Home Daily Life Cara Instrospeksi Diri Agar Menjadi Lebih Baik

Cara Instrospeksi Diri Agar Menjadi Lebih Baik

1927
1
SHARE

Cara Instrospeksi Diri Agar Menjadi Lebih Baik – Pernah gak sih kamu dijauhi sama temen-temen deket kamu? Atau mungkin kamu dijauhi sama anggota keluargamu sendiri? Duh pasti nyesek banget donk yaa, apalagi kalo kamu gak tau sebabnya. Tapi biasanya penyebab utama orang lain ngejauhin kita adalah karena sikap kita sendiri.

Sikap kita yang kurang baik adalah penyebab utama kenapa orang lain menjauhi atau bahkan mungkin membenci kita. Padahal dalam bersosialisasi itu kan orang pasti lebih suka bergaul dengan “orang baik”. Jadi orang baik itu bukan berarti kamu harus selalu ngasih jamuan yang istimewa sama orang lain atau mentraktir temen setiap hari, tapi sekali lagi ini lebih berkaitan dengan sikap kita terhadap sesama. Pasti ada donk diantara kamu yang udah berusaha baik dengan cara sering mentraktir temen, tapi kamu tetep aja dijauhin atau dihindari terutama ketika dompet kamu lagi tipis.

Nggak, jangan salahkan temen dengan menganggap mereka “cuma deket kalo ada maunya aja”, tapi yang salah adalah kamu sendiri dengan caramu yang juga salah. Terus yang bener gimana donk? Ya kamu harus jadi orang baik. Caranya? Ya instrospeksi diri!

Oke aku mau instrospeksi diri ah..

Hehe ngomongnya sih emang gampang, tapi apa yakin bisa? Dari yang aku liat di masyarakat, sebagian besar dari mereka yang bilang bakal instrospeksi diri pada kenyataannya gak merubah apapun di dirinya yang artinya dia gagal buat instrospeksi diri. Cuma sebagian aja, mereka yang punya kecerdasan lebih yang bisa instrospeksi diri dan mampu merubah dirinya ke arah yang lebih baik. So disini aku akan sedikit ngebahas soal cara instrospeksi diri ala Mas Bocah buat kamu yang lagi pengen memperbaiki dirimu. Langsung aja deh kita mulai dari langkah pertama:

Hindari sikap egois

Egois adalah segala sesuatu tentang kamu, kamu dan kamu. Kalo kamu masih selalu mengutamakan diri sendiri, berpikir untuk kepentingan dan kesenanganmu sendiri itu berarti kamu egois. Contohnya gini :

Pas kamu lagi ngomong pasti kamu minta orang lain buat perhatiin, tapi sekalinya ada orang lain yang lagi ngomong kamunya malah gak perhatiin dan asik main hape sendiri. Kan kampret

Atau pas lagi ngantri kamu dengan seenak jidatmu nyerobot antrian. Giliran antrianmu yang diserobot kamunya sewot.

Selama kamu terus bersikap egois, maka kamu gak akan pernah peka terhadap apa yang ada di sekitarmu. Dan kamu gak akan pernah bisa memperbaiki dirimu karena patokan penilaianmu hanya mengarah ke kamu sendiri, dan itu akan membuat kamu gak bisa berkembang. Bukalah matamu, lihat di sekitarmu. Kamu itu hidup gak cuma sendiri! Belajarlah untuk merasakan keadaan orang lain agar kamu mengerti tentang apa yang mereka rasakan, maka itu akan mengurangi sikap egois mu.

Berhenti berpikir bahwa kamu selalu benar

Kalo kamu merasa bahwa apa yang kamu lakukan itu selalu benar, maka kamu belum mampu meredam sikap egois mu. Gausah sok tau kalo emang kamu gak tau, gausah nyolot buat cari pembenaran kalo kamu ketauan salah. Itu gak akan membuat dirimu jadi terlihat lebih baik karena justru orang lain akan menilai kamu sangat buruk dan mungkin bisa menjadi penyebab kenapa kamu menjadi tidak disukai.

BACA JUGA : Bagaimana menghadapi orang yang membenci kita?

Cari kesalahanmu

Ngaca donk! Pasti kamu pernah denger atau mungkin ngucapin kata itu kan? Iya, banyak orang gak tau diri yang bisa nge-judge kesalahan orang lain tapi kesalahannya sendiri gak tau gimana kabarnya. Padahal mencari kesalahan diri sendiri adalah poin paling penting dari proses instrospeksi diri. Kalo kamu sudah berhasil meredam egomu, maka seharusnya proses ini gak akan terlalu sulit.

Oh iya ya, mungkin aku terlalu cerewet atau sok tau. Pantesan mereka gak suka sama aku.

Oh iya ya, kalo mereka ngomong kan aku sering asik sendiri sama hapeku dan gak perhatiin mereka, pantesan mereka sekarang cuekin aku mulu

Dengarkan kritik dari orang lain

Sekarang kita masuk ke tingkatan yang lebih tinggi. Gak semua orang mampu menerima kritikan dengan bijaksana. Sebagian menganggap bahwa kritikan adalah bentuk hinaan terhadap mereka, padahal sebuah kritik itu justru berawal dari rasa peduli agar yang di kritik bisa menjadi lebih baik. Misalnya kamu di kritik seperti ini :

Pantesan usahamu bangkrut, lha wong kamunya males, dan sering nunda-nunda!

Orang egois dan menganggap dirinya selalu benar akan bersikap seperti ini :

Tega banget kamu bilang gitu ke aku! Kamu tau gak aku ini lagi jatoh?! Gak nyangka ternyata orang yang aku anggep baik bisa bilang begitu! (Kemudian dendam)

Sedangkan orang yang ada niat untuk instrospeksi diri bakal menerima kritikan dengan lebih bijak (meskipun kata-kata itu menyakitkan) :

Masa sih aku kaya gitu? Oh iya bener juga ya. Coba kalo aku gak nunda-nunda pekerjaan, pasti gak akan seperti ini kejadiannya (kemudian berusaha memperbaiki diri).

Intinya kritikan orang lain yang ditujukan untuk kamu semata-mata hanya agar kamu menyadari kesalahanmu dan memperbaikinya.

Cari kesalahan orang lain

Mencari-cari kesalahan orang lain mungkin emang gampang, tapi alangkah baiknya kalo kesalahan itu kita jadikan contoh untuk pelajaran bagi kita sendiri dan bukan untuk dijadikan bahan olok-olok, cacian ataupun makian. Misalnya kamu punya temen yang namanya si “A”, dan dia ini suka banget ngomongin kejelekan orang. Hal yang harus kamu lakukan adalah menghindari kesalahan yang sama. Artinya kamu gak perlu ngomongin kejelekan si A di hadapan temenmu yang lain karena itu akan membuat kamu gak jauh beda dengan si A yakni suka ngomongin orang.

Lihat kebaikan orang lain

Kalo tadi ngeliat kesalahan, sekarang kita belajar untuk ngeliat kebaikan orang lain. Hal ini bakal terasa sulit kalo kamunya sendiri masih ngerasa selalu benar karena udah dipastikan kamu akan menilai dirimu yang paling baik juga dan itu akan membuat kebaikan orang lain gak keliatan di MATAMU. Ngeliat kebaikan orang lain ini dibutuhkan sikap rendah hati. Kalo kamu udah ngeliat kebaikan orang, silahkan tiru kebaikan itu.

(Bonus) Bersikaplah rendah hati

Dan sebagai pelengkap dari semuanya, kamu butuh sikap rendah hati bukan hanya untuk memperbaiki diri aja, tapi juga mempertahankan kebaikan itu hingga kamu naik ke tingkat kebaikan yang lebih tinggi. Kenapa aku sematkan kata “Bonus” diatas? Karena gak semua orang yang sudah melakukan instrospeksi diri mampu meredam ego serendah-rendahnya.

Rata-rata dari mereka masih memiliki ego yang tinggi dan ingin ditinggikan, dalam arti mereka butuh pengakuan dari orang lain bahwa mereka itu baik. Padahal orang baik yang sesungguhnya sama sekali gak butuh pengakuan itu dihadapan manusia lainnya. Mereka yang benar-benar baik akan ikhlas untuk melakukan kebaikan sepanjang hidupnya.

Nah itulah poin-poin penting untuk bisa melakukan instrospeksi diri. Intinya kamu hanya butuh kepekaan bukan hanya bagi dirimu sendiri tapi juga untuk kepentingan orang disekitarmu. Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat buat kamu semua dan semoga kita semua bisa menjadi orang yang baik. Punya saran atau pendapat lain? Silahkan tinggalkan komentar 🙂 – Mas Bocah

1 COMMENT

  1. apa saya egois dan mementingkan diri sendiri kalo temen ngajak aq bercanda tidak aq layanin padahal itu cuma lelucon ajja apa itu aq kurang introspeaksi diri ya tolong beri jawaban yang tepat gimana saya dan bagaimana saya bisa menjadi sempurna dan baik dimata dia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here