Bencana Dimana-Mana, Kenapa?

Bencana Dimana-Mana, Kenapa?

2710
0
SHARE

Bencana Dimana-Mana, Kenapa? – Sebenernya sudah sejak beberapa hari lalu diriku pengen bikin postingan soal berbagai bencana yang terjadi di Indonesia, tapi entah kenapa waktu itu sedikit “keluar jalur” alias melenceng dari topik dan malah lebih fokus bahas soal bencana banjir dan berubah judul jadi Bencana banjir dimana mana, salah siapa?

Dan kabar letusan Gunung Kelud semalem yang bikin heboh di dunia nyata maupun dunia maya membuat diriku pengen bahas soal bencana lagi, tapi kali ini ku usahain gak keluar jalur lagi deh. Hehe. Kalau kita perhatikan, belakangan kita sering melihat bencana dan terkadang berlangsung berturut-turut. Belum selesai di Sinabung, sekarang Gunung Kelud yang meletus dan menyebabkan beberapa daerah terkena hujan abu, bahkan ada yang bilang di daerah mereka ada hujan kerikil.

Hujan abu di Jogja

Abu gunung kelud di jogjaIni abu, bukan salju. Lokasi: Jogja. Sumber: @Wawansetyawan

Emang sih kalau diliat dari kacamata ilmiah (atau apalah itu namanya) bencana seperti ini adalah murni bencana alam, tapi menurut mas Bocah bencana ini terjadi bukan tanpa alasan. Sepertinya Sang Pencipta sedang menegur kita karena kita sering melupakannya, menjauh dari Nya karena terlena dengan urusan duniawi. Gak masuk akal? Oke, it’s just my opinion jadi boleh setuju boleh juga nggak setuju.

Kalau kita perhatikan, makin banyak orang yang kurang memiliki rasa syukur atas nikmat yang diberikannya. Contohnya ya seperti di posting mas Bocah sebelumnya yang bahas soal banjir itu. Tidak sedikit dari kita yang melakukan aktivitas yang dapat merusak alam atau mencemari lingkungan.

  • Buang sampah sembarangan = mencemari lingkungan
  • Menebang pohon / menggunduli hutan = merusak alam
  • Akibatnya = Banjir, yang menjadi bagian dari teguran atas kesalahan yang kita lakukan diatas

Yups, harusnya kita instrospeksi diri ketika Sang Pencipta memberikan cobaan atau bencana karena memang itu adalah bagian dari teguran untuk kita semua. Dan kembali ku tekankan soal rasa syukur serta kaitannya dengan bencana gunung meletus yang kita bahas di awal. Seperti gambar yang ku aplod diatas, diamana salju abu vulkanik menutupi berbagai wilayah hingga berpuluh-puluh kilometer dari lokasi letusan.

Abu vulkanik ini tentu akan membuat kita sesak nafas jika menghirupnya toh? Nah dengan begitu harusnya kita sadar donk, betapa berharganya udara bersih yang pernah dan sudah kita hirup sebelumnya. Tapi apakah kita sudah bersyukur atas nikmat itu?

Itu hanyalah contoh kecil aja, dan sebenarnya masih banyak hikmah lain yang bisa kita petik dari bencana macam ini. Ini hanyalah teguran kecil untuk kita, untuk menunjukkan bahwa apa yang dimiliki Nya akan kembali kepada Nya. Bayangkan jika Dia tak lagi mengijinkan kita untuk merasakan atau menghirup udara segar seperti sebelumnya, bagaimana jadinya hidup kita? Maka sudah sepantasnya lah bagi kita yang tidak terkena dampak bencana untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Nya.

Sayangnya sebagian besar orang gak mampu untuk melihat “pesan” dibalik bencana atau teguran yang diberikanNya ini. Mereka tetap tidak mensyukuri nikmat yang telah diturunkan baik dalam bentuk harta ataupun yang lainnya. Beberapa orang justru menjadi sombong atas kelebihan yang dianugerahkan Sang Pencipta kepadanya dan menjadi lupa bahwa semua kelebihan itu hanyalah titipan semata yang setiap saat dapat diambil kembali oleh Nya.

Maka seharusnya dengan teguran ini kita menjadi sadar, bahwa kita hanya makhluk kecil yang tidak sepantasnya untuk menjadi sombong dan merasa besar karena Dia bisa dengan mudah mengambil kembali apa yang Dia titipkan kepada kita. Yuk kita instrospeksi diri 🙂

Baca juga nih, siapa tau bermanfaat: Tips menghadapi cobaan dan beban hidup

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY