Home Pikir Lagi Yuk Bencana Banjir Dimana Mana, Salah Siapa?

Bencana Banjir Dimana Mana, Salah Siapa?

912
1
SHARE

Bencana Banjir Dimana Mana, Salah Siapa? – Tiap manusia pasti gak ada yang mau mengalami yang namanya bencana. Kenapa? Ya soalnya bencana itu gak enak! Kalo enak pasti udah jadi rebutan, ya toh? Dengan segala upaya dan kecerdasannya manusia sebisa mungkin melakukan sesuatu untuk menghindari bencana tapi gak mau mencegahnya, misalnya aja mereka membangun tempat tinggal di dataran yang lebih tinggi biar gak kebanjiran saat musim hujan, atau membangun rumah bertingkat di area yang biasa terkena banjir agar mereka tetap bisa tinggal di lantai 2 saat banjir datang.

Banjir memang udah jadi bencana rutin yang melanda negara kita ini, khususnya di daerah yang ditempati oleh banyak orang yang gak peduli lingkungan ibukota negara kita. Bencana “ringan” seperti banjir ini sering kali melumpuhkan aktivitas warga dan bahkan menyebabkan kerugian tertentu. Kenapa mas Bocah menyebut banjir sebagai bencana ringan? Ya soalnya kita sendiri bisa kok mengatasinya kalo mau, dan pasti ada yang salah dengan area yang sering tergenang banjir itu.

Lhah terus siapa yang salah mas?

Nhaini! Kalo soal salah menyalahkan pasti pada semangat. Ada yang nyalahin tempatnya lah (terlalu rendah), ada yang nyalahin pemerintah lah, bahkan ada yang nyalahin Tuhan karena sudah menurunkan hujan! Hadeeeeeh *cuma bisa geleng-geleng*. Padahal Yang Maha Kuasa menurunkan hujan itu justru sebuah anugerah ya. Coba kalo gak ada ujan, daerahnya pasti kekeringan. Kalo kekeringan kita mau minum apa? Mau mandi pake apa? Mau nyuci pake apa? Nah kalo begini (hampir) pasti mereka menyalahkan Tuhan lagi karena gak kunjung menurunkan hujan. Serba salah banget dah…

Iya, manusia emang begitu kok, suka menyalahkan orang atau hal lain. Kalo orang jawa bilangnya karepe dhewe (maunya sendiri). Padahal kesalahan terbesar itu tidak lain ada di dalam diri kita sendiri, yaitu menyalahkan orang lain tanpa mau INSTROSPEKSI DIRI. Katanya cerdas, tapi kok malah menghindari bencana dan bukan MENCARI SOLUSI? Katanya cerdas, tapi kok gak bisa ngeliat kesalahannya sendiri?

Beberapa waktu lalu mas Bocah sempet baca salah satu artikel di media online yang isinya kurang lebih seperti ini:

Korban banjir menolak bantuan makanan dari para relawan dengan alasan makanannya gak sesuai dengan selera mereka. Beberapa diantara mereka yang sudah mencicipi lalu membuang makanan itu tidak jauh dari posko pengungsian.

Coba dari sini aja kita bisa liat kan kesalahan ada dimana? Kalo yang mas Bocah liat sih udah banyak banget kesalahan yang ada pada mereka, dan yang paling terlihat dari kasus diatas adalah KURANGNYA RASA SYUKUR MEREKA ATAS NIKMAT YANG DIBERIKAN OLEH YANG MAHA KUASA. Meskipun sepertinya hal itu gak ada hubungannya dengan banjir, tapi menurut mas Bocah bencana ini adalah salah satu bentuk teguran dari yang Maha Kuasa.

Masih untung ya ada yang mau nolongin mereka, tapi kok gak bersyukur? Dikasih makanan malah dibuang? Yang nolongin pasti kecewa banget tuh. Yaudah sih kalo menurut mas Bocah mah orang model begitu mending di tinggal aja, biarin mati kelaperan. Jahat? Lha wong dikasih makan malah dibuang gitu terus mau diapain lagi? Itu kan artinya mereka gak bersyukur udah ditolong. Masih banyak kok orang lain yang lebih membutuhkan bantuan makanan itu dan mau menerimanya. Lagian, buat ngurangin populasi orang yang suka merusak lingkungan lah, biar lingkungan sedikit lebih bersih. *Maaf kebawa esmosi*.

Huff, bentar redam emosi dulu.. Oke kita lanjut ke topik..

Instrospeksi diri lah, poin pertama yang harus disoroti adalah rasa syukur. Mungkin Tuhan marah karena mereka kurang bersyukur. Itu tercermin dari bagaimana mereka menolak bantuan makanan dengan alasan tidak sesuai dengan selera mereka. Padahal masih untung loh ada yang mau peduli ama mereka. Poin kedua adalah kurangnya kepedulian akan lingkungan mereka. Itu tercermin dari bagaimana mereka dengan mudahnya membuang makanan begitu saja. Kok ya nggak mikir, mau lingkungan bersih tapi mereka sendiri gak menjaga kebersihannya. Mau lingkungan bebas banjir tapi mereka melakukan hal-hal yang memicu terjadinya banjir besar.

Apa itu? Buang sampah sembarangan! Banyak orang menganggap hal ini sepele, tapi sebenernya dampak yang dihasilkan itu sangatlah besar. Kenapa buang sampah sembarangan bisa menyebabkan banjir? Gini, mas Bocah kasih ilustrasi dikit ya..

Kalo setiap orang membuang satu sampah aja di pinggir jalan (misalnya bungkus snack), bayangkan kalo ada seribu orang yang melakukan hal yang sama. Jadinya banyak kan? Nah sampah-sampah yang berserakan atau tidak pada tempatnya ini bisa terbawa kemana saja entah oleh angin atau yang lain. Beberapa berakhir di saluran pembuangan yang menyebabkan saluran itu menjadi buntu. Beberapa yang lain terbang dan mendarat di sungai sehingga ikut terbawa arus sungai. Sampah yang terbawa arus akan menumpuk di sungai dan bisa menghambat aliran sungai jika tersangkut oleh sesuatu misalnya bendungan. Semakin banyak sampah yang menghambat maka air akan menumpuk di satu area yang mengakibatkan banjir.

Selain menyebabkan aliran sungai terhambat, sampah yang ada di sungai juga bisa menyebabkan pendangkalan sungai. Gak tau maksud / arti dari pendangkalan sungai? Atau masih bingung kenapa sampah bisa menyebabkan pendangkalan sungai? Oke, ini penjelasan singkat versi mas Bocah:

Pendangkalan sungai maksudnya adalah berkurangnnya kedalaman sungai. Misalnya, sungai yang tadinya punya kedalaman 2 meter kini hanya menjadi 1 meter. Artinya sungai sudah tidak sedalam dulu lagi.

Apa yang menyebabkan pendangkalan sungai? Yang paling berperan besar adalah karena sampah. Jadi sebagian sampah yang masuk ke sungai akan mengendap atau tenggelam di dasar sungai. Lama kelamaan sampah yang mengendap dan menumpuk itu akan menyebabkan dasar sungai menjadi lebih tinggi sehingga kedalaman sungai menjadi berkurang.

Kurang jelas? Ini ilustrasinya:

Sampah mengendap di sungaiAkibatnya :

Penyebab banjirJadi udah jelas kan kenapa sampah bisa menyebabkan banjir? Apalagi sampah yang sampai masuk ke sungai. Sayangnya masih banyak orang goblok yang DENGAN SENGAJA membuang sampah ke sungai. Perhatiin aja sungai-sungai yang ada di sebagian kota besar di negara kita, udah kaya tempat sampah mengalir aja. Padahal harusnya yang mengalir itu kan air dan bukannya sampah.

Nah sekarang apa masih mau saling menyalahkan? Sebenernya yang salah itu kita sendiri kok, khususnya yang suka buang sampah sembarangan atau membuang sampah di sungai. Harusnya kalo kita mau tempat tinggal kita nyaman, ya kita sendiri harus ikut menjaganya donk dan bukan malah merusaknya. Buang sedikit rasa malas untuk mencari tempat sampah demi kenyamanan kita bersama. Karena setiap hal yang besar bermula dari hal yang kecil, sama seperti banjir. Banjir besar bermula dari sampah-sampah kecil yang kita buang tidak pada tempatnya.

Dan kalo sampe terjadi banjir yang kena dampaknya bukan cuma kita, tapi ratusan bahkan ribuan orang. Jadi, ayo, ajak temenmu untuk mulai disiplin soal menjaga lingkungan khususnya soal sampah untuk membantu mencegah banjir. Soalnya kalo udah terjadi bencana banjir di lingkungan kita, kita juga kan yang kena dampaknya? Semoga bisa jadi bahan renungan buat kita semua.

SHARE

Blogger lugu yang kadang punya rasa penasaran tinggi | Founder techijau.com & hayuklah.com | Main IG di @masbocah kadang main twitter juga di @PanduDryad

1 COMMENT

  1. sedekah bumi ala masyarakat kota:
    1. sisakan sedikit lahan terbuka (jangan disemen) agar bumi bisa bernafas.
    2. buatlah sumur dangkal sebagai tandon air tanah
    3. tanamlah pohon sebagai pabrik oksigen untuk keluarga
    udah itu aja..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here