Home Contest Infinix Note 4: Hape Untuk Kamu Yang Sering Dikejar Waktu

Infinix Note 4: Hape Untuk Kamu Yang Sering Dikejar Waktu

147
0
SHARE

“Mas, nanti ketemunya jam 5’an aja ya.. Aku tadi mau ijin keluar kantor jam 3 ternyata belum boleh, soalnya mesti nunggu klien yang mau ngasih berkas. Katanya sih kemungkinan dateng sebelum jam 4.”

Begitu kira-kira bunyi pesan yang dikirimkan ke smartphone ku melalui aplikasi chat, oleh seorang gadis yang kini punya hubungan dekat denganku.

“Yasudah, aku mau jalan sama temen dulu kalo gitu. Mana tau nemu oleh-oleh.”

Kebetulan memang hari itu aku sedang berada di kotanya, sebuah kota besar yang dihiasi dengan hutan beton disejauh mata memandang, untuk menghadiri sebuah undangan event dari sebuah brand.

Dan ya, kesempatan itu tak ingin kami lewatkan, sehingga kami memutuskan untuk sekedar bertemu untuk mengobrol dan makan bersama.

“Mas, aku otw sekarang ya, mau order ojek online dulu. Oiya, nanti mungkin gak bisa dihubungi via chat, soalnya ini hape lagi lobat banget. Jadi mau dimatiin paket datanya supaya agak irit.”

“Oke, nanti kabarin ya kalo udah sampai.”

Aku tau waktu untuk menunggu ini takkan berlangsung cepat, karena kondisi lalu lintas yang sangat padat. Namun bukan itu yang ku khawatirkan.

“Ntar hapenya gimana ya? Kalo sampe mati kehabisan baterai bisa repot nih, gabisa bertukar kabar. Malah gak bisa ketemu dong?”

Akupun kemudian memutuskan untuk menunggu di tempat pertama kali kami bertemu dulu, bersama beberapa teman yang nampaknya juga sudah mulai lelah mengelilingi mall besar didekat hotel tempat kami menginap.

Benar saja, kekhawatiranku pun terbukti. Ia sama sekali tak bisa dihubungi via SMS maupun telepon, dan itu cukup untuk membuatku gelisah. Syukurlah, dia tau dimana tempat aku menunggunya. Ia datang tepat disaat kami hampir saja beranjak dari sana.

“Aduh, sorry ya.. Tadi hapeku mati, gak bisa ngabarin.”

“Yaudah gapapa.. Hayuk langsung cari makan, laper nih!”

Begitu sampai di food court yang kami tuju, hal pertama yang ditanyakan olehnya bukanlah menu makanannya, tetapi “dimana meja yang dekat dengan colokan listrik?” :))

Ya aku sih maklum, karena jelas nanti hape itu bakal ia butuhkan lagi untuk berbagai hal setelah pertemuan ini. Sehingga ia memanfaatkan waktu makan sambil mengisi kembali daya baterai smartphone nya.

“Emangnya nggak bawa powerbank?”

“Udah bawa, cuman kemarin lupa di cas juga, jadi tadi sempat cuma ngisi dikit, terus baterai powerbank nya juga abis.”

“Yaelah kasian amat. Yaudah ganti aja hapenya, hahahahah..”

Tak kukira, candaanku itu ternyata ditanggapi serius olehnya. Ia berkata bahwa memang belakangan ini, ia tengah berpikir untuk mencari pengganti bagi smartphone nya tersebut.

Ia mengungkapkan bagaimana ia harus mencoba ekstra sabar untuk menghadapi perilaku hapenya. Mulai dari soal penyimpanan yang terasa cepat penuh, hingga gejala lag parah sampai hang saat harus membuka aplikasi tertentu.

Apalagi ia harus terhubung ke beberapa grup WhatsApp yang hampir semuanya sangat aktif. Tentu hal itu cukup mengganggu mengingat ia juga merupakan seorang blogger, yang seringkali harus memanfaatkan smartphone nya ketika harus menghadiri sebuah event. Entah untuk mengambil foto, ataupun untuk update informasi mengenai event lewat akun social media nya.

“Kadang tuh suka bikin kesel. Mau update di socmed, eh malah hang gara-gara gak kuat multitasking. Kadang juga baterainya udah keburu low sebelum acara selesai. Aku kan nggak punya banyak waktu buat ngecas, soalnya mesti mobiling juga.”

“Dan kamu taulah kota ini seperti apa, kebanyakan waktu habisnya di perjalanan. Jadi yaa nggak sempat untuk sekedar ngecas hape. Urusan yang satu selesai, terus aku harus kejar waktu buat beresin urusan yang lain.”

“Kalo gitu sih ya emang bener deh, kamu mesti ganti hape.”

“Iya, tapi budget ku dibawah dua setengah juta. Bagusnya ambil hape apa ya?”

“Emm, apa ya?”

Agak sulit memang untuk memilihkan smartphone untuk kebutuhan seperti itu dengan budget yang dimiliki. Sambil menghabiskan hidangan yang sudah siap, kami melanjutkan perbincangan mengenai keluhan-keluhannya saat menggunakan perangkat yang ia andalkan saat ini.

Sampai akhirnya aku teringat pada salah satu produk dari Infinix yaitu Infinix Note 4, yang beberapa waktu lalu sempat menjadi incaran salah satu temanku.

Tentu ada alasan kuat mengapa hape ini bisa dipertimbangkan untuk dijadikan andalan barunya. Jawabannya jelas, karena ia punya fitur yang dapat memenuhi kebutuhannya, yang sering dikejar waktu.

Infinix Note 4 punya bentang layar 5.7 inch, dimana layar sebesar ini akan dapat mempermudah pengguna saat melihat konten yang ada di layar. Hal ini kurasa akan cukup penting baginya, khususnya ketika ia harus mengetik cepat untuk memposting update di social media saat sedang menghadiri sebuah event.

Ditambah lagi, ketajaman dari layar IPS beresolusi Full HD (1920 x 1080 pixel) tersebut akan semakin mempermudahnya untuk melihat konten dengan lebih detail, yang mana hal ini akan sangat penting ketika ia harus memilih foto terbaik untuk diposting di social media.

Belum lagi soal lapisan kaca berkontur 2.5D pada panel depannya, yang akan membuat perangkat nampak lebih menarik untuk dipandang, sehingga akan lebih percaya diri saat harus menggunakannya di tempat umum.

Aktivitasnya sebagai blogger seringkali mengharuskannya untuk menginstall semua aplikasi social media, serta mengambil banyak foto dalam setiap event. Apa yang terjadi pada perangkat yang ia gunakan sekarang, tentu akan membuat tak nyaman dan merepotkan karena keterangan “penyimpanan penuh” terus saja muncul.

Belum lagi, kesabaran akan semakin diuji ketika ia harus berpindah dari aplikasi Gallery, ke aplikasi edit foto, lalu berpindah lagi ke aplikasi social media, yang terkadang mengakibatkan hape yang digunakannya itu mendadak lemot dan atau bahkan hang. Tentu hal seperti itu bisa dihindari jika ia menggunakan Infinix Note 4.

Prosesor Octa-core 1.3GHz Cortex-A53 dengan dukungan RAM besar 3GB yang berjalan dengan sistem operasi Android versi 7.0 pada Infinix Note 4, mestinya bisa menjalankan multitasking dengan skenario diatas dengan lebih baik.

Apalagi kapasitas penyimpanan dari smartphone ini terbilang sangat besar untuk harga yang dibanderolnya, yakni 32GB. Menginstal banyak aplikasi, serta mengambil banyak foto takkan lagi menjadi masalah.

Masih butuh space lebih? Tenang saja, karena Infinix Note 4 juga sudah memiliki slot microSD yang bisa digunakan secara bersamaan dengan dua buah slot micro SIM. Plus, kemampuan untuk membaca USB flash drive secara langsung (USB On The Go) juga semakin mempermudah pengguna untuk melakukan backup data.

Yang satu ini adalah hal yang menjadi keunggulan utama yang di highlight oleh Infinix. Baterai berkapasitas besar, yakni 4300 mAh akan menjamin hape ini bakal dapat aktif digunakan dalam waktu yang lebih lama dalam sekali charge.

Hal ini jelas sangat menguntungkan dan penting ketika kita seharian harus mobiling, sehingga kita tak lagi harus bingung mencari-cari stop kontak (colokan listrik) di setiap kali harus bepergian.

Bahkan pengguna bisa tenang jika seandainya lupa membawa charger, karena daya tahan baterainya yang awet itu. Sederhana memang, tapi justru sangat berarti bagi mereka yang harus mobiling sepanjang hari.

“Boleh juga nih hape. Tapi…”

“Misal mirip keadaan sekarang nih, baterai abis disaat seperti ini. Terus kita mesti nunggu lama dong supaya baterainya keisi banyak? Kapasitas baterainya kan gede, sementara kita nggak punya banyak waktu buat ngecas. Itu gimana dong..?”

“Hehehe, tenang aja!”

Meski smartphone ini punya kapasitas baterai yang besar, namun kita tak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pengisian daya, karena Infinix Note 4 sudah dibekali dengan fitur Xcharge.

Fitur pengisian baterai super cepat tersebut akan mampu memberikan pasokan daya hingga 45% hanya dalam waktu 30 menit charging. Sebagai catatan, pengisian daya 5 menit saja sudah cukup untuk membuat hape ini bertahan hingga 2 jam jika digunakan untuk melakukan panggilan telepon.

“Misal seperti sekarang nih, hape di cas sementara kita makan. Nah harusnya hape Infinix Note 4 itu sudah terisi lebih dari 45%. Jadi nanti bisa kamu pake lagi tanpa takut lobat.”

“Wah asik dong ya, kalo buru-buru nggak perlu kuatir soal baterai hape lagi!”

Hal lain yang bisa semakin memudahkan dalam aktivitas keseharian adalah fitur sensor pemindai sidik jari yang juga sudah disematkan, tepatnya dibagian depan Infinix Note 4.

Fitur ini akan mempercepat proses membuka kunci layar, sehingga kita bisa mengakses menu dengan cepat ketika diperlukan. Selain itu, tentu fitur ini akan menghindarkan kita dari teman usil yang suka mengintip kunci password smartphone.

“Hahaha, iya ya.. Boleh juga tuh hape. Emang harganya berapaan sih? Jangan-jangan mahal lagi.”

“Masih masuk budget mu kok. Banderol harga resminya tuh Rp2.049.000 aja!”

“Eh, yakin harganya segitu? Emm, Infinix Note 4 ya? Pengennya sih beli bulan depan, nunggu invoice cair. Semoga aja ada waktu luang buat nyari hapenya.”

Sebenarnya kita tak perlu repot-repot meluangkan waktu untuk mencari smartphone ini. Karena, kita bisa langsung memesannya di Lazada, yang nantinya pesanan kita itu akan langsung diantarkan ke rumah.

Yang menarik, pada tanggal 12.12 (12 Desember) nanti, Lazada juga akan memberikan diskon khusus untuk produk Infinix, seperti halnya yang sudah mereka lakukan pada tanggal 11.11 lalu. Dan tentu kesempatan tersebut tak boleh dilewatkan begitu saja.

—— * * ——

Tak terasa, sudah hampir satu jam kami berada di food court itu. Salah satu teman mengingatkanku untuk kembali ke hotel karena kami harus menyimak briefing untuk event yang akan digelar keesokan harinya.

Pertemuan itupun harus kami akhiri karena kesibukan yang menuntut kami untuk mengejar waktu. Sebuah pertemuan singkat untuk melepas rindu, yang hampir saja digagalkan oleh hape yang kehabisan daya baterai.

#LupaCharger #SuperDiskon #CeritaInfinix

SHARE

Blogger lugu yang kadang punya rasa penasaran tinggi | Founder techijau.com & hayuklah.com | Main IG di @masbocah kadang main twitter juga di @PanduDryad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here