Home Daily Life Bagaimana Menghadapi Orang Yang Membenci Kita

Bagaimana Menghadapi Orang Yang Membenci Kita

144048
128
SHARE

Bagaimana Menghadapi Orang Yang Membenci Kita – Hidup ini penuh lika-liku, terkadang kita senang, terkadang kita sedih. Terkadang kita mendapatkan rejeki, tidak jarang pula kita mendapatkan cobaan. Ada yang menyukai kita, ada juga yang membenci kita. Yaa begitulah hidup. Sekian dan terima kasih sudah membaca artikel ini, sampai jumpa lagi! Eh, ternyata aku belum nulis apa-apa deng, hihihi 😛

Memang hidup tanpa lika-liku itu seperti masak sayur gak pake bumbu, rasanya hambar. Tapi bukan berarti kita harus membiarkan hidup kita penuh dengan masalah kan? Masalah hidup orang itu ada banyak macemnya, tapi kalo diliat-liat sebenernya masalah yang dimiliki satu orang dengan orang lain itu sama aja, cuman skenario atau jalan ceritanya aja yang beda. Dan salah satu masalah klasik yang ada di kehidupan manusia adalah soal saling membenci.

BACA JUGA : Tips menghadapi cobaan dan beban hidup

Orang bilang, haters (pembenci) akan selalu ada ketika kita memiliki apa yang tidak mereka miliki, seperti misalnya popularitas, prestasi, atau yang lainnya. Iya, itu bener kok, tapi perlu diingat juga bahwa kita bisa dibenci orang karena memang kita pantas untuk dibenci. Maksudnya gimana tuh? Sabar, nanti bakal aku jelasin dibawah. Makanya baca sampe akhir yaa!

Nah buat kamu yang ngerasa sedang dibenci orang, kamu jangan sewot atau sedih dulu karena pasti itu ada penyebabnya. Dan disini aku bakal ngebahas soal kenapa orang bisa membenci kita, sikap apa yang harus diambil agar mereka tidak membenci kita, dan juga cara menghadapi orang yang membenci. Langsung aja yuk ke pembahasan yang pertama :

Menghadapi orang yang membenci kita1. Kenapa orang membenci kita?

Itu adalah pertanyaan pertama yang seharusnya kamu pikirkan ketika kamu mengetahui ada seseorang atau bahkan mungkin beberapa orang yang tidak menyukaimu. Gak mungkin lah orang bakal benci tanpa sebab, meskipun kadang penyebab orang ngebenci kita itu gak masuk akal. Disinilah saatnya kamu instrospeksi diri atau mengoreksi diri kamu sendiri.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari tau apa yang salah dari dirimu dan sikapmu, bukan malah melawan mereka. Tapi perlu aku ingatkan, mengoreksi diri itu nggak segampang ngebalik chicken nugget di penggorengan, atau gak segampang ngabisin duit bapak-emak buat malem mingguan!

Orang sering kali dengan mudah bisa menyalahkan, mencaci, dan memaki kesalahan orang lain yang sebenarnya gak terlalu besar, tetapi kesalahan dirinya sendiri yang begitu besarnya sama sekali gak di sadari. Karena memang untuk melihat kesalahan dalam diri itu tidaklah mudah.

Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menyadari kesalahan kita? Cobalah untuk mengingat-ingat kembali apa aja sih yang pernah kamu lakukan kepada orang lain? Bukan hanya kepada orang yang membenci kamu, tetapi terhadap semua orang. Nilailah diri kamu seperti kamu menilai orang lain. Buang ego mu agar penilaianmu tidak dibutakan oleh ego. Karena jika kamu masih menyimpan ego, maka kamu akan selalu berpikir bahwa kamu selalu benar sehingga kamu tidak akan pernah menemukan apa kesalahanmu. Dan yang paling penting, cobalah untuk bersikap rendah hati ketika kamu menilai dirimu sendiri.

“Hemm, mungkin aku terlalu sombong kali ya dimata mereka. Aku kan juga gak suka sama orang sombong, masa aku sendiri sombong sih? Pantesan aja mereka gak suka ama aku”

“Mungkin aku terlalu bertindak semenamena sama mereka kali ya? Aku kan juga gak suka diperlakukan sembarangan, apalagi diperintah-perintah seenak jidat!”

“Apa karena aku sering ngomongin orang dari belakang ya? Aku kan juga gak suka diomongin dari belakang. Pantesan aja mereka gak suka sama aku.”

“Apa karena aku terlalu sering memaksakan kehendakku ya? Mau dituruti tapi gak mau menuruti dan gak peduli soal kepentingan mereka. Pantesan aja mereka menghindari aku”

Nah diatas itu adalah contoh perenungan diri yang bisa kamu lakukan, dan masih banyak lagi contoh perenungan lain yang pastinya harus disesuaikan dengan keadaanmu. Kalo kamu sudah menemukan kesalahanmu, perlahan coba perbaiki kesalahanmu itu. Jika mereka yang membencimu itu orang baik, pasti mereka bakal menyadari perubahan sikapmu dan mungkin perlahan mereka akan mulai menyukaimu. Tapi inget, hal yang sebelumnya sudah pernah kamu rusak, akan sulit untuk kamu perbaiki lagi. Jadi intinya, sikap orang lain bisa berubah seperti bagaimana kamu merubah sikapmu sendiri. Itu poin yang pertama.

2. Sikap apa yang harus diambil agar orang tidak membenci kita?

Kalau kamu sudah menjalankan poin yang pertama, sekarang saatnya kamu bersikap jantan (kalo cowok) atau berani. Eits, berani disini bukan berarti ngajakin mereka buat berantem yaa. Berani disini artinya adalah berani mengakui kesalahanmu, berani meminta maaf atas semua kesalahanmu kepada mereka yang membencimu karena sikap burukmu.

Kalaupun kamu gak cukup berani untuk meminta maaf, setidaknya kamu harus berani merubah sikapmu untuk menjadi lebih baik dimata mereka. Namun alangkah baiknya kalau kamu juga meminta maaf (jika memang merasa punya salah) karena orang yang paling berani adalah orang yang mau mengakui kesalahannya.

Namun tentunya perubahan sikapmu yang mendadak ini akan dianggap aneh oleh mereka, dan itu sangat wajar. Mereka akan mulai terbiasa kalau kamu mampu menjaga konsistensi dari perubahan sikapmu tersebut. Tapi ada kemungkinan kalo mereka bakal semakin mencemooh mu atas sikapmu ini, dan yang harus kamu lakukan adalah tetap kendalikan emosimu dan tetap tenang.

Dulu aku sendiri lebih memilih untuk berubah menjadi pendiam. Karena menurutku, semakin sedikit kita berbicara, maka semakin sedikit pula kesalahan yang mungkin bisa kita perbuat melalui lisan kita. Ngerti kan maksudnya? Apa yang mereka katakan tentang kamu, cuekin aja. Cuek disini dalam arti kamu tetap memperhatikan mereka, namun kamu memilih untuk tetap diam.

CATATAN : Diam disini bukan berarti kamu bener-bener jadi seorang yang pendiam hingga menyembunyikan bakat yang kamu punya. Diam disini artinya adalah menahan diri untuk merespon apa yang mereka ucapkan tentangmu.

Namun perlu kuingatkan bahwa tahap ini adalah yang paling sulit, seperti ulat yang akan berubah menjadi kupu-kupu, tahap ini adalah tahap dimana kita menjadi kepompong. Pada saat menjadi ulat, kita bakal dibenci. Ketika menjadi kepompong, adalah saat yang paling rapuh dari dirimu. Kenapa aku mengibaratkan tahap ini sebagai tahap kepompong? Karena disini mungkin kamu bakal bener-bener ngerasa sendirian dan itu bener-bener saat dimana seseorang merasa sangat rapuh.

Dan kalau kamu sukses melewati tahap ini, maka kamu akan siap menjadi kupu-kupu yang disukai banyak orang. Seperti itulah kira-kira analoginya. Dan perlu kuingatkan bahwa semua poin yang sudah dan akan kutuliskan disini harus bener-bener diresapi supaya kamu mengerti. Kalau ada yang tidak dimengerti, silahkan ulangi membaca dari awal dan resapi dengan hati-hati, oke?

3. Lalu bagaimana jika mereka tetap membenci kita?

Seperti yang udah aku sebutin diatas, tahap kedua itu adalah tahap yang paling sulit untuk dijalankan. Kesabaran dan sikap konsisten adalah kuncinya. Kalo kamu gagal melewati fase “kepompong” itu, maka kamu gak akan menjadi kupu-kupu yang disukai orang, melainkan kepompong mu akan membusuk dan tidak menjadi apa-apa. Itu artinya jika ditengah jalan sikapmu kembali seperti semula (sikap yang dibenci orang) maka kamu akan makin dibenci orang dikemudian hari dan mungkin gak akan pernah disukai orang banyak seperti hal nya kupu-kupu.

Semua butuh proses! Perubahan sikapmu aja butuh proses, kan? Jadi perubahan sikap mereka terhadapmu pastinya juga perlu proses. Dan kalau mereka tetep ngebenci kamu setelah kamu benar-benar berubah, yang harus kamu lakukan adalah :

Berkaca dengan sikap mereka terhadapmu, hindari semua sikap yang mereka lakukan kepadamu. Jadikan mereka contoh buruk dan berjanjilah untuk selalu menjauhi sikap yang mereka miliki itu.

Sikap rendah hati adalah kuncinya. Setidaknya, kalo kamu mendapatkan atau berkenalan dengan orang baru, nantinya akan lebih banyak orang yang menyukaimu daripada yang membencimu. Dan jika kamu sudah menjalankan dengan benar semua poin yang aku tuliskan disini, aku yakin di kemudian hari kamu gak bakal terlalu mengambil pusing terhadap orang yang membencimu. Dan satu lagi pesan dariku untuk posting kali ini :

Akan lebih baik jika kamu meladeni orang-orang yang menyukaimu saja. Karena jika kamu melawan atau meladeni mereka yang membencimu dengan kebencian juga, itu artinya kamu gak jauh beda dari mereka, dan itu hanya membuang waktumu.

Nah mungkin itu aja sih yang bisa aku tuliskan disini. Intinya adalah bukan melawan kebencian dengan kebencian juga, tapi menjadikan kebencian orang lain sebagai dorongan untuk instrospeksi diri dan menjadikan diri kita lebih baik lagi. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Punya pendapat lain? Komen aja, gratis kok! Follow twitter atau Google Plus Mas Bocah juga boleh 😛 Semoga bermanfaat 😀

128 COMMENTS

  1. Mnurut sya org yg mmbnci kita tnpa ada alasan.itu hnya org bodohh…
    pengalaman sya slalu di bnci dg tmn bahkan jga sepupu..smua’y aku tlh sadari dr dri sndiri..
    aku tnyakan pda mreka, dan dia gk bsa mnjwab kesalahan apa yg tlh aku prbuat slma ini..
    Apa mngkin kbencian dr dri sya brAlurr dr kutukan. aku sgt bingung pda smua ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here