Karyamu Adalah Gravitasimu

Karyamu Adalah Gravitasimu

168
13
SHARE

Karyamu Adalah Gravitasimu – Entah kenapa, sejak masih duduk di bangku SMP dulu, aku seringkali menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati alias curhat bagi teman-temanku, yang mana hal itu masih berlaku hingga sekarang. Tak hanya teman dekat, beberapa kali bahkan ada orang yang mempercayakan rahasianya padaku meski kami baru saja saling kenal.

Apa mungkin di jidatku ini terdapat tulisan “kamu boleh curhat disini” ? Entahlah, akupun tak mengerti. Berbagai keluh kesah yang pernah mereka sampaikan, sedikit banyak membuatku paham, bahwa problematika dalam hidup ini memang sangat beragam, dan tak semua orang merasa sanggup untuk menghadapinya.

Aku punya kekhawatiran tersendiri soal ini, namun aku sempat berfikir tak banyak yang bisa kulakukan. Aku kemudian mencari cara agar aku bisa membagikan pemikiran positif kepada siapa saja yang sedang merasa down, hingga kemudian aku mengenal soal dunia blogging.

Sepertinya bisa nih dimanfaatkan buat berbagi pemikiran positif!

Ya, semangat untuk membagikan pemikiran positif adalah pondasi awal dibangunnya blog ini. Meski tak terlalu pandai dalam merangkai sebuah tulisan, dan tak paham betul soal segala sesuatu tentang blogging, namun aku tak menyerah dan terus belajar agar aku dapat menyampaikan hal-hal positif dari blog ku yang sederhana ini.

Tak kusangka, sebuah niat yang sederhana itu ternyata disambut baik oleh para pembaca blog ku. Dan iya, semangat untuk berbagi pemikiran positif itulah yang menjadi gravitasi bagi blog ini. Dari yang awalnya hanya mendapat beberapa pengunjung perhari, hingga kemudian terus bertambah hingga mendekati ribuan pengunjung setiap harinya, yang saat itu sudah kuanggap sangat banyak.

Ada sebuah kepuasan tersendiri ketika ada pembaca yang menyampaikan bahwa mereka merasa terbantu atau merasa punya harapan baru di hidupnya, yang secara tak langsung juga menjadi penyemangat agar aku lebih giat untuk menggeluti dunia blogging.

Aku mulai memanfaatkan smartphone dalam urusan ini, khususnya ketika aku tak sempat untuk membuka laptop. Mulai dari mempelajari dasar-dasar blogging, hingga membuat draft tulisan pun terkadang aku menggunakan smartphone. Rasa jenuh tentu pernah singgah. Sederhana saja, aku hanya perlu mencari ketenangan di alam terbuka, agar rasa jenuh segera pergi jauh.

Ide baru yang datang, segera aku catat dalam draft menggunakan smartphone. Tak jarang pula, objek-objek yang kuanggap menarik juga turut kusimpan menggunakan smartphone, melalui lensa kameranya. Siapa sangka, karya foto sederhana yang ku upload dalam akun Instagram milikku ternyata juga mendapatkan sambutan positif dari teman-temanku.

A post shared by Mas Bocah (@masbocah) on

Perlahan-lahan, karya-karya fotoku yang jumlahnya belum terlalu banyak itu pun juga menjadi gravitasi bagiku. Tak sedikit pengguna Instagram lain yang kemudian bertanya melalui komentar ataupun direct message soal trik dalam mengambil foto.

Kreasi Yang Menjadi Gravitasi

Sesederhana itu memang. Akupun tak pernah menyangka bahwa kreasi-kreasi sederhana yang kupunya ternyata mampu menjadi gravitasi bagi orang-orang disekelilingku. Dan aku yakin, di setiap kita, pasti juga memiliki gravitasinya masing-masing. Tak perlu jadi anak bandel agar terlihat keren, atau berlagak sok kaya (khususnya bagi anak sekolahan) agar kamu punya daya tarik bagi orang disekitarmu.

Percayalah, hal itu takkan membawa dampak positif bagi hidupmu. Jadilah diri sendiri, dan berkaryalah, di jalur yang positif tentunya. Dan lihat, bagaimana nanti karyamu akan mempunyai daya tarik bagi orang-orang disekitarmu.

Yang menjadi masalah adalah, tak semua orang cukup percaya diri untuk menunjukkan karyanya. Iya, wajar memang. Karena tak sedikit dari mereka yang justru mengolok-olok karya kita, yang kemudian akan membuat kita merasa malu untuk menunjukkan karya kita.

But, hey! Yakinlah pada bakatmu!

Tunjukkan saja bakatmu! Walau sekarang karyamu masih jauh dari apa yang kamu inginkan, just show them! Semua master, pasti pernah jadi pemula. Tak perlu minder, karena minder hanya akan menjatuhkan mentalmu. Tak masalah jika ada teman yang meledek karyamu, karena sering kali memang sebuah karya akan lebih dihargai oleh orang yang bukan kerabat dekat atau teman disekitar kita.

Manfaatkan Apa Yang Kamu Punya

Terkadang, orang beranggapan bahwa sebelum bisa berkarya, kita harus punya peralatan pendukung terlebih dahulu. Iya, ada benarnya, tapi tak sepenuhnya benar. Seperti aku sendiri misalnya, yang mengandalkan laptop sebagai peranti utama dalam membuat karya, plus smartphone dan beberapa peralatan lainnya sebagai pendukung untuk mempermudah proses pembuatan konten kreatif.

Namun, jika misalnya kamu tak mempunyai laptop, kamu tetap bisa berkarya menggunakan apa yang kamu punya, seperti smartphone misalnya.

Ya, bergeraklah untuk melawan keterbatasan!

Karena kalau kamu harus menunggu untuk punya peralatan lengkap terlebih dulu, maka kamu takkan pernah memulai karyamu, dan itu juga akan membuang kesempatan untuk mengasah kemampuanmu sendiri dalam berkarya.

Smartphone Sebagai Senjata Utama

Luna smartphoneSaat ini, smartphone memang sudah tidak bisa dianggap remeh atau dipandang sebagai perangkat yang hanya bisa untuk berkirim chat dan membuka aplikasi social media saja. Karena memang kemampuan dari smartphone sudah meningkat pesat, sehingga sangat mungkin bagi kita untuk berkarya dengah hanya bermodalkan smartphone.

Sebagai contoh, Luna Smartphone, yang kurasa sudah sangat cukup untuk dapat membantuku dalam berkarya. Ia punya layar besar, seluas 5.5 inch dengan resolusi Full HD, yang pastinya akan terasa nyaman untuk digunakan dalam mengetik draft.

Iya, layar besar memang akan lebih memudahkan kita dalam mengetik pada smartphone, khususnya saat sedang berada diluar ruangan. Panel layar IPS yang digunakannya pun akan membuatnya lebih viewable saat dilihat dari berbagai sisi.

Lebih lanjut, viewing angle yang luas (hingga 178 derajat) dari panel layarnya tersebut akan menguntungkan saat tidak memungkikan untuk melihat ke arah layar secara garis lurus.

Panel IPS LunaKetika ingin mengambil foto dengan sudut pengambilan gambar yang ekstrim, seperti ilustrasi diatas misalnya. Sehingga, kita tak harus repot untuk menunduk atau bahkan tiarap hanya agar mata dapat memandang ke arah layar secara sejajar. Jelas, hal ini akan sangat mendukung kreatifitas dalam mengambil foto.

Sudut pengambilan gambar ekstrim
Foto dengan sudut pengambilan ekstrim. Photo by: Masbocah

Terlebih lagi, kamera beresolusi 13 megapixel dari smartphone ini terbilang mempunyai kemampuan fotografi yang mumpuni. Lensa dari kamera ini memiliki aperture yang lebar yakni f/2.0. Keuntungannya adalah, efek blur pada background dari foto yang diambil dari jarak dekat akan nampak lebih pekat.

Kemampuan fotografinya tersebut tentu akan dapat membantu untuk terus menghasilkan karya foto kreatif, yang selama ini juga menjadi gravitasi bagi orang-orang disekitarku. Dan hey, kamu juga bisa melakukan hal yang sama dengan hape ini 🙂

Tak perlu mengkhawatirkan urusan penyimpanan, karena hape ini juga sudah punya kapasitas storage sebesar 64GB, yang sudah sangat cukup untuk menyimpan ribuan foto. Dan yang membuatnya semakin memungkinkan untuk menjadi senjata utama dalam berkarya, khususnya dalam urusan blogging yang biasa aku lakukan adalah kemampuannya untuk mengolah data.

Prosesor QualcommSmartphone ini mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 801 yang punya Quad-core CPU 2.5GHz Krait, serta dukungan RAM 3GB LPDDR3 yang membuatnya gegas dalam menjalankan berbagai proses dan juga memudahkan saat ingin berpindah apps alias multitasking.

Plus, kemampuannya untuk membaca data langsung dari USB Flash Drive (biasa dikenal sebagai flashdisk) berkat fitur USB On the go dari hape ini, akan semakin mendukung untuk urusan produktivitas. Melakukan backup foto atau video pun jadi lebih mudah. Tak perlu repot lagi untuk membuka laptop hanya untuk membaca isi dari USB Flash Drive!

Akhir Kata…

Be the gravity with lunaPercayalah, meski mungkin kamu hanya bisa membuat karya yang sederhana, jika kamu giat untuk terus mengasah kemampuanmu dan berani meunjukkannya pada dunia, suatu saat karyamu itu akan menjadi gravitasi yang akan menarik apresiasi dari orang lain.

Sebaliknya, jika kamu enggan untuk menunjukkan karyamu karena tidak percaya diri, siapa yang akan tau bahwa kamu punya bakat? Jadi, masih berfikir untuk mendunda dalam membuat karya?

13 COMMENTS

  1. Smartphone merk baru nih keknya? Apa aku yang gaptek dan baru tau HP ini? Ah, gak masalah ini sih. Yang penting udh tau HP ini. Dari bodynya, keknya oke juga tuh. Aku jadi naksir deh😍

    • Iya, Pak Gulu.. Kalo dulu nggak ketauan minat buat ngeblog, mungkin kita nggak akan ketemu di event yang itu tuh.. Hahahahah 😀

  2. Sekecil apapun memang lebih baik berkarya ya kak drpd ga berbuat apa2 krn hidup cm sekali di dunia hihi. Hape luna emg kecelah utk bantu kita berkarya 🙂

    • Iya, Kak. Kebanyakan orang juga dikenang karena karyanya loh. Jadi kalo nggak berkarya, kemungkinan untuk masuk buku sejarah semakin tipissss 😀

  3. Kalau bagi saya, ngeblog itu bukan hanya tentang menulis, tapi juga tentang fotografi. Nah, dengan adanya kamera dari setara iPhone 6S dari smartphone luna ini, aktifitas ngeblog pun semakin lancar karena mampu menghasilkan gambar gambar yang lebih terang. #BeTheGravity with #SmartphoneLUNA

LEAVE A REPLY