Home Bisnis Mengembangkan Bisnis di Era Internet

Mengembangkan Bisnis di Era Internet

0

Mengembangkan Bisnis di Era Internet – Saya yakin, setiap pemilik usaha pasti menginginkan agar usaha yang digelutinya bisa tumbuh dan berkembang hingga dapat mendatangkan income yang menjanjikan. Setuju? Wajar, karena memang itulah ambisi utama yang umumnya mendasari semangat ketika ingin memulai sebuah bisnis.

Namun faktanya, tidak semua orang dapat menjalankan dan mengembangkan bisnisnya dengan baik. Kalau kita perhatikan, tak sedikit orang yang terkesan jalan di tempat saat menjalankan usaha yang dirintisnya. Bertahun-tahun coba bertahan, namun perkembangannya sangat lambat.

Bahkan ada pula yang terpaksa gulung tikar karena merasa tak mendatangkan hasil yang sesuai dengan apa yang telah diusahakan. Atau karena kalah saing dengan kompetitor lainnya.

Pentingnya Konsistensi Dalam Berbisnis

Sebelumnya kita mesti paham bahwa ketika kita membangun sebuah bisnis, hampir tidak mungkin ia akan langsung mendatangkan keuntungan yang besar. Semua ada prosesnya. Bisnis yang baru itu ibarat seorang bayi. Yang mana untuk dapat berjalan saja, ia harus melalui proses jatuh bangun. Mulai dari tengkurap, merangkak, berdiri, jatuh, berdiri lagi, sebelum akhirnya bisa berjalan.

Dalam tahap ini, konsistensi amat sangat penting untuk bisa dipertahankan. Konsisten untuk mencoba, serta konsisten untuk selalu hadir agar semakin banyak calon konsumen yang menyadari keberadaan bisnis kita. Seberapapun skalanya dan apapun bidang usahanya.

Namun jika setelah sekian lama usaha yang kita geluti terkesan jalan di tempat, bisa jadi ada perencanaan dan persiapan yang kurang matang. Misalnya, persiapan soal pemilihan lokasi, atau perencanaan soal bagaimana strategi yang harus diambil dalam menghadapi persaingan dan tantangan-tantangan yang ada.

Selain itu, bisa jadi juga ada ide-ide yang terlupakan dan menunggu untuk diterapkan dalam strategi. Salah satu ide yang saya maksud di sini adalah bagaimana kita memanfaatkan internet untuk kemajuan bisnis.

Pemanfaatan Internet

Salah satu alasan mengapa kita harus memanfaatkan internet dalam membangun bisnis adalah karena dengan internet, jarak maupun lokasi bukan lagi menjadi sebuah hambatan besar. Artinya, kita bisa memperluas jangkauan pemasaran, diluar wilayah (lokasi fisik) yang kita tempati. Bagaimana bisa?

Saat ini banyak sekali masyarakat khususnya di Indonesia yang sudah akrab dengan internet. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet yang ada di Indonesia adalah sekitar 171,17 juta jiwa. Besaran angka tersebut salah satunya disebabkan karena mudahnya menemukan informasi di internet, yang membuat para penggunanya merasa sangat terbantu dalam berbagai hal. Dan inilah yang kemudian menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkannya.

Yaitu dengan menghadirkan informasi soal eksistensi bisnis yang kita geluti, di internet. Dengan harapan, kita dapat menjaring beberapa calon konsumen yang aktif di sana.

Contoh cara paling mudahnya adalah, kita bisa “numpang jualan” pada platform seperti GoJek untuk bidang usaha kuliner, ataupun Bukalapak, Tokopedia dan situs e-commerce lainnya jika kita menjual produk fisik selain kuliner. Platform-platform tersebut sudah punya setidaknya jutaan pengakses rutin yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan di platform seperti itulah orang-orang bakal mencari informasi harga produk serta tak jarang ditutup dengan transaksi jual-beli.

Karena umumnya, para pengakses platform e-commerce merupakan calon konsumen potensial yang siap mengeluarkan dana untuk bertransaksi jika sudah menemukan produk yang mereka inginkan.

Opsi lain yang lebih advance dalam pemanfaatan internet adalah dengan mendaftarkan nama domain di internet dan membangun sebuah website untuk bisnis yang kita jalankan. Bahkan opsi ini bisa menjadi sangat besar peranannya bagi anda yang menggeluti bisnis di bidang jasa, ataupun bagi anda yang punya produk karya sendiri. Nah sebelum mulai pembahasan lebih lanjut, anda mesti paham terlebih dahulu soal apa itu domain.

Sederhananya, domain adalah sebuah nama yang digunakan sebagai alamat website di internet. Dengan kata lain, sebelum dapat membangun website, kita harus mendaftarkan nama domain terlebih dahulu. Karena siapapun yang nantinya ingin mengakses website milik kita, mereka harus mengetikkan nama domain pada browser yang mereka pakai.

Domain yang saya maksud disini adalah domain level atas alias Top Level Domain (TLD), bukan subdomain.

Keuntungan Membangun Website Bagi Pelaku Usaha

Tujuan utama dalam membangun website bukan melulu untuk berjualan online, tapi lebih kepada untuk memberikan edukasi terhadap calon konsumen, sekaligus mendobrak hambatan soal lokasi.

Saya jadi ingat bagaimana dulu sempat kebingungan ketika mencari supplier kemasan kertas untuk produk snack yang ingin saya pasarkan. Saya sudah coba berkeliling kota Jogja untuk menemukannya, namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya sayapun mendapat titik terang setelah coba mencari di internet.

Lokasi kantor sekaligus rumah produksi dari supplier tersebut ternyata sangat jauh dari kriteria “strategis” karena berada di dalam area perumahan di pinggiran kota. Sehingga jarang sekali ada orang yang melaluinya. Menariknya, di sana saya melihat bagaimana mereka nampak sibuk untuk mencetak dan mengemas banyak sekali pesanan.

Bagaimana sebuah tempat usaha yang bahkan cukup sulit untuk dijangkau itu bisa menerima banyak order? Jawabannya adalah karena mereka mengandalkan website yang mereka punya untuk mendatangkan konsumen. Sebagaimana saya yang juga datang dengan cara yang sama.

Apa yang kemudian membuat saya, dan mungkin juga konsumen lainnya, memutuskan untuk rela datang dan memesan karya mereka adalah karena saya sudah mendapatkan informasi-informasi yang ingin saya ketahui pada website tersebut. Dengan kata lain, saya sebagai konsumen bisa diyakinkan berkat edukasi produk yang ditampilkan melalui websitenya.

Hal serupa bahkan bisa lebih berguna bagi pelaku usaha di bidang jasa. Karena kita dapat mencantumkan berbagai keterangan mengenai jasa yang kita tawarkan. Termasuk profil perusahaan, portofolio, hingga keterangan kontak dan alamat untuk mempermudah calon konsumen dalam menghubungi anda.

Contoh tampilan website yang menampilkan berbagai karya yang sudah mereka buat

Yang mesti dicatat di sini adalah kita harus memastikan bahwa informasi yang kita cantumkan pada website harus benar-benar memberikan keterangan sejelas-jelasnya. Dalam arti, ia harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak konsumen untuk mengubah perasaan ragu menjadi yakin. Misalnya, mencantumkan keterangan soal bahan, proses pembuatan, lama pengerjaan, hingga detail-detail kecil lain yang membuat konsumen merasa produk anda memang pantas untuk dijadikan pilihan.

Agar peran website bisa lebih optimal, akan lebih baik jika ia sudah menggunakan Top Level Domain.

Kenapa Domain Itu Penting?

Selain berbagai keuntungan yang sudah saya sebutkan di atas, membangun website dengan domain sendiri (TLD) akan memberikan beberapa keuntungan tambahan. Yang paling utama adalah membuat bisnis kita jadi terkesan lebih profesional. Karena pada umumnya, calon konsumen bakal meragukan kredibilitas sebuah website jika ia masih menggunakan subdomain seperti misalnya cateringku.blogspot.com, cateringku.wordpress.com, atau subdomain yang lainnya.

Terdengar sepele memang. Namun keraguan seperti itu bisa sangat mempengaruhi keputusan akhir para calon konsumen. Di samping itu, domain TLD juga mempermudah pelaku usaha dalam membangun reputasi untuk memperkuat branding, serta mempermudah promosi.

Sebagai Bagian Dari Identitas & Memperkuat Branding

Mudah saja untuk memberikan identitas (brand) pada produk fisik. Sesimpel menempelkan nama brand pada kemasan produk. Namun bagi mereka yang bergerak dibidang jasa, bisa jadi pemberian identitas akan lebih rumit.

Katakanlah ada seseorang bernama Agus, hobinya ada di bidang fotografi dan berminat untuk membuka jasa fotografi pre-wedding. “Agus Photography” adalah brand yang diberikan untuk jasanya tersebut. Padahal di kota tempatnya tinggal, ternyata ada setidaknya dua orang lain yang juga menggunakan brand yang sama.

Lalu seorang teman menyodorkan nama Agus Photography tersebut kepada anda, yang  kebetulan sedang mencari jasa foto pre-wedding. Saya yakin akan ada banyak pertanyaan yang terlintas di pikiran anda. “Ini Agus yang mana? Memangnya dia siapa? Hasil kerjanya seperti apa?”.

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bakal lebih mudah terjawab jika saja Agus sudah punya website. Orang yang ingin merekomendasikan pun, tinggal menyebut saja nama domain website milik Agus.

“Oh, coba pakai jasa dari (misalnya) agusphotography.net, kebetulan bulan lalu sepupu saya pakai jasa mereka …”.

Domain (TLD) bisa menjadi sebuah identitas pendukung selain brand. Karena saat kita sudah memegang hak atas sebuah nama domain, orang lain tidak bisa menggunakan nama domain dengan extension yang sama.

Selanjutnya, adalah peran website untuk memudarkan keraguan di benak calon konsumen, dengan keterangan-keterangan yang ada didalamnya.

Nah, memiliki domain pribadi sebagai bagian dari identitas (brand) juga bakal berguna saat misalnya sang fotografer mengunggah hasil karya fotonya di akun social media. Yang mana ia bisa menuliskan nama domain miliknya sebagai watermark dalam foto tersebut. Tujuannya adalah agar mereka yang merasa terkesan dapat langsung mengunjungi website tersebut. Dengan harapan, minimal mereka jadi tau dan ingat bahwa sang fotografer adalah orang yang berkompeten untuk urusan pre-wedding photography.

Seiring berjalannya waktu, reputasi yang dikumpulkan kemudian bisa difokuskan pada nama domain yang dimiliki, sebagai bagian dari identitas bisnis. Reputasi tersebut akan menjadikannya populer, dan otomatis bakal berpengaruh pada kepercayaan publik (sebagai calon konsumen) terhadap brand yang bersangkutan.

Mempermudah Branding

Branding adalah upaya untuk menanamkan kesan familiar di benak konsumen. Semakin familiar, maka tingkat kepercayaan konsumen terhadap kita sebagai pelaku usaha pun bakal semakin meninggi. Karena konsumen cenderung lebih memilih untuk membeli sesuatu yang sudah dikenal luas, daripada mencoba sesuatu yang benar-benar baru. Karena menurut konsumen, mereka yang sudah terkenal itu pastilah sudah banyak membuat konsumen lain senang.

Dengan memiliki sebuah domain, para pelaku usaha di bidang jasa bakal lebih mudah untuk melakukan branding. Karena orang pasti akan lebih mudah untuk mengingat nama domain (misalnya agusphotography.net tadi) daripada harus mengingat nama beserta keterangannya.

“Agus Photography, yang jadi fotografer di nikahannya sepupu saya itu loh .” (padahal sepupunya ada banyak).

Ketika nama dari domain (sebagai brand) tersebut sudah akrab di telinga publik, maka calon konsumen pasti akan tau harus mencari siapa saat mereka membutuhkan jasa fotografi, khususnya pre-wedding.

Mudah Dicari & Mempermudah Promosi

Saat sedang ingin melakukan pencarian, hampir semua pengguna internet mengandalkan situs pencarian Google. Saat ini Google punya sebuah fitur yang memungkinkan kita untuk menemukan lokasi, termasuk lokasi bisnis. Misalnya, coba saja anda ketikkan “pizza terdekat”, maka Google akan menampilkan beberapa lokasi penjual pizza di sekitar anda, lengkap dengan website nya (jika ada).

Agar bisnis kita dapat ditampilkan seperti ini, kita hanya perlu mendaftarkan lokasi dan alamat website kita melalui Google My Business. Google akan mengirimkan seorang verifikator untuk memastikan kebenaran dari data yang sudah kita daftarkan, sebelum kemudian barulah unit bisnis kita bisa ditampilkan seperti itu.

Jika sudah muncul dalam tampilan pencarian tersebut, selanjutnya adalah tugas website kita untuk meyakinkan calon konsumen agar memilih produk yang kita tawarkan. Dalam contoh kasus Pizza ini, kemungkinan besar calon konsumen bakal memilih brand-brand franchise besar seperti Pizza Hut atau Domino’s Pizza, jika ternyata mereka juga berada disekitar wilayah bisnis kita.

Untuk dapat mengimbanginya, anda bisa memilih untuk mempromosikan website dari bisnis anda di Google AdWords agar mendapatkan highlight khusus di hasil pencarian. Atau, jika ingin melakukan promosi dengan cara yang lain untuk meningkatkan brand awareness, anda juga bisa menjalankan berbagai jenis online campaign.

Misalnya, dengan memakai jasa para influencer social media untuk mempromosikan bisnis anda. Atau, bisa juga memakai jasa para blogger untuk mengulas tentang produk yang anda tawarkan. Kemudian, para pembaca dan followers dari blogger dan influencer tersebut bakal bisa digiring untuk mengunjungi website yang anda miliki.

Online advertising agency pun juga pasti akan senang dan terbantu jikalau anda ingin menggunakan jasa mereka untuk membuat sebuah campaign terkonsep yang menarik.

Cara Membeli Domain

Syarat untuk memiliki sebuah domain tidaklah sesulit atau serumit yang dibayangkan. Cukup kunjungi situs registrar domain, lalu ketikkan nama domain yang diinginkan. Ada banyak pilihan ekstensi domain murah yang bisa kita dapatkan. Termasuk ekstensi domain populer seperti .net atau .com yang rata-rata dibanderol dengan harga tidak sampai 150ribu per tahun.

Sebelum memutuskan untuk membeli, usahakan untuk memilih nama domain dengan bijak untuk mempermudah branding. Ingat, nama domain ini nantinya bakal menjadi bagian dari identitas bisnis yang kita jalankan. Sehingga saran saya, pilihlah nama yang nantinya mudah diingat.

Umumnya, pelaku bisnis bakal mendaftarkan nama brand mereka sebagai nama domain. Namun jika ternyata tidak tersedia (sudah didaftarkan oleh orang lain), setidaknya pilihlah nama domain yang mencerminkan bidang usaha yang sedang anda geluti.

Contohnya seperti rumahweb.com. Kesan yang ditimbulkan dari nama domain tersebut adalah, ia merupakan rumah bagi website. Karena memang rumahweb.com merupakan sebuah badan usaha yang bergerak di bidang jasa yang berkaitan dengan website. Termasuk jasa hosting web, pembuatan website, dan juga registrasi nama domain.

Saran saya, hindarilah beberapa hal berikut saat akan mendaftarkan nama domain:

  1. Menggunakan angka pada nama domain
  2. Menggunakan tanda penghubung (misal: rumah-web)
  3. Nama yang terlalu panjang

Keep it simple, agar mudah diingat. Jika sudah membeli domain, selanjutnya adalah memasangkan domain tersebut pada website. Ada dua pilihan platform paling populer yang bisa dijadikan pilihan, yaitu blogger dan wordpress.org yang prosedur singkat serta plus minusnya adalah:

Blogger
  1. Beli domain (TLD).
  2. Daftar ke blogger.com dan registrasi subdomain blogspot.com. Langkah 1 dan 2 ini bebas, alias bisa dimulai dengan langkah 2 lebih dulu baru disusul ke langkah 1.
  3. Pasangkan domain TLD (untuk menghilangkan “blogspot.com” pada alamat web).
  4. Lakukan penyesuaian-penyesuaian sesuai petunjuk.

Plus minus:

  • Murah & tidak ribet soal update. Hanya perlu membayar dan perpanjang biaya pembelian domain TLD saja setiap tahunnya.
  • Tak perlu khawatir soal server. Gratis dan sangat kuat.
  • Fitur sangat terbatas. Hanya bisa membuat website sederhana.
  • Bila dianggap melanggar kebijakan Google (sebagai pemilik blogger.com), website bisa dihapus tanpa pemberitahuan (sangat jarang terjadi).
WordPress.org (WordPress Self Hosted)
  1. Beli domain (TLD).
  2. Sewa hosting, sebagai “rumah” bagi website.
  3. Login di tempat anda menyewa hosting, dan install WordPress. Biasanya sudah ada menunya dan tinggal klik-klik saja.
  4. (Optional) Install theme berbayar agar tampilan lebih bagus & kaya fitur
  5. Install plugin yang dibutuhkan.

Plus minus:

  • Tampilan lebih profesional dan bisa punya sangat banyak fitur (tergantung dari theme & plugin yang digunakan).
  • Harus mengeluarkan biaya perpanjang domain (tahunan) & sewa hosting (bulanan/tahunan).
  • Kekuatan server tergantung pada paket hosting yang dipilih.
  • Harga theme bisa cukup mahal (sekali beli), berkisar antara $30 hingga ratusan dollar. Rata-rata harganya adalah $50-$60.

Jika tak ingin ribet, diluaran sana ada banyak sekali jasa pembuatan website yang siap untuk digunakan. Atau bisa juga merekrut karyawan khusus untuk urusan ini. Yang nantinya juga bakal bisa membantu dalam hal update konten.

Akhir Kata

Memanfaatkan internet memang tidak akan menjamin bisnis kita akan langsung menjadi besar. Ingat, semua butuh proses. Namun yang pasti, ia akan sangat membantu perkembangannya. Terlebih jika kita mampu menerapkan strategi promosi yang baik. Dan kepemilikan domain untuk bisnis adalah sebuah modal berharga agar semuanya dapat berjalan dengan optimal.

Referensi:

https://www.liputan6.com/tekno/read/3967287/jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-sentuh-angka-171-juta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here