya aku akan mencari “pemicu munculnya ide” dengan berbagai cara termasuk dengan membaca referensi, menonton video, atau sekedar iseng membaca keluh kesah teman-teman di social media.

“Nah inilah alasan kenapa orang kreatif seperti aku membutuhkan laptop intel 2in1!”

Dengan fitur-fitur yang sudah kusebutkan tadi, ASUS Zenbook Flip S bakal siap menemaniku di segala skenario kesibukan yang kujalani. Butuh ngeblog on the spot di suatu event? Bisa! Browsing santai untuk cari referensi sambil duduk manis di perjalanan? Siap! Nyatet konsep ide untuk next project? Nggak masalah!

 

Stylus khusus “ASUS Pen” yang disertakan pada paket penjualannya ini sudah mendukung hingga 1024 level tekanan, sehingga makin asik buat kita yang doyan gambar karena bisa menentukan tebal-tipisnya goresan “tinta digital” pada layar dengan mudah.

Bagian terbaik dari ini adalah, kita bisa dengan mudah menghapus bagian-bagian yang tak lagi diinginkan dari catatan kita jika sewaktu-waktu ada perubahan rencana. Artinya, tak ada lagi coretan-coretan yang mengganggu dalam catatan tersebut!

“Iya juga ya. Kalau di kertas biasa kan nggak bisa tuh ngedit catetan yang udah dicorat-coret . . .”

“Ya jelas nggak bisa lah . . .”

Oiya hampir aja lupa. Catatan yang sudah kita buat dan simpan, bisa kita atur dengan memisahkannya dalam folder-folder, sehingga untuk mencarinya pun nggak perlu tuh yang namanya buka halaman satu-persatu seperti saat mencatat di buku biasa. Atau kalau mau lebih gampang, tinggal ketik aja judul catatannya di kolom search. Beres deh!

“Praktis banget ya! Duh, jadi mau juga nih . . .”

“Tuhkan, apa kubilang?!”

“Tapi Mas, di daerahku kayanya sulit nyari toko laptop. Kalo nggak ketemu gimana?”

“Yaelah, sekarang kan udah serba canggih! Tinggal pesen aja di Blibli.com, terus tinggal duduk manis deh nungguin laptop dianter kerumah!”

“Emm… Caranya gimana sih? Ribet gak?”

Gampang! Kamu cuma perlu akses Blibli.com di hape atau laptopmu, terus ketik aja nama produk yang kamu inginkan di kolom search!

Atau, kamu bisa menjelajahi produk-produk lain berdasarkan kategori yang ada. Jelajahi aja, ada banyak banget kok produk yang ditawarkan!

Kalau sudah ketemu, klik produk yang kamu mau, lalu klik tombol “Beli Sekarang”.

Kamu bisa langsung menyelesaikan pembelian dengan mengkonfirmasi beberapa detail data seperti nama, alamat, serta metode pembayaran.

“Tapi kalau kamu belum punya akun Blibli, sebaiknya kamu daftar dulu untuk mempermudah proses pembelian. Nggak sulit kok, kamu tinggal isi data lengkap, dan konfirmasi via email deh . . .”

Nah nanti kalau sudah selesai, kamu tinggal ikuti petunjuk pembayaran yang ada, sesuai dengan metode pembayaran yang kamu pilih. Beres deh, tinggal duduk manis dan tunggu pesanan datang kerumahmu tanpa perlu capek keliling kota!

Rasanya memang perlu ya, di jaman yang sudah modern ini, kita memanfaatkan teknologi yang ada untuk mempermudah berbagai urusan kita termasuk dalam soal perkerjaan, hingga urusan belanja sekalipun.

Dan yap, laptop intel 2in1 ASUS Zenbook Flip S rasanya memang sangat ideal bagiku dan para kreator serta orang kreatif lainnya untuk bisa menemani dan memudahkan berbagai urusan, khususnya dalam hal mencari dan menangkap ide.

Jadi, bagaimana kamu akan memanfaatkan perangkat seperti ini?

SHARE

Blogger lugu yang kadang punya rasa penasaran tinggi | Founder techijau.com & hayuklah.com | Main IG di @masbocah kadang main twitter juga di @PanduDryad

10 COMMENTS

  1. Ya salam…
    Ini tulisan keren, ulasannya lengkap, plus gaya penulisannya enak dibaca dan bikin senyum-senyum sendiri.
    Greget ih, itu monyetnya bikin gagal pokus juga😭😭😭
    Kan aku jadi bingung, pengen laptop canggihnya, monyetnya, atau kamunya aja😭

    Pembelian di Blibli emang di rekomendasikan juga tuh, Mas. Selain gak buang waktu ke toko offline, kita jadi bisa beli sesuai pilihan kita. Gak pake digoda-goda suruh beli laptop lain sama pedagang di sana.

  2. Wow Reviewnya lengkap… Aku juga butuh laptop ini nih sepertinya…
    Mantab nih informasinya!…
    Semoga menang ya mas!….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here