Home Random Ketika Katak Merindukan Cendrawasih

Ketika Katak Merindukan Cendrawasih

455
0
SHARE

Ketika Katak Merindukan Cendrawasih – Sejak ia hadir ke dunia, katak yang satu ini memang nampak sedikit berbeda dengan katak lainnya. Meski hidup dalam sebuah kelompok, katak ini lebih sering terlihat menyendiri, jauh dari katak-katak kecil yang lainnya. Entahlah, mungkin ia merasa berbeda dari katak lainnya, atau mungkin katak lain menganggapnya aneh. Perilaku dan cara berpikirnya memang bisa dibilang tidak biasa.

Ia menjadikan ular sebagai temannya, sementara katak lain bahkan tak berani untuk mendekatinya. Ia banyak bergerak untuk menemukan tempat baru, sementara katak lain lebih banyak tertidur. Bahkan ia pernah mencoba untuk terbang, sementara katak lain hanya mampu melompat. Aneh memang, meski tidak sedikit yang menjadikannya sebagai idola dari semua katak yang ada.

Perilakunya yang suka bergerak untuk menemukan tempat baru dan keberaniannya untuk dapat berinteraksi dengan spesies lain membuatnya memiliki banyak teman, meski keanehannya itu juga membuatnya kesulitan mendapatkan teman dari spesiesnya sendiri.

Tak apalah, sendirian pun aku tetap senang

Ucap si katak tiap kali ada katak lain yang memandangnya dengan tatapan aneh, meski dalam hati si katak ini sebenarnya merasa sangat kesepian. Semakin mendewasa, sikap aneh dari katak ini semakin tidak dapat diterima oleh koloninya sehingga ia memutuskan untuk pergi, berpetualang jauh dari tempat asalnya. Melompat, berenang, merangkak, dan melompat lagi. Semakin jauh dan semakin jauh. Ia menemukan banyak sekali hal baru, hal-hal yang mungkin takkan pernah dilihat oleh katak lainnya.

Dengan segala rintangannya, tak terasa sudah sangat jauh ia melompat hingga ia menemukan sebuah tempat yang dianggapnya istimewa dan memutuskan untuk menetap disana. Ya, tempat ini amat sangat berbeda dari tempat asalnya. Hampir semua makhluk yang tinggal disini adalah herbivora, sementara si katak sendiri sejatinya merupakan karnivora. Namun ia mencoba untuk turut menjadi “vegetarian” agar tak menimbulkan ketakutan bagi makhluk lain yang menjadi temannya.

Sang katak sangat senang dapat tinggal di tempat ini, karena ia dapat mempelajari keunikan dari masing-masing spesies yang menjadi temannya. Ada belalang yang mampu melompat dengan cepat dan sangat tinggi, ada lebah yang bisa terbang dan mampu menyengat, lalu ada juga larva kumbang yang mampu memanjat tinggi. Larva kumbang inilah yang paling sering menemaninya karena gerakannya yang tidak terlalu cepat seperti halnya belalang atau lebah. Katak pun mulai belajar untuk memanjat seperti yang biasa dilakukan oleh larva kumbang ketika sedang mencari makan.

Pucuk.. Pucuk.. Pucuk.. Pucuuuuuuukk..!!

Dan ketika katak berhasil mencapai puncak pohon untuk pertama kalinya, ia langsung menyukai tempat itu karena dari sana ia bisa melihat hampir seluruh isi hutan, tempatnya tinggal sekarang. Disana ia juga dapat menyaksikan banyak spesies burung yang terbang bersama kelompoknya masing-masing. Ah, nampaknya sang katak sangat kagum dengan keindahan burung-burung yang terbang dengan bebasnya itu.

Suatu ketika ketika sang katak sedang mencoba untuk memanjat sendirian, sesampainya di puncak ia menemukan sebuah pemandangan yang tidak biasa. Ia melihat burung yang sedang terbang, namun tidak bersama dengan kelompoknya. Burung itu begitu indah, terbang dengan segala keanggunannya hingga sang katak tak mampu melepaskan pandangannya dari burung itu, hingga sang burung berlalu dan menghilang menembus cakrawala.

Sang katak tersentak dari lamunannya, seakan tidak pecaya tentang apa yang baru saja dilihatnya. Ya, begitu indahnya makhluk terbang itu. Ia bergegas turun dan memanjat pohon lain untuk menemukan larva kumbang untuk sekedar bertanya soal nama dari makhluk indah yang baru saja dilihatnya.

Hai Larva, apakah kamu mengenal makhluk terbang yang hidup disekitar sini?

Tanya si katak. Lalu sang Larva menjawab

Makhluk terbang yang mana? Disini ada begitu banyak makhluk terbang yang berkeliaran.

Sang katak pun terdiam sejenak karena tak mampu mendeskripsikan keindahan dari burung yang ia maksud. Lalu ia berkata

Baiklah, nanti jika aku melihatnya lagi akan kuberitau kau

Mereka berdua menunggu di puncak pohon tempat sang katak melihat makhluk tebang nan indah itu, hingga matahari terbenam. Beberapa hari, bahkan beberaa minggu telah berlalu namun makhluk itu tak kunjung muncul kembali hingga sang katak merasa putus asa. Ia takut jika nantinya ia tak dapat melihatnya lagi. Mereka memutuskan untuk menunggu di pohon yang sama beberapa hari lagi, dan akhirnya yang ditunggu pun menampakkan dirinya.

Nah itu dia! Kau lihat makhluk terbang indah yang tak bersama kelompoknya itu? Dialah yang ku maksud! Apakah kau tau siapa namanya?

Ujar sang katak dengan penuh semangat. Lalu sang larva menjawab

Itu adalah Cendrawasih. Aku mengerti sekarang kenapa engkau begitu menantikannya. Karena memang hampir seisi hutan ini menaruh kekaguman padanya

Lalu kenapa ia terbang tidak bersama kelompoknya seperti burung yang lain? Kemana kelompoknya pergi?

Tanya sang katak lagi. Sang larva pun menjawab

Makhluk indah itu memang sangat langka, makanya ia sering terbang sendiri. Namun ia sangat ramah dengan makhluk lainnya, meski ia lebih sering sendiri.

Hemm, cendrawasih ya. Sang katak hanya terdiam seraya memandangi keindahan sang cendrawasih yang terbang diatasnya. Kekaguman itu nampaknya membuat sang katak penasaran untuk mencari tau lebih jauh soal cendrawasih ini. Ia mencari tau kemana ia biasa berkunjung, siapa saja teman yang diajaknya bergaul, dan apa saja aktivitas yang dilakukannya. Ah, nampaknya kekaguman itu agaknya terlalu berlebihan sehingga membuat sang katak merasa sangat merindukan cendrawasih tiap kali ia memandangi langit.

Bukan karena keindahannya saja yang membuat sang katak terkagum-kagum, namun perilaku dari cendrawasih sungguh memenangkan perhatian dari sang katak. Keindahannya tak serta merta membuat cendrawasih menjadi sombong dan merendahkan makhluk lainnya. Makhluk indah itu juga ternyata sangat cerdas dan memiliki banyak teman. Lengkaplah sudah kekaguman sang katak akan makhluk ini. Namun..

Kemudian ia berpikir, apakah pantas seekor katak merindukan seekor cendrawasih? Dengan segala keindahannya, apakah sang cendrawasih bersedia untuk menjadi pasangan katak yang buruk rupa serta banyak kekurangan? Atau mungkin apakah ia sudi untuk hanya sekedar menjadikan katak sebagai temannya?

Tidak heran, begitu istimewanya sang cendrawasih hingga membuat dirinya minder dan menyadari betapa ia sangat tidak sebanding dengan makhluk yang dikaguminya itu. Namun hal itu tak membuat katak menyerah begitu saja pada keadaan. Ia mencoba banyak hal untuk memantaskan diri bagi cendrawasih, namun apa daya ia bahkan tak mampu untuk sekedar mendekatinya.

Dengan segala kekurangannya sang katak mencoba untuk belajar terbang meski ia tak punya sayap. Berusaha melompat lebih tinggi untuk dapat sejajar dengannya, berharap cendrawasih dapat melihatnya untuk sekedar menyadari kehadirannya. Meski akhirnya ia hanya terjatuh dan terjatuh, sang katak tetap berusaha dan berharap bahwa suatu saat nanti ia akan mampu terbang, mendampingi sang cendrawasih menghiasi angkasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here