Home Random Etika Ngeblog: Kenapa Kita “Nggak Disarankan” Untuk Copas Artikel Orang Lain?

Etika Ngeblog: Kenapa Kita “Nggak Disarankan” Untuk Copas Artikel Orang Lain?

344
0

Etika Ngeblog: Kenapa Kita “Nggak Disarankan” Untuk Copas Artikel Orang Lain? – Buat sebagian mereka yang baru mulai belajar ngeblog, biasanya sesi membuat konten adalah hal yang paling berat. Iya, nggak sedikit dari mereka yang bingung mau buat tulisan tentang apa, sehingga akan terpikir untuk ambil jalan pintas yakni dengan meng-copas (copy paste) alias menyalin tulisan dari orang lain, untuk dipublikasikan di blog nya sendiri.

Bahkan aku pernah melihat sendiri beberapa blog yang seluruh isi kontennya hanyalah tulisan hasil menjiplak. Padahal si “penulis” dari salah satu blog tersebut aku ketahui sudah cukup lama melakukan aktifitas blogging. Dan herannya, ia masih mengakui bahwa dirinya sebagai seorang “blogger”. Hemm, sehina itukah seorang plagiat konten?

Di kalangan “content creator” alias pembuat konten, memang benar bahwa seorang plagiator amat sangat tidak disukai. Karena mereka dianggap tak menghargai karya orang lain yang dijiplaknya. Tapi disini aku nggak bakal membahas lebih jauh soal ini. Karena dalam dunia blogging, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi alasan mengapa kita sangat tidak disarankan untuk meng-copas tulisan orang lain.

Akan (Lebih) Sulit Mendapat Pembaca

Kenapa tidak boleh copas artikelKamu tau Google kan? Iya, hampir semua orang yang ingin mencari info di internet, pasti bakal mencarinya melalui Google. Setelah kamu mengetikkan apa yang ingin kamu cari, Google bakal menampilkan list artikel dari berbagai blog atau website.

Nah! Google amat sangat tidak menyukai yang namanya konten plagiat, dan mereka akan memberikan prioritas untuk menampilkan konten-konten original di hasil pencariannya. Sehingga, akan sulit bagi blog mu untuk dapat tampil di hasil pencarian Google jika ternyata konten dalam blog mu merupakan hasil copy paste.

Kalaupun ternyata muncul, suatu saat Google akan melakukan “razia” yang akan memberangus konten-konten plagiat dari hasil pencariannya. Dan kalau sampai kena razia, konten di blog mu tadi bisa terkena “deindex”. Artinya, konten di blog mu yang kena razia tadi akan benar-benar dihilangkan dari hasil pencarian Google. Kalau sudah begitu, bisa dipastikan pengunjung di blog mu akan turun drastis karena Google tak lagi merekomendasikan konten di blog mu.

Bisa Membangun Branding Bagi Diri Kita

Kalau kamu konsisten membuat konten original, maka kamu secara tidak langsung akan membangun branding dan reputasi bagi blog mu dan juga diri kamu sendiri sebagai penulis kontennya. Apa manfaatnya?

Reputasi dan branding yang sudah terbangun, pelan-pelan akan mendatangkan pembaca setia atau bahkan fans. Eit, ada yang lebih menarik lagi loh! Kalau kamu sudah dikenal (memiliki reputasi yang cukup bagus) maka kamu akan bisa masuk “radar” dari brand-brand perusahaan tertentu, yang nantinya bakal berpeluang untuk mendapatkan tawaran kerjasama bersama mereka. Asik? Banget!

Jadi selain Google dan para content creator lain, brand-brand perusahaan juga lebih menyukai blog atau blogger dengan konten original karena akan dipandang memiliki kredibilitas untuk mempromosikan produk yang mereka tawarkan, serta dipandang akan lebih dipercaya oleh para pembaca.

Berkesempatan Mendapat Tawaran Kerjasama

Selain hal yang sudah disebutkan tadi, konten original dipandang amat sangat penting bagi brand dari perusahaan yang ingin bekerjasama, karena seringkali mereka akan meminta kita untuk melakukan review (membuat ulasan) dari produk yang ingin mereka promosikan. Tak jarang, produk tersebut adalah produk yang benar-benar baru, yang sama sekali belum pernah beredar di internet. Misalnya, hape baru, hotel baru, tempat makan baru, dan lain sebagainya.

Nah kalau misalnya kamu terbiasa copas, tentu mereka akan berpikir bahwa mana mungkin kamu sanggup membuat sebuah konten yang benar-benar baru? Sedangkan kita yang sudah terbiasa membuat konten original, tentu hal ini bukanlah menjadi sebuah masalah yang besar karena kita sudah terbiasa melakukannya.

Semakin konsisten kamu membuat karya original, maka minat mereka untuk bekerjasama dengan kamu akan semakin tinggi dan semakin sering datang. Dari pengalamanku sendiri, kerjasama tersebut bukan hanya soal mendapatkan produk baru untuk di review, tapi terkadang kita juga akan diundang untuk hadir dalam event yang diselenggarakan, atau bisa juga mendapatkan tawaran untuk jalan-jalan gratis (dan dibayar).

Memperluas Jaringan, Menambah Ilmu

Jika kamu mendapatkan tawaran untuk hadir dalam suatu event, maka kamu juga akan berkesempatan untuk bertemu dengan blogger lain. Dan momen seperti ini bisa kamu manfaatkan untuk berkenalan dengan mereka. Eits, bukan untuk modusin mereka loh ya, tapi disini tujuannya adalah untuk memperluas jaringan. Ini akan memperbesar kemungkinan bagimu untuk diundang lagi dalam event lain.

Karena terkadang, sebuah brand yang ingin menyelenggarakan event akan bertanya pada blogger yang sudah dikenalnya untuk merekomendasikan blogger lain yang sekiranya cocok untuk diajak kerjasama.

Kalau beruntung, kamu juga bakal berkesempatan untuk bertemu blogger lain yang sudah sangat berpengalaman, dimana kamu bisa meminta pendapat atau tips dari mereka secara langsung soal bagaimana mengembangkan blog yang kamu punya agar bisa lebih baik lagi.

Tips Untuk Membangun Branding Blog

Selain soal konten original, ada beberapa hal lain yang sedikit banyak bakal memperkuat branding dari blog milikmu. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Tampilkan Ciri Khas

Ciri khas yang dimaksud disini bisa sangat luas cakupannya. Mulai dari gaya penulisan atau pembahasan, hingga penambahan ornamen-ornamen yang membuat kontenmu jadi lebih menarik. Tapi tetep, hindari ornamen yang berlebihan karena justru akan merusak pemandangan.

Misalnya, jika ternyata kamu juga pintar membuat gambar atau karakter, kamu bisa menambahkannya kedalam tulisan sebagai ilustrasi tambahan. Keunikan atau ciri khas seperti ini bukanlah suatu keharusan sih. Tapi kalau memang kamu sanggup, kenapa nggak? Yakan?!

Manfaatkan Sosial Media

Memanfaatkan sosial media adalah salah satu hal yang paling efektif untuk menaikkan branding blog mu. Share karya yang telah kamu buat di akun-akun social media milikmu. Buat semenarik mungkin agar orang tertarik untuk membaca karya yang kamu posting di blog mu.

Akun social media juga bisa menjadi wadah bagi para pembaca / pengunjung blog mu yang kebetulan menyukai karyamu, untuk dapat tetap “keep in touch” dan lebih mudah mengingat bahwa “Oh, ini loh blog yang bagus waktu itu.” Sehigga ketika kamu membuat konten yang baru, mereka akan siap untuk mengunjungi blog mu kembali.

Konsisten Berkarya

Nah, yang satu ini nih yang paling berat! Walaupun misalnya kamu sudah bisa membuat konten yang menarik, tapi kalau ternyata kamu tidak konsisten membuat konten-konten yang baru, maka perlahan mereka akan melupakanmu.

Tapi …

Jangan jadikan ini sebagai beban ya! Karena nanti hasilnya malah bisa nggak sesuai harapan. Serius deh. Menjaga konsistensi untuk tetap “on mood” untuk berkarya bukanlah sebuah hal yang mudah. Itulah sebab mengapa aku menyebut ini sebagai yang paling berat.

Gabung Komunitas Blogger

Tujuannya adalah agar kamu memiliki jaringan yang lebih luas dan agar lebih dikenal dikalangan sesama blogger. Karena seperti yang sudah kusebutkan diatas tadi, siapa tau suatu saat kamu direkomendasikan oleh blogger lain untuk mendapatkan kerjasama dari brand-brand yang membutuhkan. Isilah “gabung” disini bukan berarti harus selalu ngumpul di suatu tempat tertentu aja ya, tapi bisa juga misal bergabung dalam grup whatsapp, grup facebook, atau yang lainnya.

Jangan malu untuk menunjukkan blog mu kepada blogger lain. Percayalah, bahwa semua blogger yang sudah “expert” saat ini, pasti juga pernah “newbie” pada masanya.

Gunakan Domain “TLD”

“TLD” disini artinya adalah Top Level Domain. Jika misalnya saat ini kamu masih menggunakan “subdomain” (misal blogmu.blogspot.com atau blogmu.wordpress.com), maka kamu bisa melakukan upgrade ke TLD seperti .com, .net, .id, .web.id, tanpa embel-embel blogspot atau wordpress dibelakangnya.

Percaya atau nggak, blog yang sudah memakai domain TLD bakal dianggap lebih kredibel oleh para pembaca. Nah, oleh karena kepercayaan pembaca adalah hal yang dianggap penting oleh brand yang ingin berpromosi, maka otomatis blog dengan domain TLD bakal lebih diminati oleh para brand untuk diajak bekerjasama.

Buat Jadi Nampak Lebih Profesional

Nah, jika kamu sudah cukup yakin akan karyamu dan ingin agar kamu lebih dipercaya oleh pembaca ataupun calon klien, maka kamu bisa beralih untuk menggunakan blog dengan hosting berbayar.

Biasanya para blogger akan menggunakan platform WordPress dengan “self hosting” seperti halnya blog ini (bukan wordpress.com loh ya!). Tujuannya adalah agar kamu bisa lebih leluasa untuk membuat tampilan blog mu jadi nampak lebih profesional. Selain itu, blog self hosting dengan platform WordPress juga amat sangat kaya fitur yang akan membuat tampilan di blog mu jadi nampak lebih profesional.

Aku sendiri memutuskan untuk pindah dari platform blogger (blogspot, dengan domain TLD) menuju ke blog self hosting berplatform WordPress seperti sekarang, karena merasa kustomisasi yang tersedia di platform sebelumnya amat sangat terbatas.

Selain itu, di blog WordPress self hosting ini juga memiliki banyak dukungan tools (plugin) yang bakal mempermudah kita untuk misalnya mengatur tampilan, hingga membantu blog agar memiliki posisi yang lebih baik di hasil pencarian Google.

Tenang, biaya untuk menyewa hosting berbayar seperti blog ini tuh nggak mahal kok. Salah satu penyedia web hosting di Indonesia yang aku tau adalah Hostinger Indonesia. Kamu bisa cek sendiri daftar harga untuk service mereka di link ini www.hostinger.co.id/web-hosting

Oiya satu lagi. Jika ternyata kamu ngeblog untuk mendukung penjualan produk milikmu sendiri (dan menghadirkan fitur transaksi didalamnya), maka sangat disarankan bagi kamu untuk beli SSL, agar calon pelangganmu “tidak lari” karena ada peringatan “koneksi tidak aman” ketika melakukan transaksi.

SSL sendiri adalah semacam “protokol keamanan” ketika bertransaksi di internet. Namun, meski SSL lebih cocok untuk digunakan oleh web untuk berjualan atau web yang menyajikan fitur transaksi, faktanya diluaran sana ada banyak sekali blogger-blogger yang juga menggunakan SSL pada blog miliknya (termasuk beberapa blog ku yang lain).

Tujuannya adalah untuk memperkuat posisi di hasil pencarian Google. Karena menurut beberapa pengamat, Google juga akan lebih memberi prioritas untuk menampilkan blog atau web yang memiliki “koneksi aman” (SSL).

Ciri dari blog yang sudah menggunakan SSL adalah, url blog nya akan berubah menjadi “https”. Sementara blog yang belum menggunakan SSL, hanya akan memiliki “http” didepan url blognya (misal http://masbocah.com).

Akhir Kata

Oke, mungkin segitu aja yang bisa aku sampaikan di tulisan kali ini. Semoga bisa kamu terapkan dan bisa bermanfaat ya. Jadilah blogger yang benar-benar content creator, bukan menjadi plagiator. Agar kamu bisa menikmati keuntungan-keuntungan dari aktifitas ngeblog yang kamu lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here