Blog

Kehilangan Sahabat, Seorang Teman Yang Sesungguhnya

0

Kehilangan Sahabat, Seorang Teman Yang Sesungguhnya – Memiliki seorang sahabat adalah impian bagi semua orang, setidaknya, begitulah yang seringkali ku dengar dari mereka. Berbeda dengan teman biasa, seorang sahabat adalah dia yang benar-benar istimewa, yang sering kali keistimewaannya itu tak kita sadari hingga kita tak pernah tau mana yang benar-benar seorang sahabat, dan mana yang hanya seorang penjilat.

Beruntunglah kamu yang berhasil menyadari dan menemukan siapa sahabat sejatimu, karena tak semua orang bisa menemukan sahabat dalam hidupnya meski hanya satu orang saja. Ciri seorang sahabat bukanlah dia yang selalu berada bersama kita kapan saja, karena terkadang, mereka yang selalu hadir dimanapun kita berada hanyalah seorang yang ingin memanfaatkanmu saja. Sahabat juga bukanlah dia yang selalu membenarkan apa yang kamu lakukan dan katakan, karena justru sahabat adalah ia yang tak sungkan untuk menyampaikan pendapatnya meski itu tak sejalan dengan apa yang kamu inginkan.

Sahabat adalah ia yang mampu membuat kita merasa nyaman, dan merasa tak sungkan untuk mengekspresikan diri kita, hingga melakukan hal-hal yang konyol. Kita dan sahabat mungkin tak selalu kompak, namun kita sama-sama saling mencoba untuk mengimbangi satu sama lain. Dan sahabat adalah seorang teman terakhir yang masih sudi berada di sebelahmu saat yang lain meninggalkanmu karena kamu sudah tak punya apa-apa lagi.

Kehilangan Seorang Sabahat

Sering kali, apa yang membuat sahabat pergi adalah karena sikap egois yang ada dalam diri kita. Kadang memang ia tak sepaham denganmu, tak jarang ia sangat cerewet untuk menasehatimu. Kamu mungkin akan merasa jengkel, dan risih saat ia bersikap demikian. Tapi percayalah, ia bersikap demikian karena ia peduli padamu. Terkadang pula kita tak memikirkan perasaannya yang mungkin sudah lelah dengan sikap kita.

Hingga nanti tiba saat dimana sikapnya mulai berubah, dan perlahan mulai meninggalkanmu. Ya, ketika seorang teman yang sebelumnya cerewet mendadak mulai diam, itu adalah pertanda bahwa kamu akan kehilangan seorang sahabat, kehilangan seorang teman yang sesungguhnya, kehilangan orang yang peduli dengan hidupmu.

—————————- * * —————————-

Aku pernah mempunyai seorang sahabat, beberapa tahun lalu. Entah bagaimana kami bisa sangat akrab saat itu, padahal perkenalan kami baru beberapa hari sebelumnya. Kami berbagi tentang berbagai hal, cerita, dan kami hampir selalu bersama dalam semua keadaan, melakukan hal-hal jahil, dan beberapa kenakalan lainnya.

Ya, kami sudah melalui masa-masa senang dan sulit bersama, tak hanya dalam hal permainan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dia memang agak sedikit egois, dan aku sering kali menjadi korban ke-egoisannya. Kami beberapa kali berselisih paham karena hal itu, namun kemudian kami selalu kembali akur. Hingga, datang diantara kami seorang “teman” baru.

Awalnya kami dapat menerima kehadiran dari teman baru ini, dan kamipun jadi sering bermain bersama. Namun nampaknya, teman baru ini punya maksud lain, dan ia nampak berusaha menjauhkanku dengan sahabatku. Memang, sahabatku ini bisa dibilang merupakan anak dari orang berada, meski ia tak menunjukkannya pada orang banyak. Jadi kurasa sangat wajar jika ada orang yang punya maksud lain untuk mendekatinya.

Ia nampak berhasil mendikte sahabatku, membuatnya berubah sikap, dan belakangan baru ku ketahui bahwa teman baru ini berkata pada sahabatku bahwa aku menyukai teman wanitanya. Untunglah, sahabatku tak terlalu mempercayainya dan menanyakannya langsung padaku. Dan tentu saja dia lebih percaya padaku karena selama ini akulah orang yang selalu memberikan jalan tengah ketika ia dan teman wanitanya sedang tak akur.

Namun orang ketiga ini nampaknya tak menyerah begitu saja. Entah apalagi yang dikatakannya pada sahabatku, hingga ia mulai benar-benar berubah sikap. Dan hari itu, ia nampak marah padaku tanpa sebab yang jelas. Dan selanjutnya, mereka lebih sering bersikap seolah aku ini bukan teman mereka.

Cukup..!! Aku sudah tak tahan dengan sikapnya, dan memutuskan untuk pergi, meninggalkan sahabatku dengan “teman” barunya. Aku baru tau bahwa ternyata temannya ini hanyalah seorang penjilat yang ingin memanfaatkan sahabatku, atau sekarang bisa ku sebut sebagai mantan sahabat karena aku tak mau peduli lagi. Dia nampak senang bersama teman barunya, dan sepertinya temannya itu merasa sudah menang karena beberapa kali ia nampak meledekku, dibelakang mantan sahabatku.

Apakah aku bersedih dengan keadaan itu? Awalnya, iya. Tapi kemudian aku sadar, mungkin memang ini yang terbaik buatku. Toh dengan ini, aku jadi tak perlu lagi menghadapi keegoisannya yang sering membuatku lelah. Seiring berjalannya waktu, akupun menemukan teman baru, beberapa teman baru lebih tepatnya. Tidak kaya, tapi aku tau mereka semua tulus. Beberapa bulan berlalu, aku dan teman-teman baruku semakin akrab, dan aku sudah benar-benar tak mempedulikan mantan sahabatku. Jika dijadikan sebuah video, mungkin ceritanya akan mirip seperti ini :

Tapi sayang, akhir cerita kami tak seindah video berdurasi 6 menit diatas. Keadaan sudah tak sama lagi ketika ia mencoba memperbaiki semuanya.

Pagi itu, ia datang menghampiriku untuk bertanya soal kabar dan teman-teman baruku. Akupun bertanya balik, kemana temanmu yang itu? Setelah sekian lama, ia baru menyadari bahwa temannya itu tak lebih dari seorang penjilat, yang tak pernah tulus untuk menjadi seorang teman. Namun sepertinya semua sudah terlambat.

Aku tak ingin meninggalkan sahabat-sahabat baruku untuk dia yang pernah “membuang”ku begitu saja. Dan semua yang sudah rusak takkan bisa kembali seperti semula. Bukan, bukan karena dendam, aku hanya merasa pertemanan kami sekarang lebih seperti berteman dengan orang asing. Ia pun sepertinya merasakan hal yang sama, dan perlahan akhirnya mencari jalannya sendiri.

Dan terakhir kali aku melihatnya, ia nampak masih tak memiliki sahabat baru yang menemani hari-harinya, hingga kemudian ia benar-benar menghilang entah kemana.

—————————- * * —————————-

Maka, janganlah kamu menyia-nyiakan orang yang peduli tentang hidupmu. Janganlah kamu salah mengartikan bahwa ia yang menentangmu adalah musuhmu, dan ia yang selalu mendukungmu adalah temanmu. Tidak, itu tidak sepenuhnya benar.

Sulit memang untuk melihat apakah seorang teman bisa disebut sebagai sahabat, atau tidak. Tapi setidaknya, cobalah untuk bersikap baik kepada semua orang, jadilah sahabat bagi semua temanmu, agar kamu tak menyakiti hati siapapun yang bisa jadi salah satunya adalah sahabatmu. Dan jika kamu merasa sudah menemukannya, maka jagalah sahabatmu hingga kau tak mampu lagi membuka matamu #tsahhhh.

Harus Putus Atau Lanjut?

0

Harus Putus Atau Lanjut? – Putus nyambung putus nyambung putus nyambung, sekarang putus, besoknya menyesal #eak *itu ceritanya nyanyi*. Hemm yaa dalam pacaran pasti ada aja yang namanya putus nyambung. Karena emang selalu aja ada masalah dalam pacaran, entah pacarnya itu tukang ngambek, terlalu suka ngatur-ngatur, kurang tampan, atau mungkin terlalu suka makan #eh

Emang sih, tiap masalah pasti ada aja jalan keluarnya, tapi sering kali jalan keluar yang harus ditempuh itu dianggap cukup berat, atau bahkan sangat-sangat berat sekali, seberat ibu kos yang pengen kurus tapi makannya gak kira-kira. Meskipun tergolong sangat-sangat berat sekali, tetep aja, terkadang jalan itu mesti kita tempuh demi kebaikan kita sendiri.

Kata ibu kos, tiap masalah itu punya jalan keluar yang berbeda-beda. Iya, bu, kalo itu sih keknya kang sayur idola ibu pun tau. Dalam hal pacaran, dilema yang sering kali terlintas di pikiran saat sedang menghadapi masalah ada dua pilihan, antara bertahan atau harus di akhiri.

Nah bagi kamu yang mengalami dilema antara harus putus atau tetap lanjut dalam urusan pacaran, Mas Bocah bakal kasih sedikit opini nih tentang hal tersebut di tulisan kali ini. Pastinya supaya kamu dapet pencerahan donk, masa iya kamu mau menggalau cuma karena masalah ginian doank sih? Gak mau kan? Tapi sebelumnya siapin snack dulu ya, pastikan suasana juga lagi tenang biar enak bacanya. Duduk yang manis di depan layar, lambaikan tangan ke kamera kalau merasa tidak kuat #eh. Udah siap? Yuk kita mulai bahas di TKP πŸ˜€

Pertahankan atau akhiri hubungan ini?

Dilema macam itu memang sudah sangat sering dialami oleh hampir semua orang yang pernah pacaran, termasuk diriku waktu dulu masih pacaran. Kalo sekarang mah gak mau pacaran lagi. Kenapa? Ya kan pacaran itu gak wajib, dan kita gak akan mati juga kan cuma karena gak punya pacar? Iya gak? Hihihi, kembali ke topik yaa. Apa aja sih kriteria bagi sepasang kekasih untuk tetap melanjutkan hubungannya atau harus mengakhirinya? Berikut opini Mas Bocah yang dilaporkan langsung dari TKP :

Harus putus atau lanjutBeberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk melanjutkan hubungan adalah sebagai berikut :

Pasangan kita adalah orang yang baik

Kata “BAIK” disini bukan berdasarkan penilaian kamu semata ya gaes. Soalnya, orang yang lagi demen ama orang lain itu biasanya “dibutakan” atau kasarnya adalah “dibodohi” oleh perasaannya sendiri. Sejelek apapun sifat dia, kamu akan tetap menilainya “BAIK”. Jadi, untuk mengetahui si dia baik atau nggak, ada baiknya kamu gunakan ketenangan saat berpikir, dan yang pasti GUNAKAN LOGIKA.

Tapi kalo gak mampu pikir pake pikiran yang sehat (dalam arti sudah diracuni oleh perasaanmu sendiri), lebih baik kamu tanya pendapat orang lain deh, temen kamu misalnya. Dan inget, apapun jawaban temen kamu, kamu harus terima. Kalo temen kamu bilang dia itu gak baik, ya kamu harus terima pendapat itu, jangan malah membantah dan membela si dia. Kalo kaya gitu ya percuma donk kamu nanya ama mereka. Tapi kayanya kebangetan banget deh kalo kamu gak bisa mikir pake logika. Makanya kalo sekolah tuh belajar yang bener biar pinter, jangan pacaran mulu, jangan nonton sinetron mulu #IniCiyusLoh

Nah kriteria baik itu ada banyak, biasanya tingkat kesabaran dan tingkat egoisme adalah penilaian paling menonjol. Kalo si dia itu orangnya sabar, gak egois dan masuk kriteria baik lainnya, ada baiknya kamu pertahankan hubungan itu. Karena kriteria orang macem itu agak langka loh, dan orang kaya gitu tuh termasuk spesies yang dilindungi karena terancam punah #catet.

Pasangan kita orang yang setia

Nah yang satu ini juga termasuk spesies langka yang harus dilindungi loh gaes, apalagi di jaman sekarang. Kalo kriteria setia sendiri sih ada banyak ya, tapi biasanya orang bakal menilai dari jumlah pasangan nya. Kalo satu ya setia, kalo banyak berati nggak setia. Eit, itu ada benarnya ada nggaknya loh. Iya, emang pacarnya cuma satu, tapi kalo TTM-an nya ada 5 gimana? Hihihi. Kalo kamu ragu, coba aja kamu selidiki biar kamu tau, minta bantuan temen kalo perlu.

Pasangan kita serius dengan hubungan kita

Serius disini dalam arti gak mempermainkan hubungan kita, tapi disini penilaian untuk mengetahui kebenarannya tuh sangat sulit loh gaes, karena di luaran sana banyak penjahat-penjahat k*e*l*a*m*i*n yang ngaku-ngaku serius sama kita, tapi setelah “dapet” langsung dicampakkan atau dipermainkan. Kalo istilahnya tuh “habis manis sepah dibuang” Ini bagi yang cewek harus ati-ati nih ama cowok macem gini, karena modusnya itu alus banget biasanya.

Tapi sering kali juga penjahat-penjahat itu tidak langsung mencampakkan kita untuk menyamarkan modusnya. Disini aku blak-blakan aja ya, jadi modusnya biasanya kita “dimanfaatkan sampai dia puas”, baru deh dia cari selingkuhan atau ngilang tiba-tiba, atau minta putus (karena udah bosen). Tuh, jahat gak?

Jadi emang buat cewek, yang satu ini harus diperhatikan dengan amat sangat karena memang sangat rawan jadi korban. Bukti keseriusan hubungan adalah nikah, jadi sebelum nikah, jangan mau diapa-apain, rugi di kamunya nanti. Berapapun lamanya kamu berpacaran, tetep jaga kehormatanmu. Karena belum tentu dia bakal jadi suami kamu, kan? Coba kamu bayangin, udah pacaran sekian taun, kamu udah ngasih “segalanya”, tapi ujung-ujungnya batal nikah. Apa nggak nyesek kalo udah kek gitu? Maaf jadi keluar topik dikit, ini buat memperingatkan aja.

Tapi kalo pasangan kamu udah termasuk dalam ketiga kriteria diatas, dan kamu masih sering putus nyambung, coba kamu instrospeksi diri deh, siapa tau yang salah itu justru dirimu sendiri.

Hubungan harus diakhiri jika . .

Nah kalo tadi itu kriteria pasangan yang harus dipertahankan, sekarang diriku bakal lanjut ke kriteria pasangan yang harus ditendang, dibuang kelaut, atau disumbangkan kepada yang membutuhkan. Oke langsung aja ke kriteria yang pertama

Pasangan / Pacar Tukang Selingkuh

Waini! Jelas harus diputusin! Ditendang ke laut aja kalo punya pasangan kaya gini mah! Siapa sih yang mau diselingkuhi? APA, KAMU MAU? Ya ampun, pasti sekolahnya gak pernah belajar yak? Hadeeehh, banyak-banyak makan otak gih, biar otakmu nambah! Biasanya sih alasannya begini:

Kalo udah terlanjur sayang gimana? *sambil mewek*

Yaah….. Wooii, melek donk! Buat apa kamu sayang ama sesuatu yang buruk? Kalo kamu sayang sama yang buruk-buruk, kapan kamu bisa dapet yang baik? Ini buat kebaikan kita sendiri kok, jadi mending dibuang aja! Coba pikir lagi deh, buat apa sayang kalo bikin nyesek terus? Nyiksa diri itu namanya. Seneng ya nyiksa diri? Melek woi, di luaran sana masih ada yang lebih baik!

Tapi dia pacar / pasangan terbaik bagi aku *sambil mewek lagi*

Yaelaaahh. Gini aja deh, coba dipikir baik-baik! Kalau kamu menganggap seorang pengkhianat adalah yang terbaik untukmu, maka itu berarti kamu gak menghargai dirimu sendiri! Dan kamu secara tidak langsung telah mencegah calon pasangan yang baik untuk datang kepadamu. Bisa dicerna? Ayo baca ulang kata-kata tadi kalo belum ngerti!

Intinya, seorang penghkianat, dalam hal ini tukang selingkuh tuh tidak pantas untuk dirindukan! Oke, rindu memang wajar, tapi sebisa mungkin gunakan logika mu untuk melawannya! Inget ya, terkadang kita harus melepaskan sesuatu, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Pasangan / pacar tukang bohong

Ini hampir sama seperti tukang selingkuh. Kalo sering bohong berarti kata-katanya gak bisa dipercaya donk? Iya gak? Nah kalau si dia udah sering ketauan bohongin kamu, udah mending lempar aja kelaut, cari yang baru! Buat apa kita pelihara tukang bohong? Coba dipikir, sama kata-katanya sendiri aja dia gak bisa komitmen (jujur), gimana mau komitmen sama hubungan? Gausah nunggu sampe dia selingkuh, karena pasangan model begini harus cepet-cepet dicoret sebelum ngelunjak!

Pacar / pasangan tukang PHP

Yang ini khususnya buat para pemirsa yang cewek nih. PHP disini dalam arti gak memberi kepastian dalam kelanjutan hubungan. Ngerti kan maksudnya? Biasanya pasangan yang PHP itu sama aja kaya player (playboy atau playgirl) yang tukang boong, dan tukang selingkuh. Masuk kategori jelek banget deh pokoknya! Jadi inget, kamu jangan langsung percaya sama janji-janji si dia untuk “serius” sama kamu. Karena kalo janji doank, anak TK juga bisa, yakan?

Biasanya si tukang PHP tuh bakal ngeluarin janji macem itu hanya agar mendapat kepercayaan dari kamu. Kecuali dia bener-bener mau lamar kamu sih itu gak masalah kalo kamu percaya. Tapi inget, meskipun udah di lamar, jangan mau diapa-apain sebelum nikah! Banyak loh modus kaya gitu yang akhirnya gajadi nikah.

Dan ujung-ujungnya udah ketauan, yang cewek bakal mewek berkepanjangan. Waspada ya sista! Untuk ciri-ciri PHP yang lain coba mampir ke posting Ciri cowok atau cewek PHP.

Pasangan / pacar egois dan mau menang sendiri

Ini juga masuk kategori harus ditendang. Kenapa? Soalnya kalo pasangan egois pasti suka ngatur-ngatur dan kalo gak diturutin bakal marah. Ya emang terkadang pasangan ngatur kita untuk alasan yang baik dan untuk kebaikan kita sendiri. Tapi kalo ngaturnya kebangetan gimana? Misalnya? Nih ku kasih list nya:
Ngatur pertemanan kamu

Kamu gak boleh temenan sama ini-ini-ini. Kamu gak boleh temenan sama itu-itu-itu. (Gimana kalo gak usah punya temen aja?)

Aku gak suka kamu temenan sama si ini. (Loh emang kenapa?) Soalnya dia lebih ganteng dari aku! (Ngaca woy, lo emang gak ganteng kalee *lempar kulit duren*)

Ngatur untuk kepentingan dia sendiri

Kamu habis pulang kuliah harusnya langsung mampir kerumahku, bukannya les dulu! (Emang lo bisa ngajarin gue bahasa inggris?)

Kenapa sih kamu gak nungguin aku tadi pas mau berangkat? Malah minta dianter temen. (Lah elo nya bangun jam berapa? Lo baru bangun, gue udah harus sampe kampus!)

Pake pakaian itu yang sexy, biar aku bangga gandeng kamu kemana mana! Pake celana yang pahanya keliatan, pake baju yang mini mini gitu, biar udelnya keliatan! (Gimana kalo gausah pake baju sekalian? Lo demen ya badan gue diliatin orang? Suami juga bukan udah ngatur yang begituan!)

Kamu kok gak nemenin aku belanja sih? Kan lagi ada diskon, aku mau shoping-shoping. (Lo gak liat gue lagi sibuk bikin tugas?) Tapi kan aku mau shoping! (Kalo gue temenin lo shoping, lo mau ngerjain tugas gue?)

Yaank bikinin tugas ku donk! Aku males nih. (Gue juga males liat muka lo!)

Dan sesuatu yang lain semacam itu lah. Coba pikir, kalo kamu terus-terusan idup ama orang macem itu gimana gak stres kamunya? Hadeehh..

Nah mungkin itu aja sih yang bisa aku share di posting kali ini. Inget ya, kalian harus waspada sama buaya-buaya yang berkeliaran di antara kalian. Kalian harus cerdas dalam memilih pasangan biar nantinya gak nyesel seumur hidup, karena kalau kita sudah terlanjur “terikat” dengan pasangan yang gak beres, sudah dipastikan kamu bakal nyesek dan galau berkepanjangan.

Jangan sampai kamu menghabiskan waktu bersama orang yang salah, dan buanglah sesuatu yang buruk agar sesuatu yang baik bisa mendatangimu. Semoga bermanfaat! πŸ˜€ – Masbocah

Pengalaman Menggunakan Tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG

0

Pengalaman Menggunakan Tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG – Coba kamu sebutin satu hal yang paling asik di taun baru selain punya pacar baru? Gejet baru! Yess, itu jawabanku! Aku yakin kamu juga pasti setuju, kan? Iya’in aja udah, biar aku seneng! Hahahahah..! :p

Sejak akhir tahun 2015 kemarin, aku udah nyicipin salah satu tablet terbaru dari ASUS, dan yup, udah bisa ditebak, itu artinya di posting kali ini aku bakal ngebahas review dari tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG yang sudah aku icip-icip selama kurang lebih 2 mingguan. Siapa tau bisa jadi referensi atau bahan pertimbangan buat kamu yang lagi nyari tablet baru di awal tahun 2016 ini. Disini aku bakal ngebahas poin-poin soal kelebihan dan kekurangannya, plus fitur apa aja yang dimilikinya. Gak usah panjang lebar lagi kali yaa, mending kita langsung bongkar kotaknya yuk!

Paket penjualan

Apa aja sih yang ada di dalam dus Zenpad 7.0? Seperti yang bisa dilihat dari foto diatas, di dalam paket penjualan dari tablet dengan bentang layar 7.0 inch ini terdapat kepala charger, kabel USB, kartu garansi, buku petunjuk singkat dan tentu saja tablet itu sendiri. Yup, kita tidak akan menemukan headset atau earphone di dalamnya.

Kalau kamu berencana untuk membeli aksesoris tambahan, ASUS juga udah menyediakannya kok. Yang asik adalah, dukungan aksesoris untuk tablet ini bisa dibilang unik sekaligus bermanfaat loh! Bukan cuma aksesoris berupa earphone aja, tapi ASUS secara khusus bikin beberapa aksesoris seperti Power Case yang merupakan casing dengan baterai tambahan sehingga menambah waktu standby, atau Audio Cover yang merupakan cover sleeve (cover berbentuk dompet) yang bukan hanya befungsi untuk melindungi perangkat, tapi juga membawa speaker tambahan.

Kebetulan, punyaku ini sudah satu paket dengan Audio Cover (paket ASUS Zenpad Theater), tapi disini aku cuma bakal ngebahas tabletnya aja yaa, karena untuk review soal aksesorisnya itu bakal aku tulis secara terpisah. Penasaran? Mampir gih ke halaman Review Audio Cover ASUS Zenpad 7.0!

Fisik & Desain

Dari segi fisik, kita bisa lihat ada beberapa perbedaan dibandingkan tablet ASUS generasi sebelumnya (Fonepad), yang mana Zenpad ini terlihat lebih “kotak” meskipun perbedaan dimensi antara keduanya ini gak jauh beda. Tapi kurasa dari sisi desain ada banyak sekali perombakan yang dilakukan oleh raksasa komputer asal Taiwan ini terhadap tablet andalan barunya.

Ketika layar sedang dinyalakan, terlihat ada semacam border tipis berwarna hitam di sekeliling layar, dan itu membuatnya terlihat lebih… Bukan cantik, tapi manis! Border chrome di bagian terluar bezelnya pun menambah kesan manis yang dimilikinya. Tapi biarpun manis, jangan sampe dipacarin ya mblo! Tapi kalo dipinang (dari tokonya) baru boleh! Eh betewe itu wallpaper nya aku foto sendiri loh, pake Zenfone Selfie. Baca reviewnya di sini yaa!

Beralih ke bagian belakang. Sebelumnya aku mau kasih tau dulu, itu back case sebenernya warna gold, tapi karena pengaruh warna ruangan jadi keliatan kebiruan gitu. Hihi, lain kali belajar pencahayaan lagi deh!

Dari case belakangnya ini barulah terlihat sangat jelas perbedaan desainnya dengan generasi tablet sebelumnya. Case belakang yang bisa dicopot/diganti tersebut memiliki tekstur kasar menyerupai kulit. Selain membuatnya nampak elegan, tekstur tersebut juga membuatnya nyaman di genggam serta memberikan grip yang lebih baik untuk menghindari selip ketika memeganginya. Terdapat logo ASUS di bagian tengah, tulisan ASUS ZenPad di bagian bawah serta logo Intel inside di bagian pojok kanan.

Penempatan tombol yang berada di sebelah kanan cukup nyaman dan mudah dijangkau, tapi aku rasa penempatan tombol pada seri Fonepad masih lebih nyaman dibandingkan dengan Zenpad, khususnya untuk versi ukuran layar 7.0 inch. Oke, kita beralih ke sisi layar yuk!

Layar

Menurutku, panel layar yang diusungnya ini adalah salah satu bagian terbaik yang dimiliki oleh ASUS Zenpad 7.0. Yup, nggak heran sih, karena memang ASUS memang merancang tablet ini untuk urusan hiburan sehingga komponen yang berhubungan dengan urusan multimedia lebih dikedepankan.

Layar IPS berlapis Corning Gorilla Glass dengan resolusi HD (1280 x 800 pixel) yang diusungnya ini memiliki peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan layar dari tablet ASUS generasi sebelumnya. Ia mampu menampilkan gambar dengan viewing angle yang lebih baik, cerah serta gambar yang ditampilkan pun lebih kaya warna. Beneran keren banget!

Gak percaya? Coba aja kamu buka satu gambar yang sama di tablet ini dengan perangkat lain di kisaran harga yang sama dan bandingkan sendiri. Jadi memang tablet ini punya fitur yang diberi nama VisualMaster, yang mana ia merupakan teknologi penyempurna tampilan dari ASUS untuk mengoptimalkan tampilan saturasi, kontras, kecerahan, serta detail sehingga layarnya mampu menampilkan gambar dengan lebih baik. Semacem BRAVIA Engine di perangkat Sony gitu.

Kita juga bisa mengatur temperatur warna menggunakan fitur Splendid agar sesuai dengan keinginan kita, atau kita juga bisa mengaktifkan fitur Blue Light Filter (reading mode) yang akan mengurangi radiasi cahaya biru dari layarnya, sehingga mata kita jadi tidak mudah lelah ketika kita memandang ke arah layar dalam waktu lama. Ah, seandainya si mantan punya fitur ini di matanya, pasti aku takkan lelah untuk memandangi matanya #duh :’D #Abaikan ya gaes, ABAIKAN!

Sound

Speaker bawaan yang berada di bagian atas layarnya ini mampu mengeluarkan suara yang cukup nyaring dan jelas. Hemm tapi kayanya hampir semua perangkat bisa kek gitu juga deh ya, terus istimewanya dimana? Istimewanya tuh ada di bagian software pemrosesan audio nya. Jadi si Zenpad ini mengusung teknologi DTS-HD Premium Sound dan sekaligus juga sebagai tablet pertama di dunia yang mengusung teknologi tersebut!

Emang sih, perbedaannya gak bakal berasa kalau kita cuma mengandalkan speaker bawaannya, tapi kalau kamu coba colok pakai headphone, baru deh berasa perbedaannya! Keluaran suaranya jadi lebih gurih gurih gimanaa gitu, karena ada efek surround sound nya (surround sound = seperti efek suara yang mengelilingi kita). Efek surround nya ini juga berasa waktu kita pake aksesoris Audio cover loh!

Belum lagi kita bisa mengatur sendiri equalizer saat kita menggunakan headphone. Nah diatas itu adalah settingan equalizer terbaik di Zenpad versi Masbocah untuk mendengarkan musik progresive rock macem Dream Theater. Boleh kok kamu cobain juga di Zenpad mu nanti! (-2, 2, -2, 3, 5). Sayangnya, tiap kali kita menutup aplikasi musik, settingan yang sudah kita buat tersebut akan kembali ke awal sehingga kita harus mengaturnya kembali nanti. Tapi sepertinya ini hanya masalah software, dan semoga pada update system berikutnya masalah ini bisa diperbaiki πŸ˜€

Kamera

Oke aku tau, ini adalah sebuah tablet, dan hanya sedikit orang yang mau berfoto menggunakan tablet karena ukurannya yang sepertinya kurang proporsional untuk digunakan mengambil foto sehingga orang lebih memilih untuk menggunakan smartphone. Lagian hasil fotonya pun sepertinya sudah jelas lebih bagus di smartphone, Tapi…..

Kalo misalnya kita terpaksa banget harus foto pake tablet, perangkat yang satu ini masih bisa diandalkan kok! Hasil fotonya dari kamera beresolusi 5 megapixel nya pun gak mengecewakan kalo menurutku, khususnya di area yang memiliki pencahayaan yang baik seperti misalnya saat diluar ruangan. Tapi kalau misal hasil fotonya dilihat langsung di layar tablet itu sendiri, kelihatannya tuh agak sedikit over saturasi gitu (warnanya agak sedikit terlalu nge-jreng) meskipun sebenernya nggak terlalu. Mungkin karena efek teknologi layar yang ku sebut tadi itu kali yaa. Iya, mungkin..

Dan ternyata, ketika digunakan di dalam ruangan, warna yang dihasilkan jadi lebih mendekati aslinya. Kameranya pun cukup cerdas untuk mempertahankan ISO di angka terendah, sehingga mampu menangkap warna yang lebih baik.

Jelas, aperture besar (f/2.0) pada lensa kameranya sangat membantu untuk urusan ini, sehingga kamera bisa mempertahankan ISO di angka terendah meskipun kita harus mengambil foto di area yang memiliki pencahayaan yang kurang maksimal. Foto pun jadi minim noise! πŸ˜€

BACA JUGA : Apa itu noise?

Fitur pada kameranya sih bisa dibilang standar aja, lengkap tapi yaa gak ada fitur bisa dibilang istimewa.

Fitur seperti HDR, Low light, dan Depth of Field sudah disematkan disini. Bahkan ia juga sudah dibekali dengan fitur GIF Animation, Slow motion dan juga Time Lapse. Cukup lengkap untuk fitur kamera dari sebuah perangkat tablet!

Performa

Untuk tablet di kisaran harga 2.3 jutaan, aku rasa performanya ini sudah cukup mumpuni untuk urusan produktifitas, meskipun ada keterbatasan-keterbatasan tertentu yang harus di maklumi mengingat fitur lain yang diusungnya sudah termasuk sangat lengkap. Soal multitasking, tablet ini sudah cukup tangguh berkat prosesor Intel Atom x3-C3230 Quad-core 900 MHz 64-bit, plus dukungan RAM 2 GB nya.

Cuman sayang, sistem operasi Android Lollipop yang diusungnya masih menggunakan versi 32-bit, sehingga kita belum bisa merasakan performa optimal dari tablet ini. Dan terkadang aplikasi yang sengaja di minimize akan menutup secara otomatis jika kita terlalu lama membiarkannya berjalan di background, sehingga terkadang kita harus memulai aplikasi dari awal lagi.

Semoga saja pada update system berikutnya, masalah ini bisa teratasi. Tapi bisa juga hal itu memang disengaja untuk menghindari turunnya performa perangkat, karena kalau terlalu banyak apps yang jalan di background kan bisa bikin lemot. Dan perlu aku ingatkan bahwa tablet ini lebih ditujukan untuk urusan hiburan/multimedia, sehingga tidak disarankan untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa grafis yang tinggi di tablet ini.

Fitur bawaan

Nah, kalo ngomongin soal fitur, ada banyak banget hal yang dimiliki oleh tablet besutan ASUS ini. Mulai dari soal tampilan, dimana kita bisa memilih berbagai jenis kostumasi tampilan (tema) yang bukan hanya akan mengubah tampilannya aja, tapi kita juga bisa memilih scroll animation, ukuran icon, gaya folder, penguncian aplikasi, dan masih banyak lagi settingan preferensi lainnya.

Selanjutnya soal produktifitas! Seperti perangkat ASUS lain yang juga mengusung ZenUI, Zenpad 7.0 juga mengusung beberapa aplikasi bawaan yang sangat mendukung untuk urusan produktifitas, misalnya saja fitur SuperNote.

Disini kita bisa membuat sebuah catatan dengan berbagai pilihan template termasuk memo, diary, dan juga catatan berbentuk pengingat. Atau kita juga bisa membuat catatan seperti pada gambar diatas, yang mana kita bebas untuk melakukan input dengan keyboard, tulisan tangan, atau coretan-coretan langsung di layar.

Bukan cuma itu, fitur SuperNote juga memungkinkan kita untuk memasukkan file gambar, foto, audio, atau bahkan video di dalamnya. Berbagai pilihan brush dan warna pun juga disediakan disini. Asik banget nih buat corat-coret! Asal jangan dipake buat menggoreskan cerita kenangan bersama mantan aja yaa, nanti kamu jadi baper :p

Ada juga QuickMemo sebagai salah satu fitur catatan sederhana. Bedanya dengan SuperNote, QuickMemo lebih ditujukan untuk membuat catatan kecil (memo). Istimewanya adalah, catatan ini bisa kita set untuk tampil di semua halaman secara floating seperti pada gambar dibawah ini. Kita juga bisa me-minimize nya dengan menggesernya ke arah tepian layar.

Terus yang paling sering jadi andalanku adalah aplikasi Do It Later. Jadi fitur ini tuh bukan cuma untuk mencatat aja, tapi juga sebagai organizer untuk menyimpan segala sesuatu yang kita anggap penting dan menarik dari aplikasi lain agar bisa kita cek di lain waktu. Nahloh, bingung ya? Jelasin secara lengkapnya sih rada panjang, jadi mending kamu cek tulisan di blog ku yang satu lagi ya, judulnya Fungsi aplikasi Do It Later serta cara menggunakannya.

Selain fitur untuk produktifitas, ada juga fitur-fitur pengolahan gambar seperti MiniMovie yang fungsinya adalah untuk membuat video slideshow dari foto-foto yang kita pilih, lengkap dengan backsound nya. Yakin deh, ini keren banget dan kamu mesti coba. Dan buat kamu yang cewek pasti bakal demen sama fitur ini

Bahkan di aplikasi Galery bawaan tabletnya pun sudah ada fitur edit foto, meskipun cuma pengeditan sederhana aja sih seperti crop, rotate, filter, dan yang paling asik adalah kita bisa mengubah komposisi warna Red Green Blue pada gambar (apa sih namanya?) plus menambakhan doodle atau coretan abstrak pada gambar.

Daya tahan baterai

Salah satu hal yang paling penting dari sebuah gadget pastinya adalah daya tahan baterainya donk. Nah kalau menurutku, daya tahan baterai dari ASUS Zenpad 7.0 Z370CG ini tidaklah terlalu istimewa. Kalau dibandingkan dengan tablet generasi sebelumnya, Zenpad masih kalah irit untuk urusan baterai.

Screen on time nya berada di kisaran 3 jam untuk penggunaan normal (social media dan browsing selama beberapa jam). Dan kalau kamu adalah pengguna kelas berat, aku sarankan untuk membeli aksesoris tambahan seperti Power case atau mungkin powerbank.

BACA JUGA : Pengalaman menggunakan ZenPower, Powerbank dari ASUS

Akhir kata

Untuk kelas tablet di kisaran harga yang sama, ASUS Zenpad 7.0 tentu saja punya kelebihan dan kekurangan. Kekurangannya adalah dari sisi daya tahan baterai yang masih kalah dibandingkan dengan tablet pendahulunya. Lalu untuk performa multitasking sih oke, responnya pun cepet, tapi untuk performa grafis rasanya masih kurang mantab meskipun ia masih mampu menjalankan game-game yang tidak terlalu berat seperti Zombie Fallout dengan sangat lancar.

Yaa maklum aja, karena memang ASUS lebih mengedepankan fitur hiburan berupa multimedia daripada untuk urusan gaming pada tablet yang satu ini. Wajar sih yaa, di kisaran harga segini memang agak sulit untuk menemukan tablet dengan performa grafis yang mumpuni. Tapi percaya deh, kecepatan respon yang diberikannya gak mengecewakan kok. Mau yang grafiknya lebih oke? Coba intip Zenpad 8.0 deh, speknya lebih tinggi tuh.

BACA JUGA : Sekilas TentangΒ ASUS Zenpad 8.0 Z380KL

Berita baiknya, dua kekurangan kecilnya tersebut terbayarkan oleh berbagai kelebihan yang diusungnya. Pertama, desain yang ciamik, kedua, layar dengan tampilan superior, ketiga, fitur yang kaya, keempat, kamera yang oke untuk kelas tablet, kelima, software audio yang oke punya, dan keenam adalah dukungan aksesoris yang bukan cuma untuk menambah gaya, tapi juga mengusung fitur-fitur tambahan (Power case & Audio cover).

Nah dari semua poin yang sudah ku sebutkan diatas, bisa disimpulkan bahwa tablet ASUS Zenpad 7.0 bukan ditujukan untuk kamu yang gemar bermain game berat (meski ia masih sangat mampu menjalankan game-game standar) tetapi lebih ditujukan untuk urusan produktivitas, multimedia serta kebutuhan sehari-hari lainnya. Untuk toko online? Sanggup banget kok! Fiiuuuh pegel juga ya ternyata bikin tulisan sepanjang ini. Okedeh, sekian dulu review kali ini, semoga bisa jadi bahan pertimbangan buat kamu. Ada pertanyaan? Corat-coret komen dibawah gak bayar kok πŸ˜€

Pengalaman Menggunakan ASUS Zenfone Selfie

0

Pengalaman Menggunakan ASUS Zenfone Selfie – Dua minggu sudah aku mencicipi ASUS Zenfone Selfie, dan merupakan sebuah tantangan ketika seorang yang “not a selfie addict” sepertiku mencoba untuk melakukan review terhadap smartphone spesialis selfie.

Memang, aku ini terbilang kurang berbakat untuk mengambil foto diri sendiri menggunakan kamera depan ponsel, sehingga sangat jarang sekali aku mau melakukannya. Terus ini gimana donk? Kan smartphone 5.5 inch yang aku cicipi ini punya keistimewaan di kamera depan, masa gak dipake? Iya sih, itu juga sempat membuatku sedikit galau hingga akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan cara lain untuk menguji kamera depannya. Seperti apa? Nanti yaa, kalo sekarang mending kita mulai dari unboxing dulu yuk!

Unboxing, paket penjualan

Adapter charger, kabel USB, kartu garansi dan kartu petunjuk singkat, adalah isi dari paket penjualan dari ASUS Zenfone Selfie, selain perangkat itu sendiri tentunya. Nggak kaget kalo ternyata di dalem box nya itu aku tidak menemukan earphone, karena memang sekarang-sekarang ini udah jarang vendor smartphone yang memasukkan aksesori tersebut dalam paket penjualan, khususnya untuk perangkat dibawah harga 5 juta.

Toh tanpa earphone juga hapenya bisa beroperasi dengan normal, kan? Kalaupun ingin punya earphone nya, kita bisa beli earphone original dari ASUS (ZenEar) kok, nggak mahal, cuma 140 ribuan aja.

BACA JUGA : Review ASUS ZenEar

Fisik, kesan pertama

Terasa ringan untuk ukuran smartphone 5.5 inch, dan sisi belakang yang melengkung membuatnya nyaman digenggam meskipun nggak senyaman genggaman tangan mantan. Agak aneh ketika memandangi bagian depan dari hape ini, karena disana nggak ada logo brand ASUS yang biasa disematkan di bagian atas layar. Yup, logo itu harus digusur oleh kamera depan yang nampak besar dan diletakkan di sisi tengah, bagian atas layar.

Sisi belakang sepintas mirip Zenfone 2 karena memang keduanya masih ada hubungan saudara, meskipun kita akan menemukan beberapa perbedaan seperti tidak adanya logo “Intel inside”, serta dual tone LED flash yang diletakkan di bagian samping kamera yang juga disejajarkan dengan sebuah titik hitam yang merupakan sensor Laser autofocus.

BACA JUGA : Pengalaman menggunakan ASUS Zenfone 2

Kebetulan, Zenfone Selfie yang aku pegang ini punya motif hairline (bergaris halus, menyerupai logam) sehingga terkesan mewah dan semakin mirip dengan Zenfone 2. Eh tapi ada juga pilihan back case dengan warna yang lucu-lucu loh, cocok deh buat kamu yang girlie. “Girlie” ya, bukan “geli”.

Peletakan tombol-tombol yang dipusatkan di bagian tengah mungkin akan membuat pengguna yang belum terbiasa akan merasa aneh, apalagi dengan peletakan tombol power yang berada di bagian atas. Agak sulit untuk dijangkau dengan satu tangan, mengingat ukuran layarnya yang cukup besar, sehingga membuatnya terasa kurang nyaman. Untungnya, ASUS sudah menyematkan fitur ZenMotion yang memungkinkan kita untuk mematikan dan menyalakan layar hanya dengan mengetuk (menyentuh) layar sebanyak 2 kali, sehingga kita tidak perlu sering-sering menggunakan tombol power.

Peletakan tombol volume yang berada di bagian belakang ini pun akan terasa aneh bagi mereka yang belum terbiasa. Yup, ini cuma soal kebiasaan kok, lama-lama juga nyaman. Malahan, tombol yang letaknya di belakang ini bakal memudahkan kita untuk mengatur volume ketika kita meletakkannya dengan layar menghadap kebawah, jadi kita hanya perlu menekan tombolnya tanpa harus repot memeganginya.

Performa & UI

Smartphone yang layarnya dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 4 ini mengusung tampilan khas ASUS yakni ZenUI. Enak dipandang, dan kaya fitur, tapi sayangnya lumayan banyak bloatware nya juga.

Di dukung dengan chipset Qualcomm Snapdragon 615 Octa-core (Quad-core 1.5 GHz untuk mode performa tinggi + Quad-core 1.0 GHz untuk penggunaan ringan agar lebih hemat baterai) 64-bit, RAM 3 GB, dan berjalan dengan Android v5.0 Lollipop, jelas si cantik ini bukan cuma asik buat dipakai foto aja, tapi juga untuk keseharian pun oke!

Meskipun gak se-lancar pakai Zenfone 2, tapi menurutku performanya udah lebih dari cukup kalau untuk sekedar bersocial media. Proses data dan buka apps lumayan oke, pindah dari satu apps ke apps lain (multitasking) juga bukan masalah besar. Panas? Ah nggak juga, soalnya kan aku gak nyimpen fotonya mantan di hape ini #eh

Ehehe, nggak nggak, yang ini seriusan. Panas sih nggak, cuman agak anget aja kalo dipake jalanin beberapa apps sekaligus. Buka browser berat macem Firefox juga masih oke, meskipun bakal berasa agak kurang lancar ketika sudah membuka lebih dari 4 tab. Tapi aku rasa itu wajar lah yaa. Sepertinya memang smartphone ini bukan cuma ditujukan untuk urusan hiburan (social media) aja, tapi ASUS juga mencoba untuk mempertahankan performa agar tetap baik ketika digunakan untuk melakukan proses yang berat.

Iya sih, maklum aja, biasanya kan orang kalo abis foto pasti di edit-edit dulu sebelum di posting di socmed. Nah pasti bakal sangat menyebalkan kalau ternyata proses pengeditannya itu ternyata harus tersendat gara-gara jeroan yang kurang paten. Jadi smartphone ini udah komplit banget lah ya, dipakai ambil foto oke, dipake ngedit pun gak masalah.

Bukan cuma urusan edit foto aja sih, dukungan chipset & kapasitas RAM nya juga memungkinkan banget kok untuk dimanfaatkan dalam urusan yang lain, misal untuk produktivitas. Apalagi ZenUI yang diusung Zenfone Selfie juga punya banyak fitur produktivitas seperti misalnya SuperNote, QuickMemo dan Do it later untuk pengingat, ataupun PC Link, Share Link dan Remote Link untuk konektivitas. Jadi makin komplit sudah.

Asiknya lagi, hape ini juga punya beberapa fitur yang bisa kita manfaatkan untuk menjaga performa seperti misalnya ASUS Mobile Manager. Jadi disini, kita bisa mengatur berbagai hal seperti virus scanner, power management (battery saver) dan bahkan Auto-start manager. Auto-start manager itu bisa kita manfaatkan untuk mengelola aplikasi apa aja yang boleh melakukan “auto start”, sehingga kita bisa menjaga performa agar tetap optimal meskipun menginstall banyak apps sekaligus. Asal pengaturannya bener yaa!

Kamera

Salah satu yang jadi perhatian utamaku adalah soal fitur Laser autofocus yang dimiliki oleh perangkat ini. Sempat nyoba di event ASUS ZenFestival, dan memang fitur ini bermanfaat banget buat pengambilan gambar yang cepat. Dan ku rasa fitur ini bakal mendukung banget buat aku yang suka ambil foto candid alias sembunyi-sembunyi. Hihihi πŸ˜›

Tapi menurutku fitur ini harusnya bisa lebih baik lagi. Jadi kecepatan fokusnya memang sangat terasa berbeda ketika kita mengarahkan kamera ke objek utama dan menempatkannya di bagian tengah layar. Dan ketika kita menggunakan fitur touch autofocus untuk menentukan fokus ke sudut lain yang tampil di layar, menurutku kecepatan fokusnya tidak terlalu istimewa meskipun memang masih lumayan cepat.

Atau mungkin fitur ini cuma optimal untuk menentukan objek foto yang berada tegak lurus dengan sensor? Entahlah. Yang pasti fitur ini bukan sekedar gimmick dan memang berfungsi. Sudah di tes juga kok sama beberapa perangkat lain yang gak pake fitur ini.

Tampilan warna juga oke, hampir sesuai dengan keadaan aslinya. Fitur HDR juga oke. Liat aja perbandingannya, yang atas tanpa HDR, yang bawah dengan HDR.

Ada fitur manual mode nya pulak! Iya, jadi kita bebas melakukan pengaturan dasar seperti ISO di angka 50 – 800, shutter speed di kecepatan 1/1000 – 32 detik, white balance, dan juga fokus secara manual. Jelas, ini bakal mendukung kreatifitas bagi kamu yang doyan bereksperimen dengan kamera.

Terus kamera depannya gimana? Nahh ini yang jadi tantangan, seperti yang aku sebut di awal tadi. Karena aku gak suka foto diri sendiri alias selfie, maka aku minta bantuan beberapa orang untuk melakukannya menggunakan si Zenfone Selfie ini sekaligus juga meminta pendapat mereka soal hasil foto dari kamera depan smartphone ini.

“Wiiihh jernih sekali” kata mas-mas yang fotonya aku pajang diatas. Iya, sayang banget pagi itu aku tidak menemukan mbak-mbak yang bisa dijadikan sasaran untuk mencoba kamera depan smartphone ini. Tapi setelah pindah ke lain hati tempat akhirnya aku menemukan mangsa yang tepat. Langsung 3 sekaligus pulak! Ehehe.. Ehe.. He..

Awalnya mbak-mbak yang ditengah itu malu-malu untuk ikut dimasukkan dalam frame foto, tapi akhirnya ia mau untuk berfoto selfie bersama setelah terjadi pemaksaan. Eh, tapi bukan aku loh yang maksa, bener deh.. Itu tuh, yang baju ijo tuh yang maksa. Cakep ya? Awas jangan naksir, soalnya mereka udah ada yang punya. Iya, punya bapaknya :v

Secara default, perangkat akan mengaktifkan fitur beautification ketika kita mengaktifkan kamera depan. Fitur ini berfungsi untuk mendandani wajah kita secara digital sehingga bisa nampak lebih halus dan juga lebih cerah. Ada juga beberapa fitur lain yang bisa kamu coba disini.

Dari beberapa contoh foto yang ku ambil, ternyata memang kamera depan ini punya sudut pandang yang lebih luas dibandingkan dengan kamera belakangnya. Jadi semakin banyak objek yang muat dalam satu frame foto. Masih kurang luas? Kita masih bisa pake fitur selfie panorama kok. Asiknya lagi, kamera depan ini juga punya mode manual loh! Tuh, kurang apa coba?

Untuk sample foto lain bisa kamu intip di blog ku yang ini yaa, atau kamu bisa cek Instagram ku @masbocah dengan hashtag #MasbocahZenSelfie

Baterai

Cukup terkesan sama daya tahan baterai dari smartphone ini. Dengan pemakaian normal, bisa bertahan dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam kurang dikit. Pemakaian normalnya gimana? Grup Line aktif, sesekali membuka facebook lite untuk membalas komentar, membalas mention twitter & Instagram, membalas email dari pembaca dan yang terakhir browsing nonstop dengan data seluler kira-kira satu jam lebih untuk menghabiskan baterai di malam hari, dengan koneksi Wi-Fi dan data seluler yang digunakan secara bergantian.

Cukup awet menurutku, meskipun ia “hanya” mengusung baterai berkapasitas 3000 mAh. Screen on time? Sampai 5 setengah jam tjoy!

Mungkin ini disebabkan oleh penggunaan CPU Octa-core dari Snapdragon 615 yang ku sebutkan diatas, yang mana ia akan menggunakan CPU dengan clockspeed lebih rendah ketika melakukan proses ringan untuk menghemat daya baterai.

Lain-lain

Untuk smartphone kelas menengah, Zenfone Selfie bisa dibilang masuk kategori istimewa. Layar IPS beresolusi Full HD (1920 x 1080 pixel) mungkin sudah biasa ditemukan pada perangkat kelas menengah yang lain, atau mungkin penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 615 juga merupakan “standar” dari perangkat kelas menengah.

Tapi kapasitas RAM yang besar (3 GB), kamera depan resolusi besar (13 megapixel) plus kaya fitur, serta kamera belakang yang juga kaya fitur & dilengkapi dengan Laser autofocus tentu bukanlah hal yang bisa disebut biasa. Belum lagi beberapa fitur tambahan seperti misalnya ZenMotion, yang memungkinkan kita untuk mengaktifkan apps tertentu dengan menggambar pola tertentu pada saat layar sedang mati, yang semakin menambah keistimewaannya. Aku sendiri sering menggunakan fitur ini untuk mengaktifkan kamera dengan cepat, dengan cara menggambar pola huruf “C” pada saat layar sedang mati.

Yang semakin membuatnya menarik adalah dukungan software dari ASUS yang bisa dibilang cukup agresif. Yup, ASUS sangat rajin melakukan update pada apps ZenUI yang diusungnya. Bukan cuma untuk menghilangkan bug yang ada, tapi juga untuk melakukan penambahan berbagai fitur baru yang bisa kita nikmati.

Akhir kata

Jadi menurutku, Zenfone Selfie ini adalah sebuah paket komplit dari ASUS dengan segala “keseimbangannya”, kaya fitur, tapi banderol harganya nggak terlalu wow (harga resmi 2,8 jt untuk ROM 16 GB & 3 jt untuk ROM 32 GB). Buat foto-foto, oke! Buat selfie, oke! Buat multitasking, iyes! Soal harga pun gak terlalu nguras isi ATM. Kalo kamu mau tau ulasan yang lebih lengkap soal smartphone ini, aku udah bikin artikel khusus yang dibagi menjadi 5 bagian di blog ku yang satu lagi. Penasaran?

Langsung intip di halaman Review ASUS Zenfone Selfie yaa! Atau kalo misal kamu punya beberapa pertanyaan kecil, kamu bisa intip halaman Index tanya jawab soal Zenfone Selfie yang juga sudah aku buat di blog sebelah. Punya pendapat lain atau ada pertanyaan mungkin? Gak usah sungkan buat komentar πŸ™‚ – Masbocah

Kenapa Kita Tidak Boleh Sombong? Ini Alasannya

0

Kenapa Kita Tidak Boleh Sombong? Ini Alasannya – Manusia itu.. Makhluk kecil yang diberi keistimewaan berupa kecerdasan melebihi makhluk hidup lain yang ada di bumi. Tapi sayang banget, kecerdasannya itu kadang gak mampu membendung kesombongannya. Iya, kita pasti sering menemukan orang sombong disekitar kita, atau bahkan mungkin orang sombong itu adalah kita sendiri.

Punya kelebihan sedikit, ngerasa lebih hebat dari orang lain. Punya harta dikit, udah ngerasa paling kaya. Atau yang paling sering tuh orang yang baru tau sedikit ilmu, tapi udah ngerasa paling pinter. Hayoo siapa yang pernah kaya gitu? Gak usah sungkan buat mengakui, aku juga pernah begitu kok. Hihihi πŸ˜›

Iya, tiap manusia pasti punya sifat sombong, tapi yang membedakan adalah kadarnya yang bervariasi di tiap kita. Ada yang sombongnya cuma dikit atau kadang-kadang aja, ada juga yang berlebihan. Padahal kalo kata Nenek, kita itu gak boleh sombong karena sombong itu gak baik. Tapi sayangnya masih banyak orang yang terlalu congkak untuk mendengarkan nasehat itu. Mungkin sebagian dari kamu masih belum ngerti, kenapa sih sifat yang satu itu mesti dihindari dan dianggap gak baik?

Alasan kenapa tidak boleh sombongKalo menurut pendapatku sih ada beberapa hal yang bisa jadi alasan kenapa kita sangat disarankan untuk menjauhi sifat yang satu ini. Mau tau? Yaudah langsung cekidot aja deh :

1. Orang Sombong Tidak Disukai Orang Disekitarnya

Alasan paling mainstream ya yang satu ini. Siapa sih yang suka sama orang sombong? Nggak ada! Kalopun ada, aku yakin orang-orang itu gak lebih dari sekedar penjilat yang pura-pura menyukai karena memang ada maunya. Rata-rata orang yang tinggi hati alias sombong itu membanggakan dirinya secara berlebihan supaya dapet pujian. Padahal, sering kali bukan pujian yang di dapat, tapi justru dia bakal menuai cibiran atau bahkan kebencian dari orang-orang disekitarnya.

BACA JUGA : Bagaimana menghadapi orang yang membenci kita?

Punya duit dikit, udah ngerasa lebih kaya dari yang lain, padahal itu duit bapaknya. Punya tampang cakep dikit, udah merendahkan orang lain, padahal kalo gak di dempul alias diolesin bedak sekilo juga tampangnya gak bagus-bagus amat. Pernah nemu orang kek gitu? Hahah, aku yakin pasti pernah! Terus gimana perasaanmu kalo liat orang yang kaya gitu? Pasti gasuka, kan? Makanya, kamu jangan bersikap kek gitu juga!

BACA JUGA : Tips menghadapi orang sombong

2. Orang Sombong Tidak Bisa Tau Kesalahannya Sendiri

Yaa namanya juga orang tinggi hati, pasti ngerasa dirinya lebih bener dan lebih hebat dari orang lain. Bahkan hal yang sebenernya merupakan hal yang salah juga dianggep bener sama dia. Iya, dia jadi terlalu percaya diri hingga gak tau kesalahannya sendiri. Kenapa ini jadi hal yang penting? Alasannya ada di nomer 3

3. Orang Sombong Lebih Mudah Untuk Terjatuh

Pernah gak kamu ngeliat seorang “jagoan” yang kemudian kalah dalam satu pertandingan cuma karena dia terlalu pede dan meremehkan lawannya yang sebenernya juga orang hebat? Yaa seperti itu gambaran singkatnya. Mau contoh yang lebih detail? Oke, kita ambil contoh permainan catur.

Ada seorang anak SMP yang pinter main catur, dan dia bisa mengalahkan temen-temen lain dikelasnya. Ketika pulang kerumah, dia ngeliat adiknya sedang main catur dengan salah satu temannya yang kemudian adiknya itu dikalahkan oleh temannya tadi. Anak SMP ini pun menantang teman adiknya itu untuk bermain catur. Karena dianggap masih kecil dan dia merasa hebat (karena ia juara catur di kelasnya), dia pun meremehkan si temen adiknya sehingga membuat kesalahan-kesalahan yang bisa dimanfaatkan oleh temen adiknya itu. Dan akhirnya dia pun dikalahkan.

Dia ngerasa heran, kenapa dia bisa dikalahkan oleh anak kecil? Padahal dia gak tau, kalo anak yang diremehkannya itu adalah juara catur SD tingkat Nasional. Iya, karena terlalu meremehkan dia jadi gak tau atau gak sadar atas kesalahan yang dibuatnya sendiri, sehingga membuatnya mudah untuk “dijatuhkan”. Ini bukan cuma berlaku di permainan catur aja, tapi juga efeknya sangat nyata di kehidupan sehari-hari. Aku sendiri sudah 2 kali “jatuh” cuma karena aku sombong.

4. Orang Sombong Tidak Akan Bisa Menjadi Lebih Baik

Karena dia merasa sudah hebat, maka dia gak mau belajar bahkan dari kesalahannya sendiri. Padahal yang namanya manusia itu gak boleh berhenti belajar karena sesungguhnya apa yang kita tau sekarang itu cuma sebagian kecil dari luasnya ilmu yang ada di semesta. Sedangkan untuk bisa jadi lebih baik, kita mesti belajar dan belajar lagi hal-hal yang baru, minimal belajar dari kesalahan lah.

Dan karena dia gak mau belajar (bahkan dari kesalahannya sendiri), dia bakalan sulit untuk bisa bangkit ketika sudah jatuh. Percaya deh!

5. Orang Sombong Akan Tergilas Dimakan Jaman

Mereka yang gak mau belajar gak bakal bisa berinovasi. Padahal untuk bisa bertahan di jaman yang serba canggih dan kreatif ini, kita harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat. Contohnya? Coba liat gimana sombongnya Nokia dulu. Produk handphone mereka begitu menguasai pasaran karena memang bagus, dan OS Symbian yang digunakan pada handphone nya begitu disukai. Lalu saat OS Android diperkenalkan, mereka menganggap bahwa “ini bukanlah ancaman” dan mereka juga pernah bilang bahwa “kami tidak akan menggunakan OS ini”.

Mereka lupa untuk berinovasi, hingga inovasi yang dibawa oleh OS Android yang mereka remehkan dan juga iOS dari Apple perlahan membuat mereka jatuh dan akhirnya harus rela di akusisi oleh Microsoft. Meskipun akhirnya mereka belajar, namun itu tidak banyak membantu.

—————— * * ——————

Sepertinya disini udah jelas, menjadi sombong tidak akan membuat kita hebat, tapi justru akan membohongi diri karena sudah merasa hebat hingga akhirnya kesombongan akan menjatuhkan diri sendiri. Jadi, kamu masih mau jadi orang sombong? Yaa siap-siap aja kamu ngalamin yang seperti diatas.

Inget, kita itu cuma makhluk kecil yang gak sepantasnya menyombongkan diri. Kita ini apa sih, cuma butiran debu ditengah megahnya semesta. Dan inget, semua yang kita punya di hidup ini termasuk harta atau wajah yang menawan hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bakal diambil kembali oleh Sang Pencipta. Dan apa yang kamu sombongkan saat ini, bisa jadi bakal berbalik menjadi aib bagi dirimu sendiri, yang akan membuatmu malu dan minder ketika kamu sudah kehilangannya.

Perlu aku ingatkan bahwa kamu perlu sedikit mencerna tulisan ini supaya kamu bisa paham maksudnya, dan semoga aja bisa dipahami. Belum paham? Coba dibaca lagi deh πŸ˜€ Oke, aku rasa cukup sekian dulu untuk tulisan kali ini. Gak usah sungkan untuk kasih komentar. Semoga bermanfaat πŸ˜€

Kenapa Kita Tidak Boleh Membuang Makanan? Ini Alasannya

0

Kenapa Kita Tidak Boleh Membuang Makanan? Ini Alasannya – Saat itu ada seorang karyawan yang sedang berulang tahun. Teman-teman di tempat kerjanya yang mengetahui akan hal itu berencana untuk membuat kejutan dengan membalikannya sebuah kue. Singkat cerita, mereka pun mendatangi dia yang berulang tahun itu dengan membawakan kue yang sudah dihiasi dengan lilin berbentuk angka. Namun sayang, bukannya dimakan, kue tersebut malah dihempaskan ke wajahnya yang berulang tahun.

Itu cuma satu contoh mainstream yang mungkin pernah atau bahkan sering kita temui. Memang, itu gak keliatan seperti membuang makanan secara langsung, tapi jelas, beberapa orang pasti gak bakal mau makan makanan (kue) yang sudah terkontaminasi seperti itu. Apalagi kalo kemudian kue tersebut jatuh, ujung-ujungnya pasti bakal dibuang. Kita pasti udah pernah mendengar bahwa membuang makanan itu adalah hal yang gak baik, bahkan beberapa orangtua menganjurkan untuk tidak menyisakan satu butir nasi pun pada piring yang kita gunakan untuk makan.

“Hayo makanannya diabisin, jangan sampe ada sisa. Kasian, kalo dibuang nanti nasinya nangis”

Mungkin kamu bakal bertanya-tanya, emang iya nasi bisa nangis? Hehe, jelas nggak donk. Itu hanya perumpamaan, dan perumpamaan seperti itu dibuat supaya kita berfikir. Dan memang seharusnya kita sebagai manusia yang katanya makhluk cerdas menggunakan akal (otak) kita untuk berfikir dan “mencerna” sesuatu supaya gak salah paham karena menelan bulat-bulat informasi yang masih “mentah”.

“Emang kenapa kok kita gak boleh membuang-buang makanan?”

Oke, disini aku bakal memberikan opini ku mengenai hal ini. Kamu pernah gak sih mencari tau soal makanan yang biasa kita makan itu berasal dari mana dan prosesnya seperti apa? Atau mungkin kamu pernah gak sih mikir kalo gak semua orang bisa menikmati makanan yang kamu sia-siakan? Kita ambil contoh makanan yang jadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat kita, yaitu nasi.

Kamu pasti tau kalo nasi itu berasal dari padi, tapi kamu tau gak proses menanam padi itu butuh waktu berapa lama? Menurut beberapa sumber yang aku baca, proses awal mula padi ditanam sampe bisa menghasilkan beras itu sekitar 3 bulan lamanya. Proses panjang yang penuh resiko dan rawan gagal panen karena berbagai hal seperti hama, bencana kekeringan, banjir atau mungkin karena hal lain. Terus proses yang panjang untuk menghasilkan beras itu kamu sia-siakan dengan membuangnya begitu saja? KEBANGETAN!

Mengapa tidak boleh membuang makananKadang aku sedih ngeliat orang yang sengaja gak ngabisin makanannya cuma karena biar gak disangka rakus. Atau aku juga sering ngeliat orang beli makanan begitu banyak, sampe dia bingung mau ngabisin yang mana duluan terus ujung-ujungnya makanan tersebut gak kemakan karena keburu kekenyangan. Akhirnya? Ya dibuang. Kok kayanya gak ada rasa bersalah ya? Mereka ngebuang makanan dalam beberapa menit, sementara proses untuk menumbuhkan dan membuat makanan itu membutuhkan waktu berbulan-bulan.

“Lah terus kenapa? Kan gue beli, pake duit sendiri! Ngapain lu protes?”

Hehe, iya aku tau, tapi pola pikirmu jangan sependek itu lah. Gini deh, kamu tau gak, berapa banyak orang yang membutuhkan beras di Indonesia? BANYAK BANGET! Sekarang misalnya gini, misal kamu ngebuang sekitar 10 gram nasi tiap kali selesai makan. Terbilang kecil dan sepele banget ya, tapi kamu makannya berapa kali? 3 kali, dan misal kamu melakukan itu selama 10 hari aja. Dikalikan aja 10 gram x 3 kali sehari x 10 hari, jadi selama 10 hari kamu bakal ngebuang senggaknya 300 gram. Masih bukan angka yang besar ya, tapi ternyata di kota yang kamu tinggali ada sekitar 1000 orang lain yang melakukan hal yang sama. Jadinya? 300 gram x 1000 = 300 kilo! Iya, 300 kilo nasi kebuang cuma dalam waktu 10 hari.

Bayangin aja, 300 kilo itu bisa buat makan berapa orang? 300 kilo itu gak sedikit loh! Nasi sebanyak itu tuh bisa banget buat stok satu keluarga selama berbulan-bulan. Aku pernah baca di satu blog yang mana penulisnya menceritakan pengalamannya selama mampir ke Jerman. Entah bener atau nggak, disana, kamu bakal kena denda yang nilainya gak sedikit cuma karena kamu gak menghabiskan makananmu. Kenapa? Supaya kamu bisa lebih menghargai sumber daya yang semakin terbatas untuk menumbuhkan makanan, karena memang proses untuk membuat makanan itu membutuhkan sumber daya yang besar plus waktu yang lama.

Intinya gini, kalo kamu menghambur-hamburkan (menyia-nyiakan atau membuang-buang) makanan yang notabene butuh sumber daya yang besar plus waktu yang lama, maka besar kemungkinan orang lain bakalan terancam kekurangan sumber makanan karena stoknya yang terbatas.

“Ya biar aja, emang masalah buat gue? Itu kan urusan mereka!”

Oke, coba kalo misal kamu ada di posisi mereka, gimana perasaanmu? Apa yang bakal kamu lakuin? SIAPA YANG BAKAL KAMU SALAHKAN? Hah?! *asah golok* Lagipula, ngebuang-buang makanan itu bener-bener mencerminkan sikap gak bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya pada kita, buang-buang rejeki!

“Lah terus kenapa? Duit gue kan banyak! Gak ngaruh kali ngebuang makanan dikit gitu doank buat idup gue. Gue horang kayah!”

Sekarang siapa yang bakal ngejamin kalo kamu bakal kaya terus? Siapa yang tau besok kamu kek gimana? Bisa aja besok usahamu mendadak kebakaran dan kamu mendadak miskin, atau bisa aja besok kamu kena stroke, gak bisa ngapa-ngapain hingga menghabiskan banyak hartamu. Iya, ujian dan teguran itu bisa dateng kapan aja, apalagi kalo kamu jarang bersyukur.

BACA JUGA : Kenapa ujian datang bertubi-tubi dalam hidupmu?

Jadi kita harus gimana? Coba deh sebisa mungkin kamu menghargai apa yang kamu punya, termasuk soal makanan. Beli atau ambil makanan seperlunya, yang sekiranya kamu mampu untuk menghabiskannya dan jangan sampai membuang makanan itu. Ngerasa kebanyakan duit? Daripada sampe ngebuang, mendingan kamu sisihkan sebagian makananmu (yang masih layak) untuk mereka yang lebih membutuhkan, itu akan lebih berguna.

Iya, mungkin terlalu gampang buat kamu untuk beli makanan hingga kamu membeli apa saja yang kamu lihat, tapi diluaran sana masih banyak orang yang harus berjuang keras hanya untuk bisa makan. Bahkan gak jarang yang sampe memungut sisa-sisa beras buat dimakan.

Gak ada salahnya kok nolongin orang, apalagi buat kamu yang kebayakan duit pasti itu bukan sebuah masalah yang besar, yakan? Iya, ngebuang makanan aja kamu nggak eman, jadi seharusnya memberi makan pada orang lain juga pasti bukan hal yang sulit buat kamu. Ngerasa rugi karena ngasih makanan ke orang lain? Ah itu gak jauh beda kok kalo dibandingin dengan kamu ngebuang makananmu. Bedanya cuma satu :

Makanan yang kamu buang cuma akan menjadi sampah, sedangkan makanan yang kamu sisihkan untuk diberikan pada orang lain bakal menjadi penyambung hidup buat mereka sekaligus tabungan amal buat kamu.

Jadi, sekarang kamu sudah ngerti kenapa kita gak boleh buang-buang makanan? Kalo belum paham, coba baca lagi dari awal. Masih belum ngerti juga? Mungkin kesehatanmu terganggu dan kamu butuh piknik. Okedeh, sekian dulu tulisan sederhana dari aku untuk posting kali ini. Perlu diingat ya, kalian harus sedikit mencerna tulisan diatas supaya bisa ngerti maksudku, dan semoga bisa dimengerti. – Masbocah

Sumber gambar :

  • https://yopiepangkey.wordpress.com/2011/06/30/usia-boleh-semakin-tua-kebaikan-tak-pernah-tua-dan-basi/
  • http://www.boyolalipos.com/2013/panen-padi-wonogiri-minim-air-dan-diserang-tikus-petani-selogiri-tetap-panen-456960
  • http://www.kaskus.co.id/thread/5323f263becb1713458b45b8/kisah-bu-supri-nenek-pemungut-beras-sejak-zaman-presiden-ri-kedua

Tips Menghadapi Cobaan Dan Beban Hidup

0

Tips Menghadapi Cobaan dan Beban Hidup – Pernah gak sih kamu merasa bahwa kamu adalah orang paling malang sedunia? Orang yang paling tersiksa sedunia? Atau mungkin kamu ngerasa bahwa Tuhan membenci kamu karena kamu selalu diberi cobaan yang bertubi-tubi dalam hidupmu? Kalo aku sih dulu pernah ngerasa seperti itu, karena dulu bahkan hingga sekarang aku sering mendapatkan cobaan hidup yang cukup membuatku depresi dan stress.

Nggak gampang memang melalui semua cobaan itu, tapi untungnya sekarang ini cobaan yang menghampiri udah terasa lebih ringan karena mungkin aku udah terbiasa kali ya. Well, aku yakin semua orang pastilah pernah dihadapkan dengan yang namanya cobaan, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Sebagian dari mereka cukup tangguh buat menghadapi cobaan kelas berat, tapi sebagian lain terlalu lemah untuk menghadapi cobaan yang sebenernya gak berat-berat amat, hingga membuat mereka merasa bahwa mereka adalah orang paling tersiksa sedunia.

Hehe, maaf nih ya, bukan bermaksud merendahkan, tapi biar jadi “tendangan” buat kalian biar gak kebanyakan ngeluh. Karena kalian harus tau, bahwa mungkin diluar sana ada banyak sekali orang yang dihadapkan dengan cobaan yang jauh lebih berat dari yang kalian alami sekarang, tapi mereka memilih untuk tetap tidak mengeluh.

Sebenernya, gimana sih caranya supaya kita bisa kuat menghadapi cobaan dan beban hidup? Menurut pendapatku, sebenernya ini cuma masalah mind set aja kok. Hayoo pada tau gak artinya mind set? Mind set itu adalah “set pikiran”, jadi artinya yaa gimana kita setting pikiran kita sendiri. Contohnya nih, kamu baru diputusin pacar kamu, pasti sebagian besar bakal sedih atau galau donk? Nah mind set disini adalah gimana kamu bisa setting pikiran kamu biar gak sedih.

“Ah biarin aja putus sama dia, toh dia tukang selingkuh. Jadi buat apa sedih?”

Nah itu tadi adalah contoh mind set yang bagus, dimana kamu mensetting hal positif di pikiran kamu tentang hal yang terjadi pada dirimu (putus sama pacar). Masih belum ngerti? Nanti aku bakal bikin pembahasan khusus deh buat hal ini. Nah untuk sekarang kita kembali ke topik dulu yaa.

Tips menghadapi cobaan dalam hidupKamu percaya gak sih kalo sebenernya sebuah cobaan itu justru baik buat kita? Coba kamu perhatiin, banyak orang hebat yang dulunya itu hidupnya penuh tantangan, penuh cobaan. Dan bahkan sebagian dari mereka harus berjuang setengah mati hanya untuk bisa bertahan hidup. Hasilnya? Mereka bisa jadi orang tangguh yang sanggup menghadapi tantangan sehingga mampu jadi orang yang dipandang hebat sekarang ini. Dan semua itu karena mereka berusaha keras untuk tetap tegar ketika menghadapi cobaan.

Cobaan hidup adalah untuk menguji “kualitas”

Gimana sih cara agar kita bisa kuat menghadapi cobaan hidup? Ya kamu ubah mind set kamu. Sebuah cobaan sering kali dianggap sebagai sebuah musibah kan? Nah kata “musibah” itu yang harus kamu ganti. Kenapa? Menurutku kata musibah itu terkesan terlalu negatif sehingga membuat kita merasa jatuh. Akan lebih baik kalo kita ganti sebagai kata “ujian”. Seperti yang aku sebutkan diatas, pada dasarnya sebuah cobaan dijatuhkan pada kita tentu ada tujuannya. Coba kita analogikan atau kita lakukan perumpamaan tentang cobaan ini. Kamu dianalogikan sebagai sebuah smartphone. Sebelum dipasarkan atau dijual, pastilah sang pencipta menginginkan “produk” yang dibuatnya itu berkualitas baik. Semakin baik kualitasnya, semakin “mahal” pula harganya.

BACA JUGA : Kenapa ujian datang bertubi-tubi dalam hidupmu

Dan untuk mendapatkan smartphone kualitas terbaik itu pastinya akan dilakukan serangkaian percobaan. Iya kan? Produk itu bakal dibanting, ditendang, direndam atau apa saja untuk menguji kualitasnya. Nah seperti itulah kira-kira kita saat sedang menghadapi cobaan. Jadi disini mind set kita adalah :

Kita mendapatkan cobaan bukan karena Tuhan membenci kita, tetapi karena ingin melihat seberapa kuat kita bertahan dari cobaan itu. Semakin kuat kamu bertahan, maka semakin baik “kualitas” diri kamu.

Jadi dalam menghadapi cobaan kita harus ikhlas jika kita ingin cobaan itu bisa bermanfaat untuk menjadikan diri kita memiliki “kualitas” yang lebih baik. Siapa sih yang gak mau sama “barang” berkualitas baik? Itu poin yang pertama.

Hadapi cobaan, bukan lari darinya karena cobaan hidup adalah “Ujian naik kelas”

Kamu pasti tau sekolahan donk? Di sekolah itu ada tingkatan-tingkatan yang dibedakan menjadi kelas-kelas tertentu. Semakin tinggi kelas yang kita duduki, maka pelajaran yang kita dapatkan akan semakin sulit dan kompleks (rumit). Nah disini kita analogikan kehidupan kita sebagai kehidupan di sekolah. Misalnya kamu masih kelas 1 SD. Ketika akan naik ke kelas 2 SD, pastinya kamu bakal diberikan “ujian” dulu bukan? Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah kamu layak untuk naik kelas. Dan jika kamu lulus dalam ujian tersebut, maka kamu layak dan berhak untuk ke tingkatan selanjutnya. Dan seperti yang sudah aku sebutkan diatas, semakin tinggi tingkatan maka akan semakin berat pula ujiannya.

Disini mind set kita adalah :

Ujian atau cobaan hidup itu, adalah sebuah “proses” agar kita menjadi lebih baik lagi. Kalau kamu bisa melaluinya dengan baik dan yang paling penting adalah JUJUR, maka kamu layak naik ke tingkat berikutnya dengan kualitas yang baik.

Kenapa kata JUJUR aku tekankan? Karena orang bisa aja lulus dengan berlaku tidak jujur atau curang dalam melalui ujian, misalnya dengan mencontek, membeli kunci jawaban dan lain sebagainya. Kalo kata orang yang sering melakukan itu sih “yang penting lulus”. Padahal, kelulusan dengan cara seperti itu tidak memberikan manfaat apa-apa buat kita. Coba kamu lihat mereka yang tidak jujur, apakah mereka bisa melalui “ujian” di sekolah dengan baik jika mereka tidak bisa menyontek? Apakah mereka bisa menyelesaikan soal dengan benar jika mereka tidak bisa membeli kunci jawaban? Tentu saja tidak.

Nah maksud dari berlaku tidak jujur dalam menghadapi ujian ini adalah lari dari kenyataan. Orang yang sudah terbiasa lari dari kenyataan (dalam contoh diatas adalah mencontek atau berbuat curang) untuk melewati sebuah ujian akan semakin dibuat pusing dan galau dengan cobaan (ujian) yang akan datang berikutnya. Karena seperti yang sudah aku katakan, semakin tinggi tingkatanmu, maka akan semakin sulit ujian yang harus dihadapi. Tapi, jika kamu sudah terbiasa menghadapi ujian dengan jujur, maka ujian berikutnya akan terasa mudah karena kamu sudah tau bagaimana cara untul melewatinya dengan benar. Jadi, hadapilah cobaan kita dengan benar dan jujur agar cobaan di masa mendatang tidak terasa terlalu berat. Itu poin yang kedua.

Cobaan adalah untuk memperingatkan kita

Pernah gak kamu merasa kehilangan akan sesuatu yang berharga di hidupmu? Pacar diambil orang misalnya. Eit, itu juga termasuk cobaan loh. Atau mungkin kamu merasa terlalu banyak orang yang tidak menyukai kamu, sehingga kamu kesulitan menemukan teman dalam hidup? Kamu tau apa sebabnya kita diberikan cobaan yang demikian? Tujuannya tidak lain adalah untuk mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang salah dalam diri kita, tapi apa? Sekali lagi mind set berperan penting agar kita menyadari hal ini. Nih aku kasih sedikit contohnya.

BACA JUGA : Bagaimana menghadapi orang yang membenci kita

Setiap sebab pasti ada akibat, seperti itulah hukumnya. Misalnya pacar kita diambil orang, ya biarin aja #eh. Hihi, iya, kita pake contoh itu aja yaa. Misalnya pacar kita direbut orang, itu tanda bahwa ada yang tidak beres dari kita. Misalnya? Ya pasti ada yang dipertimbangkan ama si dia donk sebelum memutuskan untuk meninggalkan kita. Entah sikap kita yang kurang baik, emosian, atau mungkin karena wajah kita kurang tampan atau cantik? Waaahhh itu tuh, kalo dianya ninggalin kita cuma gara-gara masalah tampang doank ya berarti dia juga bukan pasangan yang baik, jadi biarin aja :P.

Jadi intinya disini adalah:

Kita diberi cobaan untuk memperingatkan kita agar memperbaiki kesalahan dalam diri kita, untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.

Kalau misalnya kita tidak diberi cobaan seperti itu, belum tentu kan kita bakal sadar apa aja kesalahan kita? Maka dari itu cobaan juga merupakan hal penting dalam hidup kita.

BACA JUGA : Pacar kamu direbut orang?

Jadi setiap cobaan itu pasti ada tujuannya, dan aku rasa ketiga poin diatas udah cukup untuk pembahasan kali ini. Dan inget, mungkin kamu perlu untuk mencerna tulisan ini supaya kamu mengerti apa yang aku maksudkan. Nah mungkin itu aja yang bisa aku tulis di posting ini. Semoga bisa membuka pikiran pemirsa sekalian agar lebih berani, jujur dan ikhlas dalam menghadapi cobaan yaa πŸ˜€

Salam – Masbocah

Bagaimana Menghadapi Orang Yang Membenci Kita

0

Bagaimana Menghadapi Orang Yang Membenci Kita – Hidup ini penuh lika-liku, terkadang kita senang, terkadang kita sedih. Terkadang kita mendapatkan rejeki, tidak jarang pula kita mendapatkan cobaan. Ada yang menyukai kita, ada juga yang membenci kita. Yaa begitulah hidup. Sekian dan terima kasih sudah membaca artikel ini, sampai jumpa lagi! Eh, ternyata aku belum nulis apa-apa deng, hihihi πŸ˜›

Memang hidup tanpa lika-liku itu seperti masak sayur gak pake bumbu, rasanya hambar. Tapi bukan berarti kita harus membiarkan hidup kita penuh dengan masalah kan? Masalah hidup orang itu ada banyak macemnya, tapi kalo diliat-liat sebenernya masalah yang dimiliki satu orang dengan orang lain itu sama aja, cuman skenario atau jalan ceritanya aja yang beda. Dan salah satu masalah klasik yang ada di kehidupan manusia adalah soal saling membenci.

BACA JUGA : Tips menghadapi cobaan dan beban hidup

Orang bilang, haters (pembenci) akan selalu ada ketika kita memiliki apa yang tidak mereka miliki, seperti misalnya popularitas, prestasi, atau yang lainnya. Iya, itu bener kok, tapi perlu diingat juga bahwa kita bisa dibenci orang karena memang kita pantas untuk dibenci. Maksudnya gimana tuh? Sabar, nanti bakal aku jelasin dibawah. Makanya baca sampe akhir yaa!

Nah buat kamu yang ngerasa sedang dibenci orang, kamu jangan sewot atau sedih dulu karena pasti itu ada penyebabnya. Dan disini aku bakal ngebahas soal kenapa orang bisa membenci kita, sikap apa yang harus diambil agar mereka tidak membenci kita, dan juga cara menghadapi orang yang membenci. Langsung aja yuk ke pembahasan yang pertama :

Menghadapi orang yang membenci kita1. Kenapa orang membenci kita?

Itu adalah pertanyaan pertama yang seharusnya kamu pikirkan ketika kamu mengetahui ada seseorang atau bahkan mungkin beberapa orang yang tidak menyukaimu. Gak mungkin lah orang bakal benci tanpa sebab, meskipun kadang penyebab orang ngebenci kita itu gak masuk akal. Disinilah saatnya kamu instrospeksi diri atau mengoreksi diri kamu sendiri.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari tau apa yang salah dari dirimu dan sikapmu, bukan malah melawan mereka. Tapi perlu aku ingatkan, mengoreksi diri itu nggak segampang ngebalik chicken nugget di penggorengan, atau gak segampang ngabisin duit bapak-emak buat malem mingguan!

Orang sering kali dengan mudah bisa menyalahkan, mencaci, dan memaki kesalahan orang lain yang sebenarnya gak terlalu besar, tetapi kesalahan dirinya sendiri yang begitu besarnya sama sekali gak di sadari. Karena memang untuk melihat kesalahan dalam diri itu tidaklah mudah.

Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menyadari kesalahan kita? Cobalah untuk mengingat-ingat kembali apa aja sih yang pernah kamu lakukan kepada orang lain? Bukan hanya kepada orang yang membenci kamu, tetapi terhadap semua orang. Nilailah diri kamu seperti kamu menilai orang lain. Buang ego mu agar penilaianmu tidak dibutakan oleh ego. Karena jika kamu masih menyimpan ego, maka kamu akan selalu berpikir bahwa kamu selalu benar sehingga kamu tidak akan pernah menemukan apa kesalahanmu. Dan yang paling penting, cobalah untuk bersikap rendah hati ketika kamu menilai dirimu sendiri.

β€œHemm, mungkin aku terlalu sombong kali ya dimata mereka. Aku kan juga gak suka sama orang sombong, masa aku sendiri sombong sih? Pantesan aja mereka gak suka ama aku”

β€œMungkin aku terlalu bertindak semenamena sama mereka kali ya? Aku kan juga gak suka diperlakukan sembarangan, apalagi diperintah-perintah seenak jidat!”

β€œApa karena aku sering ngomongin orang dari belakang ya? Aku kan juga gak suka diomongin dari belakang. Pantesan aja mereka gak suka sama aku.”

β€œApa karena aku terlalu sering memaksakan kehendakku ya? Mau dituruti tapi gak mau menuruti dan gak peduli soal kepentingan mereka. Pantesan aja mereka menghindari aku”

Nah diatas itu adalah contoh perenungan diri yang bisa kamu lakukan, dan masih banyak lagi contoh perenungan lain yang pastinya harus disesuaikan dengan keadaanmu. Kalo kamu sudah menemukan kesalahanmu, perlahan coba perbaiki kesalahanmu itu. Jika mereka yang membencimu itu orang baik, pasti mereka bakal menyadari perubahan sikapmu dan mungkin perlahan mereka akan mulai menyukaimu. Tapi inget, hal yang sebelumnya sudah pernah kamu rusak, akan sulit untuk kamu perbaiki lagi. Jadi intinya, sikap orang lain bisa berubah seperti bagaimana kamu merubah sikapmu sendiri. Itu poin yang pertama.

2. Sikap apa yang harus diambil agar orang tidak membenci kita?

Kalau kamu sudah menjalankan poin yang pertama, sekarang saatnya kamu bersikap jantan (kalo cowok) atau berani. Eits, berani disini bukan berarti ngajakin mereka buat berantem yaa. Berani disini artinya adalah berani mengakui kesalahanmu, berani meminta maaf atas semua kesalahanmu kepada mereka yang membencimu karena sikap burukmu.

Kalaupun kamu gak cukup berani untuk meminta maaf, setidaknya kamu harus berani merubah sikapmu untuk menjadi lebih baik dimata mereka. Namun alangkah baiknya kalau kamu juga meminta maaf (jika memang merasa punya salah) karena orang yang paling berani adalah orang yang mau mengakui kesalahannya.

Namun tentunya perubahan sikapmu yang mendadak ini akan dianggap aneh oleh mereka, dan itu sangat wajar. Mereka akan mulai terbiasa kalau kamu mampu menjaga konsistensi dari perubahan sikapmu tersebut. Tapi ada kemungkinan kalo mereka bakal semakin mencemooh mu atas sikapmu ini, dan yang harus kamu lakukan adalah tetap kendalikan emosimu dan tetap tenang.

Dulu aku sendiri lebih memilih untuk berubah menjadi pendiam. Karena menurutku, semakin sedikit kita berbicara, maka semakin sedikit pula kesalahan yang mungkin bisa kita perbuat melalui lisan kita. Ngerti kan maksudnya? Apa yang mereka katakan tentang kamu, cuekin aja. Cuek disini dalam arti kamu tetap memperhatikan mereka, namun kamu memilih untuk tetap diam.

CATATAN : Diam disini bukan berarti kamu bener-bener jadi seorang yang pendiam hingga menyembunyikan bakat yang kamu punya. Diam disini artinya adalah menahan diri untuk merespon apa yang mereka ucapkan tentangmu.

Namun perlu kuingatkan bahwa tahap ini adalah yang paling sulit, seperti ulat yang akan berubah menjadi kupu-kupu, tahap ini adalah tahap dimana kita menjadi kepompong. Pada saat menjadi ulat, kita bakal dibenci. Ketika menjadi kepompong, adalah saat yang paling rapuh dari dirimu. Kenapa aku mengibaratkan tahap ini sebagai tahap kepompong? Karena disini mungkin kamu bakal bener-bener ngerasa sendirian dan itu bener-bener saat dimana seseorang merasa sangat rapuh.

Dan kalau kamu sukses melewati tahap ini, maka kamu akan siap menjadi kupu-kupu yang disukai banyak orang. Seperti itulah kira-kira analoginya. Dan perlu kuingatkan bahwa semua poin yang sudah dan akan kutuliskan disini harus bener-bener diresapi supaya kamu mengerti. Kalau ada yang tidak dimengerti, silahkan ulangi membaca dari awal dan resapi dengan hati-hati, oke?

3. Lalu bagaimana jika mereka tetap membenci kita?

Seperti yang udah aku sebutin diatas, tahap kedua itu adalah tahap yang paling sulit untuk dijalankan. Kesabaran dan sikap konsisten adalah kuncinya. Kalo kamu gagal melewati fase “kepompong” itu, maka kamu gak akan menjadi kupu-kupu yang disukai orang, melainkan kepompong mu akan membusuk dan tidak menjadi apa-apa. Itu artinya jika ditengah jalan sikapmu kembali seperti semula (sikap yang dibenci orang) maka kamu akan makin dibenci orang dikemudian hari dan mungkin gak akan pernah disukai orang banyak seperti hal nya kupu-kupu.

Semua butuh proses! Perubahan sikapmu aja butuh proses, kan? Jadi perubahan sikap mereka terhadapmu pastinya juga perlu proses. Dan kalau mereka tetep ngebenci kamu setelah kamu benar-benar berubah, yang harus kamu lakukan adalah :

Berkaca dengan sikap mereka terhadapmu, hindari semua sikap yang mereka lakukan kepadamu. Jadikan mereka contoh buruk dan berjanjilah untuk selalu menjauhi sikap yang mereka miliki itu.

Sikap rendah hati adalah kuncinya. Setidaknya, kalo kamu mendapatkan atau berkenalan dengan orang baru, nantinya akan lebih banyak orang yang menyukaimu daripada yang membencimu. Dan jika kamu sudah menjalankan dengan benar semua poin yang aku tuliskan disini, aku yakin di kemudian hari kamu gak bakal terlalu mengambil pusing terhadap orang yang membencimu. Dan satu lagi pesan dariku untuk posting kali ini :

Akan lebih baik jika kamu meladeni orang-orang yang menyukaimu saja. Karena jika kamu melawan atau meladeni mereka yang membencimu dengan kebencian juga, itu artinya kamu gak jauh beda dari mereka, dan itu hanya membuang waktumu.

Nah mungkin itu aja sih yang bisa aku tuliskan disini. Intinya adalah bukan melawan kebencian dengan kebencian juga, tapi menjadikan kebencian orang lain sebagai dorongan untuk instrospeksi diri dan menjadikan diri kita lebih baik lagi. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Punya pendapat lain? Komen aja, gratis kok! Follow twitter atau Google Plus Mas Bocah juga boleh πŸ˜› Semoga bermanfaat πŸ˜€

Motivasi Agar Kita Tidak Menyia-nyiakan Waktu Dan Hidup

0

Motivasi Agar Kita Tidak Menyia-nyiakan Waktu Dan Hidup – Disadari atau tidak, sebagian besar dari kita sering kali menyia-nyiakan apa yang kita punya. Mulai dari harta benda, kecerdasan atau mungkin menyia-nyiakan orang terkasih kita. Dan yang paling sering adalah kita sebagai manusia sering kali menyia-nyiakan waktu dan hidup kita, padahal dua hal ini merupakan sesuatu yang sangat-sangat penting dan kita hanya diberi kesempatan satu kali saja dan bisa dipastikan bahwa kita tidak akan dapat mengulanginya kembali.

Bagaimana contoh orang yang menyia-nyiakan hidup dan waktunya? Mabuk-mabukan, malas-malasan, dan contoh yang paling mainstream adalah merokok. Mereka yang gemar mabuk-mabukan sering menyebut bahwa “hidup itu cuma sekali, jadi dinikmati aja. Ayo kita seneng-seneng!”. Orang yang gemar bermalas-malasan sering menyebut bahwa “Nanti kan juga bisa, jadi entar wae (nanti aja)”, dan orang yang merokok? Mereka bahkan tidak memiliki alasan yang jelas kenapa mereka harus merokok.

Padahal dengan jalan mabuk, mereka tidak akan mendapatkan manfaat apa-apa kecuali hanya menghabiskan uang yang mungkin juga masih minta sama orang tua. Dapat kesenangan? Apa dengan berprilaku seperti hewan kamu anggap itu kesenangan? Padahal kesenangan mereka adalah palsu. Mereka memang seakan bisa melepaskan beban pikiran saat sedang mabuk, karena pada saat tersebut mereka tidak mampu untuk berpikir panjang alias kehilangan akal untuk mengendalikan diri mereka sendiri. Mereka memang bisa tertawa lepas saat ada hal kecil yang dianggap lucu, namun mereka juga bisa marah sebesar-besarnya (ngamuk) ketika ada hal yang menyinggung mereka.

Ya, itu semua karena mereka telah kehilangan akal untuk mengendalikan diri saat mabuk. Maka jangan heran jika orang mabuk bisa sangat jujur dan sering kali bicara keceplosan alias jujur yang berlebihan. Apa itu merupakan sebuah kesenangan? Lalu beralih ke orang yang bermalas-malasan, mereka sering kali menganggap bahwa mereka akan punya waktu nanti sehingga mereka bisa menunda-nunda sesuatu yang penting. Padahal belum tentu mereka akan punya kesempatan yang sama nanti, apa mereka yakin besok mereka masih hidup? Apakah ada yang menjamin bahwa umur mereka bisa sampai besok?

Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh seseorang dari timur tengah ketika sedang menyiarkan atau menyampaikan sebuah tausyiah, yang menurutku kisah ini sangat menginspirasi sekali karena bisa menggambarkan bagaimana penyesalan kita setelah menyia-nyiakan waktu yang kita miliki. Dan aku akan menceritakannya kembali dengan versi yang sedikit aku modifikasi.

Once upon a time. . .

Di satu kota, hiduplah seorang nelayan miskin yang sedang sangat membutuhkan uang dan makanan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Saat itu ia sedang pergi untuk mencari ikan. Berjam-jam berlalu namun ikan yang didapatnya sangatlah sedikit. Ia berpikir bahwa ikan yang didapatnya ini bahkan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, apalagi untuk dijual. Akhirnya ia memutuskan kembali ke darat untuk pulang karena ia sudah sangat lelah.

Sesampainya di pantai, ia melihat seekor kerang dengan ukuran cukup besar di dekat perahu kecilnya. Ia memutuskan untuk mengambilnya karena berpikir bahwa daging kerang itu nantinya dapat digunakan untuk menambah kebutuhan makanan bagi keluarganya. Sesampainya dirumah, ia pun membuka cangkang dari kerang tersebut dan ia terkejut saat melihat isi di dalam tubuh kerang itu. Ia menemukan sebuah mutiara yang sangat indah di dalamnya, yang kemudian diambilnya dan diperhatikan dengan begitu teliti seolah tidak percaya atas apa yang baru saja ditemukannya.

Ia berpikir bahwa mutiara itu dapat dijualnya atau ditukarkan untuk mendapatkan makanan bagi keluarganya. Dan pergilah ia ke sebuah tempat makan dengan membawa mutiara itu. Ia menunjukkan mutiara itu kepada sang pemilik tempat makan dengan maksud untuk menukarnya dengan makanan. Lalu sang pemilik rumah makan berkata :

“Wahai nelayan, mutiara ini sangatlah indah. Namun seluruh isi rumah makan ini takkan cukup untuk membelinya. Pergilah ke toko emas, kau akan mendapatkan harga yang lebih pantas”

Lalu pergilah sang nelayan ke sebuah toko emas yang ada di kotanya. Kembali ia menunjukkan mutiara itu pada sang pemilik toko dengan maksud untuk menukarnya dengan emas agar ia dapat membeli makanan. Sang pemilik toko pun berkata :

“Wahai nelayan, taukah kamu berapa nilai dari mutiara indah ini? Seluruh isi toko emasku ini tidaklah setara dengan mutiara yang kau bawa, bahkan dengan tambahan seluruh harta yang ku punya takkan cukup untuk membelinya. Pergilah kepada raja, ia punya banyak harta disana”

Sang nelayan pun kembali bergegas untuk pergi ke istana kerajaan. Saat bertemu sang raja, ia kembali menunjukkan mutiara tersebut dengan maksud untuk menukarnya dengan beberapa harta dari sang raja. Sang raja sangat terkesima dengan mutiara tersebut, dan dipanggil lah beberapa penasehat raja untuk menentukan nilai dari mutiara yang dibawa sang nelayan tersebut. Setelah melalui diskusi panjang, sang raja pun memberitau sang nelayan.

“Wahai nelayan, mutiara ini sangatlah bernilai, namun aku tidak tau harus menukarnya dengan apa. Begini saja, aku akan membukakan pintu dari gudang-gudang harta yang aku miliki selama satu jam, dan kamu bisa mengambil harta sebanyak yang kamu mau selama satu jam itu untuk membayar mutiara ini”

Mendengar pernyataan raja, si nelayan tentu saja sangat senang dan menyetujuinya. Kemudian dibukakanlah pintu-pintu dari gudang harta kerajaan bagi sang nelayan. Sang nelayan sangat terkesima melihat semua harta tersebut karena di dalamnya terdapat begitu banyak harta dan perhiasan. Namun ia berpikir bahwa waktu satu jam yang diberikan oleh sang raja itu sangatlah panjang, sehingga ia memutuskan untuk istirahat sejenak karena ia merasa lelah setelah berkeliling untuk menukarkan mutiara itu. Ia menyandarkan dirinya di dinding untuk beristirahat, dan kemudian ia pun tertidur.

Tak disangka, tidurnya itu sangat pulas, hingga waktu satu jam yang diberikan oleh sang raja telah berlalu begitu saja. Setelah satu jam, ia dibangunkan oleh penjaga karena waktunya sudah habis dan harus meninggalkan gudang harta. Sang nelayan pun bersikeras menolak karena ia merasa belum mengambil apapun dari dalam gudang tersebut, namun apa daya waktunya sudah habis sehingga ia harus diseret keluar tanpa membawa satu apapun dari dalamnya.

Sang nelayan memohon kepada raja untuk membukakan kembali pintu-pintu dari gudang harta tersebut karena ia belum mengambil apapun dari dalamnya. Namun tidak ada kesempatan kedua, karena dari awal memang kesepakatan sudah dibuat dan disetujui oleh kedua belah pihak. Akhirnya si nelayan harus pulang dengan tangan hampa, tak mendapatkan harta serta mutiaranya pun ikut hilang.

——————————– * * ——————————–

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita tersebut? Kita ibaratkan waktu satu jam yang diberikan oleh raja adalah waktu atau umur kita semasa hidup. Sedangkan ketika nelayan harus pulang adalah waktu dimana kita akan kembali kepadaNya. Sedangkan harta yang ada di dalam gudang adalah amal-amal baik yang tidak serta-merta kita ambil. Jadi? Kisah tersebut menggambarkan bahwa betapa ruginya hidup atau waktu yang diberikan pada kita ketika kita tidak memanfaatkannya untuk melakukan hal-hal yang baik.

Bayangkan jika kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, betapa banyak “bekal” yang bisa kita bawa ketika sudah waktunya untuk berpulang. Sedangkan apa yang terjadi pada nelayan tersebut adalah gambaran penyesalan kita ketika kita sudah dipanggil olehNya, sedangkan tidak ada kebaikan apapun yang kita lakukan ketika waktu kita masih ada. Dan ketika waktu tersebut sudah habis, kita hanya bisa menyesal karena tak satupun kebaikan yang kita bawa sebagai bekal dan tidak ada kesempatan lagi bagi kita.

Sebelumnya perlu aku ingatkan bahwa kamu perlu “mencerna” isi dari tulisan ini agar kamu dapat mengerti. Karena kamu tidak akan mengerti poin apa yang terkandung didalamnya jika kamu menelannya mentah-mentah. Poin dari kisah ini juga masih bisa diperluas lagi, sesuai dengan apa yang biasa kita lakukan dan temukan dalam hidup. Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua πŸ™‚

Salam – Masbocah

Tips Agar ASUS Zenfone 2 Lebih Hemat Baterai

0

Tips Agar ASUS Zenfone 2 Lebih Hemat Baterai – Sebenernya ini topiknya buat blog sebelah yang emang khusus ngebahas soal gadget, tapi entah mengapa belakangan ini aku lagi ngerasa males aja buat apdet disana. Apalagi setelah ngeliat trafficnya yang sering mentok di angka 4.9K page view per day setelah beberapa bulan lalu trafficnya sempat terjun bebas dan sampe sekarang belum bisa balik seperti semula, makin gak semangat jadinya. Mungkin udah saatnya buat nyari penulis buat apdet blog itu kali yaa? Iya, mungkin. Semoga aja bisa dalam waktu dekat. Oke cukup curhat singkatnya, sekarang masuk ke pembahasan utama.

Dari blog sebelah itu aku sering menerima pertanyaan dari orang yang ingin atau sudah menggunakan ASUS Zenfone 2, hape yang sekarang ini juga menemani keseharianku. Orang yang belum punya dan pengen beli smartphone ini rata-rata nanyain soal “bener gak sih Zenfone 2 itu boros baterai?”, terus bagi mereka yang sudah punya juga kadang nanya begini “kok Zenfone 2 punyaku baterainya cepat habis ya?”. Nah disini aku bakal coba bantu jawab keduanya.

Zenfone 2 boros baterai nggak sih? Menurutku biasa aja kok, standar aja asal pemakaiannya wajar. Kalo ditambah dengan settingan yang baik, malah bisa kuat sehari penuh dengan catatan penggunaannya gak terlalu berat. Di Zen 2 punyaku, aku aktif di WhatsApp dan ada 3 grup disana. Dan salah satu grup nya itu jumlah chat nya kadang gak manusiawi, kadang bisa sampe ratusan chat dalam beberapa jam aja kalo lagi rame. Aku juga rutin ngecek twitter dan kadang facebook dan beberapa email plus instagram khusus di pagi hari (soalnya kuota siang-malem nya tipis).

Oia, aku juga sering dengerin musik via headphone sampe beberapa jam. Terus aktivitas begitu bisa bertahan berapa lama? Zen 2 baru aku nyalain sekitar jam 6 pagi (kadang lebih awal setengah jam sampe satu jam), dan dengan semua aktivitas itu, baterai mulai lobat sekitar jam 7 malem, dan bener-bener lobat (dibawah 5%) sekitar jam 8 malem lebih. Dan kadang bisa sampe jam segini :

Jadi, itu irit apa boros? Kalo menurutku sih irit. Terus buat kamu yang pake Zenfone 2 dan ngerasa baterainya boros, mungkin ada beberapa hal yang salah, entah kamu pakenya kebangetan, install aplikasi yang berat, atau mungkin kamu belum tau triknya. Nah disini, aku bakal membagikan tips buat kalian para pengguna ASUS Zenfone 2 supaya hape kalian bisa lebih irit baterai plus nggak lemot.

1. Perhatikan Apps Yang Terinstall

Biasanya sih salah satu tersangka utama dari borosnya baterai suatu perangkat adalah aplikasi yang terpasang di perangkat itu sendiri. Kadang, kita dengan polosnya pasangin apps yang sebenernya gak perlu.

Misalnya aja seperti aplikasi yang menunjukkan persentase baterai lah, aplikasi untuk ngecek kesehatan baterai atau aplikasi semacem ini tuh sebenernya sama sekali gak perlu dan malah bikin boros baterai. Kenapa? Karena aplikasi ini bakal terus berjalan di background, sehingga akan menguras daya baterai dan bisa juga menyebabkan perangkat jadi lemot. Apps lain yang bisa bikin baterai boros adalah aplikasi game yang harus dimainkan secara online.

2. Tutup Apps Dengan Benar

Di blog sebelah, aku sering banget mewanti-wanti (Bahasa Indonesia nya apa ya?) soal hal ini, karena selain bisa menyebabkan baterai jadi boros, ini juga bisa menurunkan performa dari gadget mu. Gunakan menu close atau tekan tombol back berkali-kali hingga aplikasi menutup, dan hindari tombol home karena kalo kamu pake tombol itu, aplikasi cuma bakal di minimize, bukan di close. Atau kalo perlu, singkirkan apps tersebut dari recent apps. Selengkapnya soal menutup apps ini coba baca disini.

3. Rutin Mematikan Hape Tiap Malam

Ini juga cukup penting untuk penyegaran karena hapemu juga butuh yang namanya bobok alias istirahat. Selain untuk mengistirahatkan hardware, mematikan hape juga bisa membantu buat menutup apps yang mungkin aja belum kamu tutup dengan benar.

4. Pakai Wi-Fi Tjoy

Kebetulan, gadgetku ada lumayan banyak. Kalo aku ngisiin pulsanya satu persatu cuma buat beli paket data bulanan kan jadinya boros banget? Makanya aku beli mobile Wi-Fi hotspot atau biasa disebut dengan MiFi. Dan selain ngirit pengeluaran untuk pulsa, ini juga efektif untuk ngirit daya baterai gadget kita. Gapercaya? Coba aja

5. Manfaatin Aplikasi ASUS Mobile Manager

Nah kalo tips diatas masih kurang greget, maka kamu bisa coba untuk manfaatin salah satu aplikasi bawaan yang menurutku bisa banget buat ngebantu untuk mempertahankan performa sekaligus lebih menghemat baterai, yaitu Auto-start Manager.

Jadi fitur ini berguna banget untuk mematikan auto-start dari aplikasi tertentu, karena terkadang ada beberapa aplikasi yang “aktif dengan sendirinya” tanpa kita jalankan, dan itu bisa bikin baterai cepat habis plus performa jadi menurun. Nah disini kamu bisa matiin deh aplikasi mana aja yang sekiranya cuma bakal kamu perluin di waktu tertentu aja, misalnya aplikasi edit foto.

Tapi inget, kalo kamu matiin auto-start dari aplikasi yang harus jalan terus seperti misalnya aplikasi messenger, maka hapemu gak bakal bisa nerima notifikasi messenger secara real time hingga nanti kamu jalankan apps yang bersangkutan.

Selain auto-start manager, kamu juga bisa manfaatin fitur battery saver atau bahkan mungkin data usage untuk mencegah apps tertentu supaya gak memakan paket data di background. Sebenernya ada tips yang lebih ekstrim lagi supaya baterai di Zenfone 2 mu bisa bertahan sampai berhari-hari, tapi cara ini bener-bener gak aku rekomendasikan karena semua fitur yang dimilikinya bakal terasa mubazir. Aku sih nyebutnya sebagai Extreme Power Saving Mode, dan hasilnya adalah …

Hahahah, berapa hari tuh ya? Entahlah. Mau tau caranya? Mending gak usah deh yaa, karena resikonya bakal besar banget kalo misalnya ada hal buruk terjadi, seperti hilangnya 2 biji tabletku yang kemudian gak bisa dilacak karena pake cara ini. Untung bukan biji yang lain ya #eh. Biji bunga matahari, maksudnya. Ituloh, yang paling disenangi sama Hamtaro πŸ˜›

Okedeh, sekian dulu tips menghemat baterai untuk ASUS Zenfone 2 ala Masbocah. Semoga bisa bermanfaat buat kalian. Ada yang punya tips tambahan? Komen aja, gratis kok!