Home Random Bergesernya Fungsi Ponsel Di Era Modern

Bergesernya Fungsi Ponsel Di Era Modern

758
0
SHARE

Bergesernya Fungsi Ponsel Di Era Modern – Masih inget banget, dulu sebuah ponsel atau juga biasa disebut sebagai handphone atau hape adalah sebuah perangkat komunikasi untuk menerima atau melakukan panggilan telepon serta pesan singkat atau SMS.

Sumber gambar : Hai Bye

Dulu, nggak semua orang punya benda yang satu ini karena memang orang-orang belum terlalu membutuhkannya. Harganya pun bisa dibilang mahal sehingga masyarakat bakal mikir 8 kali buat beli. Bukan cuma hapenya yang mahal, harga kartu perdana-nya pun saat itu bisa bikin mringis. Bayangin aja, kita harus ngeluarin dana sekitar 220 ribu rupiah (seingetku, waktu bokap beli perdana XL Bening) cuma untuk beli perdana doank! Kalo sekarang? Hah, modal 3 ribu aja udah dapet perdana!

Aku masih inget juga, ada 2 momen penting yang menjadi titik awal bergesernya fungsi ponsel. Yang pertama adalah ketika Nokia merilis ponsel dengan layar berwarna, lalu disusul dengan ponsel berkamera. Yang kedua adalah turunnya harga perdana dan tarif SMS yang sangat murah yang dipelopori oleh Kartu Jempol dari XL. Sejak saat itu mulai banyak orang dan bahkan anak-anak sekolah yang memiliki ponsel.

Selain untuk mempermudah proses PDKT dengan gebetan melalui telepon dan SMS, hadirnya fitur games, radio dan MP3 menjadi alasan utama bagi anak-anak untuk membeli ponsel. Dan gak bisa dipungkiri lagi, ponsel juga bisa mendongkrak kepercayaan diri dari anak-anak yang masih labil itu, sehingga nggak jarang sebagian dari mereka bahkan sampai merengek pada bapaknya untuk minta dibelikan sebuah hape.

Untungnya, aku bukan salah satu dari anak-anak yang merengek untuk minta dibelikan hape, meskipun waktu itu juga kepengen sih. Cuman waktu itu aku mikir :

Emang apa manfaatnya hape buat aku? Pebisnis juga bukan, mau sok-sok’an bawa hape. Gausah sok penting!

Aku inget banget, hape pertama yang aku punya tuh Nokia 1600 bekas yang dibelikan sama bokap, itu juga belinya spontan aja. Diajak ke counter, terus disuruh milih hape.

Hehe, oke, kembali ke topik. Fitur kamera dan fitur internet kemudian menjadi penyebab lain dari bergesernya fungsi sebuah ponsel, meskipun pada waktu itu sangat sedikit sekali orang yang mengenal internet. Kehadiran kamera mulai menjadi sebuah standar bagi tiap ponsel yang dirilis pada waktu itu, dan konektivitas 3G kemudian disematkan pada ponsel Nokia 6680, membuat beberapa orang termasuk si bokap jadi kegirangan gara-gara fitur video call.

Mulai dari sinilah fungsi sebuah ponsel jadi berubah sangat drastis, diperparah dengan hadirnya fitur aplikasi chat pada ponsel seperti mig33 dan mulai dikenalnya Facebook membuat orang-orang termasuk aku mendadak menjadi pecandu internet. Messenger seperti BBM pun juga mulai populer, yang kemudian sukses membuat BlackBerry menjadi merk ponsel yang paling diminati saat itu. Iya, cuma karena ada BBM nya.

Kemudian ponsel dengan fitur full touch mulai populer sejak Apple memperkenalkan iPhone, yang kemudian disusul oleh kehadiran OS Android yang kala itu diterapkan pada HTC Dream dan dianggap sama sekali bukan ancaman. Perangkat-perangkat ini mempermudah para konsumen untuk mengakses internet, khususnya social media yang kemudian juga mulai mengubah gaya interaksi antar manusia.

Dan ya, fitur SMS dan telepon sudah mulai ditinggalkan kala itu. Perkembangan ponsel bergerak dengan sangat cepat dengan performa yang lebih tinggi dan juga kamera yang semakin baik. Dan sekali lagi, fungsinya pun mulai bergeser. Yang tadinya hanya untuk bersocial-media, kini handphone yang sudah ber-evolusi menjadi smartphone berperan menjadi sebuah mesin game, alat untuk mengambil foto, atau bahkan sebagai sebuah komputer yang bisa dimasukkan kedalam kantong.

Sumber gambar : Blog ku yang di sebelah

Sebut saja Zenfone 2 yang memiliki spesifikasi yang hampir setara dengan sebuah laptop. Prosesor Quad-core 2.3 GHz, RAM 4 GB, sudah sangat cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi kelas berat.

BACA JUGA : Review ASUS Zenfone 2

Mengambil foto, membuat video, mengedit foto, dan bahkan menulis di blog pun sudah bisa dengan mudah hanya dengan menggunakan smartphone, seperti tulisan ini misalnya, yang aku ketik menggunakan ASUS Zenfone Selfie.

BACA JUGA : Review ASUS Zenfone Selfie

Bukan hanya untuk mempermudah urusan pekerjaan, bahkan sebuah smartphone sudah bertindak seperti asisten pribadi dengan segala fitur canggih yang ada di dalamnya. Fitur telepon bukan lagi menjadi alasan utama bagi seseorang untuk membeli sebuah smartphone. Beberapa smartphone yang kumiliki bahkan tak pernah sekalipun ku gunakan untuk menelpon. Karena emang dasarnya aku gak terlalu suka telponan sih, lagian kan jomblo. Mau nelpon siapa coba? Ehehehe :p

Ini jelas, fungsi dari sebuah ponsel bukan cuma sudah bergeser, tapi benar-benar sudah berpindah, yang tadinya merupakan alat untuk menelpon dengan beberapa fitur tambahan, sekarang menjadi sebuah perangkat komputer + kamera berukuran kantong yang memiliki fitur telepon. Terus, selanjutnya apa? Ponsel dengan fitur kulkas? Atau mungkin ponsel yang dilengkapi dengan jamban?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here