Home Daily Life Bagaimana Cara Menjadi Orang Yang Baik?

Bagaimana Cara Menjadi Orang Yang Baik?

1881
0
SHARE

Bagaimana Cara Menjadi Orang Yang Baik? – Setiap orang pasti ingin dikelilingi oleh orang-orang atau teman-teman yang baik dan menyenangkan, meskipun masih sangat banyak orang yang belum bisa “merasakan” harapan yang demikian itu. Selalu ada saja orang yang membuat kita jengkel, marah, sebel, bete dan sejenisnya.

Dan gak bisa dipungkiri lagi bahwa disekeliling mimin Patrick sendiri juga ada orang-orang nyebelin macam itu, dan rasanya ingin sekali mimin singkirkan mereka dari muka bumi ini!

ヽ( ・∀・)ノ┌┛Σ(ノ `Д´)ノ

Eiiittss, tapi kita gabole sadis begitu ya pemirsa! Sabaaarr. Hemm coba dipikir lagi deh. Kita kan pengennya dikelilingi oleh orang yang baik, tapi apa kita sendiri sudah baik bagi orang lain? Atau kita sendiri malah jadi salah satu spesies orang yang nyebelin macam itu bagi orang lain? Waini yang harus kita perhatikan terlebih dahulu! Jangan-jangan kita adalah salah satu orang yang dibenci oleh orang disekitar kita.

Hemm siapa sih yang mau dibenci? Pasti gak ada donk! Iya gak pemirsa? Meskipun sebelumnya mimin sudah pernah menulis tentang bagaimana cara menghadapi orang yang membenci kita, tapi tetep aja ada satu kunci lain untuk menghindari agar orang lain tidak membenci kita, yaitu dengan menjadi orang yang baik atau minimal lebih baik dari yang sekarang.

Nah untuk itu, di posting kali ini mimin Patrick akan membahas sedikit tentang bagaimana menjadi orang yang lebih baik. Sama seperti judul di posting blog Masbocah ini. Tapi kenapa harus kita yang harus menjadi orang baik?

Bukannya kita pengennya orang disekeliling kita yang baik? Hemm inget gak, ada pepatah yang mengatakan “kalau gak mau dicium, jangan nyium duluan” #eh! Mimin juga mau tuh dicium. Qiqiqiqi :P. Back to topic ya, perumpamaan ini kita balik dulu dan kita ubah dikit biar sesuai dengan topik kita kali ini yang jadinya begini :

“Kalau kita mau orang disekeliling kita baik, maka jadilah pribadi yang baik terlebih dahulu”

Menjadi pribadi yang baik itu gampang-gampang susah, tergantung tingkat “kebaikan” kita saat ini seperti apa. Dan semua butuh proses! Kalau misalnya kita sekarang berada di level yang sangat tidak baik, pastinya kata “baik” sendiri masih sangat jauh dari diri kita yang sekarang, maka harus ada usaha ekstra untuk dapat menjadi pribadi yang baik itu. Nah sebelum mimin lanjut, yuk kita cari snack dulu biar enak bacanya!

Nah kita kembali ke topik. Apa aja sih yang diperlukan untuk menjadi orang yang lebih baik itu? Apa kita harus bawa-bawa se-kresek permen trus keliling komplek buat dibagi-bagiin satu-satu ke warga setempat sambil bilang WOW gitu? Ya enggak lah, itu mah oyang giya namanya (¬_¬”). Trus apa donk? Nih mimin kasih bocoran! Hal pertama yang harus dilakukan untuk menjadi orang baik adalah :

Menjadi tipe orang yang kamu sukai

Kamu pasti punya dong kriteria-kriteria tertentu agar kamu menyukai orang tersebut? Misalnya orangnya harus tampan kaya mimin Patrick, trus setia kaya mimin Patrick, gak sombong kaya mimin Patrick blablablabla.. #eh itu sih kriteria pacar (-_-“) maksud mimin bukan itu, maksudnya sifat-sifat orang menyenangkan bagi kamu. Ngerti kan?

Misalnya “buat aku orang yang menyenangkan itu orang yang mau dengerin aku ngomong dan gak cuekin aku” nah itu berarti kamu juga harus menjadi orang yang demikian agar orang lain menganggap kamu menyenangkan. Simpel kan? Intinya disini adalah kalau kamu mau dimengerti, kamu harus mengerti orang lain terlebih dulu. Oke kita lanjut ke langkah berikutnya.

Menghindari sifat orang yang kamu benci

Coba kamu pikir, kalo kamu nemuin orang yang nyebelin, pasti kamu ngomal ngomel kan meskipun cuma dalam hati. Dan kamu pasti juga punya kriteria-kriteria tertentu untuk orang yang gak kamu suka. Iya kan? Misalnya :

“Gue itu paling gak suka ama orang yang bisanya ngeluh tentang orang lain terutama tentang gue, udah gitu pake ngomongin gue dari belakang lagi! Sumpah gue benci banget ama orang yang begitu”

Nah kalo kamu berani berkata demikian, apa kamu sudah instrospeksi diri? Apa kamu sudah merasa dirimu baik? Coba kamu korek ke dalam dirimu lagi. Apakah kamu masih punya sifat yang kamu sebut (kamu benci) itu atau nggak?

Jujur sama dirimu sendiri! Kalo kamu ngerasa masih punya sifat yang demikian, segera “akui” kesalahanmu itu dan meminta maaf terhadap dirimu sendiri, dan berjanjilah untuk menghindarinya lain kali. Bukannya malah pencari pembelaan atau pembenaran atas kesalahanmu itu. Itu sama aja kamu ngerasa paling baik dan gak perlu berubah lagi. Padahal? Pikir sendiri! Selama kamu masih punya atau pelihara sifat yang kamu sendiri membencinya, maka jangan salahkan orang lain jika mereka tidak menyukaimu! Dan selama itu pula kamu akan GAGAL untuk menjadi pribadi yang baik.

Buang sikap iri kepada orang lain

Nah sikap iri adalah salah satu penyakit hati yang harus kamu buang jauh-jauh demi menjadi orang yang lebih baik. Seperti apa sih contohnya? Ginini misalnya

“Ih itu orang sombong banget sih? Baru punya talenan yang ada layar coleknya aja udah sok banget gayanya!”. “Ah baru punya tablet aja udah gaya banget dibawa bawa ke tempat bikin KTP, besok gue bawa puyer kesini!”

Nah kaya gitu itu sifat yang harus kamu buang. Iya sih memang sifat yang demikian itu menandakan bahwa kita ingin menjadi “lebih baik” dari orang lain, TAPI dalam pengertian dan dosis yang salah.

Menjadi pribadi yang lebih baik itu gak harus lebih kaya dari orang lain kok, gak harus punya pacar yang lebih banyak dari orang lain, atau gak harus lebih tampan dari mimin Patrick #eh. Intinya kamu gak harus punya lebih banyak “hal yang bisa dibanggakan” daripada orang lain, karena bagi pribadi yang baik itu segala kebaikan hanya milik Sang Pencipta dan menjadi diri sendiri itu sudah menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Dan sifat iri itu justru menunjukkan bahwa kamu merasa kamu punya kekurangan sampai-sampai merasa harus punya apa yang orang lain punya. Dan hal-hal yang demikian itu sama sekali tidak mencerminkan bahwa kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Sulit? Memang! Tapi kalau mau mencoba dan berusaha, maka kamu akan terbiasa 🙂

Redam ego mu

Coba kamu pikir, orang egois itu masuk kriteria orang baik bukan? Nggak donk? Malah itu adalah salah satu sifat yang dibenci orang. Mana ada orang yang bilang begini

“Aku tuh suka ama orang yang tukang ngiler, egois, mau menang sendiri blablabla”

Gak ada kan? Maka dari itu kamu harus redam sikap egois mu! Memang sih, egois itu sifat yang manusiawi dan gak ada manusia yang gak egois. TAPI kita harus inget, kita hidup di dunia ini gak sendirian brosis!  Coba kalian amati, orang yang egois nya kebangetan itu pasti jarang punya temen baik. Kalo pun punya, pasti ada “sesuatu” dibalik pertemanan itu, atau temennya itu belum menyadari bahwa orang itu egois.

Siapa sih yang gak mau punya temen? Apa enak idup sendirian gak punya temen? Nggak donk?! Maka dari itu kamu harus redam ego kamu demi orang-orang disekitarmu. Bukan dibuang, tapi diredam. Karena sampai kapanpun manusia gak akan bisa ngebuang sikap egoisnya. Dengan kamu nge-redam ego mu, nantinya kamu akan lebih “sadar lingkungan” lebih mengerti orang lain yang otomatis akan dipandang baik oleh orang disekitarmu.

Perlakukan orang seperti bagaimana kamu ingin diperlakukan

Ada yang tau maksud dari kata-kata diatas? Sama seperti yang udah mimin Patrick tulis sebelumnya. Kalau kita mau orang disekeliling kita baik, maka jadilah pribadi yang baik terlebih dahulu. Kalau kita mau orang lain tersenyum saat melihat kita, maka tersenyumlah terhadap mereka. Kalau kamu mau orang lain ramah terhadapmu, maka ramahlah terhadap mereka terlebih dahulu. Udah dapet gambaran? Pinter :D. Jadi ini hanya tentang bagaimana timbal balik orang lain terhadap sikap kita sendiri.

BACA JUGA : Manfaat Tersenyum Versi Masbocah

Karena terkadang sikap orang lain terhadapmu adalah cerminan dari sikapmu sendiri di masa lampau.

Kendalikan emosimu

Kalau tadi mimin udah nulis redam ego mu, sekarang yang harus dilakukan adalah redam atau kendalikan emosimu. Kenapa harus redam emosi? Coba dipikir, emang ada orang baik yang emosian? Ada gitu orang baik yang gampang marah, terlalu sensi dll? Ya nggak lah! Mungkin ada orang baik yang emosi, tapi emosinya itu jarang banget kan? Meskipun emosi juga punya dampak positif seperti yang udah pernah mimin tulis di posting dampak positif dan negatif emosi, tapi tetep aja, sebaik-baiknya orang itu adalah mereka yang bisa redam emosinya.

Gimana cara redam emosi? Sebenernya gampang aja sih, di posting yang mimin cantumin diatas sebenernya juga udah dibahas, tapi disini mimin pengen nambahin lagi. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengatur nafas kita. Coba pemirsa perhatiin, orang emosi pasti nafasnya gak beraturan kan? Ngos-ngosan kaya orang abis lari keliling komplek seharian. Tarik nafas panjang dan buang perlahan, itu akan efektif untuk sedikit meredam emosimu.

Selain itu, kamu juga harus mengubah cara berpikirmu menjadi lebih luas. Tanggapi hal-hal dengan santai, gak perlu nyolot atau semacamnya. Nih, misalnya kita kemana-mana pake motor jadul, sebut saja Grand yang merupakan hasil kita nabung selama 3 hari #wedew. Trus ada temen kita yang kemana-mana bawa motor gede dari Konoha (Baca : Ninja) yang merupakan hasil dari ngerengek ama bapaknya, dan temen kita itu ngeledekin motor yang kita bawa:

“Woi bro, pake motor itu kaya gue donk yang keren, masa pake motor butut begitu?! Ngahahahaha..!”

Nah kita gak perlu lah emosi, kita tanggapi santai dan maklumi aja orang macam itu mah. Inget, orang tua jaman dulu berkata “yang waras ngalah” nah kita ngalah aja nanggepin hal macem itu untuk menunjukkan bahwa kita waras.

“Iya bro, maklum gue mampunya cuma beli ini doank. Gak tega minta-minta ama ortu” (wah kena banget tuh, sekalian nyindir. Wkwkwkwkwk. Tapi mimin gak nyaranin yang demikian ya 😛 ).

Nah seperti itulah kira-kira bagaimana kita menanggapi hal-hal tertentu. Meskipun ada beberapa hal lain yang sifatnya serius yang harus kita tanggapi dengan serius juga. Contohnya? Pikir sendiri yaa.

Buang kesombonganmu

Nah ini juga merupakan salah satu sifat yang paling dibenci orang. Seperti contoh percakapan diatas itu. Mana ada sih orang sombong yang dipandang baik? Gak ada kan? Orang baik itu rata-rata punya sifat rendah hati. Atau istilahnya itu “low profile”. Gak terlalu melebih-lebihkan tentang dirinya, hartanya, ataupun prestasinya. Seperti ilmu padi “Semakin berisi, semakin menunduk”. Sudah ada gambaran? Pinter 😀

Dekatkan diri pada Sang Pencipta

Gak lengkap donk rasanya jadi orang baik tapi jarang beribadah? Ini juga salah satu faktor penting dalam membentuk pribadi yang baik. Semakin kita dekat kepada Sang Pencipta, semakin sering kita ingat kepada Nya. Caranya sudah pasti dengan lebih rajin beribadah. Tapi bukan ibadah sekedarnya ya! Misalnya bagi yang muslim, Shalat nya cuma alakadarnya alias gak fokus. Itu sama aja boong!

Percaya atau nggak, dengan lebih mendekatkan diri kepada Nya maka secara gak langsung kita akan lebih cepat teringat ketika kita melakukan kesalahan dan segera memperbaikinya, karena kita akan selalu merasa ada yang mengawasi gerak-gerik kita, segala tingkah laku kita. Dan itu memicu kita untuk menghindari hal-hal yang tidak baik.

Nah mungkin itu aja sih yang bisa mimin sampaikan di posting kali ini. Kurang lebih nya mimin mohon maaf ya. Menjadi pribadi yang baik akan mudah JIKA memang ada niat sepenuh hati. Tapi akan terasa sulit JIKA niat kita cuma setengah-setengah 🙂 . Dan inti atau kunci terpenting untuk menjadi orang baik adalah kita harus selalu instrospeksi diri sebelum men-judge oranga lain.

Instrospeksi diri, buang penyakit hati, untuk jadi pribadi yang lebih berarti – Mimin Patrick A.k.a Masbocah

SHARE
Blogger lugu yang kadang punya rasa penasaran tinggi | Founder techijau.com & hayuklah.com | Main IG di @masbocah kadang main twitter juga di @PanduDryad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here