Home Random #PojokWBIdol Menulis Tentang Diri Sendiri

#PojokWBIdol Menulis Tentang Diri Sendiri

1125
0
SHARE

Menulis Tentang Diri Sendiri – Sebelumnya perlu kalian ketahui bahwa tulisan ini bukan sengaja dibuat atas kemauanku sendiri, melainkan demi menyelesaikan tantangan pada satu “event” yang diadakan di grup chat yang aku ikuti. Hemm, menulis tentang diri sendiri itu gampang-gampang susah yaa, dan agak canggung juga sebenarnya karena ini sangat jauh dari kebiasaanku yang “jarang narsis”. Tapi, yaa apa salahnya narsis di blog sendiri dalam bentuk tulisan?

Jujur saja, aku ini adalah tipe pendengar, dan pemerhati, bukan tipe pembicara. Maka masalah yang sering kali aku alami adalah ketika harus berbicara (apalagi di depan umum) yang mana aku merasa sulit sekali untuk menyampaikan atau mengungkapkan maksudku, termasuk mengungkapkan isi hatiku padamu #eh

Aku sebenarnya adalah orang yang pendiam dan sangat pemalu, dan aku akan merasa sangat canggung jika jadi bahan perhatian orang yang tak ku kenal. Itu juga menjadi salah satu alasan kenapa aku sangat jarang sekali memposting foto diriku di social media. Aku lebih consider agar orang lain mengenali dan menyukai karyaku daripada wajahku, meskipun aku tau saat ini aku hidup pada jaman dimana orang akan menyukai tampangnya terlebih dulu baru kemudian karyanya juga disukai.

Meski pada dasarnya pendiam dan pemalu, namun terkadang aku juga bisa sangat ekspresif dan ceplas-ceplos atau berpura-pura seakan aku ini orang yang supel dan mudah akrab dalam keadaan tertentu untuk menghindarkanku dari perasaan kesepian di tengah keramaian. Jadi kalau ada diantara kamu yang pernah melihatku bersikap agak sok akrab, berarti saat itu aku sedang berpura-pura 🙂

Pergaulan dan masa laluku yang rumit dan keras telah mengajarkanku demikian agar aku tidak tertindas. Sewaktu kecil, aku adalah anak dengan perawakan yang “imut” tetapi memiliki tempramen yang buruk karena aku tidak mau diremehkan. Meski badanku tergolong kecil dibanding anak seumuranku, namun aku tak segan untuk menantang kakak kelas atau siapapun yang macam-macam denganku. Aku juga sering kali mendapat masalah hanya karena membela temanku yang “ditindas” karena aku juga tak tega melihat orang tertindas. Dan itu membuatku memiliki banyak teman sekaligus banyak bekas luka permanen di beberapa bagian tubuhku.

Untunglah aku dan pikiranku mendewasa dengan cepat di usiaku yang masih sangat muda itu, aku tidak yakin tetapi hal itu mungkin karena aku sering bergaul dengan orang yang jauh lebih tua dariku. Dan akupun perlahan mulai merubah sikap, menjadi lebih kalem dan cuek (tapi bukan berarti tidak peduli) untuk menjauhkanku dari masalah, sikap yang sampai sekarang masih berusaha kupertahankan.

Banyak orang mengatakan bahwa aku ini aneh dan sedikit gila. Iya, itu memang harus diakui. Cara berpikirku yang juga sering kali tidak biasa semakin melengkapi keanehan yang aku miliki. Apakah ini karena dulu kepalaku sering terbentur? Bisa jadi, tapi yang jelas aku sangat nyaman dan menyukai diriku yang sekarang. Simple, apa adanya dan banyak tertawa! Wkwkwkwkwkwk :v

Entahlah, aku bisa menganggap sesuatu sangat lucu dan mentertawainya ketika orang lain menganggap hal itu biasa saja. Aku juga tidak sungkan untuk menunjukkan apa adanya diriku tanpa melebih-lebihkannya agar terkesan “wah” dihadapan orang lain. Misalnya? Menjemput gebetan dengan motor jadul yang aku pinjam dari ayahku ketika remaja lain merengek pada bapaknya untuk dibelikan motor “trendy” agar lebih percaya diri, atau mengenakan kaos hitam bercelana pendek dan menggunakan sandal jepit hampir kemanapun aku pergi kecuali untuk menghadiri acara resmi yang mengharuskanku mengenakan setelan rapih (Euh, i hate it!).

Salah satu hal yang paling tidak aku sukai adalah ketika aku harus memberikan argumen. Cara berpikirku yang tidak biasa seringkali dianggap salah karena pendapatku yang sering kali berbeda dengan mereka (orang lain), makanya aku memilih untuk menahan pendapatku jika kurasa tak terlalu diperlukan. Entahlah, mungkin alasan mengapa aku benar terlalu rumit bagi orang lain. Karena hal itu juga aku menyebut diriku sebagai the enigmatic thinker (si pemikir yang rumit). Musik yang aku sukai pun menggambarkan hal yang sama.

Dream Theater adalah grup band yang sangat aku sukai beberapa tahun terakhir, sayang koleksi musik mereka yang aku kumpulkan itu bajakan semua! Wkwkwkwkwk.. Musik mereka memang agak janggal dan rumit sehingga tidak banyak disukai orang karena kita harus “mikir dulu baru bisa tau bagusnya dimana” dan kita harus sabar menunggu untuk dapat mendengar bagian terbaik dari musik mereka.

Sebenarnya masih banyak lagi hal tentang diriku yang tak ku tuliskan disini, namun aku rasa semua itu terlalu sulit untuk ku ungkapkan. Lagipula kurasa semua yang ku tuliskan disini sudah cukup untuk memberikan gambaran singkat tentang diriku. Mau tau tentangku lebih jauh? Yuk kita kenalan! Tak kenal maka ta’aruf 🙂

Aku sangat bersyukur telah diberikan hidup dan memiliki cara berpikir yang kompleks plus pengalaman hidup yang begitu kaya di usia semuda ini. Aku juga bersyukur karena aku pernah jadi anak nakal ketika orang lain baru belajar bersosialisasi sehingga membuatku bisa mulai berpikir dewasa ketika orang lain baru belajar untuk “nakal”. Diatas semuanya itu, saat ini aku hanya ingin menjadi orang baik dan aku punya misi agar hidupku bisa bermanfaat bagi orang lain. Oke, kurasa aku harus mengakhiri tulisan ini. Sampai jumpa di tulisanku berikutnya 🙂 – Masbocah

Posting ini dibuat untuk tantangan Pojok WB Idol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here